1+1: New

1+1: New
Chapter 151 - Detective Nicki.



Saat ini, cahaya menembus kegelapan!


Melampaui batas dengan dedukasi?


Ini terjadi saat mereka berantem akibat hal yang gajelas


Apa yang akan terjadi kemudian?


Hanya dia yang bisa melihat kebenarannya, walau tubuhnya kecil tapi otaknya tidak.


Namanya adalah... Meitantei Nicki!!!


"Njiir!!!" Nicko tersentak kaget dari tempat persembunyian, "Meitantei Nicko harusnya kampret!!"


Nicki kemudian dia membuka kedua matanya perlahan dan lalu segera berdiri dari tempat dia terduduk barusan, "Kayaknya ini mau diganti adegan, Sono namae wa Meitantei Nicko!!" Seru Nicki bersemangat.


"Adegan barusan sudah tersave dalam lensa kamera, kau harus memainkan peran seperti sebelumnya sekarang.." ucap Bossun.


"Kalian ngelawak? Ingin mengalahkanku tapi kalian noob? In your dream!!" Nijiiro berseru semakin mantap.


Sedangkan anakbuahnya tersisa masih banyak tapi kebanyakan cuma Manusia biasa yang tak sempurna dan kadang salah. "Gonzales sudah kalah, kukalahkan sendiri, sedangkan Pak Asep hanyalah penjaga kebun.."


"Baiklah, sudah saatnya aku akan mengikuti permainanmu, Nicki-kun!!" Nijiiro bersemangat, kemudian dia merapal jutsu untuk mengeluarkan satu objek yang mencengangkan. "Ninjutsu: Kuchiyose no Jutsu: Stejpan!!!"


".....................................??" Objek yang muncul adalah Manusia dengan perawakan biasa-biasa saja namun dia hanya berdiam tak menentu.


"Kau berseru ingin menghajarnya? Stejpan-kun?" Balas Nijiiro bertanya.


"........................??!!!!!!!!!" Balas Stejpan yang masih belum bisa dipahami apa maksudnya, dan mungkin hanya ada satu di dunia ini yang mengetahui apa ucapannya.


"Baiklah, baiklah, baiklah, hancurkan mereka, ya-ha!!!" Teriak Nijiiro.


"Nijiiro-ojiisan, sadar umur jangan cem bocil, umurmu sudah 41, kenapa kamu kayak bocil sampe berseru gituan??!!!" Protes Nicki.


"Meitantei Nicki, kau jangan menanyakan hal-hal yang tidak penting, karena mulai sekarang adalah Turn Skydiving!!!"


"Souka... Souyokoto da!!! Pelakunya... Ano hito da!!!" Teriak Nicki yang mendapatkan klue lagi, "Nijiiro-ojiisan, kau adalah pelakunya!!!!" Nicki kemudian menunjuk kearah sang Nijiiro seperti drama-drama detektif pada umumnya.


"Nani???!!!!!!!!!"


"Hey, Mohri-san? Apa maksudmu, si Nijiiro tidak melakukan pembunuhan, karena dia sejak tadi ada disini, karena dia memiliki alibi, jadi dia melakukan apa?" Tanya Inspektur Bossun.


"Chotto matte kudasai, Mohri-san, this is otoko Producer-san no Hitowareta Otoko.." komentar Mana.


"Yeah.. I am Producer-san no Hitowareta Otoko, karena aku adalah tokoh utamanya..." balas Nijiiro dengan senyuman liciknya, "Dengan kekuatan plot armor, kau akan kukalahkan!!!"


Aura mencekam jilid kedua dari mas Nijiiro akan ia lepaskan kembali kearea ini, dan yang merasakan adalah mereka-mereka yang berada disini.


"..... Ah, aku lupa, aku harus menyerahkan hal ini kepada mas Stejpan!!"


Stejpan yang berdiam diri bosan tak ada hiburan, tidak bisa mengeluarkan suara dan bersenang-senang.. Kinipun berikutnya.


"..........................................!!!!!!!!!!!" Stejpan tak diketahui apa maksudnya, dia langsung melesat kearah Nicki dengan kepalan tinju dari tangan kanannya. "!!!!!!!!!!!!!!!"


"Guitar Elektrik Shield!!!!" Tapi, dengan begitu mudah dia menahan kepalan tinju milik sang Stejpan dengan perisai gitar listriknya, hingga membuat aliran listrik beberapa kali meresap kedalam tubuh sang Stejpan.


"??????????!!!!"


"Apaan sih gajelas, gitu-gitu mulu daritadi.." Nicki yang kesal karena Stejpan tanpa kosa-kata kemudian dia merogoh-kocek kantung belakang celana bagian kiri.


Lalu berikutnya raut wajahnya sudah kelihatan senang karena mendapatkan objek yang dia cari.. "Ini adalah barang istimewa yang akan membuat anda bisa dimengerti.."


Dia memperlihatkan objek itu kepada orang-orang disini dengan begitu jelas.


"Itu???!!!"


"M-masaka??!!!"


"D-dari mana kau mendapatkannya??!!!"


"Hohoho, barang ajaib: Konyaku Penerjemah!!!"


"Sutejpan!!!!!!" Teriak Nijiiro.


Stejpan Stepenhendsomes.


Kemampuan: Tidak diketahui


Namun jika ada orang lain yang mengetahui kelemahan ini, maka tidak akan berguna selama mereka tidak memiliki Konyaku Penerjemah.


"Sudah kubilang, serahkan bagian ini kepada Meitantei Nicki, semua kekuatan operpower akan menjadi lesehan jika berhadapan denganku.." Nicki semakin badass dan semakin sombong.


"?????????!!!!!!"


Terjemahan: Kampret?????!!!!!"


Suara sang Stejpan terkeluarkan secara langsung saat Konyaku Penerjemah di gunakan.


"Benar-benar ampuh kan, mulai sekarang ini pertarunganku, jangan ada sambungan tidak Nicki ini pertarungan kita, cringe boss!!!"


"Kau cringe?! Padahal ceritamu juga bikin cringe, masa lawan enemi gak pake strategi resmi, malah minjem barang dari karakter lain!!!" Bentak Bossun.


Stejpan kembali melesat, dan berucap "??????????!!!!" Terjemahan: Rasakan Ini??!!!" sembari melesatkan pukulan kehancuran kepada sang Nicki. Tetapi, entah mengapa Nicki tidak menghindar, dia sangat sengaja menerima pukulan.


Namun adegan berikutnya bukanlah rasa sakit yang dirasakan oleh Nicki, melainkan hanyalah pukulan tanpa daya hancur yang merepotkan.


"Tinjumu ringan, tidak memiliki beban, apakah kau meniru Date Eiji dan Makunouchi Ippo?!"


"??????????!!!!" Balas Stejpan, Terjemahan: Kok Tau??!!!"


"Tentu saja, karena ini adalah genre parody..." balas Nicki.


Kini dia berjalan melewati mas Stejpan dengan santai sembari mulai ingin memainkan gitarnya, "Ilusi Rasa Mengantuk: Varian Rasa Nasi Kuning..."


"M-masaka???!!!" Nijiiro makin terkejut.


"Jurus legenda???!!!!" Rainbow ikutan terkejut.


Nasi kuning adalah keenakan, makanan enak untuk anak sekolahan dikantin nantinya, pagi haripun akan banyak yang makan, sampai mereka tidak tahu, kalau nantinya mereka akan tertidur dipelajaran.


Meskipun Citarasa menimbulkan rasa mengantuk, mereka masih ketagihan dihari berikutnya, Citarasa yang melegenda, rasa kelaparan dan rasa ngantuk akan menghampirimu berikutnya.


"!!!!!!!!!!!!!!??!!!" Stejpan mulai terhuyung-huyung, dengan kata-kata yang terjemahannya adalah: Rasa Ini??!!!!


"A-aku mengantuk juga karena seperti habis memakan nasi kuning.." ucap Nicki yang ikutan berdampak karena jurusnya sendiri.


"Nicki-san?!! Ingatlah, disaat mata mengantuk, usahakan tetap tidak tidur, karena saat ini adalah pelajaran matematika dengan guru killer di hari senin??!!!" Teriak Mana.


"Souya-souya!!" Seru Bossun.


Sedangkan Nicko sudah ketiduran lebih dulu karena Nicko adalah penyantap nasi kuning, sedangkan mereka yang tidak berdampak adalah bukan pencicip.


"Papa!!!"


"Rainbow-chan, show your power, your power is not Muntah-muntah, Kan?" Mana setelah berteriak, dia mengajak Rainbow bicara.


"Ah... Kemampuanku?"


Sementara itu Nijiiro sudah ketiduran akibat citarasa nasi kuning yang melekat dalam pikirannya.


Sedangkan mas Nicki, "M-mataku, sudah tidak kuat!!! Ganbatte!! Ganbatte!!" Nicki menyemangati dirinya agar tidak ketiduran, "Nasi Kuning memang enak, tapi jika hari senin adalah hari ini, maka ini adalah pelajaran Matematika!!!"


Semangat membara untuk tidak tidur adalah kesemangatan para pejuang Matematika, tetapi, Nicki berusaha tidak tidur karena gurunya adalah guru killer.


Semakin mendekati keterpurukan, kekalahan dan rasa mengantuk yang berlebihan.


Akan seperti apa pemandangan berikutnya?


Blur-blur kemudian adalah penglihatannya, dan disaat itupun dia terjatuh....


"Souka.... Pelakunya adalah orang itu..." Anehnya, disaat tertidur dia masih bisa ngomong.


Tapi, ini bukanlah dia yang berbicara, melainkan...


"Dek, sebenarnya kamu siapa??!!!" Tanya Bossun yang melihat anak kecil bersembunyi dibelakang pintu sembari menggunakan dasi kupu-kupu.


"Edigawa Cohnan, Meitantei-san...."


"????????!!!!!!!!"


B E R S A M B U N G