1+1: New

1+1: New
Chapter 190 - Wanita.



Fenomena lantai licin dan sang Mana yang terpeleset, adalah sebuah cerminan betapa menariknya rahasia wanita yang santai.


Tak terbendung Ia bergerak, tetapi tak mengetahui bagaimana lawannya mengeluarkan kemampuan, alhasil Mana terjebak dalam kelicinan , tak bisa bisa berdiri, karena semakin sering Ia terjatuh, semakin sering lantai itu akan licin.


Satu-satunya cara untuk melawan sang Niji, adalah kamu tidak terpeleset. Namun, sang Mana terpeleset, Ia tak bisa bangkit kembali.


"Aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi, aku terpeleset terus dalam kelicinan yang licin..." Mana memang sudah tak bisa berdiri, terkecuali sang Niji menghilangkan kelicinan sebuah lantai.


"Sebagai seorang Perempuan, kita harus tetap tenang saat menghadapi tekanan, bahkan aku, bahkan Ibuku, bahkan Ibumu, mereka bisa tenang, tetapi mengapa kamu tidak? Itu karena kamu terbuai oleh kesenangan, karena kamu orang kaya berkat Mamah-Papah-mu, kan?"


Berpengalaman menjadi sang Ibu, maka Ia sudah tahu seluk-beluk pesona sang wanita, memang wanita dewasa sangat mengerikan, pesona manis namun menakutkan, membuag hatimu berdebar-debar dan kamu tak sadar bahwa wanita memiliki bermacam-macam rahasia yang tak bisa terungkap jika Ia tak menceritakan padamu.


"Aku bisa melawannya.." Komentar Slowsteps, "Tapi aku tidak tertarik, Karena wanita itu memiliki trick yang tak terduga.." Bahkan Slowsteps tak ingin melawan, berbanding terbalik dengan sang Mana yang asal-asalan nyerang.


"Ayo, seranglah aku kapanpun kalian mau, aku ada untuk di sini, dan kalian ada untuk mengalahkanku, bukan?"


Pertanyaan yang santai, bukan, bukan ini yang akan Ia lakukan, atau bahkan trick yang membuatmu menahan malu, bukan- bukan itu yang akan Ia lakukan, bukan; bukan itu yang coba aku rangkumkan, sebab kemampuannya tercipta berkat kesalahan Author ini sendiri.


"Wanita.... Wanita..." Nijiiro berucap pendek.


"Karenamu, lahir majalah dewasa.." sambung Nicko.


"Jangan bersenandung saat ingin berkelahi, ini cerita action kenapa malah mau jadi musikal lagi?!!!" Bentak Bossun.


"Terungkapkan sebuah rahasia wanita, adalah sebuah kebetulan belaka, meskipun selamanya kebenaran selalu hanya ada satu, tetapi wanita adalah makhluk yang berbakat dalam hal menyembunyikan wajah aslinya , kita takkan tahu apa yang berada di balik senyum manisnya, ketenangan dan senyum kadang berbanding terbalik dengan apa yang Ia pikirkan dan apa yang akan Ia lakukan.." Cohnan mulai berspekulasi, bagaimanapun dia adalah seorang detektif handal.


"Misteri, ketegangan, kejutan, dan rasa penasaranmu, semua takkan terjawab selama wanita itu tersenyum.." Sambung Cohnan sembari memperbaiki kacamata-nya.


Apakah ini aksinya? Sang Cohnan yang sudah berucapkan kata panjang.


"Kau sudah bangun , Meitantei Cohnan?!!" Nkcki dan kawan-kawan terkejut akan kebangkitan seorang Cohnan.


"Menurut kalian, aku akan menghadapinya berapa lama?" Lalu sang Cohnan memberikan pertanyaan yang selalu aneh, selalu ada kata berapa.


"Tak Tahu!!" Jawab mereka serentak.


"Berapa?"


"Mana kita tau, Cohnan!!" Seru mereka lagi serentak.


"Betul, aku bahkan tak tahu apakah kemampuanku bisa berguna kepadanya.." ucap Cohnan, "Tapi, bukankah sudah tugas seorang detektif memecahkan misteri??!!"


Menutup mata Ia, dan yang Ia lihat tidak ada, karena lagi gelap, ini adalah semacam akal-akalan untuk mengaktifkan kemampuannya, yaitu merasakan gelap terlebih dahulu.


Saat matanya perlahan-lahan Ia buka, yang terjadi kemudian adalah: Aktif.


[Marude Kurayami no Cohnan]


Seperti Cohnan dalam kegelapan sudah Ia aktifkan, dengan targetnya sang Niji yang berkemampuan licin.


Apa yang akan sang Niji lihat adalah kegelapan yang dirasakan oleh sang Cohnan barusan, apakah dengan membuat Niji tak terlihat maka serangan bisa mengalahkannya?


Area lantai licinnya bahkan belum hilang, dan kata-kata yang diucapkan oleh sang Niji adalah, "Kok gelap kan?"


Wanita, wanita dan wanita, selalu tentang wanita, semua akan tentang wanita, sebagaimana judul chapter ini tercipta, wanita harus cemerlang.


Kegelapan yang menanti, dan yang Niji lihat adalah itu, apakah Ia memiliki semacam trick untuk mengelabui kegelapan?


Dia tak bisa menatap layar, atau bahkan tak bisa menatap wajahku, wajahmu, dan wajah-wajah para pembaca.


Namun, Apa yang coba Ia peragakan, seolah-olah Ia tahu letak segala sesuatu yang berada di kantung pakaiannya.


Menghadirkan pematik dan sebuah rokok; atau apapun tentang hal-hal yang tak terduga, wanita ini masih tetap tenang, tak khawatir melawan kegelapan.


Titik terang setitik, ini adalah nyala sang korek, dan bahkan saat rokok Ia nyalakan, yag tercipta adalah terang dengan jangkauan kecil, seperti setitik coretan di buku.


"Setidaknya, meskipun aku tak melihat kalian, tapi aku bisa melihat nyala pematik.." menghembuskan asap demi asap, adalah gayanya saat menghadapi hal-hal gelap.


"Zone of the End...."


"Jangan biarkan dia mengeluarkan zon-.."


Teriakan hanyalah menjadi teriakan, dalam kegelapan mencakup penglihatan sang Niji, dan mereka yang menonton bisa melihat Nijiiro dalam terang.


[Zona of the End: Floors Are More Than Just Floors] atau bisa diartikan menjadi Lantai Lebih Dari Sekedar Lantai. Ini adalah Zona-nya mbak Niji yang lumayan meresahkan.


Floors Are More Than Just Floors


Sang pengguna bukan lagi menciptakan licin lantaimu, bukan soal Ia berjalan dan jika menghentakkan kaki Ia bisa membuat lantai licin, melainkan Lantai Lebih Dari Sekedar Lantai ini adalah Zona yang menghadirkan lantai dimanapun , bahkan dindingpun bisa menjadi lantai, bukan sekedar lantai pula, karena ini adalah paket lengkap, lantai dan kelicinan.


Mereka yang menghadirkan blunder , akhirnya terpeleset serentak, bahkan Cohnan ikutan terpeleset, bahkan tokoh utamanya ikutan terpeleset, bahkan Author ini nulis adegan terpeleset malah kepeleset karena terlalu fokus ngetik ini, dan pas keluar dari kloset ga sengaja nginjak kulit pisang.


"Mengapa jadi begini??!!"


Mereka terkejut, mereka terheran-heran juga, mengapa dia sang Niji mampu menciptakan lantai, dan bahkan kelicinannya pun sudah ada di sana, kelengkapan ini, seolah-olah kemampuan Slippery Floor nampak tak berguna.


Cohnan yang terpeleset, Ia kemudian menonaktifkan Zona-nya, mata merahnya Ia tetesin make Inste, biar gak merah-merah melulu.


"Hahaha... Kalian kepeleset semua? Bukan main loh??!" Niji nampak terheran, dipikirnya mereka ini bisa bertahan dari lantai licin yang berada di mana-mana, bahkan disekitaran Mana pun ada.


"Tapi, kurasa ada satu yang tak bisa dijatuhkan, kalian sudah pasti tahu dia siapa.." sambung Niji.


Benar, satu Manusia nampak sedikit mengambang , "Airport selalu ada di sini, hanya saja selalu diabaikan oleh lensa kamera, karena aku bukan tokoh utama, ah iya, mbak Niji, sudah siap melawan kecepatanku yang super cepat?" Tanya Airport.


"Boleh..."


Wuuuushhh.


Melaju bahkan tak terlihat, bahkan mereka tak bisa mendeskripsikan seberapa cepat kecepatan Airport-kun.


Bruakkkkkkk!!!


"Kamu terlalu asal-asal bergerak secepat itu, kaukan sudah tahu kemampuanku seperti apa? Ehehehe.." senyum sang Niji.


Senyum ini sudah memberitahu, langkah sang Niji seperti apa, itu sudah dideskripsikan dari Zona-nya. Menciptakan lantai dimanapun.


Dan sang Airport itu, Ia menabrak lantai yang diciptakan oleh sang Niji tepat di hadapan sang Niji, ini guna menahan halauan, seperti perisai, ya ini perisai lantai.


"Wanita.... Wanita.... Waspadai datang bulannya.." ucap Nijiiro, "Karena dia sedang datang bulan.." sambung Nijiiro.


"Kok tau?"


"Wanita .... wanita... tau banyak soal diskon harga..." ucap Nijiiro.


"Kok tau?!!!" Seru Niji yang terkesima sama tebakan.


"Wanita... wanita... Ibuku juga wanita..." Nijiiro lagi berucap.


"Betul!" Seru Nicki dan kawan-kawan.


"Wanita... wanita.... tetapi karena wanita... aku ada di bumi..." Nijiiro kembali berucapkan kata.


"Setuju!" Seru Rain dan Rainbow, mereka sadar karena Ibu mereka wanita.


"Tetapi... tanpa Niji.... Nijiiro... hidupnya sunyi..." Menatap serius Ia kepada sang Niji.


"Gombal..." Niji malah mengalihkan penglihatan, "B-bukan berarti aku termakan rayuanmu ya! hump!!" Mengembungkan pipi Ia saat menghadap ke arah lain.


"Bagaimanapun, dia tetaplah wanita..." ucap Nijiiro, lantas apa yang coba Nijiiro lakukan, memukul kepalanya mendadak, bahkan menggeleng-geleng Ia , berputar-putar nge-Headbagger!!


Saat Ia pusing, maka Ia bakalan muntah-muntah, "Huekk... Huekkk... Huekk..."


"??!?!!" Niji malah terkejut.


"Meskipun huek huekku sedikit menjijikan, tetapi, tetapi namun tetapi, lantai licinmu bukannya akan menghilang jika ditimbun muntahan? Ituloh zona-mu, itu adalah kelemahannya!!"


"Benar..." Balas Niji.


Serangan balik yang aneh seperti apa lagi uang akan terjadi? Dan skill misterius apalagi yang Niji sembunyikan?


Pertarungan Suami-Istri yang lagi pisah ranjang akan terjadi, mungkinkah mereka bisa rujuk kembali? Itu tergantung, apakah masih tersisa benih-benih cinta mereka.


B E R S A M B U N G