
Mangaka-san to Assistant-san to..
Bukan-bukan ini bukan tentang itu ataupun tentang Mangaka.. tapi tentang..
Marry-san to Assistant-san to..
Dengan kilas balik dari jutaan peristiwa dan kenangan..
Hari ini July.. Tanggal 3.. dengan silau yang bagus untuk menciptakan semangat masa muda.
"Marry-san... semoga harimu menyenangkan.."
"Terima kasih banyak atas dukungannya...."
Marry-san dengan kehebatannya.. keindahan dan tekad dipagi hari yang sangat berkilauan..
Melakukan potret memotret.. dan beberapa menit kemudian dia melalukan postingan di media sosial-nya..
"Semoga berhasil... ini adalah hari yang menyenangkan.." senyumannya menghiasi media sosial..
Beberapa pria bejad kemudian melakukan komentar.
"Pap **.. gan.."
"Kuy anu-anuan.."
Hingga kemudian ada komentar yang menyenangkan hatinya..
"Permainan biolamu indah sekali.. mau berduet denganku?"
"Wah benarkah.. tentu saja boleh.." 'mendekati David'
"Wah David.. anumu gede sekali.." komentar terbaru..
"Woy kenapa bagian dari permainan Roleplay dimasukan kechapter ini..??!!!" teriak Nicki.
"Dan kenapa judulnya Marry-san to Assistant-san to..?" Nicko tampak kebingungan...
"Ini adalah menghormati era saat aku menonton anime kocak..." ucap Piotr.. dia datang dengan memainkan smartphone seperti biasanya.
"Dan lalu pembahasan di Marry-san to Assistant-san to ini apa?" Tanya Nicki dengan raut wajah yang penasaran.
"Mungkinkah.. Marry-san adalah Asisten-mu?" tanya Nicko juga.
"Hadduh yah ini membahas tentang cantiknya Marry-san.." ucap Piotr dengan mata love-love..
Hari yang lalu, tanggal lupa, dan kulupakan..
"Itu Marry-san.. aku akan mengintainya karena dia Asisten terhebatku.." ucap Piotr.
Piotr menjadi stalker dan mengintai sang Marry-san diam-diam.
"Lihat si orang aneh itu.. dia penguntit.."
"Dasar stalker menjijikan.."
"Tidak aku bukan stalker.. aku hanyalah seorang pria yang mengintai gadis impianku.." balas Piotr kepada mereka.
Suaranya kedengaran sang Marry-san..
Marry-san menoleh kebelakang.. dan tak melihat apa-apa karena sang Piotr sudah bersembunyi dengan cepat.
"Jika kau menyukainya katakanlah.. jangan hanya mengintai.. kadang kamu akan menerima rasa sakit saat yang kau intai sudah memiliki pacar.." ucap seseorang yang numpang lewat.
"Spiegel-kun.. ternyata cuma kau.." gumam sang Piotr.
"Kau lagi mengintai ya.. sudah kuduga.." Balas Spiegel.
Dia juga...
"Kyaa... Marry-san sangat cantik.."
"Brengsek kau mengatakan kata-kata bijak tapi kau juga menguntit.. sialan..!!" bentak Piotr.
"Piotr-san.. akulah yang duluan menjadikan Marry-san sebagai cintaku... aku lebih senior dalam hal mengintai..!!" bentak Spiegel.
"Hey hey not bad.. kalian kenapa begini.. jika kalian menyukainya katakanlah bahwa kalian menyukainya.." ucap Nicko yang datang sambil membaca komik To Love Ru.
"Kenapa kau disini juga..??!!" bentak Spiegel dan Piotr bersamaan.
"Aku hanya mengintai Marry Oneesan.. kenapa.. apakah ada masalah?" tanya Nicko dengan santai dan mimisan..
"Yuki Rito terlalu harem banget astaga.. dan didunia nyata.. malah Marry-san yang terlalu harem di intai oleh orang gila seperti kalian berdua.." sambung Nicko.
"Kau juga kenapa ikutan mengintai.. sok bijak juga tapi belum mengatakan suka kepada Marry-san.. Marry-san itu Asistent berhargaku..!!" bentak Piotr.
"Tapi di kilas balik milikku di episode sebelumnya.. bukankah aku pernah menembak Marry-san.." ucap Nicko.
"Benar juga.. dia yang berani mengatakannya di kilas balik.. ternyata dia lebih berani dari pada aku.." ucap Piotr yang murung.
"Sasuga Nicko-senpai.." sambung Spiegel.
Tiga orang penguntit itu saling tukar menukar informasi soal kehadiran sang Marry-san..
"Kurasa dia menyukai keju cheddar.."
"Tidak-tidak.. dia menyukai susu indomilk.."
Ini bukan membahas tentangnya tapi saling debat mendebat soal apa yang Marry-san suka.
"Itu kenapa mereka bisik membisik di halte bus.. mereka menganggu kenyamanan.." ucap beberapa orang.
"Kalian juga menganggu kenyamanan woy...!!" bentak Spiegel..
Namun kemudian..
Spiegel, Nicko, dan Piotr..
Mereka termenung, murung, dan kemudian seperti lelah..
"Hmm Marry-chan.. ayo pindah.."
"Loh Piotr-san.. kenapa disini.. bukankah kamu harusnya liburan diluar kota..?" tanya Marry.
"Hehe.. baru pulang.." jawab Piotr pura-pura ceria.
"Ah ternyata dia kenalanmu toh Marry-san.. tapi kenapa dia sangat aneh.."
"Aneh katamu.. kau mau kuhantam..??!!" bentak Piotr.
"Woy woy.. kalian ini..!!" Nicki datang tiba-tiba... sambil mengupil..
"Marry-san kenapa adikmu sangat bego ya.. soalnya dia kalah judi denganku tapi ga bayar.." ucap Nicki santai..
"T-ternyata.. itu adiknya..." ucap Piotr..
"Frish-kun.. kau berjudi.. kurang ajar..??!!" Teriak Marry-san..
Dan kemudian Frish sudah terkena pukulan telak..
"Dan juga.. kenapa kalian bertiga disini.. oh iya.. kalian kan mengintai Marry-san.. hmm.." ucap Nicki santai.
"Eh..??"
"Kalian menguntitku.. kurang ajar..??!!" teriak Marry.. dia kemudian memberikan hadiah manis kepada mereka bertiga.
Nicko, Piotr, dan Spiegel.. terkena hantaman dari Marry-san..
"T-tidak...!!"
"Niisan brengsek..!!"
"Awas kau Nicki..!!"
Kilas balik end..
"Ini membahas tentang Marry-san.. dan gara-gara kau.. wajahku begini..." ucap Piotr.
Sementara itu Nicko hanya duduk santai membaca To Love Ru..
"Masa lalu hanyalah bagian dari peristiwa yang berlalu.. kemarin ya kemarin.. hari ini ya hari ini.." ucap Nicko dengan sangat super bijak.
"Hmm.. apa yang dikatakan Adikku itu benar.." sambung Nicki yang menguap..
"Arc baru akan kugarap.." sambung Piotr.
Next Chapter : Tsubame-san desu ka?
Dimana disaat roh dan kekaishi bertarung.. disitulah apa yang disebut Onmyouji memperlihatkan dirinya..
"Laporan terkini.. cuaca hari ini cerah.." kata-kata Pandemonican di televisi.. dia membawakan berita cuaca terbaru hari ini.
"Ya.. kita sudah mendapatkan sebuah ramalan dari Pandemonican-san...."
Sementara itu...
"Tsubame Midorikawa.. dia gagal membawakan berita bagus.. dia akan turun pamor karena edisi terbaru dalam meramal cuaca dia gagal memperkirakannya.."
"Aku.. aku bukan gagal.. tapi hukum alam.. adalah yang diatas yang menentukan.. manusia bisa gagal dalam hal memperkirakannya..??!!" teriak Tsubame.
"Tsubame-san.. tapi banyak yang melakukan protes kepadamu.."
"Tsubame-san dalam posisi mendesak.. apakah yang harus di lakukan.."
"Boikot Tsubame-san..!!"
"T-tidakk...!!"
"Hmm si Tsubame dalam posisi ini ya.. kasihan juga.." ucap Nicki.
"Tsubame-san idolaku.. dia tidak salah.. para netizen terlalu brengsek dan sok benar!!" ucap Nicko yang marah.
B E R S A M B U N G