
Tanpa angin, tanpa hujan, tiba-tiba Jack terkejut dan berteriak tidak jelas. Dan ternyata tiket konser VIP Taxi Band nya yang ia taruh di saku bajunya hilang secara bersamaan dengan keluarnya empat penumpang yang baru saja ia antar.
Jack mulai menduga-duga bahwa keempat penumpang tersebut adalah orang yang mencuri tiket konser miliknya. Ia begitu kesal, keluar dari taksinya dan menutup pintu taksinya dengan sedikit membantingnya, "Brakk!!"
"Kisama!! Aku lengah!!" ucap Jack, ketika ia sudah berada diluar, dirinya sudah tidak melihat keberadaan dari keempat penumpangnya yang baru saja keluar dari mobil taksinya, alias keempat penumpang tersebut telah menghilang tanpa jejak.
Ini adalah sebuah mala petaka bagi Jack, pasalnya ia harus kehilangan tiket konser VIP yang harganya begitu mahal dan membuatnya harus mencari penumpang dengan extra. Disisi lain, konser tersebut akan diadakan beberapa hari lagi. Kini pikirannya semakin kacau dan tidak bisa berpikir jernih.
Jack mengepalkan tangan kanannya dan meninju pintu mobilnya beberapa kali walaupun merasa kesakitan sampai telapak tangannya memerah, ia begitu kesal dan sangat kesal, bagaikan kehilangan anak kesayangannya.
"..... Baiklah, kalau begini aku tidak boleh membuang-buang waktu, aku harus memanggil orang itu, untung saja aku mengenalnya dari kenalan temanku waktu itu." ucap Jack.
Tak berselang lama, Jack pun mengeluarkan handphone, mengetik nomor, lalu mulai menelpon seseorang. Setelah cukup lama ia berbasa-basi mengobrol tentang masalah yang dialaminya kepada 'orang itu' Jack pun menutup teleponnya dan menaruhnya kembali kedalam saku celananya.
"Warning is danger, berbahaya.. berbahaya.. aku lengah, siapa sebenarnya identitas dari keempat penumpang yang baru saja kuantar itu.." pikir Jack.
Sebelum sempat berfikir selama semenit, tiba-tiba mobil hitam dengan banyak stiker logo detective melaju kencang dan berhenti tepat disamping mobil taksi yang diparkir oleh Jack.
Lalu, seorang pria bertopi hitam, dengan memakai jaket parka berwarna coklat cerah keluar dari mobil hitam tersebut dan berkata, "Halo, kawan. Tak kusangka orang hebat sepertimu bisa kecopetan, coba jelaskan apa yang terjadi? Di telepon tadi suaramu seperti sedang kumur-kumur."
"Yo, Shinishiu Kyudou. Cukup memalukan, tapi aku mengakuinya, benar aku telah kecopetan." Jack menyebut orang itu dengan sebutan Shinishiu Kyudou.
"Barang apa yang hilang darimu kawan?"
"Tiket konserku."
"Apa itu berharga?"
"Tentu berharga, karena tiket itu adalah tiket VIP Taxi Band edisi terbatas!!"
"Baiklah, jelaskan padaku bagaimana kronologinya."
Karena penjelasan dari Jack melalui telepon sedikit tidak jelas didengar oleh Kyudou, terpaksa Jack pun menceritakan kronologinya sekali lagi. Ia bicara panjang lebar selama satu jam, entah kenapa logat bicara Jack tiba-tiba terdengar begitu cepat. Dan anehnya lagi si Kyudou mengetahui maksud dari apa yang dibicarakan oleh Jack.
Dan, "Baiklah, kasus diterima." Kyudou menyetujui permintaan Jack dan setelah itu ia pun melontarkan kata-kata andalannya, "Shinjitsu wa itsumo hitotsu!!" Katanya dengan bersemangat sembari menunjuk ke arah langit, sekilas Kyudou tersenyum bersemangat untuk menangani kasus ini.
"Aku benar-benar tertolong olehmu, Kyudou!! Arigatou!!"
"Tapi," ucap Kyudou, kemudian ia menoleh ke mobilnya, "Hoi, asisten! Cepat keluar dan kemari! Ini waktunya bekerja bukan bermalas-malasan!"
"Eh?"
Tak berselang lama, terlihat dua orang pria dengan memakai jas berwarna hitam, memakai kacamata hitam, dan topi hitam, intinya semuanya serba hitam keluar dari mobil hitam yang sama. Dan mereka berdua adalah orang yang tak asing bagi kita semua, karna mereka berdua adalah..
"Salam kenal, namaku Nicki.
"Namaku Nicko."
"Kami berdua adalah The Combination Of Brother!!!"
"Lucky is lucky, ini adalah keberuntungan, Jack. Beberapa hari yang lalu disaat aku dan Nicko masih bekerja sebagai pengantar koran, aku mengetahui bahwa salah satu pelangganku dan kehilangan koran miliknya. Oleh karena itu kami berdua pun membantu pelanggan kami dan berhasil memecahkan kasus itu.." ucap Nicki dengan pose sok keren.
"Kok bisa?!!!!!!!!!!!" Jack kembali terkejut, "Tapi yasudahlah.."
"Oey, asisten. Cepat keluarkan alat itu sekarang." perintah Kyudou.
"A-alat itu?" Jack kembali terkejut. Entah kenapa di Chapter ini Jack terus-terusan terkejut dan tidak bertingkah santai.
Sesuai perintah Kyudou, Nicko pun langsung mengeluarkan 'alat itu' dari kantong ajaibnya yang baru saja ia temukan ketika berpetualang mendaki gunung, dan melewati lembah.
Dan ternyata 'alat itu' adalah semacam kacamata dengan model desain yang cukup menarik. Keseluruhan warna kacamata ini berwarna putih, bahkan ada satu tombol di sekitar kacamata tersebut. Kyudou menyebut kacamata ini sebagai..
"lunettes de cinéma passées.."
"Huh? Luntes de cinma? Ah bodoh amat, namanya rumit sekali.." ucap Jack, "Lalu, apa kegunaan alat itu?"
"Khikhikhi.." Kyudou tersenyum licik, "Ini adalah kacamata film super yang bisa melihat kejadian masa lalu ketika memakainya. Dengan memakainya, kita bisa mengetahui target yang mencuri tiket konsermu itu, Jack!"
"Kacamata yang bisa melihat kejadian masa lalu? Woy, yang benar saja? Ini seperti cerita dalam film fiksi yang baru saja kutonton bulan kemarin, kenapa kau bisa mempunyainya?" Lagi-lagi Jack terkejut.
"Waktu aku memecahkan kasus satu pelangganku bersama kak Nicki, kita berdua menemukan jalan buntu dan bingung. Tapi, karena teringat film yang kau tonton itu, kami berdua menciptakan kacamata itu dengan sedikit bumbu-bumbu rahasia yang tersedia pada kantong ajaib yang kutemukan ini.." ucap Nicko.
"Huh? Kantong ajaib? Kok bentuknya mirip ****** kotor." pikir Jack
"Terserah katamu, yang terpenting kacamata ini adalah mahakarya terhebat yang diciptakan oleh si jenius diriku dan kak Nicki! Itulah lunettes de cinéma passées!!!" teriak Nicko, entah kenapa kedua matanya yang terlihat berapi-api karena terlalu bersemangat untuk menangani kasus ini.
"Baiklah, aku akan segera memakai kacamata lunettes de cinéma passées." Selang beberapa detik, Kyudou pun memakai kacamata tersebut dan menekan satu tombol kecil yang berada di sekitar kacamata tersebut.
[ lunettes de cinéma passées Start, On or Off? ]
"On.."
Setelah menjawab 'on' pada sistem, tiba-tiba Kyudou merasakan sesuatu yang hebat, seketika dunia yang ia lihat berwarna abu-abu dan ternyata, Kyudou melihat masa lalu pangkalan taksi ini tepat beberapa saat sebelum taksi Jack tiba.
Kyudou terus memperhatikan kejadian masa lalu yang ia lihat tersebut, dan tiba-tiba dia melihat taksi Jack yang baru datang dan keluarlah empat penumpang dari mobil taksi milik Jack.
Ini adalah kesempatan emas, Kyudou langsung membuntuti pergerakan dari keempat penumpang yang diduga pencuri tiket VIP milik Jack. Sementara itu, Nicki, Nicko, dan Jack mengikuti Kyudou dari belakang.
Kyudou terus berjalan membuntuti keempat pencuri itu dari masa lalu yang ia lihat dan ketika sudah sampai di depan sebuah hotel bintang lima, keempat pencuri itu tiba-tiba menghilang begitu saja. Mereka bergerak bagaikan seorang ninja.
"Eh hilang?"
"Apa?!"
B E R S A M B U N G