1+1: New

1+1: New
Chapter 14 - Untuk Hari Esok.



Parody apa yang harus dilakukan.


Menirukan anime apa yang harus kulakukan.


Bagaimanapun kapanpun bahkan jika kau kebingungan mencari ide.. ingatlah bagian bagian rinci dari cuplikan yang pernah kau tonton.


Walau kadang menjadi ide gajelas seperti ini..


Namun bagaimanapun.. kapanpun... tekad takkan bisa diubah.. semuanya bergantung pada debu ke debu.. api ke api..


Namun dari udara ke udara.. cukup impossible untuk menciptakan seni menipu mata...


Dia masih dengan hal yang sama.. masih melakukan hal yang sama.. masih tersenyum dengan hal yang sama... berakhir dalam hal yang sama.. dan selalu mengupil dengan cara yang sama..


Sementara musuhnya masih keren dengan hal yang sama.. tekad yang sama.. takkan kalah dari angin yang sama.. dan selalu berkharismatik dengan hal yang sama.


Meski tekad dan idealis mereka berbeda namun itu sudah tekad mereka yang berbeda.


"Kebersamaan menimbulkan kata-kata "Kau tidak berjalan sendirian" dalam artian Youll Never Walk Alone.." ucap Nicki.


"Selalu, selalu seperti begini.. selalu selalu dimulai dengan kata-kata yang khas.. tidak berjalan sendirian selalu sudah ada dalam setiap ide.. terlalu mainstream dan membuat chapter ini gak guna.." ucap Starskowsky.


Mode Silver Soul Ranger yang menawan berhadapan dengan tokoh utama yang tidak keren.


Cerita yang lebih bersifat no aktion.. lebih banyak berbicara daripada aksi...


"Tidak keren.. tokoh utama bersikap tidak keren haha.." ucap Starskowsky.


Selalu dalam mode serius selalu ketikan berikut itu yang akan selalu ada.. seperti kehilangan ide melanjutkan makanya selalu menciptakan kata-kata yang panjang..


"Menurutku.. bahkan bagaimanapun biarpun musuh bersikap keren.. ada satu hal yang gak bakalan berubah.."


Nicki selalu dalam mode begini.. seperti chapter sebelumnya.. mereka tatap menatap untung bukanlah tatap mata ozan.


"Kuserahkan pada sebuah kepalan tinju..."


"Satu pukulan terakhir yang mungkin akan menyelesaikan masalah.."


Mereka berdua bergumam secara bersamaan.. memikirkan satu serangan terakhir walaupun ga terlalu seru.


Terlalu cepat mencapai adegan klise yang terpenting tak menuju ejakuasi dini...


Mereka melesat dengan bersamaan.. akan saling menghantamkan pukulan ketarget mereka masing-masing..


"Kapanpun.. bagaimanapun..!!" teriak Starskowsky..


"Bagaimanapun.. hingga akhir.. arc ini tidak menarik. Tingkat serius nol persen mendekati Quantum of Iron Bladed.."


Kepalan tangan mereka saling bertemu satu sama lain.. target adalah kepalan tak mengenai wajah mereka.. karena mereka saling menghantamkan pukulan ketangan masing-masing...


"Ini tidak keren.. sangat tidak keren.. chapter sebelumnya berakhir dan chapter ini dimulai.. dimulai dengan kata kata yang klise dan ga terlalu menarik.." ucap Nicko.


"Seperti arc ini cenderung dipaksakan karena musuhnya tidak keren.." ucap Sylviana.


"Seperti kekerenan sniperku tidak ada gunanya.." sambung Jamp.


"Ini seperti tidak ada arti.." Walk menimpali.


"Lalu kekerenan Kristopher-san bagaimana??..." Rhy ikutan menanyakan hal itu..


Mereka menanyakan kenapa kehadiran mereka tidak disorot oleh kamera.. namun ini tidak memakai kamera...


Berakhir dalam drama menanyakan hal itu.. dan pertempuran yang mungkin sia sia.


Mendekati beberapa kata 500 kata ke 1000 kata...


Namun sekali lagi...


"Tinggal sedikit lagi.."


Pukulan pukulan Silver Soul Ranger dan Sang Tokoh Utama saling beradu..


Hantaman kemudian mengenai wajah mereka bergantian tergantung secepat apa mereka melesatkan pukulan..


"Kau berakhir dalam kepastian dan drama terlalu chuunibyou.. Power Rangers era berakhir.. karena Anak-Anak sekarang lebih menyukai sinetron.." ucap Nicki..


"Bahkan jika sinetron menjerumus.. hatiku masih seperti Anak-Anak karena aku mengagumi power rangers apapun yang terjadi.." ucap Starskowsky.


Mereka masih dengan tekad.. Starskowsky takkan kalah dengan angin karena dia seperti bintang karena namanya begitu..


Hal yang klise untuk hari ini dan untuk hari esok...


Pertarungan tak ditentukan bagaimana ini berakhir.. pertempuran dan arc awalan yang membosankan...


"Musuh hari ini tetaplah musuh bahkan jika kita menonton kita harus ikutan bertempur.." ucap Rhy.


Rhy menantang sang Walk..


Walk masih mendengarkan walkmannya.. dan kemudian melepaskannya lalu tersenyum sesaat.. "Chunnibyou desu ka.. Power Ranjer hanya ada dalam khayalan.. lebih tepatnya ini hanya kostum untuk menarik perhatian Anak-anak.." ucap Walk..


Hal yang terungkap kenapa ini takkan ada artinya.. kenapa ini semua bagaikan drama last second to the cry..


Heartache is coming soon.. and join to your dream..


"Untuk hari esok.. untuk hari ini dan seterusnya.. bahkan jika berakhir dalam rasa sakit yang sama.. bahkan jika power ranger memudar dalam ingatan anak anak.."


"Bahkan jika aku mencoba berjalan sendirian.. bahkan jika cerita ini terkesan membosankan.. bahkan jika sinetron mendominasi..."


"Aku takkan kalah demi hari esok..."


Hantaman yang khas mengenai wajah sang tokoh utama cerita ini..


Punch Ranger dengan tekad takkan kalah dengan angin.. takkan kalah dengan hujan takkan kalah dengan badai..


"Terkadang.. kalah karena seni peran cukup menyakitkan juga..." Nicki dan arc power ranger yang tidak seru.


Pembaca yang tidak ada dan nol komentar yang selalu ada.. terkesan terburu buru dan hey tidak masalah...


"Nice Kameramen.. kalian sudah bekerja dengan baik apalagi untuk yang merekam.." ucap Pria yang berkumis..


"Power Ranger Seri Baru "Silver Soul Ranger : Takkan Kalah Dari Angin.. sudah selesai dibuat.." Sambung Pria tersebut..


Ternyata oh ternyata..


Ini hanyalah pembuatan filem Power Ranger yang ga ada kaitannya.. karena ini palsu dan tidak ada yang namanya sungguhan terbunuh...


"Haha cukup mengecewakan aku cuma berperan dalam beberapa menit saja.." ucap Kristopher.


Ternyata Nicki dan Nicko mereka mendapat sebuah pekerjaan mendadak yaitu menjadi pemeran tambahan dalam filem ini dan bayarannya lumayan makanya Nicki bersedia kalah meskipun dia tokoh utama..


"Flashbacknya ga seru harusnya dibuat lebih bagus.." ucap Rhy


"Aku bahkan belum beraksi.." ucap Nicko.


"Malahan aku kalah lebih dulu.." sambung Spiegel.


Semua yang terjadi untuk hari esok dan demi hari esok untuk ending yang lebih baik.. mereka menciptakan Ranger yang takkan kalah dari angin.. tekad seperti itulah yang harus ada..


Beberapa bulan kemudian..


"Disini Pandemonican Nicole.. akan memberitakan laporan terkini tentang yang hits belakangan ini.." ucap Pandemonican sang Reporter.


Seperti biasa Nicki menonton televisi lagi..


"Kita akan bertanya pada pengunjung hari ini." Nicole berjalan dan menemukan seorang Pria remaja..


"Ano boleh aku menanyakan satu hal? Kenapa kau sudah remaja namun menyukai Tokusatsu dan membeli pernak-perniknya..?" tanya Pandemonican.


"Hmm kurasa ya karena aku takkan kalah dengan hal baru.. karena kadang nostalgia zaman old dibutuhkan karena ini bagian kenangan.. karena cita-citaku dulu ingin jadi Ranger dan hal-hal yang bisa henshin.." balas sang Pria tersebut membalas pertanyaan Pandemonican. Sembari ia tersenyum.


Sebuah gebrakan besar di pasaran televisi..


"Henshin.. Silver Soul Rangers.."


"Meskipun zaman ini televisi lebih mementingkan rating daripada edukasi.. kadang kadang yang kehilangan rating akan menciptakan inovasi baru dan menarik minat anak-anak.."


"Pink Ranger niisan juga keren saat melawan Silver Soul Rangers.."


"Meskipun Renjer mengalahkan musuh.. mereka takkan membunuhnya. Karena keadilan ada untuk menyelamatkan bukan untuk membunuh.."


Kata-kata bijak sudah terkenal diseluruh pelosok negeri yang ada anak-anaknya..


Dan lalu rating sinetron menurun.. sekarang televisi era Nicki dan Nicko dipenuhi era filem edukasi dan tokusatsu yang bermutu..


"Jadi selanjutnya.. aku bakalan syuting apa? Balap mobil? Atau Kamen Rider.." Nicki kemudian mengupil dan lalu beriringan dengan listrik mati...


B E R S A M B U N G