
Sesuatu yang tak berakhir adalah otak yang memikirkan ide, meskipun kadang mengalami buntu, namun inspirasi akan datang. Seperti ini akan berakhir namun tidak dengan pikiran.
Jika kamu goblok dipelajaran, otakmu tidak berakhir mati, mereka masih memikirkan ide untuk mengejarkan dengan cara melewati jalan pintas. Disebut menyontek.
Jika, cinta itu tidak berakhir, saat mereka putus.. mereka sudah kehilangan benih-benih cinta mereka, dan jika mereka cerai.. love is lost.. tetapi jika masih ada counter attack hatimu yang rapuh.. cinta lama bersemi kembali akan datang.
"Sesuatu yang takkan berakhir adalah dimana otak akan memikirkan rute yang bagus memecahkan masalahmu sendiri!!!" Teriak Nicki.
Nicki berada diantara batas dan melewati batas, tidak diketahui ini dimana, namun akan diketahui sebentar lagi dengan rute hujan kemarin.
"Tatakai!!! Joe!!!"
"Tatakai!! Ippo!!"
"Ini sudah sering disebut dibeberapa skene Hajime no Ippo sama Ashita no Joe terus, ide segar mana woy!!!" Teriak Nicko yang menonton pertandingan tinju.
"Korakuen Hall!!! Nicki von Makunouchi Ippo sangat populer disini!! Seperti ini adalah kandangnya sendiri!!!"
Nicki Makunouchi sudah maju dengan pose Peek-A-Boo-nya. Dia sudah lebih siap dan sangat siap untuk menghajar lawannya disini.
"Kick Off!!" Teriak Komentator, dalam sekejap, kepalan tinju yang saling jual-beli seranganpun akhirnya tercipta.
Bunyi-bunyian kulit terpukul, terkikis oleh sarung tinju, dan sebagian darah-darah merah yang kemudian menetes di martas ring tinju yang sakral ini.
"Kuat seperti Yabuki Joe! Berani seperti Yabuki Joe!!"
"Sopan seperti Makunouchi Ippo! dan selalu lucu seperti Makunouchi Ippo!!"
"Maximus Bridge Diamond Punisher!!!"
"Dempsey Roll!!!"
........
"Draw!!! Critical Damage Check!!"
"Red Card!!"
"Penalty!"
"Ini bahas apaan anjay!!" teriak Nicko yang seperti terlepas dari sugesti. Kini dia sadar kalau mereka daritadi gak jelas.
"Ini daritadi main kartu, kenapa lu ngelihatnya kayak kita lagi tinju beneren!!" Bentak Nicki.
Ternyata mereka lagi main kartu dengan tinju-tinjuan.
"Aku ingin mendapatkan kartu critigal trigger dari seri Buyuden!!"
Pria yang sedaritadi bermain kartu dengan Nicki sebut saja bernama Alexander Kirtschberger.
"Kirtschberger-san, kau salah langkah, kau akan kena hantaman dari Sendo Takeshi!!"
"Tapi aku akan melakukan counter defense menggunakan kartu si Wally."
"Jielah penonton kecewa, kenapa dimulai begini dan akhirnya jadinya begini dengan awalan narasi bagus ujung-ujungnya jadi ampas ginian anjir!!" si Nicko sudah menunjukan gelagat tak sopan dihadapan orang yang lebih tua darinya.
"Kita takan tahu bagaimana cara kita memulai ini, namun kayaknya kota mati bernama Maximus Bridge akan memasukan kita kedalam kartu!!" ucap Kirtschberger.
Baru saja dibayangkan, perlahan cahaya keluar dari kartu tersebut..
"Eh?? This is Reality??"
"Uso desu yo!!"
Mereka bertiga tertarik kedalam dunia kartu-kartu yang banyak sesuatu yang tidak terduga.. namun sebelum itu... kita harus membuat mereka mendramalisir keadaan saat terhisap kedalam kartu.
"U-upin...!!! Genggam tanganku!!".
"I-ipin...." Nicki nangis karena mau terhisap kedalam kartu...
"T-tidakkkkkkkkkk... j-jangan lepas!!!..." teriak Nicki.
Beberapa saat kemudian tangan Nicki tak menggenggam tangan sang Nicko. Dia tertarik kedalam kartu meninggalkan Nicko yang masih berusaha melawan tekanan.
.
.
.
Mereka bertiga sudah berada di dunia lain, sebut saja isekai.
"Koitsumo koitsumo!! Animek zaman sekarang genre isekai kebanyakan!! Nah sekarang si biadab Author yang katanya anti-isekai malah masukin unsur isekai disini!!" Nicki marah-marah.
"Bahkan kita masa jadi Upin dan Ipin, yaelah gak keren amat ini parody anjir!!" sambung Nicko.
"Kalian yang aneh! Masih bagus muncul disetiap seri dan chapter atau bahkan oneshot!! Lah aku baru debut!!" Bentak Kirtschberger.
"Achiye karakter figuran ngambeks.." ejek Nicki.
Sedang asyik-asyiknya mereka berbacotan ria, dihadapan mereka tertampang jelas beberapa bangunan yang tinggi. Mulai dari tembok Santamaria, terus gunung Everightst.
"Ini??? Kembaran dari dunia kita kah???"
Di tembok Santamaria yang tingginya minta ampun terdengar iringan melodi musik-musik yang sudah tak asing lagi.
~ Sasageyo sasageyo shinzou wo sasageyo!!
"S-shingeki no Kyojin????"
Mereka bertiga setelah mendengar iringan lagu tersebut langsung lari tak terkira dengan kecepatan cahaya yang gak terlalu cepat namun masih bisa dilihat oleh mata.
Cukup benar, dan memang benar dan pilihan mereka tepat untuk kabur?
Dari tembok Santamaria muncul wajah gede seperti sedang mengintip.
Saat mereka berlari mereka masih sempat menoleh kebelakang guna memastikan apakah ada sesuatu..
"T-ternyata benar!! Ada Titan!!"
"A-aku tak menduga!! I-ini kabar baru!!" sambung Nicko.
"D-dunia menyimpan misteri tersendiri!!" sambung Kirtschberger.
Titan itu senyum manis melihat ada fraksi tiga orang yang lari terbirit-birit, tetapi Titan itu seperti tidak menargetkan mereka dan kemudian fokus kebeberapa hal yang masih tak ditangkap oleh lensa kamera.
"M-..." suaranya mulai terdengar untuk mengeluarkan perkataan, dan tarikan nafas beratnya ia perdengarkan begitu jelas terhadap fraksi tiga orang ini.
"S-seperti dia memanggil kelompoknya dengan kata lanjutan!! Makans mereka!! Kita lagi lapars.. seperti gini!!" teriak Nicki.
"Itu ending yang menyedihkan untuk kita!!"
"Bersiaplah untuk menjadi santapan, kulitku masih mentah dengan daging-dagingnya!!" sambung Kirtschberger.
Pikiran mereka negatif semua...
Titans tersebut itu makin senyum gajelas..
~ "M-mah!!! Minta Kiko!!!"
"Eh?????" Wajah fraksi tiga orang itu mendadak goblok karena mendengar titan tersebut.
"Wanjiir!!"
"Ulangin skene-nya ada bunyi-bunyi gaje barusan!!" Teriak Om rambut putih makai kacamata.
"Njir!! Ini kita gak sengaja masuk kedunia asli authornya!! Kita lagi masuk di proses pembuatan iklan kiko!!" seru Nicki.
"Dunia Manusia Nyata sangat mengerikan dan penuh dengan plot twist! Kukira Titan beneren!!" Ucap Kirtschberger. Akhirnya dia merasakan hal yang aman setelah sebelumnya takut dikira Titan beneran mau nelan mereka.
Kini, Fraksi tiga orang ini duduk membentuk segitiga, karena meja bundar tak ada, jadi ini seperti konferensi meja segitiga.
"Kita harus keluar dari dunia ini!" ucap Nicki yang memulai konferensi meja segitiga di dunia ini.
- B e r s a m b u n g