1+1: New

1+1: New
Chapter 63 - Tsubame, desu ka?



Midorikawa Tsubame, gadis cantik yang masih delapan belas tahun.. menghadapi krisis ekonomi dalam soal keartisannya..


Dalam posisi bahaya mungkin atau bahkan terancam..


"Boikot Tsubame-san.. dia memberitakan soal cuaca yang salah..!!"


"Woy woy Tsubame itu cuma menang imut doang..!!"


Komentar-komentar Netizen sangat berbahaya di internet, sosial media, dan bahkan sebagainya.


"Kita berada dalam posisi krisis moderator.. Tsubame-san.. kau kian dicela saat ini.. karena kesalahan saat memberikan informasi cuaca.." ucap seorang direktur.


"Kau akan diliburkan dalam seminggu.. dan cobalah mencari jalan keluar masalah ini.."


"Hmmm... kurasa... dalam perjalanan keartisan masalah meredup dan dicela bakalan menghampiriku.. tapi baiklah aku akan berlibur.. dan bakalan kembali lagi.." ucap Tsubame.


Beginilah lika-liku dunia yang diimpikan oleh setiap orang.. ingin menjadi artis.. walau sebenarnya mereka takkan tahu masih ada sisi kelam dalam sebuah gempita..


"Woy... Nicki-niisan.. Tsubame-san.. dia dicela habis-habisan saat ini.. bukankah ini sangat memprihatinkan.." ucap Nicko.


"Begitulah netizen di era ini.. mereka lebih mengkritik satu kesalahan daripada memuji ratusan keberhasilan seseorang.. karena dunia ini sangat kejam..." ucap Nicki.


Dia mengupil dengan gaya yang khas.. dan lalu kemudian memainkan Smartphone-nya.


"Itu poster dan promosi tentang pekerjaan kita di internet.. kita kan membuka usaha serba bisa untuk klien cewek.. karena kita seperti City Hunter kan.." ucap Nicko lagi..


Dia memberitahukan hal itu kepada Kakaknya..


Dan Nicki kemudian teringat akan kerja rahasianya..


"Itu projek terhebat yang aku impikan.. baiklah coba lihat fanspage-nya Niisan..!!" seru Nicko.


"Haha.. ini dalam mendesak.. karena netizen semakin menjadi-jadi.. jika misalnya tidak ada masukan dari sebuah pesan.. mungkin kita takkan bisa membantu seseorang.." ucap Nicki.


Nicki mengecek beberapa pesan di Fanspagenya.. dan itu lumayan banyak.. ada sekitaran sepuluh pesan yang belum terbaca.


"City Hunter-san.. tolonglah aku.. bagaimana cara mendapatkan pacar.."


"Anjir permintaan gila.." ucap Nicki yang membaca hal itu.. kemudian dia menskip permintaan tidak jelas..


"Cara untuk menjadi kaya tanpa bekerja bagaimana City Hunter-san?"


"Aku ingin Istriku di Netorare.."


"Aku menyukai waifuku Simca-chan.."


"Kenapa permintaannya tidak normal semua woy..!!" teriak Nicki..


Dia mungkin akan melalukan dunk Smartphonenya lagi kelantai.. namun..


"Tahan.. itu baru sembilan siapa tahu yang kesepuluh adalah pesan yang penting.." ucap Nicko.


Nicki menahan amarahnya dan gagal merusakkan hapenya sendiri..


Dengan wajah yang serius dan sigap untuk membuka pesan terakhir..


"Jones ya...??"


"Brengsek pesan gajelas anjirt!!!" Nicki akhirnya benar-benar menghantamkan hapenya kelantai dan akhirnya rusak pecah-pecah.


"Kau merugikan uangmu lagi.. niisan.." ucap Nicko.


"Mungkin Tsubame-san dan beberapa yang benar benar membutuhkan bantuan kita belum mengetahui tentang fanspage City Hunter..." sambung Nicko dengan tampan.


Nicki sudah menghancurkan hapenya.. karena tidak ada hiburan lain akhirnya dia menghidupkan televisi.


"Dari Flashnews berita terkini.. di area Showdown ada informasi memgejutkan.. katanya.. beberapa penduduk sipil melihat makhluk misterius di aera sini.."


"Kita sudah menyiapkan narasumber untuk memberitahukan rinci dari makhluk itu.."


"Aku melihatnya... itu benar-benar ada.. mungkin sejenis Godzila atau Kaiju.. sangat besar.." ucap Narasumber.


"Apakah kau mengambarnya Narasumber-san..??" tanya Pandemonican lagi..


"Narasumber janai.. Natsuo da!!!" seru Narasumber.


"Jadi Natsuo-san.. bagaimana ciri-ciri makhluk tersebut..?" tanya Pandemonican lagi.


"Seperti ini.." dia kemudian memperlihatkan gambarannya..


"Beginilah dia.. kalian jangan kaget.. mereka ada empat.." ucap Natsuo dengan keras sekali.


"Natsuo-san.. ini?"


"Ya.."


"Woy gajelas kau..!!" teriak Pandemonican.


"Ini memang kaiju yang kulihat di daerah Showdown.."


"Ini bukan monster.."


"Ini.."


"Tinky winky dipsy lala poo.."


"Anjir ini bagian apaan kenapa ada teletubis disitu kenapa dia memberikan berita palsu.. brengsek kau Natsuo..!!" teriak Nicki.


"Sabar-sabar ini memang tidak divertifikasi dengan bagus.. mereka mengira hal itu betulan.." ucap Nicko mencoba menenangkan sang Kakaknya yang super kocak itu.


"Aku ini harus serius beberapa saat dan melakukan sesuatu yang keren agar mendapatkan pujian yang bagus.. tapi.. kenapa ini serba aneh.." Nicki mulai memperlihatkan gejala pusing karena memikirkan hal konyol dan mendesak hari ini.


"Kurasa.. ini bagian dari melakukan konsultasi dan kekhawatiran yang berlebihan.. kita masih harus mencoba mencari beberapa cerita.." ucap Nicko.


Nicko memperlihatkan sebuah video di yutube ke Kakaknya..


"Lihatlah ini, Kak..!!"


"Saya mencoba untuk mencari cara menghentikan caci maki netizen.. tetapi mereka terlalu mendesakku untuk segera berhenti.. kenapa hanya karena satu kegagalan.. gampang sekali kalian melupakan ratusan kenerhasilanku.." ucap Tsubame di Video itu.


"Mungkinkah dia mencari empati.. tidak.. ini hanya akan menjadi masalah yang besar.."


Komentar di plafrom Youtube itu sangat banyak..


"Dasar bego.. kau takkan bisa menjadi tukang bawa berita professional jika satu hinaan membuatmu baper..!!"


"Tolol sekali kau Tsubame-chan.. dasar jelek.!!"


"Inilah krisis moderator dalam media internetan karena netizen berusaha menjadi yang paling benar dalam situasi ini." ucap Nicki.


"Tsubame-san.. desu ka?"


Piotr-san juga menonton vidio yang Tsubame upload ke Youtube..


"Kurasa bagian dari menariknya sebuah jalan dan situasi mendesak akan tercipta.. hmmm.." ucap Piotr.


Komentar terbaru..


Ping...


Bunyian notifikasi...


Memperlihatkan disisi Tsubame-san yang masih menangis menghadapi kritikan media sosial..


Dia melihat komentar terbaru dan kemudian mulai membacanya perlahan:


Nicki Dizkovich : Jangan menangis, menangis tidak mengubah apapun, dunia tidak pernah baik pada siapapun.


Hubungilah nomor ini... 09xxxx8xx... City Hunter akan berusaha membantumu..


Tsubame-san desu ka?


Sebuah komentar yang sangat menyejukan mata untuk membacanya.


"Aku.. akan meminta bantuan.. Nicki City Hunter-san.." ucap Tsubame yang selesai membaca komentar dan tawaran sang Nicki.


B E R S A M B U N G