
"........ Mereka seperti kawanan yang lupa memperhatikan atasan, dan mengabaikan kemungkinan terburuk sebuah serangan balik yang disembunyikan oleh musuh.."
"Aku seakan-akan merasakan akan datang sesuatu yang seakan-akan sangat berbahaya dan akan membuat kita kalah dalam sekejap seakan-akan terkena serangan kejutan yang akan mulai dilepaskan oleh seseorang.." ucap Nijiiro, dia berkata 'akan' yang terlalu banyak, karena dia sangat curiga terhadap sang Herukoputeru yang kemampuannya adalah menerbangkan objek.
"Marude no Kurayami no Conan sudah berakhir, dan sekarang kita akan melawan orang lain?"
Herukoputeru yang diremehkan berada di jalur terbawah dengan senyuman misteriusnya, menanti serangan, atau malah serangan yang penuh dengan kekagetan miliknya yang akan menjadi pemenang.
"Aku merasakan eksistensi keanehan dari senyumannya yang menyembunyikan kemunafikan berlebihan, mungkinkah ada semacam trik dan tips untuk mengalahkan sekelompok orang-orang ini dengan sekali hantaman, aku pernah membaca kisah kasih disekolah dengan sidia masa-masa paling indah, tapi kisah-kasih dalam cerita ini adalah kisah sampah yang akan dibuat semaksimal mungkin untuk menjadi sampah dan memanjang seperti jalan raya.." ucap Nicki.
"Kau berkata aneh terlalu sering, saat ini adalah satu lawan banyak, gila!!! Herukoputeru yang disana takkan bisa mengalahkan fraksi ini.." sambung Nicko.
"Hey, kalian semua yang berada di atas sana, kalian ini sedang mengejekku yang tak bisa terbang?" Herukoputeru bersuara, bertanya, dengan nada seperti teriakan tapi tidak membentak.
Ini adalah teriakan kelembutan yang tidak memerlukan tanda seru di akhir kalimat, mungkin ini sedikit tidak masuk dalam skema cara menulis yang benar, karena bagian ini adalah ketidak-benaran-lah yang akan mendominasi.
"Herukoputeru, apa yang akan kamu rencanakan?" Tanya Nijiiro.
"Wah, kore wa kore wa, Nijiiro-san, suaminya Niji-aneesan desu ka?" Herukupteru super santai, dan lalu memperlihatkan senyuman penuh dengan misteri, "Tracktor Bridge Falling Down!! Falling Down!!!"
"N-nani???!!!"
Terangnya lampu menjadi sedikit gelap dengan objek besar nan berat yang menghalangi cahaya, dan lalu perlahan namun pasti sesuatu yang berada di area barusan mulai jatuh untuk menghantam korban hingga layaknya Ayam Penyet.
"T-this is Koi wa thrill shock suspense???!!" Seru Nicki terkejut.
"Niisan, sekarang bukan waktunya untuk terkejut, choose your power and misete ageru yo!!!" Teriak Nicko.
"Ho, muteki kanban otokotachi? Kimi wa sedang menjebak my friend in the skenenisasi sekarang, kah?"
Apa yang terjadi selanjutnya adalah tidak saling face to face, sekarang tidak saling memandang, sekarang adalah aliran listrik yang menyebabkan percikan-percikan kesetrum.
Area yang dijatuhi oleh beberapa traktor gede barusan terlindungi oleh perisai yang memiliki percikan-percikan listrik.
"Guitar Transformation? Seperti yang sudah diperlihatkan sebelumnya, kemampuan mereka memang banyak yang aneh-aneh disini, aku saja memiliki kemampuan yang tidak seaneh barusan.." ucap Herukoputeru.
Apakah mereka semua berada dalam shield no densetsu? Tidak, satu orang mengintai dari ketinggian 70 meter di atas udara... "Souka, soukotoyo, pelakunya ano hito da!!" Teriak Cohnan dalam kegelapan malam.
"Chotto, Cohnan!! Berhentilah mengganggu di Tempat Kejadian Perkara!! Kau mengganggu kinerja detektif sepertiku!!" Bentak Airport. "Dan bagaimana bisa kau ada disini, diatas udara?!?!!!"
"Heh?" Cohnan tersenyum.
"S-sebenarnya, Cohnan, kau itu siapa??!!! Bagaimana bisa bocil biasa sepertimu bisa mengikutiku!!!"
Cohnan memperbaiki kacamatanya, dia berada di atas udara tentu saja karena di chapter sebelumnya fraksi ini bisa terbang akibat kemampuan si Airport. Senyuman misterius layaknya detektif yang memiliki penalaran hebat, "Edigawa Cohnan, Detektif..."
"M-masaka??!! K-kimi wa ano meitantei terkenal itu?? N-nemuri no Kogorou??!!!" Airport makin terkejut.
"Woi, sudah kuberitahu, Edigawa Cohnan, Detektif!! Kenapa malah nyasar kekarakter lain???!!!" Bentak Cohnan.
"Souka, Kimi wa Edigawa Cohnan, ano detektif bocil yang berada di acara minggu pagi itu??!!!!"
"Diam!! Sekarang kita harus melakukan serangan pembalik keadaan yang bisa menyelesaikan semuanya.." ucap Cohnan dengan tatapan tajamnya. "Sebenarnya actualy menginginkan want, makanya sekarang kenapa why selalu always..." sambung Cohnan.
"Serangan dari udara, dengan kecepatan yang tak bisa diperkirakan, apakah mungkin Akselerasion Fliesku harus kugunakan?"
"No, this is not good my friends, menurut insting detektifku, itu dibawah sana ada kipad angin yang mungkin akan bisa menerbangkan objek cepat sepertimu.." balas Cohnan, "Aku memiliki hissatsu, Tenkuu no Hayabusadan!!!"
"Menarik, mari kita buktikan kehebatanmu, Shounentantei!!"
Cohnan kemudian menekan tombol yang berada di sabuk celananya, hingga sabuk barusan mengeluarkan bolasepak, dan lalu enerji cosmo-nya seperti terkumpul di sepatu kaki kirinya, "This is my shoot, seperti Toshihiro, and my hissatsu, seperti Li Ho!!"
"T-terus, C-cosmo-nya seperti apa?"
"Penuh membara hatimu kosmo, sudah pasti ini Saint Seiya, Airport-kun, dari raut wajahmu yang kebingungan, aku berpikiran bahwa masa kecilmu kurang bahagia tidak menonton kartun di minggu pagi!!"
Cohnan yang sudah memegang bolasepak barusan, dan kemudian melemparkannya kepada sang Airport, "Lemparlah kembali kepadaku, seperti itulah hissatsu-ku akan tercipta dengan penuh cetar membahana!!"
"Yokai!!!"
Seperti mengikuti usulan sang Cohnan, sang Airport ok-ok saja melakukannya, dan lalu melemparkannya kembali kepada si Cohnan, Cohnan dalam terbang, dan dalam pose penendangan, ini adalah pose fokus yang harus absolutely good biar shot on target menjadi nyata.
"Terima ini!!!"
"Hissatsu: Tenkyuu no Hayabusadan!!!"
Sementara itu didaratan, "Yare yare daze, kalian masih dalam shield no densetsu desu ka? I am jadi absolutely boring desu wa..." ucap Herukoputeru.
Aliran udara, dan bunyi yang mulai memperdengarkan dirinya, ini adalah tanda-tanda kejatuhan yang semakin mendekat untuk mencapai target.
"Niji-san, aku berhasil mengalahkan mereka, mereka bertahan dengan shield, jadi mereka tidak bisa out of the zone!!" Seru Herukoputeru.
"Its very good, my anakbuah, come back to home, and makan-makan!!" Seru Niji.
"Ashiapppp-----"
Karena cerita ini tidak ingin menambahkan 'H' di akhiran Ashiap, maka dengan kejamnya bola menghantam tepat di wajah sang Herukoputeru sebelum melengkapkan kata-kata-nya.
Apa yang dirasakan oleh sang Herukoputeru, dalam batin yang terkejut, dan rasa sakit mendadak tak terduga yang dia rasakan, dia hanya bisa membatin dalam batinan seperti dorama sinetron.
[M: Aku tidak bisa melengkapkan kata Atta Lightning, Harus menjadi Ashiapphhhh!! Setidaknya adeganku jangan dikalahkan saat mengucapkan kata ashiaphh!! K-karena ini, aku tidak bisa mendapatkan notis dari my idol, Atta Lightning-san]
[M: Kenapa batinanku lebih panjang dari batinan di sinetron, kenapa? kenapa? Harusnya menjadi dialog biar pembacanya semakin tertarik meneruskan membaca batinanku sampai tuntas!!]
[M: Love-Love Minky Momo... Yang ada di dalam hatiku... Eh, aku ini laki-laki, kenapa saat aku kalah, aku malah menyanyikan soundtrack lagu untuk kartun perempuan???!!"
[M: Kumohon, In my mind harusnya cepatlah berakhir, karena In my mind dipenuhi dengan keluh-kesah yang terlalu banyak?]
Batin sang Herukoputeru berakhir.
Setidaknya dia berusaha menjelaskan dirinya seperti apa saat dia kalah, dan setidaknya tekadnya masih belom usai, iyakah?
"M-mada-mada???!! O-ore no mahou, adalah tidak menyerah??!!!" Teriak Herukoputeru.
Dia berusaha bangkit, dari bumi kelangit, meski terasa sulit, dari bumi kelangit..
"A-aku tidak akan kalah, aku tidak akan pingsan!!"
"S-sebelum aku melengkapkan kata-kataku???!!!" Teriak Herukoputeru.
Dua Manusia yang berhasil mengalahkan sang Herukoputeru mulai turun kedaratan demi ingin melihat kekalahan musuhnya.
"M-mada-mada, m-masih belum, b-bertahanlah, kesadaranku, d-damage tepat di wajahku, tendangan sekeras itu, secepat itu, bagaikan Lightning Speed!!"
"A-aku sudah dipastikan kalah, t-tapi...."
"Youre Already Lose..." ucap Cohnan.
"Ashiaphhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh..."
Akhirnya, akhirnya, akhirnya, dan akhirnya itu diciptakan, Ashiap tanpa H yang sebelumnya kini menjadi ada H dan malahan 'H'-nya terlalu banyak.
"I-inikah tekad seseorang yang tidak ingin berakhir seperti itu?"
"Dia tidak bisa melengkapi katanya dengan satu 'H' saat terkena bola yang kutendang, dan dia tahu dia akan kalah saat itu juga, karena Cosmo yang berada dalam hissatsuku seperti Cosmo-nya Pegasus Seiya, t-tapi dia... dengan tidak ingin kalah semudah itu!! T-tekad untuk melengkapi katanya tidak akan berakhir semudah itu.."
"A-akhirnya, saat satu 'H' tidak ada, dengan tekadnya, dia melengkapi kehilangan satu 'H' dengan 'H' yang lebih banyak... Herukoputeru, kau adalah laki-laki sejati!!" Seru Cohnan.
B E R S A M B U N G