
Back.
.....
Lihatlah belakangmu, dan jangan menatap kedepan, semakin kedepan kamu akan semakin menjadi-jadi, jika kebelakang, kamu akan aman dengan memikirkan masalalu yang berlebihan..
Rutenya adalah arah belakang, mundur perlahan dan berflashback tanpa harus kedepan semakin lama.
.....
"Hah?" Jangan terlalu berkata super panjang untuk membuat karaktermu hidup, jika hanya pendek dan jelas adalah hal yang membosankan, maka membaca tulisan yang diperpanjang dengan kata-kata karakternya adalah hal yang lebih membosankan.
"Huh?"
Nicki hanya mengeluarkan kata 'Huh' karena dia menyaksikan awalan penulisan yang tak rapi dan hanya membuat jalurnya memanjang dengan narasi tidak jelas.
"Masa ini adalah sinkronim membosankan dari masa kecil, dimana jika kamu memikirkan masa kecil akan sedikit membosankan karena mendapatkan uang sedikit dan menganggap hal itu sudah banyak, maka masa sekarang adalah hal yang merepotkan, untuk mendapatkan duit yang banyak kamu harus bekerja lebih keras dan menyisihkannya untuk menabung..." ucap Nicki, dia kemudian menatap dengan jelas kearah depan.
Dia hanya ingin berflashback, dia memikirkan bagaimana caranya untuk kembali kemasalalu tanpa harus melakukan hal yang merepotkan dimasa depan.
Masa depan yang membosankan dipenuhi dengan tugas dan pekerjaan yang merepotkan, kamu merasa sengsara, putus asa, berakhir sementara tanpa arah dan kompas mata anginmu menunjukkan tempat yang sama untuk pulang kerumah dengan rute yang selalu sama saja tak ada yang berbeda.
Atau mungkin saat kamu bangun pagi, kamu akan melakukan hal yang sama seperti sebelumnya karena hal yang membosankan akan terus berulang tanpa harus kamu ingin mengulanginya.
Cara berjalan yang sama, cara mendekati rute yang sama, dan cara untuk mengupil adalah kesamaan yang selalu sama. Pose yang sama, dan rasa ingin berak yang sama.
Hal yang membosankan akan selalu membosankan, itu tidak akan menyenangkan jika sudah ditakdirkan untuk menjadi membosankan..
"Huh??" Pada akhirnya impian hanya akan menjadi angan belaka, dan akan berakhir begitu saja tanpa tercipta dan terlihat begitu fantastista.
".... Jika... Manusia ditakdirkan untuk bisa pergi kemasalalu, apa yang akan kau lakukan?"
"Melakukan hal yang sebaliknya untuk membuatku terlihat cemerlang begitu gemilang dan begitu senang untuk mencapai posisi......"
"Posisi?"
"...........!!!"
"Heh??????!!!!"
Mendadak sang Nicki sudah berada di tempat yang lebih jauh dari masa depan, tempat yang lebih jauh dari masa depan adalah masa lalu.
Karena masalalu tidak bisa dicapai dan diulang kembali.... mereka Manusia... hanya akan kemasa depan.
"Sukoshi dake.... sukoshi dake... sukoshi dake... sukoshi dake... sukoshi dake........."
"?????????????!!!"
"Halo.. namaku Nickikun, umurku masih 15 tahunan, karena aku kembali kemasalalu sekarang waktunya aku beraksi untuk melakukan hal yang fantastis...."
Nicki bertemu dengan seorang bocil yang seumuran dengannya bernama Sakatsuki Sakakibara.
"Yo..." ucap Nicki.
"???" Sakatsuki hanya menatap Nicki dengan tatapan datar, bahkan dia tak berniat membalas sapaan sang Nicki.
"Jika aku membiarkan skene barusan itu tercipta, maka dimasa depan dia akan menjadi musuh tersulit yang pernah kulawan, karena dia dimasa depan sudah menjadi pendekar pedang dengan Jalan Keputus-asaan..." gumam Nicki dalam hatinya..
Hanya saja...
"Jika masa lalu dimasa sekarang kamu ubah, dimasa depan kau takkan berteman dengannya....." sambung Nicki dalam hatinya. Dia berhenti berharap untuk berkenalan, dan berhenti menganggu seseorang yang dimasa depan nanti akan menjadi temannya.
"Tachibana-san!! Tachibana-san!! Tachibana-san!!" Seru gadis-gadis sekolahan yang menyerukan nama Tachibana, Tachibana Kyū-san adalah idola sekolahan.
"Yo..." sapa sang Nicki, dia menyapa Kyū dengan sedikit sopan.
"Yo??? Dimana sopan santunmu!! Aku adalah senpai, Call Me Senpai, Dakara nee!!"
"Cuih....."
"Jika kamu mengubah hal ini dengan gaya yang sedikit sopan, maka dimasa depan Kyū-san tidak akan sukses membintangi Kacamata Kyū, dan dia tidak akan menjadi rivalku nanti..." ucap Nicki dalam hatinya.
Dia kemasalalu hanya untuk bertemu dengan moment-moment tertentu..
"Nicki.... larilah!!!" Suara Teriakan memerintahkan agar Nicki berlari.
"Tidakk!!!" Balas Nicki dengan pendek, dia juga berteriak membalas teriakan perintah.
"Run!!! And never back!! Run!! Run!! Run!!"
"Jika aku tidak lari disini, di adegan ini, mungkin aku bisa menyelamatkan.... tetapi, jika aku tidak lari... aku takkan bertemu dengan shinobi itu!! Shinobi yang dari Sayonara Shinobi!!"
"Jangan mengucapkan selamat tinggal... karena kita akan bertemu lagi...." adegan sang shinobi yang dipikirkan oleh sang Nicki.
"Masalalu tidak perlu diubah, bila suram, maka sudah menjadi seperti itu, kesuraman dimasa lalu akan menjadi keindahan dimasa depan...."
....
"Giafiollacherrini-sensei, Nicki-kun ngompol dicelana!!!"
"Ah.... kalau ini harus diubah, ini harus diubah, soalnya ini penyebab Giafiolacherrini-aneesan selalu menganggapku sebagai adiknya!!!'
Tetapi.... itu tidak bisa diubah.
Jika takdirmu kamu ubah, maka masa lalu sebelum kamu tercipta akan terkontradiksi, bertabrakan, berbenturan, dan tidak seimbang, membuatmu tidak ada, dan mereka yang sebelumnya ada menjadi tidak ada.
"Ah, namanya Nicki saja ya, biar mirip denganmu!! Namanya Nicki.."
"Kalau yang satunya, Nicko saja ya??!!"
"Nicki???!! Kau meniru nama pembalap Formula One, Nicki Lauda dari Austria itu???!!"
"D-dan juga kenapa yang kedua juga namanya Nicko, meniru Nicko Rosserberg juga kah??!!"
Jika kamu mengubah adegan awalan dari kamu tercipta, maka kamu tidak akan menjadi ada, dan kemudian pertemuan mereka takkan tercipta..
"Ah.. salam kenal... namaku...-"
"Keindahan pertemuan yang menciptakan kita dari ekspedisi melakukan perjamuan antara mabar kelamin akan tercipta setelah itu, jika takdirku kuubah, maka mereka... mereka berdua takkan melakukan pernikahan atau bahkan melakukan mabar kelamin..."
"Daripada mengubah masalalu.... lebih baik..."
"Huh??"
Nicki mendadak terbangun dan sudah berada dimasa sekarang yang harusnya tempat dia berada.
"Kurasa aku harus melakukan perjalanan mengharukan agar bisa menuju masa depan yang membosankan..." ucap Nicki dengan wajah datarnya. Menandakan bahwa Back sudah berakhir.
B E R S A M B U N G