1+1: New

1+1: New
Chapter 16 - Sisi Teluk.



Wangan Midnight adalah secara harfiah bisa juga disebut "Sisi Teluk" karena mereka melakukan balapan di area tol.


Area tol itu disebut sisi teluk atau wangan midnight karena di area tol serba berbahaya dan balapannya sangat mengancam nyawa.


"Legenda Kubinashi no Rider dalam sisi teluk dikalahkan oleh sang Pembalap Mobil..


Akuma no Z.. Apakah Wangan Midnight akan berubah menjadi horror karena kemarahan dari Kubinashi no Rider.." Nicole beritanya masih berpijar-pijar dimana-mana.


Koran lokal, media asing, atau bahkan di televisi nasional.


"Kubinashi no Rider akan mengambil kepalanya.." ucap beberapa orang yang mempercayai Kubinashi no Rider.


"Jika kubinashi no rider berbalapan dengan akuma no Z. Pasti akuma no z bakalan ketinggalan.."


Hingga akhirnya terbentum kubu dua tim bermusuhan..


"Team Akuma no Z..."


"Team Kubinashi no Rider."


"Urban legend hanya bualan karena Akuma no Z adalah asli.."


"Akuma no Z banci ntar diambil kepalanya auto death.."


Dua team ini saling serang di media sosial karena beda ide dan kreatifitas..


"*****.. cuma lantaran beginian mereka perang-perangan di media sosial.." ucap Nicko.


"Piotr-san cukup tepat saat membuat Movie tentang Media Sosial dan ga ada bakuhantamnya.." ucap Nicki.


Nicki sang tokoh utama dan Nicko sang tokoh sampingan alias assistent sang tokoh utama.


"Kenapa aku jarang beraksi ya.. padahal aku hebat juga.." ucap Nicko.


Mereka kemudian meninggalkan rumah mereka dan mengunci rumah tersebut dengan gembok. Dan kebetulan rumah mereka ada cctv-nya.


Meskipun dirumah tersebut cuma banyak isinya kerangka tv yang rusak dan Komik Komik Hentai Ecchi.


"Kita akan kesisi teluk.. ikuzo Wakabayashi-kun.." ucap Nicki.


"Siap.. Tsubasa-san.." ucap Nicko.


Dan beberapa menit kemudian gitar dan pistol Nicki Nicko berubah menjadi..


"Pisutol Transformation.. Marchedes Benz..." Pistol ajaib Nicko berubah menjadi mobil marchedes yang sangat kakkoi..


Sedangkan Nicki.. "Guitar Transformation.. Helikopter.." ucap Nicki.


Dan Gitar ajaib Nicki menjadi Helikopter


"Woy katanya mau kesisi teluk ngapain situ naik helikopter anjay..!!" teriak Nicko.


"Kamu sebut aku situ.. aku ini kakakmu bodoh!" Bentak Nicki.


"Anjay.. lagian ngapain balapan makai helikopter waras dikitan dong ****.." ucap Nicko.


"Ini demi akhir chapter kemarin.. kamu kan nutup chapter kemarin dengan kapan aku akan beraksi.. aku kasihan jadi kamu yang turun tangan di arc ini.." ucap Nicki.


"Ahsiyaph.. mastah Nicki niisan.." ucap Nicko.


"Brengsek..."


Sisi Teluk, Wangan Midnight.


Ginosuke sang legenda Akuma no Z.. dia membawa mobilnya dengan sangat cepat bagaikan supersub higway...


"Anjay.. aku sulit melewatimu kawan.. tingkatmu sudah berbeda denganku.." ucap Giuseppe.


"Ya betultuh.. sudah tidak ada yang bisa mengalahkanmu di Wangan Midnight.." ucap Paula.


Gianpaulo Paula


Ginosuke Gianpiero


Giuseppe Davidecosta


Mereka tak melaju sejajar karena kecepatan mereka berbeda-beda. Lebih tepatnya kecepatan sang Ginosuke sudah melampaui mereka.


"Kecepatan tak terbatas.. maksimun keberapa yang kau inginkan.. Akuma no Z adalah andalanku.. apakah kau ingin melaju dengan maksimal.. apakah kau ingin melewati batas kecepatan.." Ginosuke mulai memacu mobilnya yang bahkan..


"Eh dia meninggalkan kita.. inikah.. kecepatan sejatinya..?" Paula terkejut dan dipenuhi banyak pertanyaan.


"Impossible.. kecepatan mustahil ini... bagaikan kecepatan Kobayakawa Sena..."


"Kecepatan.. kecepatan.. lebih.. lebih lagi.. ayolah.. lampaulah.. kecepatanku.. kecepatan sejatimu.. akuma no z... attack in defense dan melesatlah..."


"Etto Nicko-kun.. kamu dimana.. aku sudah melihat jalur depan Wangan Midnight.. Pria dengan akuma no z.. dia melesat bagaikan meteor lightway.." ucap Nicki. Dia menaiki helikopter dan tengah memantau Wangan Midnight.


"Aku bukan Nicko-kun.. my name is Kubinashi no Rider.." ucap Nicki dengan tegas.


"Kubinashi ndasmu.. kepala kau masih ada.. dan kau naik mobil bukan motor ****.."


"Hust diam.. karakter sampingan di arc ini ga usah banyak bacot karena disinilah aku yang akan beraksi dengan maksimal.." ucap Nicko.


Dia melaju melesat kecepatan sejatinya mungkin.. atau mungkinkah dia akan membuat legenda baru tentang Machedes Benz yang mengalahkan Akuma no Z..


Melaju dan melaju dijalan tol yang sangat lurus.. gangguan mobil truck dan beberapa openkap dia lewati dengan lesatan Speed Higway..


"Lihatlah kedepan.. jangan kesamping.. atau mungkin tumbuh tuh keatas bukan kesamping sambil minum HILO.. dalam balapan aku baru seumuran jagung.. namun jika melesatlah sampai kedepan adalah tekadku maka.. aku akan melakukannya bahkan jika harus celaka sekalipun.." Nicko dengan kecepatan dan kecepatan.. semakin mendekati area sang Giuseppe dan Paula.


"Giuseppe-san.. apakah kau mendengar sebuah mesin yang mencoba mengejar.." ucap Paula.


"Inikah.. apakah dia akan masuk dalam sebuah perebutan King of Wangan Midnight.. pembalap barukah atau..?" Giuseppe berkeringat.


Paula dan Giuseppe mungkin akan menyambut pembalap baru yang bahkan belum pernah debut sebelumnya..


"Lampauilah batasan mesin.. dan manusia ada untuk membawa mesin sampai mencapai kecepatan sejatinya.. aku adalah kecepatan..."


Sudah terlihat.. sudah terlihat.. dari rahang kekalahan dalam debutan pertama kali.. atau bahkan mungkin..


"Maaf menunggu lama.. apakah Akuma no Z ada didepan?" Nicko tersenyum kepada dua saingan barunya..


"Nice too meet you.. im Giuseppe Davidecosta.. my Ferrari is best.." ucap Giuseppe.


"Apakah kau akan mencoba melewati mobilku.. Tuan Asing-san..?" Paula dengan kecantikannya.. dia bertanya pada Nicko.


"Cukup cepat.. mungkin bahkan aku akan melampaui garis depan.. kekuatan apakah yang akan kalian perlihatkan..??" Balas Nicko dengan santai.


"Cukup menarik untuk awalan balapan.. Rookies yang masih mada mada dane.." ucap Nicki dia mengintai balapan dengan helikopternya.


"Akankah balapan ini akan menarik.. aku akan menontonnya.. dan arc ini semoga cepat berakhir.." ucap Nicki.


To be continued