
~ Manusia, ditakdirkan untuk tidak hidup sendirian, itulah gunanya masyarakat berkelompok.
Atau kadang, meskipun kelompok ini cukup bagus, tetapi ada orang munafik yang menyembunyikan wajah mereka.
Dengan kata-kata manis, mereka akan merangkai kata sebagus mungkin untuk membuatmu tak bisa mengelak dari jebakan mereka.
Sampai Kapanpun, Manusia akan hidup berdampingan, dan celotehan seorang musuh di dalam selimut, akan menghancurkanmu diam-diam.
~
"Ibu!! Ayah!!" Gadis Kecil ini menangis, berteriak, berjuang, hingga air matanya jatuh kebanyakan.
"Shiori... Hiduplah!!" Ucap Wanita paruh baya, ya itu adalah Ibunya Shiori, mungkinkah?
Dinding kokoh runtuh, dan menampilkan adegan dimana tubuh kedua orangtuanya tertimbun reruntuhan.
"Whenever You Cry... Remember Me..." Suara yang cukup serak ini, diperdengarkan kepada sang gadis kecil yang menangis.
Gadis ini seakan-akan mengerti apa maksudnya, dan merujuk kehal apa yang coba ia katakan, tatapan tajam penuh kebencian, Shiori perlihatkan kepadanya.
Namun, tak sedikitpun tatapan gadis lemah itu membuat ia takut..
"Shiori Slowsteps, apakah kamu akan menatap masa depan, atau malah menjadi anak yang suram, aku akan menantikan sebesar apa kamu tumbuh.." Pria ini adalah, Gabiani si Peruntuh, atau mungkin. Dialah yang menghancurkan rumah yang kokoh ini.
Berita mulai bermunculan saat ini, memberitakan soal kekacauan yang terjadi di kediaman Slowsteps.
"Bagaimana menurut anda, tentang pesaing anda yang dikabarkan mati, Tuan Nijiiro Skydiving?" Seorang Reporter mengajukan pertanyaan.
"Ini keruntuhan, mungkin sistem globalisasi keuangan akan menurun, karena kota Unknowns kehilangan Herera Slowsteps, pengusaha panutanku.." Balas Nijiiro, dengan wajah murung tapi seperti menyembunyikan kesenangannya dengan kemurungan.
"Duh... yah beginilah, inilah yang terjadi.. saya Pandemonican Anastasia mohon undur diri dari hadapan anda..." Reporter Cantik ini bernama Anastasia, sembari mengakhiri sesi berita hari ini.
10 Tahun Kemudian...
Gadis Cantik bersurai kebiruan ini tengah berjalan dengan begitu santai, this is onnanoko no namae wa, Shiori Slowsteps.
Seperti namanya, Slow Steps, dia berjalan sedikit lebih lama daripada orang yang takut telat, wajahnya tidak menunjukkan kepanikan soal telat atau apa.
"Ada dua macam Manusia, seorang Guru yang akan menghukum muridnya saat telat, dan seorang Guru yang telat tapi tidak dihukum.." Dia berucap begitu kemudian sembari berjalan.
Lalu bagaimana, ini kisah apa? Dan akan di bawa kemana? Dan bagaimana cara untuk mengakhiri konflik ini?
Kediaman Skydiving.
"Sudah sepuluh tahun kita berhasil membinasakan Family Slowsteps, akhirnya tibalah kita menguasai dunia per-uangan." ucap Nijiiro.
Konflik ini sedikit merujuk ke-dorama keluarga mungkin?
"Duh, Skydiving Families akan beraksi..." Pria bersurai putih yang menggenggam pedang sedang duduk santai di tempat duduknya.
"St.Louis-Reunìon!" Teriak seorang gadis, mungkin saja nama gadis ini Irene.
"Huh?" Reunìon hanya santai.
Dari ruangan lain muncul seorang Pria bersurai putih juga...
"Keluarga Skydiving akan menguasai tataan keuangan...." ucapnya, Pria ini adalah Hardvert.
Sebut saja mereka adalah keluarga Hafnarfjardarsson.
Lebih spesifiknya, bisa disebut sebagai sekutu keluarga Slowsteps.. karena....
"Aku pulang..." Ternyata gadis yang berjalan sebelumnya tinggal di rumah Hafnarfjardarsson Families.
"Bagaimana, apakah harimu menyenangkan, Slowsteps-san?" Tanya si Irene santai.
"......" gadis ini hanya menatap datar kearah Irene tanpa memberikan jawaban, dan lalu ia berlalu masuk kekamarnya.
"Ah, Slowsteps-san.. Ya, keluarga Slowsteps dulunya adalah sekutu kita, tetapi mereka sudah dimusnahkan oleh Pria bernama Gabiani sang peruntuh." ucap Hardvert.
"Dan tugas kita sekarang adalah balas dendam.. kita akan menghancurkan keluarga Skydiving.." Sambungnya.
~
Sementara itu, di Unknowns Bagian yang ada Nicki dan Nicko.
"Apa kau tahu Niisan, 10 tahun lalu saat kita masih bocil, ada kejadian menyedihkan?" Tanya Nicko membuka percakapan.
"Hmm? kematian Ijigaoka?" Balas Nicki dengan nada bertanya.
"Bukan!!" Bentak Nicko.
"Heh?"
"Oh.. aku ingat, dulu, 10 tahun yang lalu, Slowsteps Families dihancurkan oleh satu orang pria yang dijuluki si Peruntuh!" balas Nicki.
"Ya!! dan kini menurut kabar miring, Gabiani sang Peruntuh sudah terlihat di kota unknowns dua bulan terakhir!!" Ucap Nicko.
"Mau meruntuhkan apa dia?" Nicki mulai memikirkan sesuatu.. "Jangan-jangan dia akan meruntuhkan kantor DiiPiiR yang banyak koruptor? Wah itu bagus!!" Seru Nicki.
"Mukamu bagus!! Kemunculannya berarti dia akan menghancurkan sesuatu lagi!!" Bentak Nicko.
Dua orang kembar ini memang kebiasaan mereka adalah saling mendebat.
Tiada hari tanpa parody, dan kemudian mereka berdua kini berdiri dengan gagah berani.
"Mulai sekarang ini pertarunganku.." ucap Nicki.
"Tidak Nicki-senpai, ini pertarungan kita!!" Sambung Nicko.
"Astaga.. kalian berdua tidak ada habis-habisnya meniru Akatsuki Kojou ama Yukina Himeragi ya.." seorang Pria yang memang sudah dikenal oleh mereka, berpakaian khas petinju, siapa lagi kalau bukan Spiegel Redhawk.
"Mukamu!! kamu melihat berita dimana-mana? Katanya Gabiani udah dateng!" Ucap Nicki dengan nada bertanya sekaligus membentak si Spiegel.
"Hoh, jadi Gabiani lebih menakutkan daripada keluarga Skydiving?" Spiegel balas memberikan pertanyaan yang blak-blakan.
Tidak ada yang tahu tentang rahasia seseorang kecuali jika ketahuan, maka itu akan menjadi rahasia dan dorama memeras duit mereka pun muncul.
Singkatnya, Nicki kini berdandan jadi orang miskin..
"Berikan aku pinjaman duit tuan.." ucap Nicki.
"Hohoho.. saya adalah Spiegel, saya takkan meminjamkan uang segampang itu kecuali ente bisa bayarnya.." balas Spiegel.
"Ampunkan saya tuan..."
"Tidak ada ampun-ampun!!" Bentak Spiegel, dan dorama merekapun dimulai dengan si Spiegel memegang pistol dan di arahkan tepat di area kepala sang Nicki.
"Youre go to hell..!!"
Door!! door!! door!!
"Gyahahaha ternyata cuma petasan!!" Ucap Nicki berseru.
"Hei harusnya lebih menghayati peran! ini demi mencapai banyak durasi!!" Bentak Spiegel.
Tanpa mereka ketahui....
Unknowns, Elephant.
"Open The Door!!" Teriak seseorang yang berpakaian serba hitam dan memegang senjata laras panjang.
"Yokai!!" Dua orang lainnya kemudian menendang pintu tersebut hingga rusak.
Brakk!! Pintu yang terbuka berkat tendangan, dan kini memperlihatkan seorang pria yang tengah ketakutan..
"Ampun tuan... aku belum memiliki uang.." balasnya.
"Kill!!" Teriak orang yang belakangan, tepatnya yang suruh buka pintu tadi.
"Yokai!!" Balas Dua orang lainnya. Dan kini mereka akan mulai menembak!
~ Door!! door!! door!!
Desingan suara tembakan yang mencekam...
~
"Berita baru-baru ini, seorang Pria bernama Akabayashi Shinosuke ditemukan tewas di Kota Unknowns bagian Distrik Elephants, dia menderita 17x tembakan." ucap sang pembawa berita, Nicole Pandemonican.
"Wadooo!! padahal kita baru doramaan, ada kejadian betulan juga???" Nicki dan Nicko terkejut, saking terkejutnya mereka kemudian melemparkan cola mereka keruangan yang gak sengaja ada kamera.
"Eh??" Nicki dan Nicko menyadari hal itu, mendadak kamera mulai error...
"Mau tak mau, bersambung dulu, soalnya kena kamera, jadi rekaman episode ini dihentikan! dilanjutkan besok dengan episode terbaru!!" ucap Nicki.
"Jaa nee!!" Nicko melambaikan tangan kekamera sebelum kameranya mati kemudian.
Mendadak..
"Layarnya gelap nih?" Penonton dirumah mempertanyakan apa yang terjadi karena mendadak episode 1+1 sedang disconnection dan menjadi layar gelap-gelapan.
B E R S A M B U N G