
Mari membuat adegan 'Lihat' dengan awalan seperti..
Coba lihat semua , Kapten Nicki datang, seluruh cewek-cewek cantik, puji kegantengannya, Kupu-kupu... kupu-kupu.. Juga rerumputan... juga rerumputan... mana bisa menyebut namanya karena mereka gak bisa bicara... Nananana na na... nananananana na...
"Kapten Nicki, Look!!" Seru sang Prajurit, sebut saja Pique Queque.
"Sejak kapan aku jadi Kapten? dan ini bagian mana lagi? kenapa judulnya Look doang? Mau melihat apaan? Astaga bisa gak buat lebih bagus lagi judulnya anjay!!" Kalau tidak protes dan mengeluh, itu bukanlah Nicki yang sebenarnya.. Karena Nicki suka ngeluh dan ngupil itu adalah ciri khas yang takkan terlupakan.
Intinya Nicki, Pique, bahkan sang Nicko, mereka bertiga ada di atas kapal pesiar yang kebetulan banyak penumpang yang kaya raya.
"Kayaknya aku tahu ini cerita, konsepnya pasti bakalan bandingin mana orang paling kaya, paling ganteng, paling cantik, paling ingin kamu jadikan pacar.. atau paling-palingan ya seperti itulah!!"
"Njir.. Niisan kita gak perlu bandingin kecantikan kegantengan, itu masuknya konsep body shaming, berbahaya itumah, nanti kena pidana perkara penghinaan fisik!!" Seru Nicko.
"Tidak, ini aku akan memainkan tebakan, kita akan mengadukan nasib mereka!!" Seru Pique, dia bersemangat untuk memainkan permainan gajelas yang memang ditakdirkan untuk menjadi tidak jelas yang tidak very nice kick dont give me the ball.
Nicki kemudian melihat seorang gadis cantik yang tengah mendengarkan musik sembari kedua matanya terfokuskan kepada cakrawala sinar handphone-nya, "A-ada pelangi di matanya!!!" Teriak Nicki kemudian, nampaknya dia malah jatuh cinta dengan kecantikan sang gadis tersebut.
"Njir, soal cewek dia cepat banget, pasti dia sudah berpengalaman memiliki banyak pacar!!" Seru Pique.
"Kan ini adalah 'Look' jadi kita bakalan lebih sering lihatin orang, Kan?" ucap Mas Nicki seakan-akan dia bertanya. Meskipun memang benaran ada tanda tanya di akhir kalimatnya.
"Pique, kau itu cuma numpang tenar disini, cepat balik sana ke Berselona, kau tidak cocok masuk di dalam cerita ini.." ucap Nicko.
"Woi, namaku Pique Queque bukan Pique yang pemain Berselona itu!!" Bentak Pique.
Karena ada nada-nada membentak, si Gadis yang mereka 'Look' ini menoleh kearah Nicki, Nicko dan Pique, "Ada masalah kah? Kenapa begitu ribut?"
Cuma gitu doang dia berucap, membuat Nicki kembali mimisan, "D-dia tenshi!!! Cara bicaranya lembut, nada seperti itulah yang aku impikan!!"
"Barusan jika suara adalah 'Voice' dan mendengarkan adalah 'Listen' ini tidak cocok menjadi 'Look' karena Nicki tergoda hanya dengan 'Voice' cocoknya ini menjadi 'Listen' karena Nicki jatuh cinta saat dia mendengar!!" Seru Nicko.
"Jadi daripada dibuat 'Look' mendingan judulnya jadi 'Listen' atau gak 'Voice' biar mantap.." sambung Pique.
Look.
Mereka hanya melihat pesona orang-orang, bahkan dalam dorama 'Look' ini, muncul satu orang berwajah sangar yang mungkin dalam pendapat orang-orang, dia akan galak bahkan sangat marah jika ada satu kesalahan.
Anak kecil berlari dan lalu kemudian menabrak dan menumpahkan apa yang ia bawa kepakaian sang orang yang dia tabrak barusan.
"Tuh, awas dia akan marah, karena dari wajahnya dia sudah super duper akan marah dengan beringas karena pakaian bagusnya sudah kotor!!" Seru Pique.
Wajar jika ada yang marah dalam skene ini, karena ditempat ini banyak orang-orang kaya dengan pemikiran berada di atas langit.
Orang yang barusan ditabrak oleh sang Bocil barusan mulai akan berkata-kata kasar mungkin, tetapi...
"Hati-hati dan jangan lari-lari, tidak ada apa-apa, tidak ada sesuatu, tidak ada yang menakutkan, tidak ada yang kamu kejar, tidak ada drama, tidak ada aksion komedi, tidak ada skene dimana aku marah, tidak ada, tidak ada, tidak ada.."
"Woi woi woi woi woi woi woi woi woi woi woi woi!!!!!!" Nicki terkejut, dia terkejut dengan balasan si Pria yang tertabrak, "Ngapain dia berkata panjang gitu, anak-anak dengan pemikiran bermain mana bisa ngerti gituan!!!"
Orang-orang kau perhatikan, berbeda dan kadang ada yang mengesalkan dengan ekspresi meremehkan, atau bahkan sang Pria barusan yang tertabrak oleh bocil.... Ekspresinya memang galak, tampak menakutkan, tetapi 'Look' hanyalah ekspentasi tidak resmi yang menghakimi perilaku Manusia berdasarkan sampul yang dipertunjukan.
"Dia hebat, dia baik hati!!!" Seru Nicko.
Kemudian adegan berikutnya tercipta dengan kehadiran Nona manis yang manis dan sangat manis semanis-manisnya karena dia memang manis.
"K-kawaii..." Nicko mimisan kemudian, sedangkan Nicki mulai memperhatikan sang gadis itu lebih dalam, dia menghayati bagaimana perlakuan sang Nona itu jika tertabrak.
Meskipun memperhatikan lebih aman, namun kemudian sang Nicki berusaha melepaskan diri dari Zona kenyamanan, dia berjalan mendekati sang Nona manis tersebut dengan langkah pasti. Tak berhenti sampai mencapai akhir finish.
"Hay, nama saya Nicki.." ucap Nicki yang kemudian memperkenalkan namanya dihadapan sang Nona manis tersebut.
Nona Manis itu kemudian menatap Nicki dengan tatapan sayu, tak bersemangat, pilu, mata ikan mati..
"Oh, Nicki.. Namaku... K*** A***" Balas Gadis yang bernamakan K & A yang dihalangi oleh bintang-bintang.
"K*** A***? Apaan tuh, nama kok ada Censored, apakah kita membutuhkan VPN biar namamu menjadi Uncensored??"
"Barusan aku sudah berusaha menyebut namaku dengan benar, tapi karena tidak lulus sensor akhirnya jadi bintang-bintang.." balas K*** A*** dengan mantap.
"Look-lah, begitulah kehidupan.." sambung Pique.
Nicki tidak mendapatkan apa-apa dari K and A, dia hanya mendapatkan nama dari sang gadis dengan sensored yang berlebihan.
"Look, Sensored masih merajalela, seperti dalam berita, mereka mensensor wajah sang narasumber kriminal.."
Insiden K and A sudah berakhir, kini kehidupan 'Look' mulai masuk keskene berikutnya yang akan menceritakan tentang 'Lihat'
"Sejak kapan genre ini berubah menjadi genre Motivasi, ayo perlihatkan genre bagusnya!!"
Look. Tetap Perhatikan, Jangan Beranjak Dari Tempat Dudukmu..
Nicki, Nicko dan Pique kemudian berjalan sembari melihat-lihat apa yang akan terjadi kemudian, Kapal Pesiar yang menumpang banyak orang kaya dan wanita-wanita cantik.
Look. Mereka kemudian mendapatkan satu skene yang begitu indah.
"Tashkete.. T-tolongin aku berdiri.." Seorang gadis meminta bantuan, dia kepeleset akibat kakinya jatuh ketempat licin.
Look.
"Perhatikan!"
"Tetap Perhatikan!!"
Cerita ini mungkin akan melakukan kontradiksi menyakitkan mata, tetapi ini tidak akan melewati batas dari kemanusiaan yang bijaksana.
"Look!!" Nicki mulai mimisan sembari menyerukan kata 'Look'
"Look!!" Sambung Nicko yang ikut mimisan karena melihat konsep yang sama tentang apa yang di 'Look' oleh sang Nicki
"Look!!" Sambung Pique yang juga mimisan bersama mereka.
"Hah?" sang wanita hanya kebingungan melihat tiga orang itu menyerukan kata 'Look'
Mereka bertiga membicarakan tentang ekspresi dan kebaikan orang-orang, tetapi saat ada yang jatuh mereka hanya terpaku kepada 'Look' dan tak bergeming dari tempat mereka berdiri. Mimisan kemudian mereka rasakan. Hanya tetaplah 'Look' yang bisa mereka ucapkan sekarang.
"Why always Look?" Gadis semakin kebingungan karena mereka bertiga, dan mungkin dia akan tersadar kemudian.
"M-mesum!!!!!!"
Look......
Karena terlalu terpaku kepada 'Look' dan terlalu terobsesi dengan 'Look' mereka masih terpaku mematung sembari 'Look'
Orang-orang datang takkan terobsesi dengan 'Look' seperti mereka bertiga, karena 'Look' yang Nicki, Nicko dan Pique lihat, adalah 'Look' yang sudah mainstream.
"Jika ingin melihat gadis cantik dengan celana dalam yang terlihat, bukankah di pantai ada?"
Tapi mereka hanya membalaskan kata, "Look"
Karena dalam ekspentasi, "Look" yang pertama adalah 'Look' yang dipenuhi Koi wa Thrill Shock Suspense!!
***
"Nicki, Nicko, Pique, kalian ditahan dua minggu karena terlalu mesum!!"
"Seisuke-senpai, no!!!!"
***
Karena terlalu terobsesi dengan 'Look' akhirnya mereka bisa me'Look' orang-orang yang berada di Prison.
"Kore wa kore wa.."
Look [Selesai]
B E R S A M B U N G