
Dan burung-burung pun mungkin akan menunggu, dan burung-burung pun mungkin akan memakan tubuh mereka, dan bangkainya berbau busuk menjadi pencemaran udara dengan aroma udara yang meresahkan.
Dan Nicki pun akhirnya menerima tembakan yang melesat ke-arahnya.
Dan apakah harus ada plot armor, dan apakah Slowsteps yang menjadi titik jemu dari pertempuran ini akan menggunakan kemampuannya?
Dan Ia mengintai dari kejauhan, dan Ia yang sedaritadi mengikuti langkah mereka, dan Ia pun mengaktifkan kemampuannya?
"Slowsteps: Actived.."
Gerak melambat, tak langsung merambat, bahkan menghantam, benturan tak ada, bunyi meriam hanyalah bunyi, tetapi kehancuran mereka tidak akan terjadi.
"H-h-heh???!!!" Terkejut sang Battleship melihat sesuatu yang terjadi, gerak lambat dari peluru bazooka.
"Kalian memang tak bisa diandalkan, cepat keluar dari situ, karena lambatku hanya berlaku 30 detik!!" Perintah sang Slowsteps. Ya, Ia adalah Shiori Slowsteps.
"Langkah lambat??!?!!" Nicki terkejut melihat keberadaan sang Shiori, "Stalker kau ternyata??!!"
"Diam, kalian bodoh, sudah kubilang masalah sepele dari masalalu itu sudah berlalu, ini lagi sok-sok ngebattle, bukannya cepat dikelarin malah makin panjang ajah.." Shiori cukup kesal dengan pertempuran yang gajelas ini.
Mereka menjauh dari hal sebelumnya, dan sesaat tanpa efek langkah lambat, peluru meriam itu menghantam saja di sana, alunan derita mungkin akan terdengar jika mereka terkena akan tembakan barusan , benar saja, bunyi ledakan cukup berbahaya, lebih berbahaya daripada meledaknya hape kentangmu yang dipaksa nge-Install Geshin Impact.
"Wanita karakter sampingan di arc-Slowsteps ngapain baru beraksi? Kemarin-kemarin di chapter yang lalu anda menolak terlibat konflik, dan pas pertarungan mencapai ******* , kamu malah datang membantu??!! Apakah kamu karakter tsundere??!!" Battleship berkata panjang, sekaligus bernada marah.
"M-moh, b-bukan b-berarti a-aku ingin m-mengganggu p-pertarungan kalian? E-eh, dasar bodoh! Kau pikir aku akan berkata lebay kayak begitu? Ngawur!! Cringe boss, eh meskipun barusan dah berkata, tapi ini cuma contoh, kau karakter sampingan jauh-jauh saja sana, bahkan jika kamu menantangku, kamu hanya akan kehabisan pelurumu..." Dua sisi ucapan, dari Slowsteps yang sama.
"Slowsteps: Slow Motion!"
Dan gerak-gerak mereka melambat, dan gerak-gerak bibir sang Battleship bicara , menjadi lambat dengan suara yang serba slow-motion.
Shiori Slowsteps berjalan santai, perlahan namun pasti, tentu Ia akan mendekat ke-arah sang Battleship yang serba melambat.
"Dan kamupun akan kalah dengan sekali hantaman..." Senyumnya manis, namun meresahkan, pukulan keras, terlontarkan begitu saja tepat mengenai ulu hati sang Battleship.
"Heartbreak Attack??!!!" Nicki terkejut.
"Itukan teknik Date Eiji di anime Hajime no Ippo??!! Aku baru tau kalau seorang wanita suka nonton anime Sport juga??!?!" Nicko ikutan terkejut.
Kalah Ia dan terjatuh, Pingsan Ia tak bisa mengelak, kalah Ia karena plot armor terlalu parah, dan sang Slowsteps yang terlalu di istimewakan.
Apakah mungkin cerita ini musti begini?
Bakalan Kalah kala lawan mendominasi
Gak jadi kalah karena mendadak musuhnya ter-eleminasi.
Apakah mungkin cerita ini pilih kasih?
"Benar... Cerita ini pilih kasih.." Suara cewek samar terdengar, masih sketsa wajah buram, karena belum kelihatan secara menyeluruh.
Terdengar langkah kaki, terdengar dua orang, atau bisa saja lebih.
"Hi Papah..." saat buram kalah oleh jelas, maka jelas sudah siapa mereka ini yang berjalan mendekati, menghampiri, dan berbicara sesuka hati dalam kedekatan ini.
"Yo, Rain-neesan?!" Rainbow menyapa sang Kakak, ternyata ini anak tertua-nya si Nijiiro, Rain yang datang.
"Haddeh, dicari-cari susah, pas mencapai ******* malah muncul juga.. penuh kejutan.." ucap Nijiiro sedikit takjub, "K-kamu cantik!! Ayo rujuk kembali!!" sambung Nijiiro sedikit gugup.
"Udah umur 41 Tahun, jangan terbata-bata dalam berkata, ini bukan era lo lagi!!" Bentak Niji en Ciel.
"Kamu juga kok berkata gaul? Kamu gak sadar umur, 39 woy, dah anak dua, belom itu dua kembarnya sudah kendor, nyadar diri kamu!!" Nijiiro malah balas membentak sekaligus ngejek-ngejek pesona wanita.
"Bukan main.." Komentar Nicki.
"Hi Tanteh, Nikah ayo!!" Seru Nicko dengan nada mengajak si Tanteh Niji nikahan.
"Ga, masih kecil, gampang loyo.." Balas Niji dengan suara yang cukup ketus, bahkan tatapan datar Ia lontarkan kepada sang Nicko yang menurut si Niji masih bocil.
"Bukan main..." Komentar Nicki.
"Bukan main bukan main , gak usah sok-sok kayak iklan rokok!" ucap Jack membentak.
"Duh, banyak banget karakter baperan di cerita genre comedy ini ya, jadi ingat kata-kata si tokoh utama yang ngejek Battleship, ehehehe..." Niji yang sudah dewasa selalu berpikiran santai dan tak gampang baper , karena Ia sudah berpengalaman dengan masalah sepele seperti ini.
"Hoh, aku akan melawanmu, TUA BANGKA??!!" Mana emosi, Mana marah, Mana sudah masuk ketahap ingin mengalahkan lawannya secara instan.
"Jangan asal menyerang, nanti kau akan terkena imbasnya, Gadis Matang 26 Tahun kenapa masih bisa labil?!?!" Seru mas Nijiiro.
"Ehehehehehe.. Sttttttt diam-diam kamu ya Iiro-kun, nanti ga jadi rujuk kita ehehehe.." Suara manja Niji terdengar menggoda, bahkan Niji yang mendengarkannya malah tersipu.
"Y-yes! I-injek aku a-anata???!!!"
"Bodoh, dia terlalu bucin, kita masih gak tau seperti apa kemampuan Mbak Niji!" Seru Jack.
"Sedikitnya akan terungkap, kalau Mana terkena serangannya!!" Seru Nicki.
"Betul!" Sambung Nicko.
"Aku gak bisa ngespoiler.." sambung Bossun.
Mereka tak tahu , hanya Rain, Rainbow, dan Nijiiro yang tahu, sisanya tidak sama sekali, bagian dari misteri seorang gadis adalah senyuman mereka saat menyembunyikan rahasia.
Biarkan rahasia menjadi rahasia, pedoman hidup yang dituangkan dalam kehidupan sang Niji, seperti Cloud yang manis saat masih muda, Ia selalu bersama dengan Cloud saat Niji masih pacaran sama kakah Nijiiro.
Ketenangan wanita dewasa adalah rahasia mereka, dan ini adalah bagian dari pesona, dan menjadi fenomena, mengapa wanita kadang bisa marah dengan beringas, mungkin karena terlalu lama tenang.
Metafora kata-kata yang menunda-nunda aksi sang Mana melesat, nampak sudah tak bisa menahankan narasi semakin memanjang, lantas tak bisa dicegah, sang Mana melesat kearah sang Niji dengan gerakan yang tak bisa ditebak.
Namun, bahkan secuil gerakan kaki untuk menjauh tak diperlihatkan oleh sang Niji yang akan diserang.
"Apakah kamu tidak memikirkan sebagaimana aku tersenyum begitu santai? Seolah-olah aku akan takluk dengan satu serangan begitu saja?" Niji berucapkan santai, tersenyum Ia kemudian.
Mana tak mendengarkan celotehan sang Niji, masih tetap terlanjur untuk memberikan pukan lewat tangan kirinya, "Rasakan in-" saat pukulan itu mendekat, dia entah mengapa mendadak terjatuh.
"???!?!" Nicki dan yang belum tahu seberapa menariknya kemampuan Niji, terkejut dengan kejadian itu.
"Kemampuannya ada-...." Terhenti sang Nijiiro menjelaskan, karena mendapatkan intimidasi dari istrinya yang cantik.
"Bukankah sudah kukatakan? Aku tak bergerak, bukan karena ingin menerima pukulan, melainkan melihatmu tergeletak di lantai.." ucap sang Niji dengan santai, meskipun barusan Ia menatap tajam Nijiiro dengan tatapan mengintimidasi.
"Ughhh... Aku terpeleset dengan lumayan cemerlang..." ucap Mana yang berusaha bangkit, namun, lagi dan lagi, Ia kembali tetap terduduk, lantai tak mengizinkan Ia untuk berdiri.
Niji santai berdiri di area yang licin, bahkan berjalan santai tanpa membuatnya terpeleset.
"Kemampuanku, Slippery Floor.." ucap Niji.
Kemampuan: Slippery Floor (Lantai Licin)
Kemampuan ini mampu membuatnya bisa melicinkan lantai hingga membuat musuh yang mendekatinya akan terpeleset, lantai akan semakin licin kalau musuhnya semakin sering terjatuh, memungkinkan musuh yang terjebak dalam lantai licin bakalan susah berdiri.
"Ini dia, sebuah kemampuan yang menjengkelkan, bayangkan kamu sudah mengeluarkan serangan terkuatmu dengan satu pukulan, bisa mengalahkan musuhmu dengan energi terakhir, seperti dalam anime genre shounen, tapi, mendadak kamu kepeleset karena musuhmu memiliki kemampuan melincinkan lantai, sudah pasti , itu akan jadi kekalahan tokoh utama paling memalukan!" Ucap Nijiiro.
"Mengapa penulis cerita lain tidak memikirkan kemampuan yang unik ini? Bahkan lebih sering memasukan kemampuan yang berada di powerlisting? Jawabannya mudah, karena kemampuan ini terlalu ngawur untuk disebut kemampuan, dan pertarungan akan semakin rumit, menjelaskannya, bahkan sang Author ini ketulisan mendeskripsikan seperti apa cerita yang coba Ia tuangkan, akhirnya terciptalah narasi yang dipenuhi metafora.." ucap Nicki.
"Ini adalah kemampuan yang akan membuat kita kerepotan, jika gak serba teliti jelas bakalan blunder dan akhirnya kepeleset dengan cemerlang.." ucap Nicko.
"Mana, kau menjadi korban dan keganasan lantai licin, bukankah kau harus belajar menjadi wanita manis, semanis mbak-mbak itu??!!" Seru sang Jack.
"Intinya, bahkan aku saja meskipun bisa Misdirection, tetap bisa kepeleset, karena area itu lantai licin yang sulit didekati.." ucap Bossun.
"Aku bisa via terbang.." komentar Airport, "Ah, tapi aku sadar, ehem-ehem..."
"Huh?"
Niji ~en~ Ciel, bukankah ini mbak-mbak dengan kemampuan nyeleneh?
Benar.
B E R S A M B U N G