1+1: New

1+1: New
Chapter 30 - Flame Dance Online.



Flame Dance Onlie.. itu seperti berdansa sampai onlen diatas api.. tapi itu bukan kebenarannya..


Karena judul chapternya hanya buat keren-kerenkan saja.


"Wadoo.. Metropolitano.. kota yang banyak tanah tandusnya.. dan panas.." ucap Nicki, mereka menaiki Gunmen, menuju area Robot Matching.


"Jangan mengatakan hal itu jika kau benar benar berjalan kaki dibawah.. dan melihat terik panas matahari secara langsung.." ucap Jyuubei.


"Chotto Jyuubei-kun berjalan kakilah dengan benar.." ucap Nicki.


"Hehe.. kau tidak tahu aku Jyuubei si Ahli Pedang.." Jyuubei sudah mulai kesal.. dan jalan Pendekar Pedangnya mulai akan dia perlihatkan jika kekesalannya memuncak..


"Jangan begitu Jyuubei-san.. kau akan kalah melawan Gunmen-ku.." ucap Nicko.


"Haha.. kau hanya mengandalkan mesin melawanku... ketahuilah Manusia bisa melampaui mesin.." ucap Jyuubei.


"Inituh robot... bukan mesin..!!" bentak Nicko.


"Halah souka.. kau mungkin jika sampai di Robot Matching.. kau akan dikalahkan dengan mudah.. karena Metropolitano.. kota para petarung robot.." sambung Jyuubei.


"Kalau kota para robot.. kenapa kau berjalan kaki.. mana robot milikmu.." tanya Nicki.


"Aku ini ninja.." Jyuubei mulai merapal jutsunya..


"Toumei Ningen no Jutsu.."


Dan seketika sang Jyuubei sudah tak terlihat.


"Inikah kemampuan ninja??? aku pengen belajar.. Jyuubei-sensei.." ucap Nicko.. matanya sudah bercahaya karena ingin belajar jutsu Manusia Menghilang.


"Biar aku bisa gunakan untuk mengintip cewek mandi.."


"Dasar kau.." ucap Nicki.


Jyuubei tak terlihat.. menghilang dan menjadi manusia tak terlihat..


Meskipun dia tak terlihat, suaranya masih terdengar..


"Haha.. inilah kehebatan ninja sepertiku.. bahkan jika kalian berdua ingin menantangku.. aku bisa saja membunuh kalian berdua dengan sangat cepat.. tapi untunglah kita dalam posisi pengen ke Robot Match.." ucap Jyuubei.


"Hilih.. kau tidak terlihat emangnya kau berada dimana.. ninja.." ucap Nicki. Dia menoleh kiri-kanan dan gak melihat sama sekali Jyuubei.


"Hahaha.. aku sudah berada diatas Gunmen milik kalian, Kawan.." balas Jyuubei dengan nada yang santai.


Dia sudah terlihat dan berada diatas kepala Gunmen milik Nicko dan Nicki.


Kenapa adik lebih dulu.. karena dia lebih dulu menemukan Gunmen.. seperti dalam sebuah transformation dan takdir.. dimana yang menemukannya lebih dulu adalah yang memiliki hak itu.


"Bagaimana, apakah kita akan bekerja sama dan mengabungkan tiga wajah Gunmen..??" tanya sang Jyuubei.


"Heh, tiga wajah?" Nicki terlihat bingung dengan ucapan sang Jyuubei.


"Yah.. karena setiap Robot Match.. membutuhkan Tag Team.. meskipun sang Cunningham juara satu sampai tiga tahun.. namun dia berada di tim jagoan.." ucap Jyuubei melanjutkan.


"Hey.. aku makin tidak mengerti ucapanmu.." Nicki semakin bingung.


"Bodoh.. team sang Cunningham adalah Roboctis;Note.. dimana penumpang di robot itu ada tiga orang.. dan mengabungkan tiga wajah Gunmen-nya.. Posisi bagian atas. Cunningham, bagian bawah.. Yukimitsu.. dan bagian tengah, Inler.." ucap Jyuubei.


"Lah loh.. kok tidak seperti kelihatannya, kenapa bisa ada tiga.. sedangkan di iklan televisi.. yang disorot cuma bagian atas.." ucap Nicki.


"Yah mereka tidak adil.. team adalah tag team.. mereka menang karena team.. bukan karena satu orang." Sambung Nicko.


"Makanya dari itu.. kita harus bergabung dan menghancurkan ketidak adilan Robot Matching.. kita harus juara.. aku kasihan kepada Mitrovich-san.." ucap Jyuubei..


"Sampai bisa mengabungkan wajah robot.. aku rasa ini bagian parodinya Tengen Toppa Gurren Lagann.." ucap Nicki.


"Ya kau kenapa tidak mengatakan hal itu daritadi.. bukannya diawal memang sudah ada parodinya.." ucap Jyuubei.


"Lalu tactical cem mana yang harus kita lakukan.. aku bagian atas.. karena aku penemu.." ucap Nicko.


Mereka semakin cepat berjalan dan akan mulai mendekati stadion Robot Matching.


Bising bising sang komentator terdengar jelas karena Stadion Robot Matching sudah mulai terlihat.


"Kita lihat ya.. inilah Robot Match.. dimana takkan ada ampun.. hancurkanlah robot musuh dan melampaui batas.." ucap Komentator.


"Kurasa meskipun ini hanya olahraga.. tapi merusak mesin itu seperti meremehkan cara kerja mesin itu sendiri.. kita harus menghentikkan ini.. karena penantang sudah mengatakan menyerah..!!!" teriak Pandemonican.


"Tidak.. ini adalah Arena para petarung Pandemonican-san peraturan takkan bisa diubah.." jawab Komentator yang satunya.


"Hey.. kalau tahu caranya begini aku takkan melakukan komentar disini.." sambung Pandemonican.


"Kau sudah dibayar mahal untuk tampil.. jadi kau cukup melakukan tugasmu disini br*ngs*k!" Bentak Komentator.


"Arena ini lebih br*ngs*k.. robot bertarung sampai hancur.. namun apakah kau tidak berpikir tentang keselamatan penumpangnya..!!" bentak Pandemonican.


"Keadilan disini adalah yang menang yang terhormat.. jika tidak ingin dihina.. menangkan match itu.. itulah peraturan.. rule of the game.. this is art..!!" bentak Komentator.


"Kalian mendengarkannya bukan, ini adalah arena kejam.. dimana harus menghancurkan robot musuh.. dan kemungkinan bahkan penumpangnya bisa saja terluka parah bukan, Piotr Szmanowszky dan juga Sebastian Mitrovich sudah kehilangan tangan mereka musim lalu.. saat ini tangan mereka hanyalah tangan palsu.." ucap Jyuubei.


"Pandemonican-san dia sudah berjuang untuk menjadi Komentator.. dan menahan amarah sedari tadi.. dan akhirnya itu dia lepaskan.. karena dia takkan bisa menahannya terlalu lama.." sambung Jyuubei lagi.


"Bahkan wanita ada dalam satu tim.. dan mereka juga terluka karena hal ini.. bukankah ketidakadilan sudah ada didepan mata.. Tokoh Utama-san?" Jyuubei masih mengoceh dan melakukan pertanyaan kepada sang Nicki.


"Ya kurasa kita harus melakukan Flame Dance Online, teknik dengan sesuatu yang takkan ada habisnya.." ucap Nicko membalas ucapan Jyuubei.


"Apaan itu Flame Dance Online, kita harus melakukan teknik Yabuki Joe.. tinjuan takkan terhenti.. sambil meneriakkan "Tatakai Joe.." ucap Nicki.


"Jangan membawa hal yang ada Ashita no Joe-nya di arena Mecha.. Mecha ya Mecha.. Tinju ya Tinju.. itu takkan bisa disamakan..!!" ucap Nicko membentak Kakaknya.


"Megalo Box.." ucap Jyuubei, dia memperlihatkan komik volume ke 2. Megalo Box.


"Plagiat Ashita no Joe kah..??"


"Bukan.. ini adalah seri peringatan untuk 50 tahun Ashita no Joe.." jawab Jyuubei.


"Ini tentang apa dan bagaimana.. aku akan memperlihatkan kemampuanku.." ucap Nicki..


Tiba-tiba smartphone milik Nicki berbunyi..


Tilililit.


"Halo dengan bapak Nicki?"


"Ya saya sendiri.."


"Saya memiliki pertanyaan untuk anda, jika anda berhasil menjawabnya anda akan mendapatkan aktion figur Ashita no Joe.."


"Okeh, apa nih pertanyaannya..??"


"Apa yang akan dilakukan seorang petinju jika dia tidak bisa melanjutkan pertandingan?"


"Hmm.. saya menyerah?" Jawab Nicki.


"Sayang sekali anda menyerah.. hadiah dibatalkan..."


"Wei... chotto matte itukan memang jawabannya kenapa malah salah.. br*ngs*k..!!!" teriak Nicki.


"Hadduh itu hanya iseng-iseng salah sambung kayaknya.." ucap Jyuubei..


"Lumayan comedy garing untuk akhiran chapter ini.." ucap Nicko.


"Selanjutnya di OnePlusOne, Next Chapter : Excalibur, Kabulkan Permintaanku, Big Order!" Ucap Cunningham mengakhiri chapter ini


B E R S A M B U N G