1+1: New

1+1: New
Chapter 178 - Kesepian Kita.



Mengalahkan kemampuan aneh hanya untuk kembali melawan karakter berkemampuan aneh.


Cerita ini emang aneh, kemampuannya gak ada yang benar, jika saja kamu pembaca berada di cerita ini, diyakinkan kamu akan pusing , tak tahu harus berbuat apa, akhirnya membiarkan cerita ini berjalan seperti semestinya.


Lusuhnya bendera di halaman rumah kita, bukan satu alasan untuk kita tinggalkan, banyaknya persoalan yang tak kenal kasihan, membuat kita pusing mikirin utang.


"Lihatlah dan pelajari, teliti dan fokuslah, saat kamu lengah , kamu akan terlindas gak karuan dan akhirnya hilang dari peradaban..." Terminal berucapkan kata kebenaran, karena Bus delapan buah berjalan tanpa tuan, karena ini dalam zona kemampuan 'Terminal' memunculkan bus untuk menabrak musuh meskipun tak memiliki sopir.


"Jika saja kekuatanku mengatur arah kendaraan melaju, maka kemampuanku akan berguna , tetapi kemampuanku hanya mengemudikan.." Jack Christoforus sedikit mengeluh, kemampuannya tidak akan berguna dalam nuansa kelam ini.


Korbankan delapan nyawa, demi kemenangan Nyonya, korbankan mereka yang tak bersalah, demi pujian dari sang pemberi perintah.


Bukan, bukan itu yang aku maksudkan, sebab perintah terjadi karena ultimatum bossnya sendiri.


"Delapan Bus, melaju tak karuan, delapan Bus, ugal-ugalan di Terminal, delapan Bus, itu yang menyeberang kalang kabut, delapan Bus, akan menabrak mereka sampai mampus.." Nada sombong sang Terminal begitu dominan.


"Ini celotehan orang bodoh kah?" Cohnan membenarkan kacamatanya, "Segala sesuatu menyingkap tabir, dan mereka penggemar serial misteri, bisa memecahkan kasus ini, Delapan Bus menabrak Manusia Sampai Tewas... Kasus ini wajib tuntas.." Cohnan memberikan ultimatum, kutukan akhir dimana mereka akan mati, tapi diyakinkan bahwa suatu hari nanti tragedi kematian ini akan dipecahkan oleh detektif terhebat sepanjang sejarah.


Ketenangan dan kekhawatiran merebak di skene ini, Delapan Bus melaju kedepan, bersiap untuk menghancurkan seluruh tubuh orang-orang di depan sana.


"Apakah kau pikir kita akan berdiam, berteriak 'aaaa' seperti di sinetron? Atau kau pikir kita tidak bisa menghindar? Terminal, kami juga punya kekuatan, menghadapi benturan itu hal biasa..." Nicki berceloteh santai, menghadapi benturan yang tak terelakan lagi.


"Kau pikir kita akan nerima dihantam bus? Kagaklah, kita akan melompatinya... karena kita...."


"Tokoh utama.."


Berbekalkan iming-iming tokoh utama, atau memang karena mereka MC-nya, memang cerita kadang memiliki plot armor yang ngawur, bisa saja ngebuat seseorang yang bisa menghentikan lajunya kendaraan atau mungkin melayangkan sesuatu ini ke semesta sebelah.


Author kadang bingung, ngebuat karakter begini, cara ngalahinnya gimana? Dan akhirnya menjadi cerita yang hobi narasi berlebihan.


"I am Speed..." Mata menyala memasuki Zone, dan suara serius lebih dari insting Manusia, ini adalah Zone Manusia terkeren sepanjang sejarah, apakah itu Jack Christoforus yang bercengkrama dengan 'Great Driver'-nya.


"Jangan mentang-mentang di sini ada Pengemudi hebat kalian melupakan kecepatanku selayaknya pesawat terbang?" Senyum kesenangan, seperti balas dendamnya akan dilaksanakan sekarang.


"Airport Skydiving???!!!!" Kecepatan kilatnya, seperti kecepatan tak terduga , 10 match adalah kecepatan pesawat tempur melaju.


Dengan kecepatan seperti itu; seolah dia bebas bolak-balik ngangkat beban dan menaruh mereka ke tempat yang tinggi jauh dari tabrakan bus yang sadis.


"Memang cocok di andalkan saat Ia memasuki Zone.." ucap Nicki , dia ngupil dan sudah duduk santai di atas pepohonan.


"Heh, kalian meremehkan bus yang gede ini?" sang Terminal tidak terkejut akan aksi sang Airport, "Tentunya aku sudah tau akan seperti apa jika bus akan menabrak target di darat, tapi apakah kalian lupa bahwa kipas angin terbang sang Herikoputeru masih bisa bereaksi?"


Sebab-akibat apalagi ini, apakah hanya sebuah basa-basi, tetapi mungkin saja ini hanya acuan, memberikan mereka ketakutan yang menggemparkan, agar mereka musuh kena mental, nyali ciut pipis di celana akhirnya nangis pengen lapor ke mamah papah.


"Jangan ngadi-ngadi, ini gak ada dalam arahan cerita..." ucap Mana santai, dia tersenyum manis.


"Kita tidak percaya kebohongan, bagaimanpun sekarang kamu kesepian di daratan sana karena kami sekarang berada in the air..." Sombong Nicki berucap.


"Airport; kamu bisa diandalkan juga, kukira beban ternyata teman..." ucap Nijiiro.


"Dalam kasus korupsi, ada adegan menggetarkan yang pernah terjadi beberapa tahun silam, kuyakin kalian masih ingat, kalau kalian lupa, berarti kalian pikun, tapi sebagai Manusia baik hati yang menawarkan kalian untuk mati; aku akan memberitahukan caranya..."


Bus-Bus yang tak mendapatkan target hanya menabrak beberapa pembatas jalan , "Refresh.." Bus yang rusak mendadak menjadi tampilan baru lagi, ini akan terjadi lagi tabrakan yang bisa membuat gigimu menggerutu karena menahan guncangan tak terduga.


Seperti dentum meriam, mungkin kalau ada Manusia yang tertabrak sekarang, suaranya melebihi dentum meriam.


"Metamorfosis perubahan bentuk, dan sudah pasti kalian ingat bagaimana tiang listrik menjadi korban, dari kokoh berdiri berubah bentuk menjadi penyok karena ketabrak mobilnya si Orang gajelas itu..." Mekanisme apa yang coba Terminal rangkum, sebab-akibat masih belum diperlihatkan oleh lensa kamera.


"Terminal: Metamorfosis Pohon dan Busway..."


Delapan Bus melaju tak karuan, mengarahkan kecepatan kepada pepohonan yang dihinggapi Manusia-Manusia bodoh, ini akan menciptakan dentuman angin ribut dan daun-daun yang gugur.


Bahkan mungkin perubahan bentuk pada pohon dan Bus . Menabrak ataupun ditabrak semua akan berubah bentuk menjadi penyot. Apakah pohon juga begitu.


"I Am Speed...."


Kecepatan kembali Ia gunakan, sang Airport yang cepat, tentu saja bisa lelah jika keseringan terbang memindahkan teman-temannya.


"Sekarang, Kita akan kesepian , hidup ini seperti terasing di lautan, memaksa kita memendam kepedihan... 'kan?"


Pohon-pohon kokoh , tumbang, apakah karena Bus yang Ia ciptakan lebih baru? "Impor dari Panzer ini..." sambung Terminal.


Kini, pepohonan sudah sepi, menjadi kesepian bumi, kehilangan pohon sebagai cinderamata.


Apakah Manusia, kemampuan mereka ini diciptakan hanya untuk merusak alam?


Nicki menahan kemarahan, atau ini adalah tingkat dimana waktunya Ia serius, mengeluarkan segala kemampuannya hingga dirinya gak karuan? Apakah benar akan terjadi? Apakah narasi akan mengabulkan ini?


Mungkin.


"Mungkin bisa..." Bossun berspekulasi setelah mungkin sang narasi di akhiran titik barusan, mungkin saja, mungkin bisa, bakarlah kosmo-mu, Nicki. Bisa saja Narasi akan bersemangat menonton adegan ini.


"Aku merasakan ini , kamu tau aku sakit hati, melihat semuanya mati di hadapanku, dan yang tersisa cuma debu.." Nicki bersuara serius.


"Buta, itu ada pohonnya, bodoh!" Bentak Terminal.


"Ini serius , tentang bumi ini , alam ini , dan kebun di depan rumahku.."


Kebun di depan rumahnya akhir-akhir ini sering terkena salam dari Binjai.


"Tentang pohon pisang, tentang rumput liar, tentang capung, tentang burung, tentang kenyataan bahwa semuanya tak seindah dulu..." Nicki semakin terhuyung oleh derita kehilangan pepohonan dan pohon pisang.


"Kesepian Kita, Manusia, Saat pohon tiada, karena buah yang kita makan, musnah..." Nicki mode serius adalah mode paling menggetarkan di cerita ini.


"Kamu harus menanam kembali...."


B E R S A M B U N G