1+1: New

1+1: New
Chapter 127 - Tsubasa no Mahou Shoujo [Oretachi no Tsubasa de wa Nai]



~


Sofūtexū yang melihat kebawah, dan Haùièr yang tersenyum, bahkan Höller yang santai ada di bagian terbawah dari awan.


"... Manusia, mereka akan melakukan hal yang menarik lagi, mungkinkah Hyo Kobayashi akan membuat era kekacauan?" Tier ke Enam, Hàrpèr di Slovanovskiy, dia memantau keberadaan sang Hyo Kobayashi, pemimpin organisasi Nipongatana.


Kembali kepada Satorū, dia terlihat berkumur-kumur menggunakan air, dan lalu mulutnya dia semprotkan pewangi mulut agar bau taik burung yang masuk dimulutnya menghilang, "Aku baru saja makan nasi dan sosis, tapi tidak diizinkan untuk menikmati kebebasan dari kesialan, pada akhirnya kesialan selalu ada mendatangiku...." ucap Satorū, "Dan barusan, apakah mereka bertiga itu Alien? Mereka bisa menghilang dari peradaban hanya dengan tendangan seperti itu.."


Satorū akhirnya berjalan, disaat dia berjalan, dia kemudian menginjakkan kaki kanannya kepada eksistensi yang licin, hingga akhinya.. "Bruakkk!!!" dia terpeleset karena menginjak eksitensi kulit pisang, dengan cepat dia kemudian berdiri, "Sialan!!" dia kemudian menendang kulit pisang tersebut, namun naas berikutnya dia malah terjatuh..


Lebih sialnya lagi, dia berada di jalan menurun, yang memungkinkan dia jatuh terguling-guling hingga kebawah.


"K-kampret!!!"


Angin mulai berhembus dengan sedikit bagus, meniupkan rambut sang Satorū, seakan-akan dia merasakan kedamaian dalam beberapa detik.


Dia masih dalam posisi tiduran, "Langit biru, dan rintik hujan sudah berakhir, angin bagus mulai datang, kuyakin hari ini akan penuh dengan kedamaian jika aku tidak sial.."


Ada satu orang yang mungkin akan lewat jalan ini, namun kemudian dia sedikit berhenti dan memastikan keberadaan sang Satorū, "Alelele??!!"


"Eh?"


Satorū langsung mencari keberadaan suara barusan, dan dia melihat rambut seorang gadis ditiup oleh angin... begitu indah, penuh dengan keindahan.. "Cokelatosū-chan?"


"Seperti biasa ya, kau selalu kikuk dan mengalami banyak kesialan.." ucap Cokelatosū dengan santai.


"N-ngapain kesini??? N-nanti kamu akan sial, k-kamu akan merasakan kesialanku..." balas sang Satorū dengan terbata-bata.


"Hmm, baiklah-baiklah, ayo pergi.." ucap Cokelatosū santai, dia merasa tidak terganggu dengan penolakan dadi sang Satorū.




Mereka berdua akhirnya saling berjalan bersamaan, meskipun untuk mendekat lima sentimeter saja tidak bisa, karena jika dia lebih mendekat, maka kesialan akan datang menghampiri mereka berdua.



Di Wilayah yang mereka lewati, kebetulan ada Nicki cs yang sudah singgah lagi disungai terbaru, "Disini tidak ada kah?" Tanya sang Nicki.



"Tidak ada juga, mereka kayaknya kisah Mahou Shoujo itu hanyalah lejenda yang dibuat-buat.." ucap Nicko.



"Namanya juga lejenda, mana bisa dipercaya.." sambung Ryders.



"Salahmu yang membicarakan kisah halu barusan!!!" Bentak Nicki.



"Benar!!!" Seru Nicko.



Disaat percakapan mereka makin panas, nampaknya ada keanehan dari sang langit yang mendung beserta dituruni oleh hujan rintik-rintik jilid kedua.



"K-kore wa?"



"Ayo!!" Teriak Nicki.



Mereka kemudian melihat ada objek terbang.. nampaknya objek itu akan turun, seperti densetsu, objek itu sangat aneh, macem mirip dengan paralayang.



"Skydiving?"



"Tidak!!!"



"Dia memiliki sayap!!"



"Benaran, itu objek aneh!!" Seru si Satorū.



"Ayo kita kejar!!" Sambung Cokelatosū.



Mereka mengejar objek tersebut, semakin sering mereka berlari, semakin sering mungkin akan bisa mencapai finished, namun sang 'Objek' belum menandakan dia akan jatuh lebih cepat.



Mungkinkah dia menunda, atau bahkan tidak ingin jatuh dengan posisi memalukan.



"......"



"Yosha!! Ini adalah kebenaran tentang Mahou Shoujo, jika mereka benar-benar ada, maka dia harusnya super cantik seperti Hämäläinen-chan!!" Teriak Nicki.



"Njir, kau pas lari masih bisa banyak bacot, this is belum ada kebenaran, jika bukti belom terpampang jelas di depanmu, maka Mahou Shoujo hanya akan menjadi kebohongan!!" Seru Ryders.



"Mungkinkah dia adalah gadis cantik yang membutuhkan pelukanku?" Sambung Nicko.



"Kuyakin, Objek itu adalah Airdrop!!" Seru Satorū.



"Air drop? Kau terlalu sering memainkan game Api Gratis ya?"



Pemandangan apa yang akan mereka lihat, jika objek itu ketemu dan ekspresi apa yang akan mereka perlihatkan jika mereka kaget?



Objek yang mereka kejar mulai jatuh disekitaran tempat yang ada sungainya, sedangkan larian mereka mungkin dalam lima menit akan mendekat, semakin mendekat, kemudian mendekat, semakin mendekat, kemudian mendekat, dan lalu mendekat, mendekat kemudian, mendekat mendekat mendekat mendekat mendekat...



Satorū juga cukup penasaran tentang Objek tersebut, dia juga tampak ngos-ngosan karena dia berlari..



Jduakkk!!!



Namun karena kutukan kesialannya yang selalu ada, dia kemudian terpeleset karena menginjak objek lain... Lebih parahnya ditempat dia jatuh ada eksistensi menjijikan...



"T-taik sapi???!!!"



"Huekkk...." Cokelatosū nampak menahan hidungnya menggunakan kedua telapak tangannya, "Bau sekali, kau ini selalu saja kepeleset.."



"Hoy!! kalian kenapa berlari mengikuti?? Apa kalian mata-mata hah???!!!" Bentak Nicki yang berhenti.



"Iyanih, masih bocil-bocil sekolahan ga pantes ikut orang dewasa.." sambung Nicko.



"Hust sana, pulang kerumah kalian, cuci kaki lalu tidur.. hush hush hush.." Ryders berucap dengan nada mengusir.



Satorū kemudian berdiri, wajahnya dipenuhi taik sapi, dan lalu dia mendekati Nicki, Nicko dan Ryders.



"Kesialan: Online!!"



Mendadak banyak burung yang terbang kearah mereka semua, dan bahkan sang Cokelatosū juga terkena dampaknya.



"Nani???!!"



"Serangan burung!!!"



"Tidak!! Mereka menjatuhkan bom!!"



Bom yang dimaksud adalah kotoran-kotoran burung, yang sengaja dijatuhkan oleh burung kearah mereka semua, bahkan si Pemilik kemampuan sial ini juga terkena dampaknya. Kemampuan ini sama-sama membuat pengguna dan target tidak beruntung.



"Ara..." Sang Objek berucap, dia melihat kearah mereka semua, "Kukira sungai disini higenis, ternyata sudah terkena kotoran burung..." sambungnya. Objek ini adalah Gadis, dia memiliki sayap yang kemudian mengepak. Ini menandakan dia akan terbang kembali, "Hmmm... Kau yang disana, sepertinya tahun 17... apalah itu... aku pernah melihatmu diatas tingkat ketujuh.." Gadis ini mulai memikirkan tahun yang sudah lewat banyak generasi, "Kalau tidak salah... Eiuseinberg Luckyman, seorang Pria dengan tekad kuat..."




"Iyanih.." Sambung Nicko.



"Eiuseinberg Luckyman?" si Ryders tentu sadar siapa yang dimaksud oleh sang Gadis tersebut, "A-apakah dia berasal dari Legenda Tsubasa no Mahoh Shoujo???!!!" Seru Ryders kemudian dengan nada bertanya.



"Aku adalah Mahou Shoujo tingkat ke 2: Para Cetamoru..." Sang Gadis Mahou Shoujo itu memperkenalkan dirinya, "Kau mengetahui Eiuseinberg? Dia seperti Ikarus yang penuh dengan perjuangan untuk mencapai Matahari.."



"Kok bisa?"



"Mau dia Manusia bawah, dan yang dia kejar ada di atas, dia tetap berusaha menggapai puncak, sebelum akhirnya dijatuhkan oleh Haùièr-sama.." Para Cetamoru berucap, "Sebagai apresiasi dari tekad Luckyman, Haùièr-sama memberikan kemampuan keberkahan kepada Luckyman, dia tidak akan sial seumur hidupnya, namun sebagai konsenkuensinya, keturunan terakhirnya adalah orang yang akan menanggung kesialan yang tidak pernah didapatkan oleh Luckyman..."



"Kalau tidak salah generasi Luckyman sudah memasuki periode ke 9


129: Namanya, kalau tidak salah Satorū Unluckyman Today, dia ditakdirkan untuk tidak selalu beruntung hari ini.."



"Nani????!!!!!" Satorū yang berada disana terkejut dengan ucapan Para Cetamoru, "Aku Satorū!!"



"Pantes, wajahmu mirip dengan Luckyman periode pertama.." Balas Para Cematoru super santai.



"Woi!! Cewek Cantik!! Ayo kita selfie!!" Teriak Nicki, dia mengajak si Cetamoru buat foto bareng.



"Tidak, karena kecantikanku, maka kameramu akan rusak..." Balas si Cetamoru. Benar saja, saat Nicki berusaha mengambil fotonya menggunakan kamera, mendadak kamera tersebut tidak bisa mengambil gambar. "Errorkah?"



"H-hapeku juga kameranya mendadak ngeblank!!" Seru Nicko.



"Haùièr itu, memiliki kemampuan apa? Apakah bisa aku mengalahkannya?" Satorū mengajukan pertanyaan yang aneh.



"Eh, mengalahkan Haùièr? Mustahil, Bahkan Nicki yang pernah ke Castle In The Sky tidak bisa mengalahkan tingkat terbawah, Holler.." Balas Cetamoru.



"Jelas, dia terlalu kuat, bahkan aku tidak dikalahkan olehnya, melainkan dikalahkan oleh Hämäläinën-san.." Nicki menimpali.



"Manusia lemah takkan bisa mengalahkan Castle In The Sky..." Balas sang Cetamoru.



Terlalu banyak basa-basi, yang terpenting keberadaan Mahou Shoujo sudah diketahui oleh Satorū.



"Kalau begitu, biarkan aku menyerangmu satu kali..." Satorū berucap dengan ekspresi wajah tidak takut.



"... Baper?"



"Tidak!!"



"Kalau lo membentak berarti lo baper..."



"Tidak!!"



"Ciyee baper..."



Karena mendapatkan balasan dari sang Cetamoru yang tidak memuaskan.. Satorū mulai berlari kearah sang Cetamoru.



"Kesialan Online: Your Wings Is Burn..."



▪ "Kau tidak memiliki sayap untuk keatasku, dan kau takkan pernah membuat Mahou Shoujo merasakan kesialan, karena kemampuanmu adalah pemberian dari Haùièr..."



Serangan sang Satorū takkan bisa mengenai sang Cetamoru, bahkan untuk membuat Mahou Shoujo sial itu takkan berdampak.



Meskipun bahkan dengan tidak menghindar saja, Cetamoru tidak akan merasakan kemampuan sang Satorū.



Saat dia mengaktifkan Kesialan: Online, maka dia juga akan merasakan kesialan.



"Teruslah bermimpi untuk mengalahkan Haùièr, bahkan untuk keatas sana kau tidak bisa, apalagi ingin mengalahkannya.."



Ribuan macam burung mulai berada di area sini, dan kemudian menjatuhkan bom \[eeq\] mereka kepada satu target yaitu sang Satorū itu sendiri.



"Souka, dia sial kah? Souka, dia membutuhkan bantuan kah? Souka tapi untuk sekarang... Kita harus lebih kuat, dan Satorū aku tidak kenal kamu, tapi kamu harus lulus sekolah dulu biar bisa keatas sana, gunakan waktu itu juga untuk melatih kemampuanmu.." Nicki berucap, "Karena dalam kehidupan, tidak ada kata mustahil selama kita berusaha..."



"Oretachi no Tsubasa de wa nai, karena Manusia ditakdirkan untuk tidak memiliki sayap..." Nicko berucap.



"Dengan Kick In The Blackhole, untuk kesana tidak membutuhkan sayap, meskipun Oretachi no Tsubasa de wa nai, tapi jika sistem kesialan mulu menimpa satu orang, maka itu adalah pembulian.."



"Hoh, kau ingin mengalahkan Castle In The Sky? Aku menantikannya..." Para Cetamoru kemudian mulai terbang, "Goodbye!! Mungkin Butterfly Effect dan Goodbye Bluesky gagal terlaksana, tapi untuk mengalahkan umat Manusia... itu sangat gampang.."



Meskipun Manusia tidak memiliki sayap, mereka bisa berusaha mencapai ketinggian...



Beberapa Hari Kemudian.



Kegugupan, ketakutan, ketidak-inginan merasakan bahaya mencekam.



"A-aku takut ketinggian!! Harusnya aku tak mencoba masuk kedalam pertempuran!!" Si Nicki ngompol dicelana karena dia takut dengan ketinggian.



"Kita akan mengalahkan Kastil di atas langit, tapi nanti saja, karena si bocil masih sekolah.." ucap Nicko.



"Dan karena si Nicki ini ada phobia ketinggian, kita harus menghilangkan kelemahannya dulu.." ucap Ryders.



"Jelas... Lagian ngapain nyari masalah sama Kastil itu, kita saja belum kalahin Nipongatana.." ucap Bossun.



Mereka pun latihan..



"Piotr Szmanowszky, ubahkan dulu ini, Pihak Kastil jangan beraksi dulu, soalnya Nipongatana kepengen beraksi.." ucap Hyo.



"Yoi, makannya kubuat si Nicki ini mendadak phobia ketinggian, karena alurnya sudah kuubah.." Balas Szmanowszky.



"Mantap!!"



Tsubasa no Mahou Shoujo \[Berakhir\]



B E R S A M B U N G