
"Sasuga ore wa!!"
"Ampas!! Apaan sasuga!! Bukannya serius kamu malah jadi aneh disini!!" bentak Sakatsuki.
Yah, karena Nicki selalu jorok dan akan melakukan sesuatu yang jorok bahkan saat makan sekalipun.
Beberapa menit, Nicko sudah dateng lagi, dengan pakaian yang sedikit kebasahan, dan nafas yang ngos-ngosan.
"Niisan!! Ayo beraksi!! Sudah saatnya kita beraksi!!" teriak Nicko.
"Heh???"
"Soalnya saat ini Nipongatana mulai bergerak, seperti yang dikatakan kakah Piotr Szmanowszky!!" ucap Nicko lagi lebih panjang kali ini.
"Jyuubei-san sudah pergi terlebih dahulu, saat kau sedang memperlihatkan sisi jorokmu." balas Sakatsuki yang kayaknya mengerti saat Nicki memperlihatkan dirinya melihat kiri-kanan.
"Haddeh!! Kok secara solo player dia goblok.. Padahal harusnya lihat map, dasar tier Grandmaster..." ucap Nicki.
Perbincangan mereka tidak bagus, dan dari jarak menegah yang mungkin tak mereka sadari, Snow Iceball mengintai mereka bersama Shuo dan Xianhyun.
"Jadi kita akan melawan mereka lagi." ucap Xianhyun.
"Ya begitulah." sambung Shuo, sedangkan Snow no komentar karena dia baru bangkit jadi dia gak kenal sama Nicki dan kawan-kawan.
Meskipun dia berdiam diri tak mengeluarkan suara, tetapi dia mengetahui tentang seseorang yang akan ia serang adalah orang yang saat ini tengah mereka intai.
~ Juga mustahil bagiku, menggapai bintang di langit, syarat untuk milikimu??
"Woy jangan ada lirik lagu, ini serius! komedi recehan ga usah dimasukin di adegan sini, soalnya kita ini dalam misi penting!!" bentak Xianhyun.
"Kamu membentak siapa kurang ajar!!" si Shuo balas membentak sang Xianhyun.
"Aku tidak membentakmu biadab!! aku membentak Narasiman!!" jawab sang Xianhyun. Biar si Shuo ga salah paham intinya.
Saking bodohnya...
"Weleh-weleh, ada yang mengintai toh.." si Nicki sudah tidak memainkan ponselnya, malahan kini dia menatap trio penguntit ini.
Snow Iceball, Xianhyun, dan Shuo, tapi tenang, Nicki tak sendiri, karena ada Sakakibara disini.
Dia sudah bersiap dengan pedang andalannya, ia genggam via tangan kanannya..
"Attack?" tanya si Sakatsuki kepada sang Nicki.
"Boleh!" Nicki langsung mengiyakan pertanyaan si Sakatsuki barusan, "Yokai.." balas Sakatsuki, dengan cepat tak terduga.
Mendadak dia sudah ada di belakang trio stalker, gerakan cepat yang sangat cepat.
"Lost?"
"Doko da?"
Dua orang ini kebingungan, sementara Snow Iceball hanya tetap tenang, tanpa celah, dan mungkin menyimpan kehebatannya tanpa ia perlihatkan kepada mereka-mereka ini.
Namun, saat sang Sakatsuki Sakakibara yang super cepat ini via belakang, akan mengayunkan pedangnya kepada trio tersebut, Snow mengeluarkan hawa dingin yang berlebihan...
"Shirayuki Snow...." Tetesan salju yang lembut berjatuhan tepat dipedang milik sang Sakatsuki yang akan menebas mereka.
"Membeku??" Sakatsuki melihat pedang yang ia gunakan untuk menebas, malah membeku kemudian, dengan cepat Sakatsuki bergerak sangat cepat untuk menjaga jarak dari Snow, kemudian dia sudah berada di samping sang Nicki lagi setelah merasakan aura berbahaya dari Snow yang membekukan.
"Lawan yang merepotkan.." ucap Nicki, dia mengupil menggunakan tangan kirinya, jari-jari bergerak lihai mencari harta karun yang susah digali, para penonton, dan para permirsa yang berada di dalem restoran ini mulai keluar satu persatu guna menghindari kejadian yang tidak diinginkan oleh mereka-mereka ini.
"Woi kalian!!" teriak seorang Koki yang kayaknya memang tuan disini.
"Biadab kalian! berantem diluar woy! jangan di dalam sini!!" sambungnya lagi, dia naik pitam. Soalnya kelakuan mereka ini malah membuat pelanggan ketakutan dan ingin kabur.
"Diam!!" Bentak Shuo, Shuo kemudian melemparkan bola bisbol dengan pola 'Knuckeball' via tangan kirinya, yang ia arahkan kepada sang Koki.
"Guitar Electrikku... Shield..." Nicki bergerak dengan begitu cepat kearah sang koki, dan kemudian bola lemparan sang Shuo malah mengenai shield Guitar-nya si Nicki.
"Its very ezzy, your power tetap sama, itulah sebabnya baseball itu sedikit membosankan.." ucap Nicki sembari dia menguap dan kemudian meremehkan Shuo.
"Dia selalu santai, bahkan meskipun ia dikeroyok atau bahkan mengalami bahaya yang mencekam.." ucap Xianhyun.
Sakatsuki Sakakibara hanya melihat dan kemudian mendengarkan. pembicaraan ini.
"Kau akan kalah disini, Nicki-san." ucap si Shuo.
"Aku ada di mana, dan tahun berapa ini, hmm??" Snow kemudian mengeluarkan suara, untuk kali ini dia berbicara.
"Unknowns, edisi tahun lupa, karena authornya lupa-lupa ingat.." Jawab Shuo dengan cepat.
"Oh, dan pria bodoh yang disana, apakah dia benaran targetnya? soalnya dia terlihat bodoh dan goblok plus terlihat super lemah.." ejek si Snow.
"Hoh.. meremehkanku..." Nicki berjalan dengan sangat santai, seolah-olah dia akan mengeluarkan jurusnya mungkin, dan bahkan ia mempetik senar gitarnya dengan tempo suara keheningan yang indah.
"Meliodistic Melodramatik.." ucap sang Nicki..
~
"Ibu.... jangan tinggalkan aku!! aku janji aku tidak akan nakal, aku akan mendengar ucapanmu, Ibu!!" Xianhyun si Kecil, ini masalalu-nya.
~
Sementara itu, mungkin bagian Shuo, masalalu-nya.
"Pukul!! Homerun!! Ayo!! Ayo!! Sayonara Homerun!!" teriak para penonton baseball.
Mungkin bintang utama adalah batter ini, sekaligus pemukul kesembilan karena dia pitcher?
"Lihat, Ayahmu akan menciptakan kemenangan yang berkelas.. Shuo!!" ucap Wanita yang kayaknya Emak si Shuo.
~
"Mari kita lihat, bagaimana Joe Gibson memperlihatkan pitchingnya." ucap Pria ini santai.
"Pukul!! Pukul!!" Teriak Para Penonton.
Lemparan pertama, form menakutkan... dengan kecepatan yang tak terbayangkan..
Bruashhh!!
~ Strike!
~ Strike Two!
~ Prank!! /dalam lemparan ketiga akhirnya bola terpukul, tetapi itu menjadikannya Fouls karena keluar wilayah zona Homerun.
~ Prank!! /terpukul.
~ Saa.. Pertarungan kita baru dimulai.." ucap sang Batter hebat, lemparan tipe ini mungkin akan bisa ia pukul.
Bola ini kemudian mengarah tepat kebahu kiri sang batter lejendaris ini...
~ Prannkk!!
~ "Dead Ball!!"
Pria ini, yang terkena lemparan berbahaya ini, tak terduga, atau mungkin tak bergerak, tak berdiri, tak mencoba bangkit..
.
"Died?"
Masalalu Shuo, menyaksikan Ayahnya mati dibunuh oleh olahraga yang ia gemari.
~
Kemampuan ini adalah edisi melakukan ilusi dimana mereka akan merasakan kejadian paling menyedihkan yang sebelumnya yang pernah mereka alami.
Tetapi...
"Who?" Snow hanya melakukan ucapan yang super pendek..
"Pulang saja deh, kata authornya, kita harus menunggu musuh kuat dulu.." ucap si Snow, dia tidak merasakan furashuback yang merepotkan..
"Aku sudah membuang pikiranku soal masalalu... masalalu adalah masalalu.."
"Tidak bagus untuk diceritakan dan diingat, itu akan jadi kelemahan.."
B E R S A M B U N G