
Touchdown... Ya-ha!!!
"Jika masih ada 0,1 % Kemungkinan untuk menang maka kita tidak akan menyerah.."
"Hancurkan mereka ya-ha!!..."
Nicki tengah santai menonton televisi lagi dengan gaya khasnya yaitu mengupil tentunya..
"Haha aku cukup beruntung hidup dalam sebuah fiktif bisa nonton terus tanpa bekerja.. dan bisa nonton anime di televisi emangnya bocah bocah zaman sekarang nontonnya sinetron fufufu..." ucap Nicki.
Seorang pemuda dengan rambut yang ga jauh berbeda dengan Nicki dan wajah yang ga jauh berbeda juga tentu saja kembarannya..
"Countdown dan Touchdown itu beda woy ngapain hitungan mundur disangkutpautkan ama Touchdown angka di American Futebol.." ucap Nicko.
"Bukan kemauanku ini kemauan penulisnya demi mencapai posisi akhir yang keren. Mungkin ini bagian skema arc kedepannya arc yang serius.. menurut kataku mungkin sampe sepuluh chapter masih bagian dari pengenalan karakter keren kayak kita kita.." ucap Nicki.
"Kita kita apaan pengenalan cuma kita berdua doang mana ada yang lain jika cuma kita mulu yang nongol di televisi jelas-jelas penontonnya bakalan bosan.." ucap Nicko.
Tiba-tiba sebuah bel berbunyi nyaring tanda tong kosong ga ada isinya..
"Masuk..!!" teriak Nicki.
Datanglah seorang wanita cantik dengan wajah cantik dan pakaian seksih rok pendek dan wajah yang manis plus pakaian minim karena kekurangan bahan mungkin..
"Ini kantor City Hunter kan? Ryo Saeba kan yang bakalan nerima tugas tapi khusus dari wanita kan?" Tanya wanita tersebut.
"Salah alamat ini bukan kantor juga ini kost-kost an mbak.. harap maklum.. beginilah nasib anak kost-kost an.. makan mie setiap bulan.." ucap Nicko yang makan mie instan bermerk Ind*m*e.
"Kenapa harus ada kata-kata City Hunter nanti mangakanya bakalan menjatuhkanku keranah hukum.. padahal aku sudah berhati hati agar bagiannya disensor tapi kau tidak mensensornya sialan kau..!!" teriak Nicki.
"Niisan, laki-laki yang baik adalah yang ikemen namun jika ikemen tapi kasar itu sama saja jelek. Bagian dari perbuatan adalah seni menunjukkan seberapa buruk dan baik kata-katamu kepada seorang wanita..." ucap Nicko dengan sekuntum mawar merah yang akan diberikan kepada gadis itu.
"K-keren sekali kamu Nicko-kun tidak seperti Kakakmu.." Sebut Wanita itu dengan tersipu malu..
"Wadooo.." Nicki hanya terganga karena melihat kata kata alay adiknya..
"Namaku Sreytchkiona Schiena.. aku adalah teller disebuah bank.. aku mau minta tolong sesuatu kepada City Hunter keren seperti kalian.." ucap gadis yang namanya Schiena.
"Asiyap.. City Hunter.. Maki Nicko dan Saeba Nicki siap membantu.." ucap Nicko
"Kita bukan City Junter. Ini beda ini bukan cityhunter ini oneplusone woy jangan jiplak karangan sebelah bisabisa kena karma woy..!!" teriak Nicki.
"Gintama saja biasa-biasa saja tuh..." ucap Schiena.
"Jadi apakah permintaanmu nona Schiena..?" ucap Nicki bertanya dia juga mulai mengikuti alur cerita..
"Sebut saja begini..." ucap Schiena yang memulai bercerita.
Sudut pandang Schiena..
"Schiena Sreytchkiona desu.. umur masih 23 desu masih lajang dan belum punya pacar masih jones tapi pernah pacaran kok.. tapi udah putus juga..." ucap Schiena yang memulai narasi dengan buruk...
"Bodoh ini ga penting woy cepatan ke kilas balik yang benar..!!" ucap Nicki membentak.
Schiena mulai dari awal memperkenalkan dengan sebuah narasi bagaikan narator yang berbakat..
Schiena dalam kilas balik dia tengah mulai menghitung duit dengan benar dan ga salah dia selalu mengulang jika ada yang terlewatkan..
"Jumlah duitnya sekitaran jutaan.. tapi.."
Beberapa menit kemudian dia balik lagi untuk menghitung duit lagi.
"Lah kok kurang jadi segini jutaan.. astaga kenapa macam ni apakah ada gangguan dari makhluk halus.. ini sangat very dangerous desu.. hahi..."
"Woy jangan meniru manga lain kenapa malah bergaya Haru-san lagi.. astaga..!!" ucap Nicki yang selalu membentak.
"Jadi apakah ada hal yang aneh nona Schiena..?" tanya Nicki dengan seksama dan mulai serius.
Schiena mulai bercerita lagi..
Dia mulai mencari cari kemana gerangan duit itu hilang..
"Ini ulah Arietta kah tuyul kah atau apakah.. ini berbahaya desu wa watashi wa hontou ni nani mo shiranai.. yada... yappari very very dangerous desu.. ha-hi.."
"Ini kilas-balik apaan arc apaan ini woy astaga malah niru-niru manga lain jelas jelas ini plagiat astaga ini bukan manga ini oneplusone please jangan bawa yang lain kesini.." ucap Nicki yang mulai pusing mendengar alur cerita ini..
Hitungan mundur ini hitungan mundur.. semakin mundur kedalam hal very dangerous rahasia tetap menjadi rahasia dan biarkanlah begitu adanya..
Ikuze.. one two three...
"Jadi tugasnya adalah apa? kenapa kilas-baliknya begitu.!!!!" Nicki seperti biasa selalu membentak.
"Jangan kasar kepada wanita kak.."
"Wanita janai... Schiena da..." balas Schiena menanggapi Nicko.
"Mungkin harusnya Zura janai Katsura da.."
"Tidak-tidak.. mungkin harusnya zura janai katsura da janai tapi Schiena da.." ucap Schiena kembali lagi menanggapi Nicko.
"Schienachan jadi tugasnya ngapain hitungan mundur sudah berjalan ini bobot maksimumku mulai berkurang karena belum makan.." ucap Nicki dia mulai kebingungan.
"Ga jadi ah.. aku cuma mau curhat kak.." balas Schiena dengan tiba-tiba.
"Eh?" Nicki dan Nicko malah menjadi semakin bingung.
"Ternyata duit yang hilang ada dalam saku celanaku jadi aku cuma mau curhat doang.." sambung Schiena yang berlalu pergi kemudian..
"S-sialan countdown apaan judul chapter apaan.. arc apaan.. Schiena apaan.. curhat apaan ini cuma pikun..!!!" Nicki pun kekesalannya memuncak gegara Schiena.
"Aku tidak menyangka bahwa chapter ini tidak terduga gajelasnya.. tidak seperti judulnya.." ucap Nicko.
"Mereka lumayan menarik... mungkinkah masa depan akan berubah ataukah mereka akan tenggelam dalam masalalu?" gumam Schiena yang mengintai mereka setelah dia pergi dari tempat tersebut.
Schiena tepatnya..
"Ayo kita ke Laputa Castle In The Sky.."
B
E
R
S
A
M
B
U
N
G
NB : Next Chapter : Tidak Punya Uang Tidak Apa Apa