
1+1 : Unlimited Doors III
Kawashima Erisa, dia adalah seorang perempuan yang bekerja sebagai sekretaris di salah satu perusahaan terkenal di dikeat tempat tinggalnya. Gajinya yang cukup tinggi, membuatnya bisa menyewa apartemen yang ia tinggali. Namun keapesan menyertai dirinya secara tak terduga.
Pasalnya, Nicki dan Nicko masuk pintu yang salah, mereka berdua masuk ke sebuah pintu yang terhubung langsung dengan kamar mandi Erisa. Karena tragedi itu, Nicki dan Nicko tak sengaja melihat Erisa yang tubuhnya hanya diselimuti handuk putih.
Kini Nicki dan Nicko sedang diinterogasi oleh Erisa sebelum dibawa ke kantor polisi karena dugaan melanggar moral yang karena melakukan pengintipan berencana.
Namun mereka berdua tak bisa diam saja dan ingin meluruskan kesalahpahaman ini. Nicki menjelaskan apa yang sedang terjadi kepada Erisa tentang apa yang ia dan adiknya alami saat berhadapan dengan Nguyen.
Sementara itu, Nicko terlihat sesekali ikut menjelaskan lalu terdiam. Ia begitu kepikiran dan sedikit ketakutan karena diancam akan dilaporkan ke polisi oleh Erisa.
Beberapa saat kemudian..
"..... Hmm, jadi begitu ya. Kalian memang sangat sial karena harus berhadapan dengan seorang sepertinya." ucap Erisa, dan orang yang ia maksud adalah Nguyen.
"Ya, itu benar." jawab Nicki.
"Padahal cuman gara-gara pisang goreng saja. Ini juga bisa dibilang konflik yang receh. Dasar.." tegas Erisa.
"Tapi, sekali lagi maafkan kita berdua!! Aku dan juga Nicko sama sekali tak ada niatan untuk mengintipmu, ya kan Nicko?"
"Y-ya, kak."
Nicki pun sudah menjelaskan apa yang terjadi selama ini hingga insiden masuk ke kamar mandi. Lalu Erisa pun mengelus-elus dagunya sembari menatap Nicki dan Nicko, dan berpikir. Hati Erisa mengatakan bahwa ia harus membebaskan Nicki dan Nicko. Disisi lain, hatinya berkata lain, ragu-ragu masih menyelimuti hatinya dan masih menaruh rasa curiga terhadap Nicki dan Nicko.
Tak berselang lama kemudian, Erisa pun mengambil sebuah kunci dari saku celananya yang diduga sebagai kunci borgol milik Nicki dan Nicko. Kemudian, Erisa pun membuka borgol Nicki dan Nicko, ia berniat melepaskan mereka berdua.
"Eh?"
"Gak usah kaget, aku cukup percaya dengan omongan kalian. Lagipula, ini rumah dibekali dengan keamanan tingkat tinggi, siapapun orang jahat yang mencoba untuk menyelinap masuk, otomatis sistem akan membunyikan alarm penyusup.." ucap Erisa.
"Y-yokatta!! Kau baik banget Erisa-chan!!" ucap Nicko yang sedikit terharu karena Erisa telah melepaskannya.
"Aku masih khawatir dengan orang yang bernama Nguyen itu. Daripada aku gabut disini, jadi aku berniat untuk membantu kalian menuju ke tempat asal kalian berdua, dan juga untuk mengalahkan si Nguyen itu." ucap Erisa.
Sesuatu hal yang tak disangka-sangka, Erisa yang awalnya begitu membenci Nicki dan Nicko karena kesalahpahaman. Kini ia malah berniat membantu balik. Hal seperti ini memang sering terjadi di dunia fiksi, tapi tidak di dunia nyata.
Nicki dan Nicko pun setuju bekerjasama dengan Erisa. Mereka bertiga tersenyum bersemangat lalu saling beradu tos seperti orang yang sudah cukup lama akrab.
"Baiklah, selanjutnya kau akan pergi kemana lagi?" tanya Erisa.
"Tentu saja balik ke kamar mandimu, kita akan kembali ke dimensi seribu pintu milik Nguyen lalu memilih salah satu pintu lagi , ya kan kak Nicki?"
"Benar.."
Nicki, Nicko, dan Erisa pun bergegas lalu berdiri di depan pintu kamar mandi. Mereka bertiga saling menatap satu sama lain. Dan Nicki pun memegang gagang pintu kemudian bersiap untuk membukanya kembali.
"Kau yakin bisa kembali ke dimensi yang kau maksud itu?" tanya Erisa.
"Aku yakin, sistemnya cukup aneh dan aku sedikit tidak memahaminya. Tapi, awal mula kita keluar dari pintu ini sih. Semoga saja dimensi itu masih terhubung ke pintu ini." ucap Nicki.
Tanpa basa-basi, mereka bertiga pun langsung masuk dan secara otomatis berada di dimensi ribuan pintu milik Nguyen kembali. Mereka melihat banyaknya pintu di sekelilingnya dan membuat Erisa sedikit terkejut karena baru pertama kali melihat hal ini.
"As-astaga.."
"Kenapa?" tanya Nicki.
"Aku baru saja melihat pemandangan ribuan pintu seperti ini. Sekali seumur hidup, hanya kali ini aku melihatnya.."
Lalu, Erisa pun langsung mengubah pintu yang terhubung ke kamar mandinya menjadi seekor capung. Seketika, Nicki dan Nicko pun terkejut ketika melihat apa yang dilakukan Erisa.
"Njirrr, kenapa kau bisa mengubah pintu ini menjadi seekor serangga?" tanya Nicko.
Kekuatan Erisa ialah bisa mengubah benda mati menjadi makhluk hidup. Ia mendapat kekuatan ini sejak dia masih kecil saat mengalami kecelakaan mobil ketika sedang berangkat menuju ke bandara. Kedua orang tuanya meninggal dalam kecelakaan itu, dan entah kenapa, secara ajaib Erisa mendapatkan kekuatan super seperti itu.
"Baiklah, karena pintu ini tidak terhubung ke tempat kalian, maka aku sudah mengubahnya agar kita tidak kebingungan lagi untuk memilih pintu kedepannya.." ucap Erisa sembari tersenyum bersemangat.
"He-hebat..!! Dengan begini, kita akan cepat menuju ke tempat asal kita!!" teriak Nicki dengan bersemangat.
Setelah itu, mereka bertiga telah masuk ke beberapa pintu lainnya dan hasilnya tetap nihil. Nicki dan Nicko belum menemukan pintu yang terhubung ke tempat asalnya. Beberapa pintu yang mereka masuki ada yang terhubung ke pintu penjara bawah tanah, pintu kamar tidur seorang nenek-nenek, dan pintu rapat para petinggi Negara.
Mereka terus mencari, mencari, dan mencari walau hasilnya hanyalah percuma. Sudah satu jam mereka lalui, tapi masih belum menemukan pintu yang mereka cari. Akan tetapi, beberapa saat kemudian..
"I-ini kan?!!"
Secara tak sengaja, Nicki, Nicko, dan Erisa masuk kedalam pintu yang terhubung dengan arena pertandingan. Saat ini, mereka sudah berada di tengah-tengah arena dengan lawan yang sudah menunggu dihadapan mereka.
"Ouh, jadi kau adalah lawanku ya.. bersiaplah.." Franky Laccesta, ia adalah salah satu petarung di kompetisi resmi yang diadakan sebuah kerajaan yang namanya masih dirahasiakan.
Pria berbadan kekar, dengan keringat busuknya yang mengalir di sekujur tubuhnya. Dan juga, ia hanya memakai celana dalam berwarna merah. Ya, dia adalah Franky Laccesta.
"Apa...!!!!" Nicki, Nicko, dan Erisa terkejut.
"Tak kusangka aku akan bertarung melawan tiga orang sekaligus.." ucap Franky.
"Tunggu sebentar woy!! Ini acara apa!! Kok bisa ada acara gelud seperti ini, aku baru tahu njirr.." ucap Nicko.
"Ini adalah kontes pertandingan untuk memperebutkan buah iblis Merah-Merah No Mi, dengan pemilik sebelumnya ialah Paktugas De Aceng!!" teriak Franky dengan bersemangat.
"Paktugas De Aceng?!!!"
"Ga-gawat, itu adalah buah iblis yang terdapat pada serial film Two Piece. Aku pernah marathon nonton film itu dengan waktu seminggu dan menghabiskan 120 episode.." ucap Erisa.
"Yare-yare, ternyata kau pecinta film ya." ucap Nicki.
"Benar, aku menonton banyak film anime, karena aku berniat membuat sebuah cerita bergenre Parody!!!" ucap Erisa.
B E R S A M B U N G