
Takdir, kekalahan, dan kepecundangan.. melesat kedalam satu waktu yang dinamakan ketidakberuntungan.
Iyakah?
Lalu bagaimanakah takdir dari orang yang kalah? Akan seperti apakah iya? Dan melakukan apakah ia?
Pria yang selalu tidak serius, berjalan-jalan sambil sempoyongan, tangannya mengenggam sebuah minuman keras.
Beberapa tampak terbuang karena ia berjalan sempoyongan..
"Inikah takdir dari orang yang kalah?" gumamnya berjalan sempoyongan, mata merah yang diperlihatkan, dan mungkin nafas bau minuman keras.
Ia tak pedulikan tentang setiap masa, bentuk kekalahan bagaimana yang ia derita.. dan seperti apakah akhir dari sebuah kekalahan yang tidak bisa ia terima.
Mungkin benar beginilah takdir dari orang yang kalah..
Tapi sekali lagi.. dia adalah Manusia.. Manusia.. bukan sesuatu yang kalah dan sudah tak ternilai.. dia adalah Manusia..
"Nicki-niisan.. bagaimana ini, kau kalah terus..??" Tanya sang Adik, Nicko.. dia adalah kembaran sang Nicki.
"Mau bagaimana lagi.. kalah ya kalah.. soal persaingan itu tidak ada.. dan soal menang atau kalah itu tidak ada.. tapi kalah ya kalah saja.." balas cepat Nicki, dia menjawab pertanyaan adiknya.
"Jadi begini, ini adalah chapter spesial yang keberapa? Dan bahkan kita stuck di chapter 70.. beberapa pekan terakhir???!!" bentak Nicko kepada kakaknya.
"Bukan soal kalah atau menang? Tapi soal keberuntungan.." Nicki berjalan kemudian, entah apa yang terjadi tiba-tiba ia terpeleset lalu kemudian menabrak seseorang yang sudah bisa ditebak.
"Linchester Lina-san.." Nicki sedikit terkejut, karena yang dia tabrak barusan adalah Cewek yang dia kenali.
"Ini spesial apaan, kenapa tumben buatan kisah skenemu tidak ada aktion, komedi, dan bahkan kisah petualangan ngenesmu.. kenapa kau malah lebay-lebayan disini...???!!" bentak Linchester.
"Ampun kak, ini karena parodyku sudah menghilang, apalagi aktionnya.. dan stok komediku sudah habis semua.." jawab Nicki dengan wajah yang masih mengantuk.
Mata merah dan bau mulut.
Lengkap sudah soal ia kalah, dan kemudian soal ia mabuk-mabukan.. hidup itu serba keras.. beginilah kehidupan.
Linchester dan Nicko, mereka masih mengikuti Nicki-san yang masih berjalan dengan langkah yang ia tempuh.. sesekali ia terhuyung dan hampir jatuh.. sesekali ia malah muntah-muntah dijalan..
"Efek ngapain ini, kenapa seperti ini.." ucap Nicko.
"Aku bahkan tidak tahu, keanehan Nicki-san berasal darimanakah?" Sambung Linchester.
Langkah demi langkah mereka tempuh dengan jauh, dan memungkinkan beberapa saat mereka sampai kesebuah tempat yang dinamakan sebuah tempat ngegems.
"Inikah.?? Apaan woy..?!!!" teriak Nicko.
"Eh...???" Nicko dan Linchester cukup terkejut, dan terlihat sang Nicki mulai masuk kedalam gems center tersebut.
Dengan wajah merona, atau bahkan apapun, mungkinkah ini takdir dari orang yang kalah?
Semakin kalah seseorang semakin penasaran mereka ingin menang.
Nicki sudah diperlihatkan memakai karakter Joe Higashi, dan sang cewek ia bicarakan tersebut memakai char bernama Iori Yagami.
"You lose.." beberapa menit ya setelah itu sang Nicki selalu losestreak memainkan game king of fighter bersama wanita misterius tersebut.
"Uangmu.. berikan.." ucap sang Wanita, dia menagih duit kepada sang Nicki begitu santai, begitu gampang dan begitu easy.
Karena kalah taruhan, dan takdir dari orang yang kalah yaitu ingin menang akhirnya dia selalu ngejudi gems sama wanita misterius tersebut..
Setelah beberapa jam sang Nicki keluar hanya memakai kolor doang, sesekali ia mengupil dengan keren.. tersenyum didepan kamera dengan giginya yang khas.
"Judi dapat membuat anda penasaran, mata berkilauan dan dipenuhi kesenangan, saat kalah dipenuhi dengan ingin menang, dan saat menang ingin merasakan menang.. manusia menjadi sedikit serakah saat menang, dan akan sedikit mengeluh saat mereka kalah, hidup bagaikan perjudian, dan berjudi adalah neraka.. kalah ya kalah.. dan miskin ya miskin.. kalau menang jadi kaya.. kalau modar ya keneraka.." ucap Nicki dengan panjang, dia tersenyum kearah kamera.
"Linchester-san, jadi ini chapter apa? Pendek banget..." gumam Nicko, ia masih penasaran mengapa chapter ini begitu pendek.
"Hanya 600 kata, itu adalah definisi bahwa sang Nicki sedang kehilangan ide ngelawak.." balas Linchester.
"... Takdir orang yang kalah adalah kalah, dan takdir tim yang kalah adalah kalah, tidak peduli sebanyak apapun perolehanmu sebelum kalah melawan tim lain, kalau kalah ya kalah... Jangan macem pens Erueruqyu ya!!!" seru Nicki kemudian. "Intinya, Judi itu tidak baik untuk kesehatan kantungmu!!!"
B
E
R
S
A
M
B
U
N
G