
Pedang, Pisau, Belati, Atau Mungkin Granat, Hingga Machinegun dan Shotgun..
Bermacam-macam senjata bisa membunuh Manusia.. bisa memusnahkan beberapa orang.
Jalan Pedang, dengan tekad Samurai.. Pengguna Pedang hanya menentukan jalan mereka sendiri.
Tidak ingin terikat oleh satu waktu, dan mencoba mengembara mencari sesuatu yang indah..
Hingga kemudian, akankah hal indah akan selalu ada.
Districk Haruhiko.
"Kelompok Nipongatana terlibat pembunuhan di sekitaran area sini.. bahkan mereka membunuh beberapa orang...." ucap warga-warga.
"Nipongatana, bukankah adalah kelompok yang sampai sekarang memimpin Haruhiko dari balik bayangan.." ucap Beberapa warga.
Hingga kemudian, Pria tampan... mendengarkan Musik? Karena ditelinganya ada Headseat.
"Lihat.. itu siapa.."
"Musnahkan sesuatu yang tidak ada gunanya.. dan buatlah mereka berlibur ke-Neraka.." ucap Pria itu..
Dia melewati mereka perlahan.. warga-warga itu bahkan tidak menaruh curiga kepadanya..
"Death.. Blood.. Is This Art..." Ucapnya begitu santai.
Bruashhhh...
Apa yang dia lewati.. itu yang akan mati.. apa yang dia lewati itu yang akan berdarah-darah.
Hanya satu jalan pedang, Pedang ada untuk membunuh.. dan beberapa target adalah sesembahan..
"Jika kau memikirkan cara mati yang indah.. itu tidak bagus.. lebih baik mati dengan tubuh tercabik-cabik.."
"Pria itu.. dia membunuh beberapa warga.. aku melihatnya.." Ucap seorang Wanita yang tengah hamil.
"Sayang sekali.. aku tidak ingin membunuhmu.. jadikan aku temanmu.. dan aku akan melindungimu.." ucap sang Pria ini kepada sang Wanita yang barusan melihat aksinya.
"Eh.."
"Jalan Pedang, Pria sepertiku.. daripada memikirkan kisah yang romantis soal percintaan.. lebih baik memikirkan Netorare.." Dia mimisan.
"Woy dia mimisan.. dia mimisan.. pembukaan awalan arc apakah ini.. ini aneh woy...!!" teriak Nicki yang mempaused adegan pembukaan arc.
"Sakatsuki Sakakibara, Jalan Pedang.. adalah seseorang yang paling dicari ditahun ini.. siapapun yang menemukannya atau bahkan mengalahkannya.. kalian bisa mendapatkan hadiahnya loh.."
"Saat ini kita berada di distrik Haruhiko, dan dengan pemimpin distrik tersebut.. Nichijou Haruhiko-san.." ucap seorang reporter.
"R-reporter debutan.. Midorikawa Tsubame.. desu.." ucapnya lagi.
"Wadoo reporter barunya masih sekitaran 18 tahunan, dia masih muda.. dan mungkin bisa mengalahkan dominasi cemerlangnya wajah sang Pandemonican Nicole.." ucap Nicko.
"Hmm Pandemonican Nicole takkan kalah dari hujan.. dan bahkan takkan kalah dari debutan.." ucap Nicki.
"Jadi begini Haruhiko Nichijou-san, apakah sang Pendekar Pedang itu berbahaya..??" tanya Midorikawa Tsubame.
"Ya.. sangat berbahaya dia pernah bertarung denganku sebelumnya dalam perebutan Istriku.. dia mau membawa Tsuchikawa Teruhime, Istriku yang tengah hamil.." jawab Haruhiko Nichijou dengan panjang dan cepat.
"Bisa dibayangkan bagaimana pertarungan ninja terkenal dari distrik Haruhiko melawan seorang Pendekar Pedang kan.." ucap Tsubame menghadap kamera, dia masih berusaha melaporkan berita dengan wajah cerianya.
Beberapa hari yang silam, sebut saja sang Pendekar Pedang, Sakatsuki Sakakibara.
"Aku melihatnya.. orang itu membunuh beberapa warga.." ucap Tsuchikawa Teruhime.
"Jalan Pedang, Pria sepertiku, Daripada memikirkan kisah yang romantis soal percintaan, lebih baik memikirkan Netorare.." ucap Sakatsuki.
"Dia.. dia mau menculikku.. t-tidakkk..!!!" teriak Teruhime yang tengah hamil, karena perutnya lumayan besar.
"Aku akan membuatmu dengan nuansa romantis, drama Netorare dengan jalan pedang adalah apa yang ingin kulakukan.." ucap Sakatsuki Sakakibara, dia masih mimisan.
Dia masih mimisan..
Sakatsuki mulai mendekati Teruhime dengan perlahan, hingga kemudian..
"Haha.. Nichijou-san.. sudah lama tidak berjumpa.. apakah kau masih berada dalam bayang-bayang Nipongatana..???" ucap Sakatsuki yang tersenyum.
"Hahaha.. kau masih berani mengejekku.. kau bahkan mungkin bisa kukalahkan.." sang ninja.. tidak-tidak.. Nichijou-kun sudah sangat serius dengan kunainya.
"Pendekar Pedang melawan Ninja.. sangat seru.. action movie yang ingin kutonton.." ucap Sakatsuki.
Dia sudah bersiap-siap dengan pedangnya..
Dalam hitungan perdetik mereka mulai melesat..
"Jalan Pedang, Sakakibara Sword Style.."
"Jalan Ninja, Ninjutsu : Kagebunshin..."
Pedang dan ratusan kunai saling berhantaman..
Cring.. cirng... bunyi-bunyian tercipta..
"Kilas balik.. ini.. adalah.." ucap Nichijou yang membicarakan kilas balik ini.
"Apanya..??" tanya Tsubame.
"Tidak perlu diberitahukan.." ucap Nichijou.
Karena..
"Aku... mau pipis.." ucap Nichijou.
"Aku mau berak.." ucap Sakatsuki..
Pertarungan mereka berdua terhenti karena.. cuma masalah sepele...
Kilas balik ini..
"Hiddih kilas balik bahkan ditayangin di televisi beserta pemerannya.. kenapa hal seperti ini bisa diberitakan.." ucap Nicki.
"Inikan pikiran Nichijou-san kenapa bisa ditayangkan kepublik.!!" Teriak Nicko.
Tsubame Midorikawa, lebih tepatnya..
"Reporter tengah hangatnya.. Midorikawa Tsubame, kemampuannya adalah.. menayangkan kisah masa lalu menjadi filem.. apa yang lawan bicaranya bicarakan, bisa menjadi sebuah filem.."
"Itu dia... bagian mana yang paling berbahaya di era ini.. distrik Haruhiko.. distrik para ninja.." ucap Nicki.
"Tsubame Midorikawa, Sakatsuki Sakakibara.. atau bahkan Haruhiko Nichijou.. jika kau mencoba flashback ke Teruhime-san.. mungkin dia tipe Cewek galak.." ucap Nicko.
"Sudah cukup membicarakan arc ini.. bahkan kutidak tahu bagaimana jalan cerita arc ini.." ucap Nicki.
Dia kemudian mengganti chanell televisinya ke Chanell Bein Sport 3..
"Robot Match.. mempertemu..."
Kemudian chanel diganti lagi dengan chanel lain.
"Mana chanel yang ada Pandemonican-nya..??!!" teriak Nicki yang kemudian membanting televisinya hingga rusak karena dia kesana kemari cuma mau nyari yang ada Pandemonican.. dan karena tidak ada makanya dia kesal...
Di Flashnews..
"Pandemonican-san.. Popularitasmu menurun karena Tsubame Midorikawa.."
"Tidak apa-apa.. rezeki sudah ada yang ngatur.. itu tidak baik membicarakan orang sukses.." ucap Pandemonican.
"Sialan.. ini mungkin sejenis tahun battle ninja.. karena nama di arc ini banyakan nama Jepang.." ucap Nicki.
"Nipongatana itu kelompok jahatkah.." gumam Nicko yang membaca manga Samurai X.
"Sialan lagi lagi mengambil ide kelompok dari manga lain.." ucap Nicki.
B E R S A M B U N G
Chapter Selanjutnya : Jalan Pedagang.