1+1: New

1+1: New
Chapter 75 - Cardfight Vanguard [Part 2]



Jaga lisan, Jaga bicaramu, Dimana langit yang kita lihat, Disitulah peraturan yang kita jalankan.


Fenomena, membentuk ekspresi teraneh yang pernah ada.. menimbulkan beberapa ketoxican yang berbahaya.


Dangerous.. dangerous..


"Kita melihat kebawah, bergetar dan jantungpun berdetak.. fenomena keringat.. ketakutan.. shock.. and suspense.."


"Ayo berjuanglah untuk berpindah tempat kearah yang sangat bagus...!!" teriak Nicki.


"T-tidak.. Kak.. Kak Nicki.. kurasa.. kurasa aku akan jatuh.. karena aku takut ketinggian.." ucap Nicko dia sedikit terbata-bata karena sedikit takut dengan ketinggian.


"Berjuanglah.. masih terlalu cepat untuk menyerah." Teriak Nicki. Dia berusaha menyemangati Adiknya.


Kedua Kakak-Beradik itu, mereka berkeringat mungkin.. masih berjalan diatas jembatan yang mempertaruhkan hidup dan mati.


"Ini adalah ujian untuk bisa memasuki arwah kartu Cardfight Vanguard.." ucap Roh Gadis Cantik.


"Kurasa mereka berdua akan menciptakan keindahan akhir yang disebut jalan cerita bersambung.." ucap Paladin Knight.


"Paladin Knight-san, kurasa jika mereka lolos mereka mungkin akan menjadi rivalmu.." ucap Dark Magician.


"Magician-san? Hatimu terlalu gelap memperkirakan sesuatu.. cobalah untuk menebak cahaya.." balas Paladin Knight.


Roh-roh kartu dunia Cardfight Vanguard melakukan obrolan-obrolan yang tidak terlalu penting sambil menonton beberapa peserta yang berjuang.


"Ini belum berakhir.. mada-mada dane.." ucap Nicki.


"Mada mada dane? Kau bukan Echizen Ryoma.. cobalah melakukan kata-kata Kaiji-san, Nicki-niisan.." ucap Nicko.


"Nicko-kun kau masih bisa mengeluarkan kata-kata yang keras.. suara yang khas.. bahkan dalam ketinggian yang menyakitkan mata."


"Bukan soal itu ataupun apa.. kita harus melakukan perjalanan ini sebisa mungkin.. dunia roh ini sangat tidak menarik.." ucap Nicko.


"Mereka dalam posisi pertengahan jalan... disinilah adrenalin akan teruji.." ucap Dark Magician.


"Kurasa.. pertunjukan yang menarik akan dimulai." Ucap Roh Gadis Cantik, Seronica Piolet.


"Seronica Piolet seperti biasa, dia selalu menjadi roh tercantik disini.." ucap Paladin Knight.


"Basa-basi kalian terlalu tidak baik dipertunjukan disini.. karena adegan ujian Cardfight jarang terekspos cerita..!!" bentak Hipernisation.


"Hipernisation-san.. lihatlah mereka.. mereka berjalan seperti orang gila yang takut jatuh.. selalu menatap kebawah hanya akan membuat mereka mengumpulkan rasa takut yang berlebihan.." ucap Seronica Piolet.


"Disinilah sebuah the end.. tapi ini masih fist comunication in the world..." ucap Nicki.


"Rasakan rasa sakit, rasakan rasa ketakutan, bergidik ngerilah, hidup ada ditanganmu.. dan jika jatuh the end.. akhir hayat... kemanakah kita berlabuh? Neraka? Surga?" gumam Nicko, dia kebingungan jika dia the end, dia akan kesisi mana.


"Segala rahasia hanya akan menjadi rahasia.. tidak perlu memikirkan apa yang belum terjadi.. dan cukup pikirkan saat itu jika kau jatuh.." ucap Nicki.


Dua Kakak-Beradik? Dalam posisi menyerah kepada takdir mungkin? Atau mereka adalah contoh cerminan pecundang sejati yang takkan ada habis kisahnya..


"Nol persen kemungkinan itu memang impossible.. tapi jika mereka mengatakan beberapa persen rasio kehidupan.. seperti 0,1 Persen... maka kemungkinan kecil itu bukan nol.." ucap Nicki.


"Lakukanlah drama bucin, atau drama sinetron terakhir dengan penuh kelebayan... seniku berakhir dalam keputusasaan..!!" teriak Nicko.


"Mereka...mereka mendekati 99,9 persen kemungkinan untuk mati.. saat ini.. drama mereka menangis.. atau drama sampai jumpa disana akan dimulai dari sini.." ucap Paladin Knight.


"Dark Magician-san.. kurasa prediksimu tentang rival baru Paladin-san itu tidak akurat.." ucap Seronica Piolet.


Detak jantung... dag dig dug. Ya begitulah..


Inikah akhir? Atau ini baru dimulai..


Seperti pertarungan kita baru dimulai kata-kata yang sangat klise..


"Kematian kita baru dimulai...!!" teriak Nicki dan Nicko bersamaan..


Langkah gontai mencapai akhir.. namun.. semakin mereka dekat.. semakin neraka menunggu mereka untuk jatuh..


Semakin licin.. apapun.. jembatan dengan ketipisan luar biasa semakin jauh jalurnya semakin menipis.


Keringat mereka sudah bercucuran dengan sangat banyak..


"Kita takkan tahu takdir sepertiapa yang menanti.." ucap Nicki.


"The end.."


Mereka.. mungkin.. ya sangat-sangat mungkin..


Terbawa sungai keujung mata.. eh..


Melawan gravitasi kah?


Atau mungkin mencoba untuk mati sambil melihat langit gelap yang kelabu?


..


..


..


"Jatuhlah... dan matilah.. dengan senyuman.."


..


..


"Inikah kematian.. seperti inikah? akhir yang dipenuhi airmata atau mungkin..'


Priiiit... priiit...


Mereka jatuh dengan keindahan..


Dan bruuakkkk.


"Eh..."


Mereka terpaku pada satu waktu.. dengan sesuatu yang berkilauan..


"Kehidupan.."


"Jangan drama seperti ingin mati.. ini prank..!!" teriak Paladin Knight.


"Selamat datang didunia ketidakjelasan sebuah awalan.." ucap Seronica Piolet.


"Kaiji, hingga Cardfight Vanguard? Ide yang aneh.."


"Kita terkena jebakan mereka.."


Sebagai Karakter, Tugas mereka adalah memerankan tokoh dalam cerita sebaik mungkin, dan kemudian mereka melakukan hal ini selebay mungkin, seperti penuh dengan konspirasi plot twist yang menyakitkan mata, cerita ini dipenuhi hal-hal tidak jelas dengan ending arc yang gak jelas juga.


".... Seperti itulah bagaimana tokoh utama berperan, aku dibully tapi aku tetap bersemangat.."


"Piolet-san, dia melakukan Prank, padahal ini belum bulan April..."


B E R S A M B U N G