1+1: New

1+1: New
Chapter 144 - Perbedaan Pesawat dan Burung Saat Jatuh.



Akselerasion Flies.. Akselerasi terbang yang sangat cepat memungkinkan bahkan jet yang saat ini di kemudikan oleh sang Great Driver Christoforus-kun, sudah tertinggal oleh pria dengan nama 'Airport'


Ceritakan tentang Pesawat, dan sesuatu yang terbang ke atas akan bisa jatuh.


~ "Hayai!!" Ucap Nicki


~ "Apakah dia tidak takut kehabisan bensin?" Sambung Nicko.


"Perbedaan dasarnya adalah dia terbang menggunakan kemampuan, jika lelah, mungkin akhirnya akan jatuh.. tidak ada yang bisa mengalahkanku jika di udara, apa dia bercanda? Sedang mengajak Christoforus-kun yang hebat ini berakselerasi-ria di udara??" Christoforus sudah tak mempedulikan tentang narasiman yang tetap mengetik panggilan dengan 'Christoforus' ini adalah mode seriusnya, bahkan tidak masalah jika tidak ada kata Jack di akhiran omongannya.


"Pria ini, dia memasuki zone of the end..." komentar Mana.


"Ikuzo!! my friends!! your power.. misete ageru!!" Ucap Nicki.


~ "Apakah kamu mengatakan bahwa kamu sangat cepat?"


Bruashhhhhh!!!!


Jet tempur yang di kemudikan oleh sang Christoforus melaju tak terbatas dan melampaui-nya, saking cepatnya...


"Ini aku yang ngejar atau kalian yang ngejar??" si Airport sweatdrop, karena dia sudah melihat Jet itu sudah berada di depannya.


"Kelewatan!!" Teriak Nicki.


"Saking cepatnya!!" Sambung Nicko.


"Saya menemukan prospek cerah!! kamu harus jadi pembalap udara di agensi balap-ku!!" Ucap Mana.


"Mantap!! Great Flies Christoforus-kun!!" Ucap Bossun.


~


Jangan pernah mengatakan, bahwa kamu takkan terkalahkan, karena ada bermacam cara orang di belakang akan melampaui dan mengalahkanmu. Sombong, Jangan, Rendah Hati? Ya!!


"Dia tidak bisa diremehkan, aku akan serius jika segala sesuatu mencakup udara... karena aku ada untuk udara.. namaku adalah Airport, apakah kau sedang mengejek Bandara Pesawat?" Airport tak menyerah juga untuk menang di udara.


~"Aku mencakup zone of the end.. dan kamu hanya bisa terkesima kemudian..." /Pria ini, tidak mau kalah di atas udara, udara yang selalu ia impikan, dan terbang bebas begitu santai...


~"Akselerasion Rocket......"


Hanya kata-kata itu yang keluar kemudian dengan kecepatan tak banyak omong, bahkan kecepatan terbangnya lebih cepat dari kecepatan...


"Aku menemukan upilku!!" Teriak Nicki.


"Yokatta!! Niisan!!" Sambung Nicko.


Ya, kecepatannya lebih cepat dari kecepatan sang Nicki mencari upilnya..


"Busett!!! Sejak kapan dia disitu!!" Teriak Nicki yang baru sadar kalau Airport sudah ada di depan jet yang dikemudikan sang Christoforus.


"Hoh.. Muteki Kanban Shounentantei?" Christoforus tetap memasuki zone of the end-nya. Zone ini dimiliki oleh para 'Sportman' dan yang mencakup 'mengemudikan'


"Dia juga memiliki Zone of the End?" Tanya Nicki yang melihat kearah depan, Airport.


"Skydiving adalah olahraga terjun payung, apakah dia mencakup olahraga itu?" Nicko menimpali.


"Yang bisa memiliki Zone of The End hanyalah Sportman dan Pengemudi.." ucap Christoforus. "Dan untuk kali ini karena aku serius.. aku takkan memprotes akhiran Christoforus." sambungnya lagi.


"Hehe..." Bossun sedikit tertawa.


Pertarungan antara penerbang dan sang pilot, mencapai sesuatu yang keren untuk disimak semakin dalam, meskipun sebenarnya tidak keren.


"Huh???" Airport menoleh kebelakang, dan ya, Jet masih tak beranjak dari posisi belakang, dan pancaran sinar mentari yang kemudian juga wajah Christoforus terlihat begitu jelas di balik kemudi.


"Ah, begitu ya..." Airport kemudian menambahkan kecepatan terbangnya....


"Speedometer Flies!!"


"Jadilah bintang jatuh, Shiryƫ!!" Sambung Christoforus yang kemudian berteriak.


"Ini???"


"Teknik apakah ini??"


"Zone of the end??"


"Ataukah??"


"I am speed....."


Wuuuushhhhhhhh


Hanya dalam 30 detik, sang Christoforus bahkan kemudian sudah berada di depan sang Airport lagi..


"Nani????!!!"


"Sudah kukatakan, dalam kecepatan mengemudi, aku akan selalu menjadi nomer satu, bahkan di udara sekalipun.." ucap Christoforus, mata kemerahan, itulah zone!!


"Sudah kuduga, pasti akan terkejar.. seperti kecepatan bintang jatuh..." komentar Airport.


"P-pelan-pelan saja...!!" si Bossun membentak, malahan tubuhnya gemetaran, "Bagaimana kalau jatuh! aku ini takut!!" Bentak Bossun.


"Jalan seorang Pilot, adalah melaju semaksimal mungkin di udara.. tapi tugas mereka yang paling utama, adalah membawa Manusia dengan selamat sampai ketanah!!" ucap Nicki.


"Sudah tahu... karena ini adalah jalan ninjaku!!" Bentak Christoforus.


"Fuha... kalau kalian jatuh, kalian the end.. perbedaan pesawat jatuh dan burung jatuh.... burung takkan gampang died...."


"Sedangkan Manusia, memiliki sistem kerapuhan tubuh karena mereka tidak memiliki sayap untuk terbang..." ucap Airport, Airport melaju dan bahkan kini dia sudah bersebelahan dengan jet yang dikemudikan oleh Christoforus-kun.


"Jadi, kamu bukan Manusia?" Tanya Christoforus sembari menoleh kesamping keberadaan Airport.


"Manusia, Manusia biasa, seseorang yang memiliki kemampuan, adalah superhuman.." Balas Airport kemudian.


"Baiklah!! ikuzo!!!" Teriak Nicki.


Jalan saling tikung-menikung, adalah jalan para pembalap, dan jalan para jones adalah jalan di tempat untuk tidur dan bermimpi, sedangkan jalan Manusia pada umumnya..


Seperti yang kalian jalani sekarang!


Tempat mobil berpacu, atau bahkan pacuan kuda, hingga motor dan berbagai macam olahraga balapan, itu adalah jalanmu untuk berjalan.


Bagai rumput ilalang, bagaikan matahari terbenam, dan bagaikan langit menangis....


"Perbedaan yang menentukan takdir bertahan lama dalam penerbangan, adalah cuaca..." ucap Christoforus, mungkinkah dia memperkirakan kemungkinan perubahan cuaca? atau dia sengaja ingin lama di udara untuk menjatuhkan pesona musuh?


"Tik tik tik bunyi hujan di atas sayapmu, hujannya turun deras sekali.. cobalah tengok kamu keberatan, pakaianmu basah semua..." Christoforus bernyanyi, dalam sekilas....


"Aku... Terjatuh...." ucap Airport....


Mungkinkah, ini adalah perbedaan, sayap rapuh bermimpi untuk terbang dalam guyuran hujan, pada akhirnya jatuh juga.....


Airport jatuh dengan bebas, kebebasan yang membuat sayap-sayap yang bebas untuk terbang mendadak bebas untuk terbebas agar tidak digunakan.


Sayap-sayap rapuh yang takut terhadap Hujan, dan Pesawat yang tidak akan lepas landas saat cuaca buruk.


Sedangkan burung yang kemudian bersembunyi dipepohonan agar tidak terkena hujan.


Semua itu tercipta dalam satu skene menentukan..


"Burung, mereka bisa jatuh jika terkena damage berlebihan, atau bisa mati terkena tembakan, begitupun dengan pesawat, meskipun cara jatuh mereka berbeda... kalau sudah jatuh... jatuh ya jatuh..." ucap Christoforus.


B E R S A M B U N G