
Ini serius, tentang Bumi ini, tentang pohon pisang yang terkena tinju, tentang trend alay salam-salaman salam dari Binjai.
Tentang Pohon Pisang, cerita ini mungkin akan membahas tentang pohon pisang, juga rumput liar, dan kemarahan Manusia yang melihat semua musnah di hadapannya, dan yang tersisa hanya kata-kata serapah dari sang perusak alam.
"Kemampuanku adalah menciptakan zona terminal, jadi sudah wajar apapun yang kena tabrak bakalan melebur ke dalam sukmamu..." Terminal santai saja menanggapi kemarahan sang Nicki.
Katakan padaku, apa yang ingin kalian lihat, katakan padaku, cerita seperti apa yang ingin kalian baca? Komedi berstuktur lebih dominan dengan tanda baca yang baik dan benar , cerita ini tidak akan begitu, karena cerita ini hanya akan membuat kalian berpikir 'aku kenapa membaca cerita ini?'
Kalian tidak sengaja ngeklik, gak apa-apa, kalian membaca satu chapter, gak apa-apa, kalian tidak berkomentar? Gak apa-apa, tidak masalah, karena hak Manusia tidak bisa dilarang oleh peraturan, dan hak penulis adalah, apa ya, membuat tulisan ini berjalan begini, hak apakah itu? hak dimaki-maki adalah hal yang keren juga, atau bahkan dikomentarin dengan kata-kata kasar, tak apa, karena cerita ini, "Memang pantas dibegitukan..." sambung Terminal.
Nicki mungkin masuk dalam zone, mata memerah seperti biasanya , tentang pohon Ia marah, dan tentang mereka semua yang tak bisa memetik buah pisang, dan tentang pisang roboh terkena tinjuan.
"Terminal......." ucap sang Nicki pelan, diperlihatkan tentang memegang gitar dengan baik dan benar, tatapan tajam setajam pisaumu di rumah, ini adalah serius, tentang perkelahian ini, tentang kamu, tentang aku, tentang penulis, dan tentang pembaca yang bosan membaca cerita ini.
"Nande? Nande? Okakarimashita? Okakarimashita?" Terminal menyahut dengan alay, kayaknya dia bocah TokTok yang terjerumus trend alay.
"Tentang pohon pisang, tentang permainan gitar, tentang anak band, tentang mas pacar dan gadis yang ahli bernyanyi, dan tentangku yang bukan jadi pilihan, tentang rasa sakit, tentang istirahat, tentang kamu berak di celana, tentang semuanya , tentang musik bagus, tentang kisah suram, tentang lagu depresi, tentang berdansa bersama bayangan... dan tentang kenyataan bahwa kamu..."
Berkata begini dengan nada, seolah Ia bernyanyi menciptakan jurus paling menakutkan sepanjang sejarah.
"????" Masih bingung sang Terminal.
"Bahwa kamu....."
"??!!!"
"Akan tertidur..."
Apa yang coba kau lakukan, apa yang coba kau perhatikan, apa yang akan coba kau perbuatkan?
Saat pembaca menanyakan itu, akupun tak tahu apa yang akan terjadi, akan seperti apa adegan selanjutnya, kita memiliki keahlian untuk menunda-nunda ******* pertempuran yang meresahkan.
Kehabisan ide bisa disebut begitu, karena memang cerita ini bukan seperti cerita action yang keren, memainkan prosa terlalu sering dan narasi yang selalu saja berlebihan.
Mengantuk sang Terminal , terasakan olehnya rasa kantuk yang teramat dalam, inginnya tidur, dan istirahat seperti bintang jatuh yang pensiun untuk menyinari malam.
Menahan kantuk, bisakah Ia, Zona apakah yang akan Ia perlihatkan, mungkin saja Ia tak memiliki Zona, karena dia terlihat bukan seperti olahragawan, haruskah Ia tertidur tanpa memperlihatkan potensi kemampuannya?
Penulisnya pun bingung, arahan apa yang akan dilakukan; selanjutnya akan seperti apa, karena cerita ini tidak jelas.
Menguap kembali Ia, sang Terminal menjadi seperti Berandal Malam Di Bangku Terminal, yang akan dengan muak terlelap tidur mengharapkan malam tidak berakhir, tetapi tetap saja musuh terburuknya adalah pagi hari.
Jangan, jangan
Pagi kau hadirkan
Biarkan malam terus berjalan
Jangan, jangan
Mentari kau terbitkan
Jangan, jangan
Kumohon dan aku harapkan
Jangan, jangan
Mentari kau terbitkan.
Apakah ini adalah nyanyian? Senandung Mas Pacar yang berusaha menyanyikan lagu keren untuk Gadis yang pandai bernyanyi?
Atau tentang orang kikuk bersuara datar dan dibalas oleh sang cewek dengan pertanyaan paling keren 'Ini lagu apalagi, Zaki?'
Siapa itu Zaki? Gak tau, siapa itu Mas Pacar? Gak tau, siapa itu Gadis yang ahli bernyanyi? Apakah itu semacam cewek manis yang hobi caper ngechat ngirim pictures ke Cowo gantengs? Mana diketahui, itu masih celotehan spekulasi yang ngawur, titik terang belom ada, sebagaimana cerita ini berjalan hambar.
Apa yang akan dilakukan oleh sang Terminal, mengantuk dan menguap, tertidur dan kalah, kalah gampang tanpa perlawanan terkuatnua yang dia banggakan, atau ini hanya semacam ngeprank para pembaca agar mereka berpikiran bahwa sang Terminal ini karakter lemah nan ampas yang cuma mau numpang nama di cerita ini?
"Mungkin, kau pikir kuakan akan tertidur, terlelap, terlentang dan bermimpi karena kekuatanmu? Tokoh utama, kemampuanku ini unik, tak bisa kamu remehkan, apalagi membuatku tertidur, itu sudah hal biasa, apa yang sering terjadi saat Terminal ramai? Kau pikir kemampuanku hanyalah sebuah tabrakan kecelakaan brutal yang membuat target terluka karena cinta?" Berceloteh panjang Ia meskipun masih menguap, pose apakah yang akan Ia lakukan untuk mengeluarkan jurus terbaru? Atau hanya sebuah perkataan sepele seperti mengeluarkan jurus pada umumnya.
"Benar..." sang Terminal mengiyakan spekulasi sang Narasi.
Rapalan tangan tak terlihat , karena Ia bukanlah sesosok shinobi yang repot-repot ngehalu ngeluarin jutsu culun.
"Zona Terminal: Bising-Bising Penumpang..."
Terminal pada umumnya akan sangat bising saat ramai, terlepas dari meskipun yang di sini hanya berdelapan, tetap Zona Terminal edisi bising bisa digunakan oleh sang Terminal, karena di Zona adalah kekuasaan sang pengguna dia bebas mengkreasikan seperti apa kemampuannya asal masih bersinambungan dengan nuansa Terminal.
Hiruk-pikuk, bising-bising lantas terdengar, membuat telinga anda berkedut-kedut mendengarkan intonasi ribut Terminal.
"Berjuta kepala tertunduk lesu, eh berdelapan kepala mata mereka akan terkejut, lesu tak bisa membuatku kalah semudah itu, otomatis cerita ini akan semakin memanjang , bagus , semakin bertele-tele ceritanya, akan semakin sepi para pembaca..." sarkas terselubung adalah perkataan sang Terminal, mengejek cerita sepi ini, dia gak sadar aksi kerennya otomatis gak bisa terkenal.
Dia menguap, tapi tidak mengantuk, tidak tertidur, tak mendengarkan alunan musik sang Nicki, hanya bising-bising yang dominan, ini adalah counternya kemampuan tidur sang Nicki kah?
Dia masih dalam keadaan marah karena pohon pisang, atau pohon-pohon lainnya terlululantahkan oleh tabrakan maut Busway.
Dan sang pelaku masih tersenyum, tertawa, senang, mengejek, meremehkan, seolah-olah dia terlalu kuat sampe susah banget untuk kalah.
"Tidak mempan, alunan musik yang membuat Ia mengantuk tak berguna, akibat bising mereka para suara tak bertuan..." Nicki kembali memikirkan apa yang harus Ia lakukan, untuk mengalahkan lawan yang susah tertidur.
"Nuansa Terminal, bisa ramai karena saat ticket terborong habis, otomatis penumpang naik berhamburan, bising mereka bercampur menjadi kesatuan, alunan kehebohan memerintahkan barang dinaikan ke Bus, dan para kernet yang serba sibuk, sangat kesal terkadang tentang mereka yang hobi memerintah..." Terminal, dia sudah berpengalaman soal dunia Terminal, tentang ribut, tentang kernet, atau tentang Bus melaju di tikungan yang membuat penumpang pusing tak karuan.
"Bukankah kemampuanku sangat menarik, Nicki-kun?" Menutup chapter ini dengan pertanyaan klasik, sembari senyum yang Ia pancarkan, adalah senyuman akan yakin tentang kemenangan.
B E R S A M B U N G