1+1: New

1+1: New
Chapter 18 - Kembang Api Yang Kotor.



Heh? Kitanai no Hanabira....


"Hah?"


"Hah?"


"Hah?"


"Chotto matte kenapa diawalin dengan Kitanai no Hanabira.. ama hah-hah-hah.."


"Tenang.. tenang dan harap tunggu? Itu jawaban yang author tuliskan.. ternyata dia lagi mencari ide.. bagaikan memutar otak dan mencapai klimaks.."


Kitanai no hanabira.. Speed Higaway.. Speedometer Gheographic..


Jalur, kecepatan, wangan midnight, mobil mobilan, tengah malam, berita..


Mencapai klimaks dan disatukan dalam kembang api yang kotor..


"Tetap perhatikan Spion-mu.." ucap Nicko.


Melesat dari rahang kekalahan, duel melawan dua veteran yang ditinggalkan dan akhirnya mencapai posisi terdepan.


"Orang ketiga.. siapakah.. Ladyrose Nzk? Sylvia €30?" Gumam Seisuke.


Seisuke melihat spion-nya dengan seksama.. mobil hitam terlihat begitu elegan.. hitam mengkilat bagaikan keindahan.. dengan sebuah merk mobil yang memang mahal.


Orang ketiga dari kebosanan mereka melesat, muncul dari sisi belakang dengan kecepatan yang takkan kalah dari angin..


"Hah.. ini bukan Giuseppe-senpai atau bahkan Paula-san.. ini mobil merk baru.. apakah dia orang barukah" gumam sang Raja Wangan Midnight, Ginosuke-kun..


"Seisuke.. dan Akuma no Z mendapatkan satu tantangan.. mereka secara vertikal kegaris depan.. bagaikan kembang api yang kotor... heh? Kitanai no Hanabira..." ucap Pandemonican.


Helikopter Flashnews yang mencari berita terkini berubah seperti menayangkan balapan liar tengah malam.


Diatas udara juga disitu ada Helikopter sang Nicki yang mengintai..


"Kenapa tiba tiba chapter ini ada kata-kata "Heh? Kitanai no Hanabira" asal ceblas-ceblos ajah.." ucap Nicki. Dia mengintai balapan dan sudah tahu disisi sini juga bakalan ada Helikopter Flashnews..


"Pilot-san.. menurutmu siapa yang akan menang.." tanya Pandemonican.


"Dalam balapan liar dalam sisi tol.. yang menang yang kalah tidak ada.. adanya mengejar atau membiarkannya melaju.. ini sudah mencapai klimaks.. yang berakhir lebih dulu.. yang menarik rem duluan yang berakhir.. yang melambat adalah mereka yang membiarkannya.." ucap Pilot.


Kata kata klise yang panjang.. arc wangan midnight dipenuhi oleh kata-kata serba panjang.


Sepanjang rel kereta api, dan bagaikan kitanai no hanabira..


"Lampauilah garis line, melesat kedepan jangan ragu.. the end adalah akhir... melewati adalah performa terbaik.. Ikuzo.. Kamen Rider Gaim.." Nicko.


Orang ketiga dari barisan ketiga di wangan midnight.. maju dalam skala beberapa senti..


Sejajar.. kemudian sejajar.. kecepatan setara.. sejajar dan sama-sama berada digaris yang sama..


Akuma no Z, Ginosuke Gianpiero.


86 Dollar, Seisuke Keisatsu.


Marcedes Benz, Nicko Dizkovich.


"Yo bocah.. kau mengemudi lumayan cepat jugs.." ucap sang Seisuke dengan santai.


"Heh.. Inspektur Seisuke balapan juga toh.." ucap Nicko.


"Ini seperti segitiga trapesium.." ucap Ginosuke.


Mereka berkendara, bagaikan bersama angin, tenang dan bising lalu.. semuanya ada disini..


Drama dag dig dug.. bersatu bagaikan dengan jiwa..


Fenomena mesin, keringat, melampaui batas..


Mereka berada dalam posisi zone mereka masing-masing.


"Kiseki no Sedai wangan midnight..."


Ginosuke Gianpiero


Seisuke Keisatsu


Nicko Dizkovich


Giuseppe Davidecosta


Gianpaulo Paula.


"Siapa keenamnya.."


"Aspal dijalanan.."


Gianpaulo Paula dan Giuseppe Davidecosta sudah tersisih di awal-awal..


Tekad tiga barisan terdepan, roda yang berputar, mesin yang berbunyi, keributan tengah malam..


Dan dalam area Wangan Midnight End.. sudah ada Blockade jalan..


Jalan-jalanan tol tengah malam.. seketika ramai oleh para media yang meliput Blockade Wangan Midnight.


"Aku akan mengalahkan Akuma no Z.. demi kebahagiaan Kubinashi no Rider..."


"Dia yang pertama menarik rem... dialah yang kalah.." gumam Seisuke.


"Heh.. kembang api yang kotor?" Gumam Ginosuke dengan sinis..


Tiga mobil itu sejajar satu sama lain, mencoba untuk yang paling terdepan.. menaikkan gigi mesin ketingkat keempat..


"Keempat.. kelima.. dan tunggulah shinigami menantimu sambil tersenyum.. balapan adalah hal yang menantang.. bahkan jika kau mati dan kecelakaan.. aku takkan pernah membungkukkan badanku.. karena jika ada yang celaka.. aku akan menghormatinya dengan terus membalap.." ucap Ginosuke.


"Polisi mungkin takkan menangkapku karena aku Inspektur Seisuke Keisatsu.. dengan julukan Justice and Rush.. aku adalah kecepatan.. jabatan.. itulah yang membedakan.. bahkan jika semua berakhir saat aku crash and death.. gajiku takkan cair.. dan aku takkan menikmati hasil.." ucap Seisuke.


"Kecepatan, kecepatan, The King In The Wangan Midnight.. apakah Kubinashi no Rider-san akan tersenyum padaku.. apakah bahkan jika aku melesat.. Rito-san akan menyerahkan satu wanita untukku?" ucap Nicko.


Kaca Spion mereka masing-masing hanya melihat lampu-lampu dijalanan serba panjang ini..


Bagaikan sisi teluk.. lurus dan padat karena banyak truck-truck.. salah mengerakkan mesin.. berarti death...


"Zone...."


"Cepat.. mereka sangat cepat.. tinggal beberapa kilometer lagi akan mencapai blockade.. setiap opsir dan inspektur sudah bersedia memblockade mereka.." ucap Pandemonican..


"Lampauilah batasanmu.. kecepatan Lightning Mcqueen lebih cepat dari ini.. jangan mengecewakanku karena kamu tokoh utama di arc ini.. laki-laki itu takkan menyerah sampai akhir.." ucap Nicki.


Helikopter yang menyinari, blockade yang menanti..


Was was yang sangat terpacu, adrenalin memuncak, dag dig dug semakin kencang berdetak. Jantung dalam keadaan berpacu dengan waktu..


"Kau takkan mencoba untuk berakhir.." ucap Seisuke..


"Zona... inilah adalah sebuah otoko no romantic.. tragedy akan tercipta seperti saat aku menonton Saishuu Heiki Kanojo.." ucap Ginosuke.


"Ai to kibou ga.. utsukushi wa kono subarashi..." ucap Nicko..


Dalan hitungan, beberapa detik ke menit.. delapan ratus kata. Dengan beberapa chapter. Arc beda-beda dengan kharismatik tidak jelas.


"Kecepatan.. hanyalah sebuah ilusi yang disebut oleh seseorang yang mencintai mobil Ladyrose Nzk.." ucap Giuseppe.


"Who is end? Who is wins.. why always me.. why.. layar depanku.. mereka melesat bagaikan horoskop.." ucap Paula..


"Heh..." Ginosuke...


Kemudian mengeluarkan kata-kata khasnya.. "Kembang api yang kotor kah?"


Dua pesaingnya.. melambat seperti terkena timekepper.


Mereka menyerah disaat akhir.. blockade akan didepan.. dan akan tertabrak oleh sang Ginosuke..


"Heh... Kitanai no Hanabira wa..."


"Ada satu alasan kenapa seorang Pria berhenti berburu dalam perburuan.. yaitu.. saat dia lebih mementingkan nyawanya daripada kemenangan.." ucap Seisuke.


"Jika aku lari dari balapan hari ini.. dan kemudian melanjutkannya lagi di hari esok.. satu hal yang sama akan selalu ada.. nyawamu selalu terancam saat balapan.. aku menyerah.." ucap Nicko..


Nicko dan Seisuke.. mereka berhenti.. dengan senyuman khasnya.. dua kembang api yang kotor..


"Kenapa kau berhenti kawanku.." tanya Seisuke..


"Bensinku.. habis.." jawab Nicko polos.


"*****.. harusnya aku melanjutkan lesatanku.. karena aku berhenti karena seorang Rookies menyerah.." ucap Seisuke.


Ginosuke Gianpaulo.. bagaikan kembang api yang kotor.. menabrak blockade..


Dan.. bruak...


Mobilnya terguling-guling.. dan rusak parah.. atau mungkin...


"Saat selesai dan berakhir.. aku takkan end saat semuanya belum selesai.. karena death race.. masih menantiku dalam senyuman.." ucap Ginosuke dia terbata-bata.


Terluka parah, dan mendapatkan perawatan dari beberapa Keisatsu.


"Telpon ambulance.."


Beberapa menit kemudian.. Ginosuke tanpak akan dimasukan kedalam ambulance..


"Heh.. Kitanai no Hanabira wa.." ucap Seisuke, tepatnya dia mengejek Ginosuke.


Lebih tepatnya Seisuke berhenti karena dia tidak ingin tertangkap, dan nanti pangkatnya akan diturunkan.


"Kembang api yang kotor ditengah malam berakhir dengan sad ending.. bagi yang menyaksikan balapan liar ditelevisi tengah malam ini.. jangan mencoba meniru ini ya.." berita Pandemonican Nicole berakhir..


Helikopter Flashnews terbang menjauh dari area Wangan Midnight..


"Pilot-san.. Apakah kau melihat Pria menarik hari ini.."


"Ya, kurasa.."


Wangan Midnight berakhir dengan akhir yang membosankan.. berakhir dengan drama crash and the end..


"Yohoo.. akhir arc ini sudah terlalui.." ucap Nicko.


Sementara Nicki terlihat berjalan kaki sambil memetik gitarnya dan bernyanyi.. "Shalalala lala.."


Nicko juga tengah membaca Volume terbaru komik to love ru sambil duduk dimobilnya..


Tanpak sekilas bunyi mesin "ngeng-ngeng " mulai terdengar..


Motor.. ya sebuah motor.. pakaian khas geng kota.. dengan lengan seperti ban pemimpin geng.. namun..


Tanpa kepala.. yah.. orang-orang menyebutnya Kubinashi no Rider..


Dan baju belakangnya..


Coret coretan terlihat, berlewatan dengan Nicko yang duduk dimobilnya...


Kemudian Nicko mengepal tangan kanannya..


Kubinashi no Rider juga tampak mengepalkan tangannya...


"Terima kasih.. sobat.."


Tulisan belakang punggung Kubinashi no Rider terbaca..


"Haha... sempat-sempatnya parodiin Gakkou no Kaidan ni cerita.. gajelas woy.." teriak Nicki tiba-tiba..


Arc wangan midnight (selesai)


B E R S A M B U N G