1+1: New

1+1: New
Chapter 53 - Hal Indah, Berakhir Dengan Indah, Seperti Film Yg Berakhir Indah.



"Hal indah, akan berakhir dengan indah, seperti itulah film dengan akhir yang indah.."


Jika kau mengharapkan good ending yang indah.. maka buatlah hidupmu dengan cerita yang indah, masa masa indah.. jangan ada hal yang suram dengan begitu.. hal indah akan berakhir dengan indah..


"Jitensha jitensha jitensha jitensha jitensha.. koi de koi de koi de koi de koi de.. ima sugu.. ima sugu.. ima sugu.."


"Woy kenapa ini dimulai dengan Jitensha... ada apa dengan sepeda.. dan kenapa ini dimasukan kesini.. kenapa begitu..?!!" teriak Nicki.


"Kitakan lagi menonton Overdrive.. dan temanya adalah balapan sepeda.. jadi sudah sewajarnya ada 'Jitensha' begitulah!." Nicko membentak kakaknya dengan sangat gagah berani.


"Hmm ini sudah melewati masa prosedur sebuah kalimat yang akan kadaluarsa.. jika satu tambah satu sama dengan dua.. maka saat ini untuk ketiga kalinya aku akan memohon kepada Piotr-san menghilangkan dialogmu.." ucap Nicki.


"Hmm.. kurasa dia takkan semudah itu mengabulkannya sambil 'order' karena apa yang sudah dia tulis itulah yang sudah tertulis." ucap Nicko.


"Hey kalian masih berada dalam pikiran otakku, bergetar dan kemudian memikirkan alur.. aku akan mengubah jalan cerita kalian menjadi satu hal yang indah dengan akhir yang indah.." ucap Piotr.


Nicki, Nicko, dan juga Piotr.. mereka berjalan digaris line yang sama, berjalan menuju satu tempat yang disebut area pengunungan.


Di area pengunungan itupun ada sekolahan dengan nama "Kokugo High School."


"Makoto-kun, kau berhasil membawa sekolah kita ke Interhigh.. kau sudah berusaha semaksimal mungkin.." ucap Fukuzaki.


"Tidak.. aku hanya mencoba untuk menang karena dukunganmu.."


Mereka berdempetan diantara tembok sekolahan..


"Mereka akan melakukan Kabedon?"


"Kurasa tidak karena ini adalah tugas kita untuk menculik Fukuzaki.."


"Hmm.."


Ucapan dan percakapan mereka adalah ini, Trio kombinasi orang yang tidak jelas seperti bagaimana.


"Timer Clockwork, Stephenson Steve, dan juga Xianhyun.. mereka bertiga adalah trio yang bisa diandalkan.." ucap Hyo.


"Kurasa seperti itu, mungkin.."


"Ayo lakukan kabedon.." ucap Xianhyun.


"Diam jangan berisik nanti suara kita terdengar.." ucap Clockwork.


"Bagaimana jika kita menculik Fukuzaki dan Ikkeh-ikkeh dia.." sambung Stephenson dengan wajah mesum.


"Fukuzaki-chan.. sukiatte kudasai.." Makoto mulai akan melakukan kabedon mungkin kepada sang Fukuzaki.


"Drama netorare harus kuciptakan disini.. tapi aku tidak tertarik terlibat dalam kisah remaja.. lebih baik tertarik kepada yang sudah bersuami.." ucap Sakatsuki.


Sakakibara Sakatsuki juga melihat posisi kabedon tersebut.. disini adalah saat Sakatsuki masih kelas satu sekolahan menegah atas.


"Itu Sakatsuki-san masa muda.. dia terlihat keren bukan.." ucap Piotr.


"Heh.. dia tidak mirip saat dia sudah seperti dimasa depan.." ucap Nicki.


Nicki dan Piotr dan Nicko sudah berada di depan sekolah Kakugo.


Makoto dan sang gadis muda bernama Fukuzaki, dalam radius beberapa centimeter, mungkin mereka akan melakukan ciuman berskala kabedon yang sangat populer.


"Ini tidak bisa dibiarkan.. kita harus menculik sang gadis itu tanpa dicium oleh bocah ingusan itu.. karena aku akan ditakdirkan bersamanya.." ucap Stephenson.


"Stephenson-san jangan bergerak secara tiba-tiba..!!" teriak Clockwork.


Stephenson sudah bergerak dengan memegang sebuah kapak..


"Dia akan menghancurkannya..??!!" teriak Nicki.


"Perubahaan alur cerita.. dalam tulisan dan ending yang bagus.. kabulkan permintaanku, Order..!!" teriak Piotr. Dia mulai menulis untuk mengubah jalur cerita.


Namun..


"Tidak akan kubiarkan kawan.." ucap Nicki.


Nicki yang entah secepat apa dia sudah menahan ayunan kapak sang Stephenson hanya dengan tangan kosongnya.


"Hachimitsu Style : Arm Clover Rankinjutsu.." ucap Nicki.


"Jurus apa itu?" Stephenson terkejut.


"Mereka orang darimana?" Tanya Clockwork Timer dan Xianhyun.


"Gangguan dari masa depan sudah mampir disini.." ucap Nicki santai.


"Rankinjutsu? Maksudnya dia seorang Alchemist?" Gumam sang Clockwork.


"Clockwork Timer-san, kau memiliki kemampuan operpower dimana kau bisa menghentikkan waktu selama sepuluh detik, coba kau lakukan itu.." ucap Stephenson.


"Hmm.. dia hanya memiliki durasi sepuluh detik untuk menghentikan waktu? Tidak keren sama sekali.. bahkan kemampuan Piotr Szmanowszky lebih keren dengan kemampuan mengubah alur cerita, dan juga Starskovich Fallensky memiliki kemampuan op dimana saat dia menulis, apa yang dia tulis akan menjadi kenyataan.." ucap Nicki.


"Jangan membandingkan kemampuan beberapa orang penting dicerita ini dengan kemampuanku, kemampuanku masih belum seberapa dengan tokoh penting dicerita ini..!!" ucap Clockwork Timer, dengan nada membentak, dan mungkin sedikit kesal.


"Clockwork Timer-san bakalan berbahaya jika dia memasuki zona the flashback in area.." sambung Xianhyun.


"Hmm.. kalian mau menyerang sepasang kekasih yang mau melakukan kabedon? Kurasa kalian belum pernah merasakan masa pacaran ya.." ucap Nicki dengan santai.


"Biarkan kuberitahu, jika masa pacaran adalah bagian dari kisah awal story menuju keromantisan dan akan menikah.. itu tidak harus diganggu.. Kabedon adalah seni.. dan akhir yang indah adalah cerita dengan akhir yang indah.." sambung Nicki yang kemudian dia mengupil.


"Jadi ini inti dari chapter ini.. sasuga Piotr-san dia mampu merangkai kata-kata yang aneh lagi.." ucap Nicko.


"Ini adalah awal.. Clockwork Timer-san lebih berbahaya daripada Stephenson dan Xianhyun.. bersiaplah melewati tempat dengan tema seperti anime Kokkoku.." ucap Hyo-san.. dia melihat menggunakan layar.


Mungkin ada disekitaran area mereka tersimpan kamera tersembunyi.


"Janganlah kau berpaling dari flashback.." ucap Clockwork.


"Zona kemampuannya.. akan dimulai.." sambung Xianhyun.


B E R S A M B U N G