1+1: New

1+1: New
Chapter 177 - Berandal Malam Di Bangku Terminal.



Apa yang anda harapkan dari sekilas peristiwa yang lupa? Author forget , melupakan nama-nama penting di cerita ini adalah kesalahan fatal.


Dan apa yang akan dilakukan oleh Nyonya Niji kemudian? Apakah tersenyum Ia dengan pemikiran yang absolut membingungkan? Wanita memang super meresahkan, pemikiran mereka kadang dangkal , kadang spektakuler, dan jarang salah soal insting.


Pendapatnya mungkin samar, senyumannya mungkin menggetarkan kalbu, itu sebabnya mengapa Nijiiro bisa mencintai Niji en Ciel.


Tetapi, mungkin karena konflik meresahkan dari perebutan kekuasan dunia hiburan atau soal kekayaan, maka trick curang dan hal-hal kotor penuh intrik akan dia lakukan.


Cantik, licik, manis, pemikiran serba misterius, segala asumsi para pendatang baru yang terpesona akan indahnya Niji sering membeludak.


Di mana-mana tentang Ia, tentang Kamu, Dia atau Mereka, tentang pohon pisang di rumahmu yang terkena salam dari Binjai.


Perusahaan kontruksi tidak salah, melainkan ulah Manusia dengan pukulan menggetarkan kalbu nampak meresahkan, meniru trend yang sedang mewabah, saat itupun lama-kelamaan pohon pisang akan punah seperti Dinosaurus.


"Apakah pohon pisang kejatuhan meteor sampe akhirnya punah? Tidak, mereka punah karena ulah Manusia, Manusia kadang meresahkan, apa-apa yang trend mereka tiru, tidak patut dibiarkan..." Nicki berucapkan kata ini, dia nampak tak mengerti mengapa trend alay ini menjadi konsumsi masyarakat, dan mereka suka akan trend ini, tetapi mereka yang mencintai pohon pisang, sudah pasti akan terluka karnamu, karena di dunia ini tidak ada 'sayang bapakku dokter pisang'


Jangan kau kira mereka yang mengharapkan pohon pisang berbuah akan senang dengan penghancuran massal ini? Tentu mereka kesal, mereka menggerutu, mereka mengutuk perbuatanmu.


Dan Kini, entah apa, siapakah yang diutus oleh sang Niji, mungkinkah orang keren memetik bintang malam kehidupan? Atau bercahayakan sinar bulan yang terang-menderang?


Semuanya banyak misteri, semuanya masih belum dipecahkan secara menyeluruh, semuanya masih asumsi, semuanya masihlah hipotensa yang membosankan, semuanya masih tetap dihadirkan narasi berlebihan, semua pembaca pun menekan 'Back' untuk meninggalkan cerita terburuk ini.


Kita memikirkan seberapa sering Ia duduk, atau seberapa sering Ia sendirian, seberapa membosankan kah Ia saat menunggu terlalu lama, seberapakah sering Ia menghisap rokok ? Dan seberapa banyak bungkus rokok yang Ia habiskan saat menunggu karakter penting yang hobi bicara dan giliran mereka sering ketutupan sama narasi yang bertele-tele.


Lihat aura ini, atau Aura itu, yang main di MPL, atau High, atau Godiva, atau apa ini itu terserah, ini hanya permainan kata-kata membosankan untuk memperbanyak narasi.


Rokok Ia hisap, asap Ia hembuskan, napasnya masih berhembus seperti sedia-kala, sesekali Ia mengecek smartphone-nya, Sms masuk tanda pemberitahuan dari sang Nyonya.


- Mereka dekat, mereka ada di Jalanan, mereka memetik buah kegagalan, atau mereka bergaya seperti Pendekar Pemetik Bunga, mereka seperti orang bodoh.


Kata-kata tidak berdasar, kata-kata belibet, teramat membosankan.


Berandal Malam Duduk Di Bangku Terminal, Siapakah gerangan Ia, menunggu Bus yang lewat? Atau ingin menciptakan adegan spektakuler nan fenomenal.


Dia masih merokok dengan santai, penciptaan apakah yang Ia peragakan, seolah-olah ingin mengucapkan mantera sakti yang mempesona, sihir ribet yang susah dilafalkan.


Siapakah nama Karakter ini, seolah-olah Ia kuat makanya gak langsung diberitahukan nama si Kisanak ini.


Kita menantikan konfirmasi sang Nyonya, apakah Ia mau memberikan spoiler siapakah nama karakter yang Ia utus untuk mengalahkan fraksi sang Suami?


"Terminal Skydiving, dia adalah orang yang aku percayakan untuk mengalahkan mereka para pelancong , rasakan destinasi, seperti apa Bus melintasi Terminal, karena kemampuannya adalah.... Ah, biarkan saja sang Terminal di Area Terminal itu menjelaskan kemampuannya..." Nyonya Niji memberikan sedikit spoiler, lantas saja kamera merekam keberadaan sang Terminal, namanya sudah terungkap.


Monolog Terminal.


Aku menanti, menanti musuh-musuh yang datang, kalian harus datang, jika kalian tak datang hari ini, punahlah aksi kerenku.


Aku duduk di Terminal, lihatlah betapa kerennya aku, betapa mempesonanya aku; begitu berkelaskah aku?


Sebentar lagi pagi 'kan datang, walau sang bulan malas untuk pulang, Di bangku Terminal benakmu bertandang, gelisah merasa seolah terbuang.


Sedetik ingatnya, seribu angannya, dambakan malam terus berbintang, di bawah sadarnya nasib bercerita, hangatnya surya bara neraka.


"???!!!!"


Music.


Monolog dengan lagu, dan bersuara selayaknya terdengar ke sana, ke tempat mereka yang menuju ke sini.


"Sampai kapan kau akan bertahan, dicaci langit tak sanggup menjerit, hitam awan pasrah kau jilati, kusam kau dekap dengan muak kau lelap, pagi yang hingar dengan sadar engkau gentar..." Terminal bereaksi dengan lagu soundtracknya sendiri. Ini adalah lirik lagu yang pas untuk sang Terminal.


"Jangan-jangan pagi kau hadirkan, biarkan malam terus berjalan, jangan-jangan mentari kau terbitkan, jangan-jangan pagi kau datangkan kumohon dan aku harapkan.. Jangan-jangan mentari kau terbitkan..."


Nuansa suram Berandal Di Bangku Terminal, gelisah tak kunjung reda, menanti keajaiban dekapnya dalam hati, namun Ia tak terkendali dalam berhalusinasi.


Dan, musik yang barusan, mungkin terdengar, itu membuat fraksi Nijiiro sudah sampai mendadak.


"Jadi, kau yang menyanyi barusan, Berandal Malam Di Bangku Terminal?" Tanya sang Nicki yang datang dengan gerombolannya.


"Tcih, kukira by one, ternyata bawa kawan..." sembari meludah sang Terminal.


"Namamu siapa, pasti ngawur ya?" Penuh penasaran sang Nicki.


"Sebelum bertanya, ada baiknya kamu memperkenalkan dirimu terdahulu..." balas sang Terminal santai.


"Namaku Ben-To..." balas Nicki.


"Gajelas. Cuih, kalian para pelancong sudah pasti ingin go to home tempat Niji-bosshu bernaung? Jangan harap kalian bisa lolos dari kemampuanku yang keren ini..." Terminal nada sombong.


"Huh?


"Biarku jelaskan, namaku Terminal Skydiving; aku orang paling keren, lebih keren dari kernet busway, atau lebih keren dari Train si Kereta Api, intinya aku keren, dan kemampuanku adalah..."


"Terminal Zone: Kemampuan ini membuat diriku bisa menciptakan Area Terminal, awalnya kelihatan biasa ajah, apakah Terminal tidak bisa menyerangmu dalam zona-nya? Jangan meremehkan kemampuan aneh ini, dalam Zona terminal, memang kelihatan sepi kalau orangnya gak ada, tetapi saat target masuk dalam Zona, misalnya targetnya satu, maka terminal akan menghadirkan satu bus, jika targetnya di sini ada 5, maka lima, intinya bus akan banyak sendiri mengikuti banyaknya orang yang masuk dalam zona terminal.." sambung Terminal.


"Nani??!?!" Nicki dan kawan-kawan yang jika ditotalkan ada 8 orang lantas saja terkejut dengan penjelasan sang Terminal berkemampuan Terminal yang sama dengan nama si Pengguna kemampuan gajelas ini.


"Apakah kalian melihat Bus datang?"


Benar saja, lantas dari arah kanan samping mereka, muncul delapan bus melaju , bersiap untuk menabrak mereka semua, seolah-olah ini adalah penghancuran Manusia dalam sekali tubrukan.


"Jangan-jangan Bus kau hadirkan untuk datangkan darah, melindas musuh sampai hancur tak terkira , Terminal-kun, kamu seperti seorang psikopat yang berbahaya.." Nicki berucap.


"Bagaimana ini, ayo Tokoh Utama, jangan mau kalah sama karakter sampingan!" Seru Nijiiro.


"Beban diam!!" Bentak Nicko yang keringatan, karena mereka bingung mau ngindar gimana.


B E R S A M B U N G