
"Layu..." Mana sudah berhasil membuat kebun bunga di dalam hatinya layu hanya karena berkat kata-kata Jack di masa lalu.
"Kau... Kau membuat bungaku layu??!!!"
Mana tidak bisa diremehkan, dia berhasil mengatasi Hanahaki Byou dengan cara menghapus semua kemekaran yang diciptakan oleh masa lalu, dan mengisinya dengan kelayuan dari bunga layu yang tidak cocok untuk mekar.
"Bunga... Tidak ditakdirkan membenci angin, dan bunga juga tidak ditakdirkan merebak lebih luas dalam hati seseorang yang membenci bunga..." Mana menatap tajam kearah sang Asep.
"Cukup tahu, cukup sudah, kau akan kalah disini, Nona... kau lemah..." balas Asep.
Jurus apalagi yang akan dia perlihatkan untuk membuat sang gadis seperti Mana ini kalah, "Asep-san, kau itu sudah om-om, umur sudah 49 tahun, kamu tidak cocok melawanku yang masih 27 tahun.." Mana berucap, "Kau tahu, Zone of the End-ku adalah Anti-Negatif... saat Zone itu aku aktifkan semaksimal mungkin... maka..."
"????!?!!!" Asep hanya terkejut, dia sudah tahu tentang apa yang sedang Mana jelaskan, karena efek negatif dari mekarnya sang bunga mendadak menghilang, malahan bunga-bunga yang barusan mekar sudah mulai layu.
"Kelopak bunga yang jatuh, seperti itulah keputus-asaanmu tentang kalahnya sang bunga, sedangkan aku adalah wanita, aku tidak menyukai bunga yang kamu banggakan, karena menurutku aku lebih dari sekedar bunga-bunga..."
Kelopak bunga layu, mulai jatuh untuk kalah, bunga yang kehilangan semangat untuk selalu mekar, sedangkan Asep dengan umur yang tua....
Mana berjalan mendekat kearah mas Asep dengan super santai, dia tersenyum, seakan-akan dia akan menggunakan kemampuannya untuk membuat Asep merasakan penderitaan.
Apakah dia akan membuat Asep semakin menua agar encok-gondoknya semakin parah? Hingga harus membuat Asep berhenti mencangkul kebun, atau bahkan menanam bunga di kebun?
"... 31 Years Old..."
"????!!!!"
Apa yang dia buat adalah kebalikannya, apa yang dia perbuat meleset dari komposisi tebakan yang dibuat oleh Narasi.
Asep mendadak seperti berumur 31 tahun, itu karena sang Mana memanipulasi umurnya, "K-kau??!!!"
"Kau akan merasakan masa muda yang cemerlang, sebagai tukang kebun yang akan tidak pensiun di musim mendatang.." ucap Mana.
Ada satu objek yang terbangun dari tidurnya, dia menoleh kesana kemari, kekiri dan kekanan, kemudian mengucek matanya agar segera melihat dengan bagus tentang apa yang terjadi disini.
"Gabbiani?" Dia berucap setelah melihat Gabbiani yang tergeletak begitu saja, tanpa alasan bahkan tak mengenal tempat itu kotor atau tidak.
Kemudian dia menoleh kearah mas Nijiiro dan anaknya yaitu Rainbow.
"Huh? Sekedar Nostalgia, atau ingin memberikan tontonan yang menarik?" Dia segera bangkit, dan lalu berdiri dengan begitu mantap, "Gabbiani membawaku kesini, syukurlah dia sudah kalah.."
"Woh, sudah sadar kamu, nona dari masa lalu yang kelam?" Nijiiro berucap seperti mengejek Shiori.
"Aku, Shiori Slowsteps, masih memiliki mimpi, aku tidak ingin terjebak dalam dorama gajelas seperti dalam film-film aktion.." ucap Shiori, "Gabbiani itu harus dipenjara karena menerobos masuk kedalam kediaman Hafnarfjardarsson famili.. soal kisah sepuluh tahun berlalu. Itu adalah masa lalu.. aku sudah melupakannya..." sambung Shiori.
"Woy woy woy woy woy di chapter 140 narasinya dibuat serius, dan kamu sudah gede, tapi sekarang disini kamu tidak memperdulikan kisah itu???!!" Teriak Nicki.
Dia sudah terbebas dari efek Zona Otoritas Bunga milik sang Asep.
"So what gitu loe?"
"Kampret, dia meremehkan kehebatan kita, Mana-aneesan, hajar dia dan jambak rambutnya!! Ayo perlihatkan bagaimana Bunga yang layu melawan Bunga yang berusaha mekar!!" Teriak Nicki.
"Cih.. Buang-buang waktu saja..." Shiori berjalan kearah sang Nicki, Nicki kemudian mencoba menjauh dari area itu karena dia gak mau dekatan sama Shiori.
Namun...
"Room: Slow Steps..." Nicki sudah masuk kedalam zona melambat milik sang Shiori hingga membuat perjuangan Nicki untuk sedikit menjauh dari sang Shiori sia-sia saja, karena pergerakan Nicki menjadi super lambat.
Shiori yang sudah didepan sang Nicki kemudian menarik kerah baju sang Nicki, "Kau pikir aku merasa tertolong karena aksi kalian disini? Tidak, aku sangat kuat!!" Shiori membentak.
Lalu dia melempar Nicki dengan gaya bantingan, "German Supleks!!"
"A.....!!!"
Nicki kemudian berdiri kembali, tapi dia sedikit sempoyongan, "Aku berputar-putar, aku jadi pusing..."
Sedangkan Asep yang dikalahkan oleh sang Mana dia sedikit tidak senang dengan wajah mudanya. "Kembalikan umurku..." ucap Asep dengan santai.
"Woi??!!! Karir tukang kebunmu akan lebih panjang karena umurmu sudah 31 lagi, harusnya yorokobe shounen!!" Seru Mana.
"Umurku bertambah, umurku selalu bertambah, setiap hari, umurku seperti itu, jika umurku kembali kesaat aku masih muda, maka umurku yang kulewati bersama Shurthie di Dha-Phoer tidak masuk dalam sejarah waktu..." Asep mulai menunjukan sikap kerennya, "Ketika Manusia menua, berarti mereka layu, seperti bunga..."
"Huh?"
"Ketika bunga mekar, maka itu keindahan sementara, karena kelak mereka akan layu.." ucap Asep lagi, "Ketika Manusia lahir, maka itu keindahan menciptakan kenangan, dan saat mereka mati karena usia... maka itu akan menjadi kenangan abadi... dan ketika dimana umurku menciptakan kenangan itu diubah, maka kenangan itu tidak pernah ada..."
"Hah?"
"Kelopak bunga yang jatuh, adalah disaat Surthie-san tidak tersenyum, dan saat dia tersenyum, itulah saat dimana bunga seperti mekar.. dia selalu tersenyum untukku, melihat wajahku menua, kemudian dia ikutan bercermin.. dan lalu berkata kepadaku.."
"Jangan khawatir, Asep-san, Surthie-mu juga menua kok..."
"Hah?"
"Jadi, sebelum kamu go to home, kembalikan umurku...."
"Dasar Pak Tua yang romantis saat Tua, harusnya Skorupskiy berkata romantis kepadaku seperti kamu, Pak Asep!!"
"Jadi, kenapa ini mulai memasuki akhir?" Bossun berucap.
"Tidak, ini boleh saja dibuat bersambung, tapi ganti rugi soal aku tidak mendapatkan pendapatan hari ini harus dibayar.." ucap Christoforus.
Nijiiro kemudian merogoh kedua kantung celananya, "Kalian tidak akan mendapatkan sepersen pun disini...." Nijiiro, wajahnya memperlihatkan ekspresi yang mengintimidasi..
"Hoh?" Nicki juga ikutan serius.
"Jadi sudah dimulai kah?" sambung Nicko.
"Mulai sekarang, ini pertarunganku.." ucap Nicki.
Tidak Nicki, mulai sekarang episode ini bersambung.
"Hah?"
Benar Nicki, mulai sekarang episode ini akan bersambung.
"Woi!!! Harusnya ada sambungan 'Tidak senpai, mulai sekarang ini pertarungan kita' kenapa narasi gak mau kerja sama???!!!" Teriak Nicki.
Benar Nicki, mulai sekarang chapter ini harus bersambung.
"Woi!!!"
"Bawel..." Nicko mulai masuk fase serius, "Tidak Niisan... Mulai sekarang... ini... pertarungan ----"
"Selesaikan kata-katanya woi!!!" Teriak Nicki.
- Tidak Nicki, si Nicko menghilang dari layar, dia tidak bisa memparodikan hal itu.
"Kampret!!!"
- Bukan Kampret Nicki, mulai sekarang chapter ini bersambung.
"Anjir!!!"
B E R S A M B U N G