
Usulannya adalah pergi ketempat Skydiving untuk mendapatkan ganti rugi dari kerusakan yang dibuat oleh sang Airport.
".. Kita akan demo didepan Mansion Nijiiro Skidiping.." ucap Nicki.
"Kuyakin Nijiiro akan diving dan ngemis-ngemis pinalti.." ucap Nicko.
"Marude no Bruyno Pirnandes kah?" sambung Jack.
"Menarik.." ucap Mana.
Sedangkan Bossun, dia keluar dari pesawat yang rusak dengan ekspresi wajah kelelahan. Nampaknya dia menderita benturan di kepala. Terlihat kepalanya sedikit berdarah-darah. "Skydiving harus membayar cederaku.."
Sebenarnya mana yang salah mana yang benar.. Kebenaran adalah disisi Airport. Karena si Airport diserang oleh kelompok gajelas ini. Tetapi, mereka yang nyerang kok mereka yang ngambek dan kepengen minta ganti rugi.
"Baiklah....." Mereka berlima tidak bisa disebut fraksi empat orang, karena mereka berlima. Mereka berlima akhirnya mulai berjalan tanpa arah dan tujuan, dan sesekali mereka berjumpa dengan warga sipil.
"Hoy.. Dimana rumah Skydiving???!!!" Tanya Nicki dengan tatapan seram kepada warga sipil.
"I-itu disana.." balas sang warga sipil terbata-bata, sembari jari di tangan kanannya menunjuk kearah depan.
"Apakah benar disitu rumah Skydiving?"
"I-iya.. itu disana..." Balas warga sipil berikutnya.
"Yang benar lo disitu rumah Skydiving?"
"Haik.. itu disana.."
"Itu disana itu disana itu disana, daritadi itu disana itu disana!!!" Nicko membentak.
"T-tapi sudah benar.. I-itu disana..."
"Sudah-sudah, jangan bahas iklan Indovision mulu dah, itu disana-itu disana kan iklan lama periode lampaui!!" Christoforus buka suara.
"Siap, baiklah, Itu disana-kun, sankyuu telah memberitahukan hal tersebut yang berada itu disana.." Bossun berterima kasih.
"Itu Disana-kun, ini nomor wa-ku.." ucap Mana dengan imut, dia memberikan kertas bertuliskan nomor wa-nya kepada si Warga Sipil yang suka bilang itu disana.
Tapi sayang sekali, Itu disana masih akan berlanjut sedikit lebih lama lagi.
"Itu disana? Kok jalurnya masih banyak???!!!"
"Woi!! dimana rumah Skydiving hah???!!!!" Nicki naik pitam, dia ingin cepat ketujuan, tapi itu disana tidak mengantarkan hal yang bisa menemukan tempat 'Itu disana'
"Njir....." Bossun semakin pusing.
Mendadak ada orang-orang lewat lagi diarea tempat Nicki dan kawan-kawan berada. "Woi!!! Lo tau rumah Skidiping?" Christoforus tanpa sopan santun langsung bertanya dengan nada keras kepada orang-orang yang lewat.
"R-rumah Skidiping? I-itu disana..."
"Kampret!! Itu disana lagi!! Kayak gak ada yang lain apa selain itu disana? hah??!!"
"T-tapi.. A-aku cuma tahu kata... I-itu disana.." Balas si Orang lewat dengan terbata-bata.
"Haddeh.. Jika aku bertanya dimana bola-bolamu, pasti kamu takkan berbohong dan bilang itu disana, tapi giliran tempat ditanyakan, kamu membalas kata itu disana yang penuh kebohongan.." ucap Mana.
"T-tapi emang benar... I-itu disana.."
"Lepaskan dia, dia cuma tahu itu disana, seperti orang sebelumnya.." ucap Nicki.
"Karena kita ada lima, kita akan saling berucap, tapi ada ucapan bakalan membuat author kelelahan karena ucap kita terlalu banyak.." ucap Bossun.
"Woi..... Papan Reklame???!!! Dimana rumah Skydiving!!!" Teriak Christoforus yang naik pitam. Dia sudah malas terlalu lama melakukan hal yang tak berguna.
Papan Reklame di area pencahrian mereka mendadak memperlihatkan iklan 'Rindoupision'
~ Itu disana...
Kira-kira begitulah balasan dari papan reklame yang sama ajah memberitahukan kata-kata 'Itu disana'
"Yare-yare daze, terlalu banyak itu disana, dan selalu mendapatkan balasan itu disana.." Nicki mulai pusing.
"Aku tak habis pikir, ngapain Reklame juga ngasih tahu kata Itu disana?!!" Sambung Nicko berseru.
"Itu disana.." sambung Mana.
"Yare yare dawe, Ikuzo kita akan menelusuri tempat yang bisa membawa kita ketempat sesuatu yang selalu disebut 'Itu disana'.." ucap Bossun.
"Guureto daze...." sambung Bossun.
Itu Disana yang sebelumnya mereka temui dipertanyaan pertama nampak dia sudah terlihat dalam wujud kriminal, "Mereka tidak mengetahui diriku ya? Xixixixixixixi..." Pria ini tersenyum, giginya putih tetapi tampilannya menjadi serba siluet hitam misterius.
Sepertinya dia adalah suruhan Nijiiro-bossu, "Nijiiro-kaichou sudah mempercayakan tugas menaruh alat penyadap di pakaian satu target.."
Ditempat Nijiiro.
"Yare-yare daze, mereka akan kemari, apakah mereka tidak tahu bahwa setiap percakapan dan rencana mereka sudah aku ketahui berkat si Itu Disana-kun?" Nijiiro senyum manis, di atas mejanya ada makanan lezat dan minuman mantap, "Ini masakan Summer Skydiving memang da best.."
"Tapi, teknik tipu-menipu si Itu disana, eh namanya kan Seigino Mikata-kun.." sambung Skydiving. Dia sudah memberitahukan nama si 'Itu disana' volume satu barusan.
Sementara itu, seorang gadis cantik sedang menuruni tangga, dia memakai gaun seksi berwarna merah, dan kaki indahnya dihiasi oleh sepatu kaca. Cewek cantik ini bernama Rainbow Skydiving. "Yare-yare.. Papa... Kau sedang merencanakan kekacauan kah?" Tanya Rainbow yang menuruni tangga.
"Sudah jelas, padat, dan singkat, sekarang tidak ada waktu untuk memperlihatkan komedi recehan, yang ada sekarang adalah memberikan keseriusan.." balas Nijiiro.
"Kuyakin.. N-nicki-kun... dia bisa menggebrak arc ini.. kyaa ><" mendadak wajah si Rainbow memerah, dia sedang menantikan kedatangan Nicki yang akan membawakan kekacauan.
Orang yang mereka tunggu sedang berada di tempat yang masih jauh dari mereka berada.
"Ayolah, orang-orang!! Jangan cuma itu disana itu disana dan itu disana!! Beritahukan jalan yang benar!!!" Teriak Nicki.
Iklan-Iklan, Papan Reklame, Iklan Televisi, bahkan orang-orang yang selalu mereka tanya dalam perjalanan. Selalu saja berkata 'Itu disana!!'
"Kampret, itu disana!! Harusnya iklan Rindouvision tidak pernah ada, biar Itu disana takkan populer seperti ini!!!" Seru Bossun.
"Kesempatan untuk menggebrak kediaman Skidiping adalah saat ini, tetapi, dia juga adalah pejabat yang hobi ngatur skor dan bayar wasit biar pemain Concester Runited seperti Bruyno Pirnandes mendapatkan penalti!!" Seru Nicki.
"Jangan bawa-bawa bisnis kotor dalam sepakbola disini, Concester itu tim apaan? Manchester Red best team!!" Seru Christoforus.
"Fufufufufufufufufufufufufufufufufufu.." Mana kesambet apaan, nampaknya dia cuma 'Fufufufufu' doang.
"Ini kesempatan yang tepat untuk melakukan komedi, tetapi Itu disana merusak komedi kita!!" Teriak Nicki.
"Mukamu kesempatan untuk komedi, bukannya diatas kau sudah berkomedi? Aku sebagai Pilot gadungan barusan bahkan cuma tampil sedikit!!" Jack Christoforus membentak Nicki.
Alih-alih melakukan komedi, mereka hanya melakukan perdebatan yang tak ada arti hanya karena balasan dari orang-orang yang berbunyi 'Itu disana' saat mereka bertanya 'Dimana rumah Skydiving?'
B E R S A M B U N G