
Sold Out berarti mungkin sudah terjual atau sudah tidak ada..
Mencari tepuk tangan di arah selatan namun pada akhirnya terjebak disisi Barat.
Dan memulai dari Journey to The West dan tamat saat filem itu berakhir..
Begitulah lika-liku kehidupan kawan.. takkan bisa lari dari takdir takkan bisa menghindarinya.. hanya senyuman terakhir saat kamu mati.. dan tangisan yang menyayat hati mengantarmu pergi...
"Wooy ini cerita apa? Kenapa judulnya Sold Out jangan sampai lawan kita adalah musuh terburuk disini!!" Teriak Nicki.
Nicki menanyakan kenapa cerita ini dimulai dengan awalan yang membosankan tentang takdir atau apapun tentang hal tersebut.
"Siapa musuh kita.. siapa.. namanya masih misterius bahkan di peshbuk penulisnya dia gak memberitahu detail karakter dan detail sinopisnya.." ucap Nicko.
Pembuatan movie tanpa mencari nama dan ide petunjuk atau bahkan merencanakan penulisannya dari balik skenario serangan balik cepat yang mungkin seperti Counter Attack.
Nicki dan Nicko mereka kesana-kemari memikirkan alur cerita apa yang akan mereka hadapi dan musuh seperti apa yang menanti.
Senyuman kelicikan apa yang akan mereka lihat..
Dan mungkin jika perlu.. atau tidak perlu.. lebih baik skenario cerita dimulai dengan sinopis..
Sinopis : Sold Out...
"Pada zaman dahulu.. Hiduplah Nicki dan Nicko orang kembar yang bahkan lahirnya bukan zaman dahulu.."
"Sinopis apaan ini.. woy kenapa bisa ada sinopis pada zaman dahulu.. kenapa harus dibeginikan.. jika kau tidak mendapatkan ide. Jangan menulis barangkali bakalan jadi tidak berarti dan gajelasnya sangat kental!!" seru Nicko.
Nicki dan Nicko dalam sinopis Sold Out mereka mengajak Penulisnya untuk baku bacot disini.
"Baku bacot? Woy perkataan yang takkan bisa dimengerti jangan dijadikan sebuah tulisan!!" Protes Nicki.
Dua kembar yang berisik sang kakak yang biasa-biasa saja dan suka mengeluh sedangkan sang adik yang mesum dan menyukai setiap perempuan.
Mereka duduk kemudian dan lalu sesekali saling lawan melawan bacotan mereka..
"Kenapa kenapa harus seperti ini kawanku.." ucap Nicki.
"Kawanku janai.. adikmu da!!" balas Nicko berseru.
"Sudah tiga ratus kata lebih dimulai namun dampak skala dari cerita yang bisa membuat pembaca sekalian cukup penasaran belum ada.. masih nol persen mendekati popularitas.." ucap Nicki.
Nicki dalam mode mengeluh dan kemudian ia mengambil remot televisi menggunakan tangan kirinya sementara tangan kanannya digunakannya untuk mengupil.
Ciri khas seorang tokoh utama yang tidak pernah hilang darinya selalu ada adegan itu dan pastinya adegan-nya menonton televisi selalu ada.. dan akan selalu ada..
"Hotnews degozaru na.. area Cambridge Town terkena dampak pemberhentian waktu.. saat ini.. Manusia-Manusia di area Cambridge Town mematung bahkan takkan bisa bergerak.." Berita Ini pasti selalu disampaikan oleh Reporter serba Update.. Pandemonican Nicole.
"Ini..." Nicko terkejut.
"Bukankah.. sepertinya ini parody atau menjiplak Oneshoot Hero sang Author.." sambung Nicki menimpalinya.
Mereka mengenal ide ini dan mungkin akan mengetahui musuh-nya..
"Tapi bukankah di Hero musuhnya kan Noname.. mungkin saja Author akan membuat karakter disini serba punya nama.." ucap Nicko yang mungkin sudah membaca Hero sampai tuntas.
"Ceritanya bukankah cuma oneshot gagal dengan nol pembaca.. bagaimana bisa dijadikan sebuah ide.. parodi atau apapun itu.. ini tidak keren.. kurasa seri ceita ini bakalan semakin acak-acakan.." ucap Nicki.
Sudah sekitaran lima ratus lebih kata-kata yang terbuang dan ketidak jelasan cerita ini fatut dipertanyakan oleh pihak pihak yang merasa tidak mengerti tentang maksud cerita ini.
Judul Sold Out.. mungkinkah.. ataukah.. woy pikirkanlah sendiri karena aku authornya..
"Dan juga kenapa Author selalu muncul disebuah cerita.. dan terkesan kadang mengeluh dan meremehkan apa yang dia tulis.." ucap Nicki.
"Kurasa karena dia nolife.." sambung Nicko.
"Kalau nolife itu udah ga bernafas jelas jelas kalau ga bernafas berarti udah death.. kalau udah death berarti ga bisa nulis.. kalau ga bisa nulis mana mungkin kalian berdua ada dalam fiktif!!" Bentak Author..
Nicki dan Nicko mendengar bentakan sang Author dan kemudian mereka mulai fokus menyaksikan berita tersebut..
"Cambridge Town.. hey disini ada yang aneh.. kenapa hanya Manusia-Manusia yang sudah tua dan yang masih bocah kelamin wanita yang tersisa. Yang serba remaja dan ranum kenapa sudah sold out disini.." ucap Pandemonican yang menghebohkan pemirsa dirumah..
"Inikah.." Nicko terkejut kemudian.
"Kurasa Sold Out itu berarti sudah terjual.. jangan jangan.. cerita di chapter kali ini kita harus menyelamatkan cewek cewek yang sudah ter Sold Out.." ucap Nicki cukup heboh.
Mereka mulai masuk kategori super serius menyaksikan berita serba rinci dari Reporter Favorit Nicki Dizkovich yaitu Pandemonican Nicole..
"Ini.. jejak kaki Manusia.. ataukah ketika aku berjalan kesana.. aku naik diatas kuda.." Pandemonican mulai mengeluarkan gelagat gelagat aneh dalam melaporkan beritanya.
Karena Cambridge Town sudah seperti kota Hantu dengan Pria Pria.. Oragtua dan Anak-Anak yang mematung.. bahkan anehnya cewek cewek remaja ataupun yang cantik-cantik tidak berada dalam area Cambridge Town.
"Kita harus menyelamatkan mereka atau kita hanya akan menonton sepanjang hari.. kadang seorang Pria keberanian mereka diuji saat wanita dalam keadaan bahaya.." Nicko mengeluarkan kata-kata bijaknya. Namun mungkin ini tidak terlalu bijak karena dia sangat menyukai wanita-wanita cantik.
Dia bagaikan horoskop dan sang kakak bagaikan pahlawan atau mungkin mencoba untuk meng K.O musuh jika mereka ketemuan...
"Sangat mengkhawatirkan bahkan duit duit disini sudah tidak ada.. celana dalam wanita dan behanya bahkan hilang.." ucap Pandemonican lagi yang masih live melaporkan beritanya.
Dia adalah reporter takkan takut dari apapun.. takkan mundur meskipun yang akan dia beritakan sangat berbahaya..
Televisi dan Penonton mereka dua kategori yang takkan bisa terpisahkan. Serba update itu masuk kategori dipandang keren oleh sebagian. Sementara kurang update akan diejek baru keluar dari goa.
"Ini berbahaya.. sangat mengkhawatirkan daerah Cambridge Town.. mereka mematung seperti terkena Time Pause dari pria jahat.."
"K-....." Pandemonican Nicole dan Kru-Kru kameramen.. bahkan helikopter yang mengawasi dan kawalan kawalan Polisi.
Inspektur Seisuke bahkan ikutan mematung di area Cambridge Town...
"Yosh... Its Show Time..." Pria itu muncul dan memperlihatkan wajahnya di depan kamera..
"Aku karakter yang pantas dijadikan tokoh utama disini karena kemampuanku bisa melakukan pause time di area tertentu." ucap sang Pria misterius tersebut.
Kru Kru, Polisi dan sebagian Manusia di Area Cambridge Town sudah mematung. Seperti patung mereka takkan bergerak.
Namun entah kenapa bagian dari lensa kamera.. mereka merekam kejadian perkara saat Reporter Nicole dan lain lain mematung..
"Kata Makoto Itou dari anime School Days.. Hidup itu tidak bisa dipause.. kita tidak mempunyai remot kontrol untuk memberhentikannya sementara.. tapi ya kan aku sudah membuktikan bahwa aku operpower bisa menghentikan setiap pergerakan musuh.." ucap Pria tersebut..
"Oh kenalkan namaku.. Legend Hair-kun.. ah namaku masih misterius aku tidak ingin memberitahukan pemirsa di rumah sekalian.. aku akan kasih ps : aku penggemar animek hentai yang ada Rambut Legend-Nya.."
Hair Legend.. dia tersenyum ditelevisi dan rambutnya tertata bagaikan rambut lejend.. tersenyum dalam situasi akhir dan dia akan melakukan kata-kata akhir penutupan acaranya..
"Pandemonican Nicole Reporter Cantik.. akan Sold Out di hari rabu.. karena dia sudah dipesan oleh orang kaya yang menawarkan duit 90 Milliar padaku.. hahaha.. bye bye.."
Lensa kamera berhenti merekam kejadian perkara.. Pens pens Pandemonican pada histeris karena Idola mereka sudah ter Sold Out..
"Ini.. tidak bisa dibiarkan.. aku akan bertingkah keren untuk kali ini.. lupakan mengupil dan aku akan bergerak maju dan mengalahkan Hait Legend.." ucap Nicki.
Dimana keseriusan matanya yang terpancar bagaika cahaya tekad api yang mengebu-gebu ingin menghancurkan Hair Legend..
"Nekopoi.. aku akan mencari info Rambut Legend.." Nicki kemudian browser dan mencari Nekopoi.
Namun hal yang menyakitkan mata mulai terlihat..
Dinding yang sangat sulit ditembus.. sangat tinggi tinggi sekali.. "Hah kenapa ada internet positif... astaga ini skenario terburuk!!" Teriak Nicki.
"Baka Aniki.. Internet Positif itu dinding lemah.. masih masuk kategori belum seberapa atau mada mada dane.." ucap Nicko.
Nicko memperlihatkan Smartphone-Nya dan betapa mudah-nya dia menembus perisai sulit Internet Positif..
"VPN-kun da real mvp da..." ucap Nicko..
"Prok prok prok.. sangat hebat kamu.." Nicki menepuk tangannya tanda apresiasi untuk adiknya karena kebolehannya menembus Internet Positif.
Area Pochinki..
"Jimmy.. dia cukup berbakat dalam menjual wanita.." ucap Pria tua.
"Iyalah begitulah dia Boss Albert.. mentang mentang kemampuannya bisa melakukan Pause.. dia menggunakannya untuk menculik gadis gadis dan menjualnya.." ucap Jimmy.
Jimmy dan Boss Albert mereka dalam formasi mengepung area musuh..
"Telepon dia sang paused time.. Gregoryskian Gaim.." ucap Boss Albert kepada Jimmy..
"Okeh boss.. woy.. Gaim-kun... hentikkan waktu di Pochinki.. sudah waktunya Boss Albert dan Aku akan Chicken Dinner!!" Teriak Jimmy kepada Gaim di telepon.
"Anjir cuma main PUBG Mobile masa harus sampai disuruh paused waktu di area musuh.. nanti kau disangka cheaters ama Boss kau tuh!!" Bentak Gaim.
Akhirnya nama Pria yang bisa menghentikan waktu di area tertentu sudah diketahui.. namanya adalah Gaim.
"Time Paused mana bisa dilakukan di game.. apalagi situ mainnya online.. masa mau menang musti musuhnya dihentikan waktunya.." ucap Gaim lagi dengan panjang lebar.
"Biarin.. ini demi chicken dinner.. kau takkan cair 90 Milliar orderan Pandemonican Nicole ga jadi sold out.." balas Jimmy lagi ditelepon..
"Halah.. wins nak chicken dinner kok Paused Time.. ga perlu itu.. hack map ajah bego!!" Bentak Gaim, dia kesal.
Mereka saling bacotan di telepon.. dan akhirnya..
"Pochinki dalam situasi darurat kita dikepung satu skuad.." ucap Albert.
Boss Albert sudah diujung tanduk begitupun dengan sang Jimmy...
"Woy Hair Legend.. Kamen Rider Gaim.. come on.. help i am and my boss.. Chicken dinner no tameni.. Sold Out no Tameni..!!" Teriak Jimmy..
"Kalian main online dan ga pake gear kayak di Sword Art Online sampai lebay lebay segitu.. mati di Pochinki tidak akan terjadi di dunia nyata bodoh!!" bentak Gaim..
"Khekhe.. baiklah kawan-kawan mari kita menyanyikan opening lagu Gintama.." ucap Ketua Skuad yang mengepung Albert di Pochinki..
"Sasageyo sasageyo shinjou wo sasageyo.."
"Itu bukan Gintama.. itu Shigeki no Kyojin.. biadab kenapa ingatanmu begitu..."
"Ampus boss dah lama ndak nonton Gintama.."
"Gaim-kun.. help mee!!" Teriak Jimmy dalam situasi darurat..
"Hilih cheat ajah.. tekan 787898 biar ga bisa death.." ucap Gaim lagi..
"Eh.. inikan..."
Peluru peluru satu skuad ga mempan kepada Jimmy dan Albert.. malahan peluru mereka terpantul kembali..
"Kok bisa.. immortal njir.. cheaters kalean..!!" teriak satu skuad.
"Awokwokwok.. inikan cheat Bounce Ball.." ucap Albert.
"Anggap saja parodi ini gagal dan cerita ini mulai krisis.." ucap Gaim lagi.
Gaim mematikan telepon selulernya dan kemudian mematikan hapenya secara total agar ga ada yang menganggunya..
"My Time Paused.. The Best In The World..." Gaim berjalan dan tentunya dia menawan satu gadis reporter yang gak bisa gerak karena terkena dampak Time Paused-nya.
"90 milliar cair.. jadi kaya dan bebas.. aku adalah sang tokoh utama dalam seri chapter ini danna.." ucap Gaim.
Kembali kesisi Nicki dan Nicko kembar kembar nakal yang beruntung karena mereka dijadikan tokoh utama.
"Ikuzoo my besuto friend.." Nicki bergaya bagaikan detektif..
"Besuto Friend janai.. watashi wa Kindaichi-shounen.." ucap Nicko.
"Kindaichi-kun kamu adalah assistentku.. ore no namae wa.. Saguru Hakuba.." ucap Nicki.
"Hilih.. Hakuba itu ga pintar.. masih pintaran Conan.." ucap Nicko.
"Efek tokoh utama kawanku.." ucap Nicki.
Strategi apa yang akan mereka lakukan.. ini sudah mencapai seribu delapan ratus enam puluh kata lebih tapi pertempuran belum ada.
Lebih banyak klise dan cincongnya.. parodi mengecewakan yang membosankan.. pada akhirnya menjadi hal yang sia-sia.
Nicki sudah mencapai sebuah tempat yang tak diduga kawan-kawan..
"Ini area apa.. lihat peta Kindaichi-kun.." ucap Nicki.
"Eh? Ini?" Kejut Nicki
"Ya Hakuba-san.. ini kita berada di area time paused... Cambridge Town yang terkena time paused.." ucap Nicko.
Nicki dan Nicko mereka berputar-putar dan mencari-cari barang bukti keberadaan sang Hair Legend.
"Korewa korewa... aku menemukan hal yang menarik Kindaichi-kun.." ucap Nicki.
Nicko kemudian mendekati sang Nicki dengan secepat kilat.. dan kemudian menimpali.. "Menarik apatuh Saguru Hakuba-san.." ucap Nicko.
"To Love Ru volume 7 lengkap dengan tanda tangan mangaka-nya.." ucap Nicki.
"Woaa.. kebetulan duitku sudah habis untuk membeli volume 7 nya.. akhirnya aku dapat yang gratisan Kindaichi-kun.." ucap Nicko.
"Kindaichi-kun janai.. kamu tuh Kindaichi.. aku Nemuri no Kogoro.." Balas Nicki kemudian. dia meralat kesalahan si Nicko.
"Ini kesalahan bagian roleplay.. aku Kindaichi memang kamu cukup mengingatnya niisan.. tapi kamu disini memerankan Saguru Hakuba bukan Nemuri no Kogoro.." balas Nicko dengan panjang lebar.
Sementara disisi Gaim si Time Paused atau bisa disebut Hair Legend..
Dia berjalan menelusuri peta menggunakan Smartphone-nya untuk melihat peta tentunya..
"To Love Ru volume tujuhku.. menghilang di area Cambridge Town karena menculik si Pandemonican ini.." ya sang Time Paused. Hair Legend atau Kamen Rider Gaim. Eh Gaim saja. Dia mulai berjalan kearea Cambridge Town untuk mencari To Love Ru yang kelupaan..
"Ikuzoo.. Shinichi kudo.." ucap Nicki lagi..
"Shinichi kudo.. bukan woy.. namaku Shiva!" Bentak Nicko.
"Kau membentakku hah.. mau kupukul kau.." Nicki naik pitam dan mulai bacot membacot dengan adiknya lagi..
"Kurang ajar.."
"Baka aniki.."
"Time.. Paused..." kebetulan sang Gaim sudah ada didepan mereka berdua dan lalu mencoba menghentikan waktu tersebut..
Namun..
"Kimi wa dare da?" Tanya Nicki dengan mata yang melotot..
"Eh usoo desu yo kenapa tidak terpaused.." ucap Gaim..
Bukannya terpaused.. dia malah membuat area Cambridge Town bergerak.
"Kami mohon undur diri..." lanjutan pembawaan berita Pandemonican berlanjut namun sekali lagi.. ini sudah telat...
Dan lalu.. "Apenai apenai...." dengan cepat Gaim melakukan paused di area itu.
Namun anehnya Nicki dan Nicko tidak terkena dampak time paused..
"Loh kalian berdua.. kenapa masih bergerak.." teriak Gaim.
"Woy Nicko pura pura ga gerak woy ikuzoo.." ucap Nicki.
Dan mereka kemudian mematung alias pura pura melakukannya..
"Perasaanku mungkin tadi mereka bergerak.. ternyata Time Paused jika sudah terkena maka sudah terpaused.." ucap Gaim.
"Ikuzo.. ini permainan roleplay adikku.. kita harus mengelabuhi musuh memggunakan mode gratis fesbuk.." Nicki berbisik ketelinga sang Nicko.
"Betultuh." Sambung Nicko.
Saat kemudian lagi saat sang Gaim menoleh dua patung abal abal tersebut. Nicki dan Nicko pura pura ga gerak lagi..
"Ternyata memang perasaanku saja.." Gaim kemudian menemukan to love ru volume ke 7 dekat di area Nicko pura-pura mematung..
"Itukan.. nah syukurlah kutemukan.." ucap Gaim..
"Chotto matte.. itu.. itu.. To Love Ru punyaku.. aku akan melindunginya apapun yang terjadi.." gumam Nicko dalam hatinya.
"Jangan gegabah bodoh.." ucap Nicki dalam hatinya.
Mereka balas membalas kata seperti mengerti apa yang mereka katakan..
Gaim mendekati To love ru volume ke 7 dan bersiap akan mengambilnya..
"To love ru-chan aku akan melindungimu..." Nicko bergerak perlahan dan lalu menginjakkan kakinya ke To LoveRu.
"Eh.. kenapa bisa sudah terinjak.. apakah to loverunya diterbangkan kekakinya.." gumam Gaim. Perasaan horror dan was was menghantuinya..
"Hanya pikiranku saja.." Gaim kemudian mencoba mengangkat kaki Nicko agar kakinya melepaskan To Love Ru volume tujuhnya..
"Tidak semudah itu.. get wild and my power is operpower my friend." Ucap Nicko dalam hatinya..
"Lepaskan saja.. itu hanya komik ecchi yang serba ga lengkap mesumnya.."
"Tidak.. tidak.. apa yang sudah kutemukan itu yang akan kupertahankan.."
"Biarkan saja bodoh.. ini demi hari esok dan demi mengalahkannya.."
"Sialan ini sangat keras.. berat.. dan susah.. kurasa aku harus menplay waktu lagi.." ucap Gaim.
Namun..
"????" Gaim terkena tendangan kakak beradik tersebut dan pingsan seketika..
"Dia kalah semudah itu.. bagaimana ini.." Nicko terkejut.
"Haha.. kita wins sangat mudah.." sambung Nicki.
"Khekhekhe.. pura-pura pingsanku.. misete ageru yo.." ucap Gaim yang ternyata pura-pura lose..
"Ikuzo Kindaichi-kun.. periksa jari jarinya dan lakukan time paused untuk mengerakkan sang Pandemonican-chan.." ucap Nicki.
Mereka mendekati tubuh sang Gaim bersamaan lalu..
"Sialan dia menggenggam itu terlalu erat dan sulit dikeluarkan.." ucap Nicki.
"My powers in the hands setara dengan milkita dua karton" ucap Gaim dalam hati.
"Kurasa kita harus menyerahkan hal ini kepada sejarah yang berlalu" ucap Nicko.
Mereka dalam situasi mendesak karena susah melepaskan genggaman Gaim yang menggenggam Time Paused-nya..
"Kurasa.. aku punya ide.. kita harus mengencinginya.." ucap Nicko dengan ide brilliant.
"Memang sesuai namamu Kindaichi-kun kamu adalah best detektif.." ucap Nicki.
"Hahaha mada mada dane.." ucap Nicko.
Nicko mulai mengeluarkan anunya dan kemudian mengarahkan anunya ke arah sang Gaim yang berbaring..
"Eh.." Nicki kemudian terkejut karena Time Paused-nya.. sudah dilepaskan tanpa terkena pipis Nicko dulu.
"Demi tidak terkena pipis.. aku melepaskan genggaman time paused-ku.." ucap Gaim dalam hati.
"Sasuga dengan kemampuan pipisanmu.. dia melepaskannya dengan sangat mudah.." ucap Nicki.
Nicko sudah mengambil jam tangan yang bisa melakukan time paused..
"Time Play.."
Dan waktu normal dan sudah berjalan kemudian..
"Eh?" Gaim terkejut..
"Sold Out.. Sold Out.. bagian mana Sold Outnya.." ucap Pandemonican.
"Bukannya ini area memang belum berhenti atau memang sudah gerak daritadi.. info jelek macam apa ini.. berita palsu berita palsu!!" Teriak Pandemonican kepada kru-krunya..
"Hentikkan.. waktunya lagi.. Pandemonican-chan galak bener pas lagi marah.." ucap Nicki.
Dan time di Cambridge Town terhenti lagi..
"Wadooooo.." semua berhenti bergerak.. dan yang tersisa adalah drama dalam keheningan..
"Khekhe.. hanya tiga orang yang takkan berhenti dengan waktu.. berarti orang bertiga adalah mereka yang berak tadi belum cebok.." ucap Gaim.
Ternyata semua bisa terhenti tapi bagi yang berak tapi belum cebok ga bakalan berdampak pada Time Paused.
"Aku sadar niisan.. tadi aku berak belum cebok karena listriknya mati dan ga ada air di keran.." ucap Nicko.
"Pantesan tadi aku menggaruk pantatku ada kuning-kuningnya juga.. ternyata aku belum cebok.." sambung Nicki.
Nicki dan Nicko kemudian mencari wc di area tersebut dan mendapatkan sebuah wc yang ada airnya..
Dan saat mereka cebok bersamaan..
Mereka jadi mematung...
"Khekhekhe.. sudah kubilang aku adalah yang cocok dijadikan tokoh utama karena aku wins dichapter ini..." ucap Gaim
Gaim kemudian membawa tubuh sang Pandemonican yang masih menjadi patung...
Dan namun.. seperti sebuah molekul udara yang membusuk..
"Ini bau kentut dan..." Pandemonican bergerak dia bergerak...
Ternyata saat dalam dia marah-marah tadi dia juga menahan ingin pub mengeluarkan eek.. dan saat akan mulai ditekan paused.. molekul setetes taiknya yang mencair terkeluarkan.. dan yang ga bisa mematung adalah orang yang berak tapi belum cebok..
Penyelesaian akhir yang membingungkan...
Dan kemudian.. "Untung aku ter eek dalam situasi sebelum terpaused.." ucap Pandemonican..
Gaim dikalahkan bukan tokoh utama tapi dikalahkan oleh sang Reporter yang gak sengaja eek..
"Ini adalah cerita menjijikan kawanku.. saya Pandemonican Nicole memutuskan mengakhiri acara ini.."
Pandemonican melakukan "Play" lagi..
"Time Pausedku.. sudah hilang.." ucap Gaim.
Sementara Nicki dan Nicko mereka memakai celana mereka masing-masing..
"Aku baru sadar ada hal yang hilang apa ya.." gumam Nicki..
"Lupakan saja kak.." sambung Nicko..
Beberapa hari kemudian..
"Laporan cuaca hari ini cerah.. saya Pandemonican Mohon undur diri.."
Televisi dengan senyuman Pandemonican yang khas..
Nicki mengupil dengan cara yang khas...
Kata kata akhiran...
"Cewek secantik apapun perlu berak dan kentut.. bahkan biarpun dia dijuluki yang paling cantik diantara yang lain atau bahkan memiliki senyuman terindah.. mereka masih memiliki kebiasaan yang sama seperti pria.. yaitu berak dan kentut.."
"Wanita akan berak. Akan kentut.. dan bisa juga ngupil.. jika kau tidak bisa menerima hal menjijikan seperti itu.. kau tidak berhak mencintainya.. karena Pria yang baik adalah mencintai kekurangan, kelebihan, dan kejorokan.. baru itu bisa menceritakan tentang cinta.."
Pandemonican adalah sang hero.. dengan kharismatik tokoh sampingan.. dia mengalahkan musuh terhebat.
"Selanjutnya chapter apalagi yang ada akunya?" Gumam Pandemonican mengajukan pertanyaan kekamera.
Namun...
Kamera tidak menjawab, karena Sold Out sudah berakhir.
B E R S A M B U N G