
Kemampuannya adalah itu, dan hal-hal ribet adalah ini, begini saja sudah membuat proses kembali meribet.
Nicki bukanlah seseorang yang mengerti tentang keahlian membaca hati, bukan pula orang yang siap-sedia membantumu menghadapi lemparan penghapus gurumu yang akan hinggap di mukamu.
Jurusnya tak mempan, memanipulasi ketiduran enggak bisa bereaksi terhadap Terminal sang legendaris.
"Di sana, hanya ada mereka, dua nona manis, anak dan Ibunya yang terpesona akan indahnya pertarunganku, aku akan menjadi Cassanova untuk mereka..." Terminal seperti biasa, berucap ngaco.
"Hoh, mau Netorare? Meskipun Niji menjadi musuhku, aku masih mencintainya, kalau kau merebutnya dariku, kujitak kepalamu!!" Bentak Nijiiro.
Terekam di mana lagi keberadaan mereka, untuk apa Mansion yang luas; kalau Suamimu gak tinggal denganmu, untuk apa kisah cinta kalian berdua, kalau hobi ngambekan dan musuhan kayak kucing-tikus.
Tersipu kah Ia mendengarkan suara, tersipu kah Ia tentang Nijiiro yang cemburu karena perkataan ngaco sang Terminal.
"Eh..." Ia tersipu, tentu Ia tersipu, masih Ia ingat bagaimana mereka bersatu, masih Ia ingat bagaimana mereka saling romantis, ingatan manis takkan berlalu seperti angin.
Niji en Ciel, itulah namanya , hampir sama seperti Nijiiro, apakah mereka ditakdirkan menjadi 'N' agar mereka bisa bersatu, tetapi, kadang mereka batu, akhirnya saling serang-menyerang; membentuk sekutu, untuk saling bakutumbuk.
"Bakutumpuk apaan dah, jangan gajelas gitu kata-katanya , orang daerah lain gak paham, jangan make bahasa Jaksel juga, nanti makin puyeng pembaca cerita.." Mana berucap, nada protes.
"Benar.." sambung Jack.
Ucap mereka hanya untuk menambah durasi, karena mereka bosan sedaritadi tak terekam oleh lensa kamera, hanya soal intimidasi, akusisi, bahkan antisipasi kemampuan Manusia-Manusia dengan cara yang imajinasi.
"Berandal Malam Di Bangku Terminal, kuberikan julukan itu untukmu, bahkan saat malam selimuti langit, engkau masih kokoh berdiri memandang kegelapan, apakah kamu mencintai malam hari? Apakah kamu selalu bersedih saat siang datang? Matahari senyum adalah bagus, energi untukmu membuatmu sehat selalu.." Nicki kembali ngebacot , kayak gak ada kemampuan lainnya saja, soalnya tekniknya gagal enggak mempan akhirnya cuma hobi bicara.
"Malam ini bagaimanapun tetaplah malam, bintang , bulan, selalu ada menemani, bahkan dipastikan populasi Manusia kebanyakan akan istirahat saat malam datang.." balas sang Terminal.
Terminal di Terminal, sebut saja Teruminaru, namanya Terminal, tetapi Ia tak serbabisa seperti Terminal tempo lain, seperti Terminal buat colokan listrik, kalau saja kemampuannya adalah itu, maka dia akan lebih aneh daripada ini, Terminal ada bermacam-macam, tetapi selalu saja Bus yang menjadi acuan, teknik menabrak musuh hingga patah kaki.
Memandang Ia, mengharapkan malam tak berlalu, memasuki flashback kah Ia, agar cerita ini semakin memanjang? Apa teknik yang harus mereka perlihatkan untuk mengalahkannya sang Terminal penguasa malam hari.
Terminal juga bisa saja menarik saat siang, di siang adalah saat di mana dia lebih kuat daripada malam, karena seperti itulah daya tarik Terminal yang sering ramai saat pagi dan siang, atau sore di Terminal baru tempat mereka berlabuh.
Malam seolah tersenyum, kepadamu pembaca yang mengharapkan sesuatu, berdoa kepada-Nya, apakah ini hukum alam, atau memang Manusia semuanya sama?
~ Flashback ~
Harapan membumbung tinggi, ketidak-inginan merasakan rasa sakit selalu ada di lubuk hatimu yang terdalam, bayangkan kau bercerita, tentang Ia tentang kamu; dan tentang cewek yang Ia suka.
' Pagi ini kumenanti sesosok kekasih, yang akan datang siang hari, andai dia tak datang kali ini, aku akan memaki kepada hari, mengapa Ia tak datang kali ini.
Namun, mungkin saja, mungkin saja dalam perjalanan selalu ada petualangan yang tak sesuai deskripsi cerita, bahkanpun engkau takkan tahu, seperti apa Ia berakhir dengan senyuman manisnya.
•
"Apakah kau ada di Terminal, Stasiun-chan?" Itu adalah pertanyaan dari sang Terminal, yang menunggu Stasiun datang..
"Ya!!" Balas Stasiun cukup pendek, nada ceria Ia perdengarkan, kembali degupan jantung sang Terminal sangat luar biasa, beginilah romansa dan cinta.
Apakah Ia akan datang, tidak, karena Ia....
Hape sang Terminal kembali berdering, memberikan kabar terbaru kah, atau tentang Ia sang gadis yang auto datang hari ini.
"Diceritakan, pengarah cerita menginginkan flashback yang sedih, dan ini adalah flashback tersedihmu, mengapa begitu? Karena aku memiliki kemampuan #Spoiler..."
"Hah?" Terkaget sang Terminal.
"Kemampuanku adalah Spoiler , aku bisa mendapatkan spoiler dari penulis cerita, bahwa nanti Terminal akan punya pacar namanya Stasiun, pas mau ketemuan, dia menunggu di siang hari , dan Stasiun menaiki Busway, terus Buswaynya gak sengaja celaka, abis itu arahan ceritanya tertera, aku berbicara denganmu selama 3 detik mengucapkan kata selamat tinggal..." berbicara sang Stasiun.
"Karena aku mendapatkan spoiler dan aku sangat membenci spoiler karena aku tim batch, akhirnya aku ingin mengubah naskahnya..." sambungnya kembali.
"Berbicara denganmu lebih dari 3 detik...." ini adalah kata terakhir.
Bahkan meskipun Ia mendapatkan spoiler hanya tiga detik berbicara, Ia melawan hukum narasi, Ia melawan ketidak-adilan dalam pembuatan karakter cerita, dan merubah naskah 3 detik mengucapkan selamat tinggal menjadi 1 menit mengungkap segala kebenaran.
Pada akhirnya, Ia memang berakhir celaka dan mati, Busway jatuh ke jurang, tetapi , mungkin Stasiun sangat senang, karena Ia berhasil mengubah naskahnya.
~ Flashback End ~
"Cukup sedih ceritamu kawan, tetapi semen tidak bisa mengaduk dirinya sendiri, ayo kemari dan bantulah aku.." ucap Nicki yang mengubah gitar ajaibnya menjadi sekop.
"Tengah malam begini kok mau ngajak bekerja, malam ini khusus istirahat, dasar bodoh!" Bentak sang Terminal.
Terminal yang bertemankan kesepian malam, bercengkrama lama dengan derita, penyesalan tentu ada, mengapa bukan Ia yang menghampiri sang Gadis yang Ia suka, mengapa harus sang Gadis yang ke tempatnya, meskipun biaya emang Terminal yang urus.
Apakah ini permainan licik dari Narasi yang tak menginginkan mereka bersatu, sangat manipulatif sekali, sekarang mungkin narasi mengutuk dirinya sendiri.
'Tidak, itu narasi beda, aku narasi yang lain.
Membela dirinya dia.
Mungkinkah ini membuat Ia terluka, membenci Pagi makanya hobi bermain di Malam hari yang meresahkan.
Kesepian yang membuatmu bisa setress berkepanjangan, membuatmu jadi ngaco kayak Oyasumi Punpun, bacalah Oyasumi Punpun dan rasakan stress berkepanjangan.
"Aku kayaknya salah nanya, harusnya jangan nanya masalalu, masalalu sudah berlalu bagaikan benalu yang menggrogoti hatimu, ini sekiranya adalah ucapan asal-asalanku, mudah kutebak kesedihanmu, sembunyi dengan kata-kata sedih yang membuatku ingin menangis..." Nicki memperlihatkan raut wajah sedihnya.
Mau seberapa lama mereka berbicara, dan mau seberapa lama action di dominasi oleh dialog yang super berlebihan ditemankan oleh naradi yang gak kalah dominan.
Mungkinkah rahasia, cintanya tentang sang gadis cantik, Stasiun menunggu, dan Ia yang menunggu, dan naskah cerita yang gak mau kompromi, dan tentang naskah yang Ia ubah, apakah cerita ini sebegitu gelap, bahkan kisah cinta harus dibuat berakhir sedih karena arahan naskah seperti ini, menjadikan sang Stasiun sebagai objek kesedihan di Masalalu sang Terminal.
Ia akan kalah dengan cara apa, bahkan Ia masih tak menunjukan kata ingin kalah meskipun sudah membicarakan masalalu yang sedih.
Terminal; menyukai malam, membenci siang, dan bersembunyi dalam ruangan gelap, apakah Ia akan lari sembunyi saat pagi datang?
Apakah ini adalah takdir , bulan perlahan menghilang, suara mulai bising, dan Ayam-Ayam bernyanyi menyambut pagi.
"Aku... Menyerah..."
Kalahnya menunggu moment, dan apakah ini taktik sang Nicki? Sengaja berbicara berjam-jam hanya untuk menunggu pagi, membiarkan para pembaca bosan karena terlalu lama membaca naskah yang dipenuhi dialog dan narasi tanpa aksi keren.
"Karena Ia, memang membenci pagi, dan lihat Ia berlalu , bersembunyi entah kemana, karena pagi , siang, sore, adalah waktu yang membosankan..." Nicki menguap, dia mengantuk.
Mereka semua memang mengantuk; karena gak tidur.
B E R S A M B U N G