
Pertarungan baru dimulai atau namun sudah mencapai klise.. seperti shounen jump dengan percakapan "Pertarungan baru dimulai" walau sebenarnya sudah mencapai klimaks.
Pria itu tidak kalah dengan hujan.. dan sorak-sorai pendukung itu tidak kalah dari Meteor yang menghancurkan beberapa tempat.
"Mereka mati meninggalkan nama.. yang ditinggalkan akan merelakannya dengan air mata.. bagaikan cerminan kehidupan... air mata membantumu untuk lebih kuat.. serta kekonyolan membantumu untuk tetap tersenyum.."
Nicki membara.. mencapai tahap serba serius... melupakan hal yang selalu dia lakukan..
"Tidak ada Samurai Flamenco.. tidak ada Parodi.. hanyalah satu hal yang disebut keseriusan akan kuperlihatkan.. Aku mengemari.. Ashita no Joe.."
Starskovich Fallensky tersenyum dengan sinis.. "Gianino-kun.. mungkinkah ini bagianmu.. perlihatkan kemampuanmu.." ucap Starskovich santai.
Pria dengan tubuh yang serba biasa-biasa saja.. dalam posisi ideal.. dia bagaikan mayat.. karena kulitnya serba pucat..
"Stone of the end..."
Dia menyentuh perisai besar yang menghalangi langit.. kemudian perisai sang Nicko yang sedari tadi melindungi jatuhan Meteor..
Menjadi bongkahan batu..
"The end match.. saat bola sudah terjatuh dilantai dalam permainan volleyball.. maka satu angka sudah tercipta bukan..." ucap Starskovich..
Perisai milik Nicko hancur.. tidak kuat karena itu hanya menjadi batu yang tidak kokoh.
Perlahan namun pasti, setiap meteor kemudian berjatuhan lagi ketanah..
"Santai untuk sesaaat.. minum whitcoffe dengan steak hamburger.. kita akan santai dan duduk manis.. lalu melihat dunia hangus terbakar..." ucap Starskovich yang cukup santai..
"Hancur.. perisai yang melindungi kota Unknows hancur.. inikah akhir.. meskipun begitu... perlihatkan tekadmu. Manusia takkan semudah itu kalah dari monster.." Ditengah kekacauan Pandemonican masih membawakan berita..
Tidak kalah dari badai.. tidak kalah dari meteor.. atau bahkan takkan takut.. tetap berani meskipun berbahaya.. Meteor..
Dari arahnya.. satu meteor akan menghantamnya.
Penonton ditengah kekacauan atau bahkan Studio tempat ini melaporkan...
Mulai menangis karena mungkin ini adalah akhir dari reporter pemberani..
"Lihatlah dibelakangmu.. Pandemonican-chan..!!!"
"Larilah... larilah.."
"Reporter.. jika dalam bahaya.. keadaan yang mengancam.. dia akan selalu melaporkan hal ini.. mari kita ucapkan selamat tinggal.." Pandemonican tersenyum dibalik kamera yang merekamnya..
Tekad tidak ingin menghentikan apa yang dia beritakan...
"Masih terlalu awal untuk sedih kawanku.." Pria dengan pakaian serba tebal.. datang dalam waktu singkat..
Dia tersenyum kekamera.. "Cheese.. lihatlah.. kekamera.. aku adalah yang terhebat.. Ryders-kun desu yo.."
Dia masih eksis.. dengan kesedihan yang masih ada di antara pihak yang menonton..
"Kick In The Darkness..." melompat dengan sangat tinggi.. kemudian menyambut Meteor yang jatuh dengan tendangan...
"Meteor is lost.. menghilang.. itu menghilang...!!" Para penonton terkejut.
"Ekhm.. aku ini ingin muncul sebagai musuh sebenarnya.. dan ingin membantu membuat kekacauan.. tapi karena tekad sang reporter.. kurasa aku ingin dipihak teman.." ucap Ryders.
Dia kemudian melompat dengan cepat dan melakukan tendangannya..
"Apakah.. kau ingin menjadi pahlawan.. kawanku..?" tanya Nicki.
"Aku hanya ingin sedikit unjuk gigi disini.." jawab Ryders.
Sementara Nicko dia lagi memperbaiki Pistolnya dengan cukup berhati-hati..
"Beri aku waktu lima menit untuk memperbaiki ini.. mohon bantuannya Ryders-san.." ucap Nicko.
"Haha.. hanya dengan kemampuan Hujan Meteor.. mereka serba kerepotan.." ucap Starskovich. Dia kemudian mulai akan menulis hal lain lagi..
"Writter of the end.. Magma Rain..." Starskovich menggantikan Meteor dengan Magma..
"Ini.. terlampau panas.. kakiku tak menemukan objek untuk ditendang.." ucap Ryders..
"Putarlah air kran atau bahkan banjirkanlah kota ini dengar air yang ada di kranmu.. ini perintah terakhir.." ucap Nicki dia berteriak cukup keras..
Mereka mulai menghidupkan air yang dirumah... atau bahkan beberapa dari mereka mulai menghancurkan kran mereka agar air lebih cepat mengalir..
"Nicko ****.. keluarkan cepat.. ini mungkin sudah lebih dari lima menit..!!!" teriak Nicki lagi..
"Sedia payung sebelum hujan.. tidak tidak.. ini sedia nyawamu sebelum terkena.. darah akan mendesir mungkin.. eh tidak tidak. Apa yang akan terkena akan langsung hangus bukan..." ucap Starskovich.
"Ide dalam dekapan.. air yang mengalirm... setenang saat aku minum teh olong dipagi hari.." ucap Nicko..
"Pisutol Transformation.. Shield of Waterbum.."
Magma.. magma yang akan jatuh.. dalam sekejap.. terhalangi oleh perisai Nicko yang dilindungi oleh air..
"Ini adalah akhir dari transformasi shield ku.. jika dirubah menjadi batu lagi oleh orang itu.. kita akan membutuhkan memperbaiki dalam satu jam.. itu serba lama.." ucap Nicko.
"Mudah saja aku menulis untuk meruntuhkan Shieldmu.. namun akhir yang terlalu cepat itu tidak menarik.. karena aku ingin melihat Manusia merangkak kedasar kesedihan yang dalam.." ucap Starskovich.
"Ryders-kun yang ingin eksis.. cobalah lawan Gianino-kun.. aku tidak bisa membuat perisai bertahan lama jika aku diganggu.." ucap Nicko.
"Okay.. permintaan diterima kawanku.." ucap Ryders.
"Pertarungan masih berlanjut namun aku belum memperlihatkan aksiku.. karena musuh terlalu sulit didekati.." ucap Nicki.
Nicki.. kemudian dia memainkan gitarnya..
"Tidak kalah dari angin.. kurasa aku tidak membutuhkan hal hal yang serba melow dan mendebarkan.." Nicki berjalan dengan serba slow.
"Tidak peduli bagaimana kamu beraksi disini.. tidak peduli sekuat apapun setiap musuh.. pada akhirnya.."
"Debu ke debu.. tanah ke tanah.. hujan jatuh ketanah.. tanah menelan air.. dan membuat tumbuhan hidup.. tanah serba operpower.. meskipun magma atau meteor mencoba untuk menghancurkannya.."
"Counter Attack terkadang dibutuhkan dalam hal terakhir.."
"Guitar Plays... Melody Lagu Ketiduran... ini adalah akhir dari pertempuran.. dan dalam mimpi indah.. biarkan semua didengar.." ucap Nicki..
Memainkan gitarnya dan kemudian mengeluarkan suaranya yang menyanyikan lagu..
"Inikah.."
"Good ending, tidak.. ini hanyalah ketidakjelasan dalam keheningan..."
B E R S A M B U N G