1+1: New

1+1: New
Chapter 58 - New Vol.2



Apakah mungkin ketika aku melakukan sesuatu.. aku duduk dibangku dengan smartphone yang menemaniku..


Apakah mungkin ketika aku mulai mengetik ini.. aku melakukannya sambil mencharger hapeku.. ataukah mungkin.. ketika aku masih melakukan tulisan.. aku diatas motor...


"Hmmm...."


Sebagian kisah, komedi dan parodi.. menghancurkan satu skene serius antara batas dan melewati batas.. pada akhirnya.. ini hanya akan menjadi sebuah karya yang tidak ada faedahnya...


"Woy.. ini.. ini.." Nicki memperlihatkan wajah terkejutnya karena dia saat ini..


"Stadion Internasional Futebal Clube.. ini adalah pertandingan menarik sore hari ini.." ucap Komentator sepakbola.


Seorang pemain sepakbola nomor punggung sepuluh.. dia berlari dengan cepat...


"Itu.. sang Striker legendaris.. Antonio Andrejz.." ucap Para penonton yang kemudian mulai berteriak.


Mereka berteriak histeris..


"Lihatlah.. dia akan melakukan hissatsunya..!!"


"Ini kita tengah berada dalam euphoria pertandingan sepakbola yang tidak ada seru-serunya.. Antonio si King narsis kayaknya mau ngeluarin hissatsu..." ucap Nicki.


"Lagian adegan ini buat apaan.. dan pembukaan menuju hal klise apalagi.." sambung Nicko.


Si nomor sepuluh, Antonio-san dari tim Dynamo Dinamite.. dia berlari.. masih berlari..


"Dia takkan bisa ditacle.." ucap tim musuh.


"Gern.. Antonio-san bisa menghindari taclemu dengan mudah.." teriak Kiper musuh.


Antonio kemudian menghindari tacle musuh-musuh dengan cara melakukan lompatan..


"Ayo keluarkan Hissatsu tim kita.." ucap punggawa tim Dynamo Dinamite...


Tumpukkan pemain yang tersusun membentuk sebuah hissatsu..


"Hissatsu Tactic... Sield densetsu shield no densetsu.."


Sang kapten Antonio kemudian menjadikan tubuh-tubuh punggawa tim-nya menjadi batu loncatan dia bertumpuk.


Memainkan bola sekilas.. dan lalu dia melompat untuk lebih tinggi lagi, mungkin..


"Dia.. wujudnya tidak terlihat.. dia hilang menuju angkasa..!!!" teriak komentator dengan keras..


Di atas langit..


"Ini adalah teknik yang mengagumkan.. dimana ini akan seperti meteor jatuh.." ucap Antonio-kun yang akan melakukan tembakan diatas udara..


"Tenkuu no Hayabusadan...!!"


Brushhhhh...


Bola dengan efek-efek sciencefiction yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.. membentuk jalur jatuhnya penuh dengan keindahan..


"Masih belum seberapa.. bahkan meskipun itu Tsubasa-kun atau bahkan Misaki dan Hyuga.. aku bisa memblockade bola ini.." ucap kiper, Julio.


Julio mengeluarkan energinya mungkin, penuh membara dan berenergi..


"Hissatsu : God Hands...." dengan gaya kayak sang Endou Mamoru..


Bola mendekat.. dan kemudian menghantam tangan Julio yang sudah mengeluarkan hissatsu..


"Apakah ini gol...??!!"


"Tidak.. mereka menahan kipernya.."


Tim musuh berkumpul dan membantu sang Kiper Julio..


"Ini tiruan Inazuma Eleven : Orion no Koukin...." ucap Nicki.


"Aku akan mematikan televisinya.." Nicki naik pitam..


Beberapa menit kemudian...


Televisi sudah dirusak oleh sang Nicki karena dia kesal menonton tayangan sepakbola yang meniru Inazuma Eleven.


"Tapi... Julio-san tidak meniru Ashura-nya Endou-kun.. dia hanya mengeluarkan God Hands..!!" ucap Nicko membantah.


"Halah.. yang jelas meskipun tidak meniru teknik Ashura, tapi Antonio-kun meniru teknik Li Hao..!!" ucap Nicki yang membentak lagi.


"Ini harap dimaklumi kak.. karena ini adalah genre parody.. parody itu tidak masuk kategori plagiat.. tapi masuk kategori genre.." ucap Nicko.


"Yasudahlah.. entah bagaimana jika pembaca membaca bagian ini.. kurasa ini adalah bagian tidak bagus untuk dibaca... dan kebanyakan mereka tidak tahu sepakbola.." ucap Nicki.


Dia kemudian mencoba menekan tombol remot control yang dia pegang..


Entah apa..


"Ini kenapa televisinya gak hidup.. udah dibeli mahal-mahal malah cacad.!!" teriak Nicki.


"Woy ****** memang ga bakalan hidup kan kau dah rusakin tadi..!!" Nicko membentak kakaknya.


"Oh iya.. eh sebenarnya.. ini bagian mana.." gumam Nicki.


Karena saat ini mereka..


"Maafkan aku.. ini atas permintaan Piotr-san membawa kalian ketempat ini.. ah aku.. orang yang muncul dimovie sebelumnya.." ucap Suara gadis yang lembut.


"Area?"


"Hmmm.. bagian Fist of the north star .. jika pembaca sangat penasaran tentangku.. mampirlah kesana.." ucapnya lagi.


"Jangan melakukan promosi dilapak lain.. movie ya movie.. tidak ada hubungannya..!!" bentak Nicki.


Tiba-tiba..


"Toki wo kakeru Shounen.. tidak.. aku adalah Hair Legends.." ucap suara yang tidak asing lagi..


"Hmmm... Gaim-san kah.. kenapa kau disini..??" tanya Nicki..


"Kita dalam proses melakukan perjalanan time travel menuju Toki wo Kakeru Shoujo.. ini terjadi karena aku lupa melakukan paused.. dan ending film itu aku tidak tahu.." balas Gaim.


"Kamen Rider Gaim, si Penghenti waktu.. dia berhasil dikalahkan oleh sang Pandemonican dengan satu kali hantaman.." ucap Nicki menjelaskan situasi saat ini...


"Era apakah ini.. colosal kah atau...??"


"Tidak.. ini tidak ada sangkut pautan tentang kehancuran dunia.. tapi saat ini dunia olahraga tengah kacau.." jawab Gaim.


"Eh?"


"Baseball lainnya.. lebih tepatnya tim baseball sudah dihancurkan di era masa depan oleh pasangan emas dimasa depan.." ucap Gaim.


Dia melakukan penjelasan lagi dan kata-katanya masih berlanjut mungkin...


"Pasangan Battery terhebat di abad ke 33... Shuo si Pelempar dan Zwei si Penangkap.. duet battery yang menghancurkan tim-tim baseball karena tim musuh terlalu lemah.."


Krik krik krik..


Nicki hanya santai duduk sambil melihat smartphone miliknya.. dan sesekali dia mengupil menggunakan tangan kanannya.. jari-jari bergerak dengan sulit mencoba mencari harta karun..


"Baseball itu... olahraga yang cuma pitcher, cacther, runner, out, strike out, double play.. olahraga yang tidak terlalu kugemari.." ucap Nicki..


Jari-jari yang mendapatkan emas itu bergerak dengan santai dan lalu membuang emasnya secara asal-asalan..


"Hidup lebih indah.. jika kita tidur.. memikirkan pertarungan dan kisah keren.. terlalu membosankan.." ucap Nicki


B E R S A M B U N G