1+1: New

1+1: New
Chapter 145 - Zone of the End.



Zone, adalah Zona, sebuah kemampuan yang bisa dikeluarkan oleh para Sportman..


Seperti Skydiving Families, mereka memiliki Zone keren yang berbahaya....


"Huh???? Aku kehilangan kontak Airport...." ucap Nijiiro.


"Bukankah memang seharusnya, karena di atas langit tidak ada jaringan internet...??"


"Ah itu benar.." Nijiiro kembali berucap.


Sementara itu ditempat Airport jatuh.


"Ah, sebagai bandara pesawat, aku merasa malu saat terjatuh oleh Manusia yang mengendarai pesawat.." Airport kembali bangkit, sembari kemudian dia melihat keatas, memperlihatkan langit masih dengan warna biru yang seperti biasa, dan sang enemies yang ingin dia hancurkan masih berada di sana.


"Tembakkan Rocketnya!! Jack-kun!!" Teriak Mana Sukiattekudasai dengan nada memerintahkan sang Christoforus.


"Guureto daze, Kono Jacku Kuristophoru niwa yume ga aru, yare-yare daze.." Balas Christoforus dengan nada sedikit mengeluh, nampaknya dia sangat tidak ingin diperintahkan.


Namun, karena Airport Skydiving adalah enemis maka dengan segera ia menembakan roket kearah Airport yang terjatuh barusan.


Wushhhh!!!


"Kalian meremehkan orang yang berada dalam posisi terbawah? Cuih..." Airport hanya santai, dia bahkan tidak takut dengan Rocketto Hammer yang mengarah kepada dirinya.


"This is the end.." ucap Mana santai.


"Tidak, dia masih super absolutely tidak bisa ditebak.." ucap Nicki.


"Kenapa Jacku-kun yang beraksi? I am pengen juga.." sambung Nicko.


Dalam dorama banyak bicara mereka, hanya dalam sekedip saja, bahkan saat Rocketto menghantam tanah barusan hingga tercipta bakuhatsu 'Kaboom' 'Duarrr!!!'


Duarrr!!!


Asap-asap yang barusan banyak kini sudah berakhir, bahkan tidak ada keberadaan sang Airpot disitu, tidak ada...


"Nani??!?!!!" Nicki, Nicko, bahkan hingga Mana terkejut.


"Apakah dia sudah menggunakan Zone of The End-nya???!!!" Jacku Kuristophoru berseru, tapi dia tidak terkejut, karena dia sudah mengetahui kalau Zone of The End selalu dimiliki oleh para Driver dan Sportsman.


Keberadaan Airport mereka tak tahu, yang terjelas adalah sang Airport Skydiving berdiri dengan santai di atas pesawat tempur yang Jack Christoforus kemudikan.


Dia mengepakkan sayapnya, dan kemudian terbang disisi samping kanan yang ada pilotnya. Dia muncul dengan eksistensi mencekam sembari diam-diam agar memberikan Koi wa Thrill Shock Suspense kepada peumpang-penumpang Pesawat Jet.


"Ciluk... Ba!!!!!!!" Teriak Airport dengan keras, saking kerasnya bahkan Nicki, Nicko dan Mana terkejut.


"K-kuntilanak!!!!!!" Teriak Nicki yang terkejut.


"P-pocong!!!" Sambung Nicko yang terkejut.


"Kampret!!!" Berakhiran dengan nada sang Mana yang ikutan terkejut.


"Hoh? Kau tidak terkena Rocketto Hammer-ku yah?" Tanya sang Jack dengan santai.


"Hah? Apa? Apa?" Narasi dan sang pengetik tidak tahu tentang kebenaran, dimana orang yang berada di luar tidak bisa mendengarkan suara dari dalam dengan jelas.


Bahkan Nicki dan Nicko hingga Mana harusnya tidak mendengarkan teriakan sang Airport barusan.


"Aku hanya mendengarkan bisingan mesin... dan angin.." ucap Airport, dia kemudian langsung menghilang.


Mendadak terlihat kembali saat dia sudah berada di depan. "My eyes become to Red Colours..." ucapnya, kemudian dia menoleh kebelakang, ini adalah tanda memberitahukan kepada lawannya kalau dia sudah mengaktifkan Zone of the End.


"Sesuai dugaanku, dia memiliki Zone of the End..." ucap Jack dengan santai.


"Dia akan susah dikenai lagi kah?" Nicki penasaran.


".... Zone of the End : Actived!!!"


Kemampuan asli sang Jack adalah Great Drivers, dimana bisa memungkinkan dia bisa mengemudikan kendaraan apapun hanya dalam sekali coba, dan jika dia memasuki 'Zone' maka.... dia bisa melihat kemana pergerakan musuh.


Adrenaline dari Zone of the End-nya juga bisa membuat dia merasakan 'Semangat' yang sangat membara.


Airport yang masih terbang di depan, "Sudah waktunya aku menyerang menggunakan bulu-bulu..." Beberapa bulu-bulu seperti bulu sayap miliknya mulai bergerak.


Kemampuan Airport Skydiving adalah Mampu memanipulasi bulu-bulu, bahkan hingga membentuk sayap dan membantu dia untuk terbang, jika dia dalam mode mengaktifkan Zone of the End.


Maka, dia akan memiliki kemampuan menyerang dan mengarahkan bulu-bulunya untuk menyerang tanpa harus dia menoleh kebelakang.


"Hissatsu: Wingsu Attacku!!"


Bulu-bulu yang menajam melesat kearah Pesawat Jet, ini memungkinkan bulu-bulu tajam ini bisa menghancurkan kaca depan Pesawat karena bulu-bulu tersebut begitu banyak.


"Ngeri slur!!" Nicki bergidik ngeri, dia sedang membayangkan jika saja itu menembus kaca dan menusuk sekujur tubuhnya.


"... Tcih..." Christoforus mengerutu, "Kalau bukan karena Shiori apalah itu, mungkin aku tidak akan terlibat masalah merepotkan.." setelah dia berujar, dia menekan tombol untuk menembakan Rocketto Hammer kembali.


Bruasshhhh!!


"Itu akan terkena, karena Zone of the End- milikku adalah bisa memperkirakan gerakan.."


Benar saja... Ketika kaboom terdengar, itu tercipta akibat berbenturan dengan Bulu-Bulu yang menajam. "Kontradiksi penolakan yang sangat wah.." sambung Christoforus.


"Yare-yare daze, bulu-bulu lesehanku bisa dia atasi, Zone of the End memang sangat berbahaya jika dia memilikinya..." ucap Airport, dia juga padahal memiliki Zone of the End.


"Mana, dimana rumah Mana??!!!" Seru Bossun. Dia berseru sembari menahan muntah, wajahnya bahkan terlihat seperti orang yang sedang sakit.


"Hah? Dimana rumah Mana? Kau bertanya apa? Dimana rumahku?"


"Bukan!! T-tapi, Dimana rumah Mana???!!!"


"Gajelas, kau menanyakan dimana rumah Mana, tapi setelah kutanyakan balik katanya bukan??!!" Mana membentak.


"Dia hanya memikirkan 'Dimana rumah Mana' ini merujuk kesatu pertanyaan.." Nicki mulai berspekulasi seperti seorang detektif, "Karena situasi mendesak menahan muntah dan dia hanya bisa mengatakan 'Dimana rumah Mana' dia hanya bisa berkata itu.."


"Karena arti dari kode ini adalah; Dimana Kantung Kreseknya? Mana!!!' Seperti itulah apa yang coba ia katakan, Mana!!"


"Oh, kau meminta kuresektous?"


Bossun tidak menjawab dengan suara, hanya meng-anggukkan kepalanya bahwa itu adalah inti kebenaran dari teka-teki pertanyaan barusan.


Dalam sepersekian detik tak membutuhkan semenit, Mana menyodorkan satu pack kantung plastik kepada sang Bossun, "Kalau mabuk kendaraan jangan ikutan lah!"


Sebenarnya ini bukan niat hati mau ikutan, melainkan karena dia cuma pengen tau gimana rasanya naik benda yang bisa terbang. "Huekkkk!!" dia memuntahkan muntahan yang sedaritadi ia tahan kedalam kantung kresek yang berwarna gelap seperti dalam Kurayami no Conan.


"Huekkk!!!"


5 Menit Kemudian.


"A-aku kepengen turun, diatas ternyata menakutkan.. ketinggian itu menakutkan..."


Ketika Zone of the End Christoforus sangat keren, tetapi Zone of the End-nya tercoreng karena si Bossun yang muntah-muntah.


"Bersambung.." ucap Bossun dengan nada datar, dia kesal karena di chapter ini ada adegan muntahan yang mengganggu jalannya cerita.


"Njirr dia kesal makannya mau bersambung!!" Seru Nicki.


B E R S A M B U N G