
1+1 Unlimited Door IV
Lagi-lagi Nicki salah masuk pintu, bukannya pintu yang ia pilih terhubung ke tempat asalnya, malah terhubung ke arena pertandingan yang tidak jelas lokasi tempat tersebut. Parahnya, sesaat tiba di atas arena pertandingan, Nicki, Nicko, dan Erisa harus dihadapkan dengan salah satu petarung yang tampak kuat, dia adalah Franky Laccesta.
Mereka juga baru menyadari sesuatu, bahwa di sekeliling mereka juga sudah terdapat ribuan penonton yang sudah siap menyaksikan pertarungan memperebutkan buah iblis Merah-Merah No Mi dengan pemilik sebelumnya yang bernama Paktugas De Aceng.
Sorakan tiap sorakan terus terdengar dan menggema di arena pertandingan dengan menyebut, "Laccesta!! Laccesta!!" Bisa dibilang, sebagian dari orang-orang yang menyaksikan pertarungan ini banyak sekali yang mendukung Franky Laccesta.
"..... Bagaimana? Disini aku mendapat banyak dukungan dari penonton loh, kalian yang terlihat seperti bocah gembel, bukan termasuk dirimu nona.." ucap Franky menunjuk Erisa, "Kalau dirimu, kau bagaikan bidadari yang jatuh dari surga, dihadapanku, eaa.."
"Kau niat gombal atau nyanyi? Tapi sayang sekali aku tak tergoda dengan ucapanmu saat ini." Erisa tersenyum licik.
"Yare-yare.." ucap Nicki, ia berjalan mendekat ke arah Franky sembari memegang gitar ajaibnya dan bersiap untuk memainkannya untuk menyerang Franky Laccesta.
"Sudah cukup lama pistol ajaibku ini tidak beraksi. Mungkin saat ini adalah momentum yang sangat tepat untuk menggunakannya hehey.." ucap Nicko yang berjalan bersama Nicki mendekat ke arah Franky sembari memegang pistol ajaibnya.
Franky Laccesta pun terlihat sedikit kesal ketika melihat Nicki dan Nicko yang menurutnya semakin ngelunjak. Tak berselang lama, ia pun mengeluarkan salah satu tekniknya.
"Ninpo : Jebakan Tikus No Jutsu!!"
Seketika, ribuan jebakan tikus muncul di seluruh area pertandingan untuk menghambat pergerakan Nicki dan Nicko. Selain itu, Franky bukanlah seorang ninja, namun ia meniru jurus salah satu ninja dari film yang dia tonton sebelumnya. Jujur saja, Franky adalah pecinta film ala ninja-ninjaan.
"Ouh, cuma membuat jebakan tikus doang? Ezzz.." ucap Nicki.
"Yoi, cukup ezz ini kalau cuma jebakan tikus, tunjukkan kekuatanmu Nicki-Niichan.
"Sombs sekali padahal-" ucap Franky yang kata-katanya belum selesai karena dikejutkan oleh sesuatu hal.
"Jrengggggg!!!!" Hanya sekali genjrengan gitar, Nicki berhasil melenyapkan seluruh jebakan tikus yang terdapat pada arena pertandingan ini. Karena ketika Nicki memainkan gitarnya, gitar ajaib miliknya mengeluarkan sebuah gelombang aneh yang dapat menghancurkan ribuan jebakan tikus tersebut.
"Apa..!!! Ke-kenapa bisa!!!" teriak Franky Laccesta yang begitu terkejut.
"Hehey, kau sama sekali meremehkan kekuatanku dari Nicki The Guitaris Magic of Future!!!" ucap Nicki dengan menyebut julukan karangannya sendiri.
"Si-sialan, kalau begitu rasakan ini!!"
Franky Laccesta terus mencoba menciptakan jebakan jebakan lain seperti jebakan ikan, jebakan tali, jebakan kecoak, dan lain-lainnya. Meski begitu, Nicki yang hanya bermodalkan gitar ajaib bisa mengatasinya dengan sangat mudah tanpa ada hambatan sama sekali, bahkan Nicki pun terlihat masih sempat-sempatnya untuk tersenyum.
Lalu, hal-hal yang tak disangka pun terjadi, "A-aku menyerah.." Franky Laccesta yang pada awal pertarungan terlihat garang, kini menyerah dengan sikap putus asa. Ia menyerah karena seluruh teknik jebakannya berhasil dilenyapkan oleh Nicki sepenuhnya.
"Yare-yare, padahal aku belum menggunakan pistol ajaibku. Tapi lawan kita sudah menyerah saja.." ucap Nicko.
"Hehey, dia memang tak bisa menyaingi gitar ajaibku ini." ucap Nicki.
"He-hebat.." gumam Erisa ketika melihat aksi dari Nicki yang berhasil melenyapkan seluruh jebakan milik Franky Laccesta.
Setelah itu, Nicki yang saat ini telah terbawa suasana karena kemenangannya pun langsung memainkan gitarnya dan membuat konser mendadak di arena pertandingan ini. Nicki memainkan gitarnya dengan begitu lincah dengan musik yang ia nyanyikan adalah lagu Rock.
Seketika seluruh penonton langsung bersorak-sorai dan menikmati konser dadakan ini.
~
Nicki menyesal dan merasa sedikit putus asa karena pintu yang ia pilih selalu salah, bukannya terhubung ke tempat asalnya, malah terhubung ke tempat yang gak jelas.
Nicki pun akan kembali memilih pintu, namun Erisa menyela secara tiba-tiba dan memilih pintunya sendiri, "Lebih baik kita masuk ke pintu ini saja." Pintu yang Erisa pilih adalah pintu yang terbuat dari kaca.
Nicki dan Nicko pun mengangguk pelan lalu menuruti Erisa, mereka bertiga pun langsung masuk ke dalam pintu tersebut dan..
"Mall?!!" Nicki dan Nicko terkejut.
"Benar. Aku memilih pintu ini karena aku ingin berbelanja pakaian. Jadi tunggu sebentar ya.." ucap Erisa.
Benar sekali, pintu yang dipilih oleh Erisa ternyata terhubung ke sebuah Mall besar yang ramai pengunjung. Saat ini, Nicki dan Nicko mulai berpikir, seolah-olah konflik mereka telah dimanfaatkan oleh Erisa.
Dengan begini, Nicki dan Nicko pun tak punya pilihan lain selain menunggu Erisa yang sedang berbelanja pakaian.
Satu jam, dua jam, bahkan tiga jam waktu Nicki dan Nicko terbuang sia-sia karena menunggu lamanya Erisa yang berbelanja. Bahkan mereka berdua pun menunggu sambil bermain catur, domino, dan beberapa permainan lainnya karena saking gabutnya.
"Aku baru tahu kalau cewek belanjanya sangat lama." ucap Nicki.
"Pantas saja si Erisa itu memaafkan kita, ternyata dia berencana memanfaatkan kita agar bisa jalan-jalan dari pintu-pintu itu anjay." ucap Nicko, entah kenapa ia lebih gabut dari Nicki.
Beberapa saat kemudian, Erisa pun datang dengan membawa banyak barang belanjaan yang berisi macam-macam pakaian. Ia datang sembari tersenyum lebar dihadapan Nicki dan Nicko seperti orang yang tak bersalah.
"Hai minna. Maaf aku cuma belanja pakaian sebentar-"
"Sebentar katamu?!! Kau sudah membuat kita berdua menunggu selama tiga jam lebih woy!! Sadar lah!!" ucap Nicki.
"Plakkk!! Plakk!! Plakk!!!" Tanpa basa-basi Erisa pun langsung menampar Nicki.
"Jadi cowok jangan kasar ke cewek. Paham?" tanya Erisa dengan tatapan wajah mengerikan.
"Me-menyeramkan.." ucap Nicko.
~
Beberapa saat kemudian, Nicki, Nicko, dan Erisa sudah kembali lagi ke dimensi awal yaitu di dimensi Unlimited Door. Namun kali ini, mereka bertiga tampak lebih berbeda dari biasanya.
Erisa terlihat memakai pakaian berwarna putih dengan dilapisi jas hitam, dan tak lupa mengenakan dasi kupu-kupu. Ia juga mengenakan rok ketat sepaha berwarna hitam. Kini ia terlihat berpenampilan sedikit seksi.
"Ara-ara~" ucap Erisa dengan nada menggoda.
Nicko juga terlihat memakai pakaian hitam dengan dilapisi jas hitam, ia juga mengenakan dasi merah yang berukuran panjang. Nicko juga mengenakan celana panjang hitam dan topi hitam ala mafia. Kini ia memakai pakaian tersebut sembari bergaya dengan memegang pistol ajaibnya.
"Yare-yare.." ucap Nicko.
Sementara itu, Nicki mengenakan pakaian yang sama seperti Nicko, yang membedakannya hanyalah dia memakai kacamata hitam dan bergaya seperti layaknya Boss Mafia.
"Hehey, waktunya serius. Aku akan segera bertemu denganmu, Nguyen.." ucap Nicki.
B E R S A M B U N G