1+1: New

1+1: New
Chapter 26 - Sensasional of Miracle.



Typo takkan lepas dari tulisan, kadang juga Typo akan menghantui judul hingga menimbulkan artinya bakalan berbeda.


Meskipun ketikanku adalah serba asal-asal.. namun ide dan gaya mengingat skene anime lain masih terjangkau.. hingga menimbulkan Parody yang takkan bisa lepas dari cerita.


"Aku lagi main billiard jangan mengangguku..!!!" Starskovich menjadi seorang Gamers yang memainkan game Billiar, itu terbukti saat ada yang menganggu dia membalas dengan bentakan.


"Kenapa ga memainkan game Mobile Legend? PUBG MOBILE, atau bahkan Arena of Valor..?" tanya Nici penasaran.


"Itu tidak akan.. eh iya jika aku kalah di arc ini mungkin adikku bernama Starswars Fallensky akan ikutan balas dendam.." ucap Starskovich.


"Hilih.. ngapain nambah nambah karakter sampingan.. jadi serba aneh ini cerita.. oh iya.. kenal Starskowsky Starwind?" Tanya Nicki dengan sangat santai.


"Silver Soul Ranger.. dia pernah kukalahkan dengan mudah.." jawab Starskovich.


"Nama "Stars" terlalu banyak.. dan namamu terlalu panjang untuk sebuah nama panggilan.." ucap Nicki


"Haha.. suka-suka authornya lah.. dan jelas-jelas kau takkan bisa mengalahkanku karena Author membuatku serba Operpower dengan kemampuan Writter of The End.." ucap Starskovich, masih santai dan tetap santai.. dan juga masih dalam perlindungan Barrier Barrier no Pistol.


"Ketidakadilan sebuah kekuatan membuat musuh serba Op.. dan Maincharachternya serba ampas.. keingat Kamijou Touma.." ucap Nicki.


Nicki dia kemudian melanjutkan membaca manga Good Ending dengan cukup serius..


"Jika Good Ending adalah ending yang bagus... aku lebih mengharapkan Bad Ending.. atau bahkan Troll Ending.." ucap Nicki.


Mengupil dengan gaya yang khas.. dengan cerita membosankan yang khas.. tidak ada pembaca yang khas.. dan tidak ada komentar yang datang dengan cara yang khas.


"Tidak ada views tidak apa-apa karena aku ditakdirkan untuk tidak populer.. musuh serba op akan menimbulkan kebosanan yang khas.." ucap Starskovich..


Dia mulai mengetik dengan irama musik..


"Shinjitsu wa itsumo hitotsu.. hingga merujuk kehal Ano hito da.. dan pelaku ditemukan.. Detective Conan karya Aoyama Gosho... aku membaca hal itu sejak kecil.. dan saat udah dewasa hal itu tidak tamat.. kabulkan lah permintaanku.. order... writter of the end.. Selesaikanlah arc ini.." tulis sang Starskovich..


Hingga kemudian muncul tulisan balasan dibukunya..


"Are you ready?"


"Ready.."


"Oke we re go..."


"Taxi.. taxi.."


"Wey kenapa malah ngeparodiin game legend Crazy Taxi.. aku ga mau naik Taxi.. nanti nabrak-nabrak gajelas.." ucap Starskovich.


"Masa lalu sekilas menyenangkan.. no sinetron is best.. and memorial is full of Memories Ending One Piece.."


"Chiisana koro niwa.. gitukah.. oh aku ingat.. ini tayang di tv nasional.. buka Spacetoon.. One Piece versi jadul lagi ditayangin.." ucap Starskovich.


"Hey.. itu tidak penting.. cepatlah kalahkan musuh yang berbahaya itu.. ini sudah mencapai Last Moment..!!!" teriak para penonton.


"Tidak apa-apa tidak jelas.. karena saat ini kita tidak punya pembaca dan apresiasi.. sang Author juga malas mempromosikan ceritanya.." ucap Ryders.


"Lalu gunanya arc ini apaan.. harusnya dibuat epic biar dapat beberapa pembaca.. biar popularitas kita naik.. tidak ada pembaca.. ide kita tidak berguna..!!" teriak Nicko.


Dalam sebuah kilas dan kata-kata arc ini malah menjadi adu bacotan.. tidak ada fighting, tidak ada komedi.. adanya bacot dan parody..


Permintaan nyeleneh.. judul nyeleneh.. akhir setiap chapter nyeleneh.. dan setiap awal narasi sangat nyeleneh.. tanda baca nyeleneh.. dan gaya tulisan abal abal bagaikan amatir..


"This is not kakkoi.. my story is sampah.. and i am gonna kick you anu in the darkness.." ucap Ryders.


Ryders yang muncul serba kakkoi sebelumnya dengan Kick in the darkness. Namun menjadi lelucon disini.


Tidak ada kata-kata serius.. adanya troll arc and Finished Matching..


"Dalam permainan baseball.. kita harus back to home.. namun kadang bola tertangkap and runner terkena.. bisa double play.. atau bahkan terhenti tanpa sang Runner beraksi karena sudah Strikeout duluan.. ini sudah dimulai.. Sawamura-kun..." ucap Starskovich.


"Aku bukan Sawamura.. aku.. adalah Toua Tokuchi di One Outs.. si ahli strategi..."


"Ayo lemparlah.. Ren Miyashi-kun.. tunjukkan jalan Ookiku Furikabutte milikmu.." ucap Nicki.


Mereka dalam pose melempar dan mengayun..


Dalam drama baseball and selamat datang di Koushien...


"Strike one.."


"Strike Two..."


"Lemparannya.. fastball.. sangat sulit dilihat.. begitulah Ren Miyashi-kun.. eh.. tidak.. ini bukan Miyashi-san..." kejut Nicki.


"Kau kaget Tokichi-kun? Aku adalah Goro Shigeno.. fastball 105 mph.. sangat sulit dilihat loh..." ucap Starskovich.


Sementara itu sang Pandemonican..


"Yah.. kurasa.. kita cukup dalam soal menyelamatkan kota ini.. karena sang Menejer malah ngelawak main baseball.. arc ini tidak jelas.. Seisuke-san yang ada di Greographic Channel.. comeback please.." ucap Pandemonican.


Dan tayangan berita sudah lost contact..


"Hehe.. mada mada dane.. lemparanmu belum seberapa.." ucap Nicki.


Sensasional dalam berita.. bagaikan sebuah jalan menuju Last Match..


Match dimulai lebih dulu dan akan berakhir untuk saat ini..


"Foul.."


"Foul.."


"Foul.."


"Pukul.. pukul pukul..!!!" teriak para penonton dengan cukup meriah.


"Inikah dalam drama koushien.. memperebutkan satu tempat menuju Koushien.. apakah ini bisa.." ucap Nicki.


"Ayo lakukan.. lakukan.."


"Ini akan berakhir dengan sekali lemparan.." ucap Starskovich.


Dia melakukan pose..


"Woy.. kenapa jadi Joe Gibson.. Posenya.. posenya.." teriak Nicki..


"Ikuzo.... Major Ball Superflash Attacking.."


Lemparan berapi-api dengan tekad api.. bagaikan tetsu menuju ice... ini masih melayang.. lemparan dengan kecepatan diatas kecepatan rata-rata..


"Apakah ini strike out.. atau terpukul.. kita hanya akan menantikan keajaiban..!!" teriak Komentator.


Prank...


"Sayonara Home Run.. Homerun tercipta.. inikah..??!!!" teriak Komentator dengan heboh.


"Sudah berakhir.. inilah akhir sebuah pertempuran.."


"Aku menang.. aku mengalahkan sang Writter of the end.." teriak Nicki..


"Dia.. dia berhasil.. welcome to koushien..." teriak para penonton..


"Eh ini.. bukannya gelud kenapa jadi main baseball?" Ucap Nicko, dia kebingungan dan penuh pertanyaan.


"Ini belum berakhir.. ini belum last end menuju heaven.. Rakuen Is Not Lost..!!!" teriak Starskovich.


Dia mode devil dan akan mulai menulis dengan kemampuan Writter of the end...


"I am not lost.. Nicki is lost.. kabulkan permintaanku.. or-...."


"Eh?"


Para penonton melotot kaget...


"Terjatuh dia terjatuh.. musuhnya terjatuh.. Starskovich terjatuh..!!!!" teriak Pandemonican..


"Ini.. Sensasional of Miracle.. sebuah kejadian keajaiban dalam sensasi.."


Kata-kata sang Starskovich terhenti.. dan tangan yang menuntun jarinya untuk mengetik terhenti.. dia jatuh..


Karena..


"Itu bola ga sengaja kulempar dan kena otongmu.. maafkan aku paman.." ucap anak laki-laki yang masih kecil..


Akhir yang membosankan.. troll the end yang membosankan.. berakhir dengan keajaiban lemparan dari anak laki laki..


Lebih tepatnya..


"Jadi.. hore... aku mengalahkan Starskovich.."


Pesta Nicki terhenti.. karena dia bukanlah hero...


Arc Deadtube berakhir...


Dua minggu kemudian..


"Coba saja berikutnya ada arc Laputa Castle In The Sky.." ucap Nicki yang termenung.


"Aku sih mengharapkan arc keren seperti Tengen Toppa Gurren Lagann.." sambung Nicko.


"Wagario.. arc akan dimulai.. arc baru yang mungkin membosankan.. aku adalah Akei Cunningham... akan memperlihatkan seni robot bertarung.. next chapter.."


"Next Chapter : Jangan Langsung Melangkah Kehal Selanjutnya.."


"Tunggu dan saksikan.... Gundam!"


B E R S A M B U N G