
Pena, Ballpoint, Pulpen, atau apapun tentang itu, jelas tetap saja mereka ada variasi warna, merah , kuning, hijau dan biru, tapi pulpen tidak bisa meletus karena mereka bukan balon, mereka juga tak perlu dipegang erat-erat, karena mereka tidak akan dibawa terbang oleh angin, tapi mereka bisa hilang.
Biru, warna pena mu, dan kamu menulis di kertas menggunakan pena, entah apapun sebutannya, harusnya pulpen saja, karena mereka memiliki arti yang sama saja, entah itu ballpoint, pulpen, Pena, mereka adalah kesamaan.
Biru, mendominasi banyak hal, terkadang kita melihat ke atas, dan langit itu warna biru, terkadang kita melihat ke laut, dan laut itu terlihat berwarna biru, dan mungkin dalam kehidupan yang mantap ini, ada juga yang takut terhadap warna biru, warna biru yang bisa menghadirkan phobia terhadap biru-biru-an, atau bahkan bisa saja mabuk karena sering melihat warna biru.
Biru tidak salah, karena mereka adalah warna, dan fenomena tentang laut berwarna biru itu tidak salah, karena biru sudah ditakdirkan untuk laut, dan fenomena soal pria yang menciptakan fenomena ini tidak salah, karena dia hanya ingin menciptakan sedikit fenomena, mereka-mereka tidak salah, seharusnya tidak salah, karena memang tidak salah bagi para pembela, para white-knight yang meresahkan membentuk asosiasi pembela idola.
Angin tidak biru, tapi langkah kaki terdengar, dan mungkin pria ini rambutnya berwarna biru, benar-benar biru, karena rambutnya memang warna biru, bahkan matanya berwarna biru, inginkah ia bermain-main dengan fenomena, apakah Ia ingin mendominasi dunia dengan kemampuannya yang ribet ini, sedikitkah akan berbahaya Ia dikarenakan Ia tak menjelaskan kenapa dia menciptakan fenomena-fenomena.
Fenomena-fenomena tiada henti, senyuman tipis tiada henti, berjalan tiada henti kemudian, dan melihat kiri-kanan Ia guna mencari keberadaan siapa, mencari sesuatu yang bisa menjadi fenomena? Atau mencari Manusia-Manusia yang sedang berada dalam masa-masa berontak, masa-masa bosan akan kehidupan, masa-masa ingin kaya mendadak, masa-masa di sekolah dengan si dia, masa-masa ah masa, masa-masa memasak masakan yang dimasak dengan matang hingga di telan dengan begitu gemilang untuk sekedar mengenyangkan?
Terkadang biru itu membiru, berbahaya dikala jari-jarimu membiru akibat terjepit pintu, dan dirimu merasakan sakit akan hal itu, biru-biru ada yang nampak meresahkan, ada juga yang nampak biasa-biasa saja, dan si Biru yang berjalan ini, selalu saja nampak biasa-biasa saja meskipun sebenarnya ia berbahaya.
"Menghancurkan dunia, terkadang plot mainstream dalam sebuah cerita akan datang, klise, tetapi aku ingin menghancurkan dunia, tetapi sekarang tidak akan logis, dikarenakan aku tidak memiliki alasan mengapa aku harus menghancurkan dunia, ragam keunikan, ragam biodata laut, dan perlakuan mereka yang sangat manusiawi banget, misalnya membuang sampah asal-asalan, haruskah menghancurkan dunia hanya dengan alasan seperti itu? Tidak-tidak, dunia tidak harus dihancurkan, mereka hanya harus diberikan fenomena yang unik, yang meresahkan, yang bisa membuat otak mereka bergetar, membuat tubuh mereka gemetaran, membuat fenomena kekacauan yang tidak akan menghancurkan dunia..." Si Biru masuk dalam phase memikirkan hal-hal yang meresahkan.
Sungguh dia juga merasa resah akan kelakuan Manusia lain, bergerak sesukanya, berkumpul sesukanya, membangun sirkel sesukanya, dan membully seseorang yang tak memiliki sirkel bersama-sama, Manusia makhluk sosial yang membutuhkan banyak koneksi, alasan Manusia ada miliar jumlahnya, dikarenakan Manusia tidak bisa hidup sendirian.
Tapi, mungkin saja ada Manusia yang menyendiri ditemani sepi, menunggu imajinasi yang selalu datang setiap hari, berteman dengan halusinasi, dan mencoba mencari jati diri, mengapa mereka menyendiri, mengapa mereka tidak memiliki hal-hal yang mengkritik pemerintah, mengapa mereka tidak melakukan demo, mengapa mereka hanya diam berhalusinasi, mengapa mereka tidak mencoba menghalusi nasi hinga nasi itu halus seperti kulit selebgram yang make skincare.
Menghancurkan dunia, harus memiliki alasan yang logis, rasional dan harusnya sedikit rasis karena Manusia tentu bisa saja menghina, bisa saja menciptakan kosakata buruk untuk mengejek sesama, begitulah Manusia, bersembunyi dalam kebersamaan, berkata dalam derita, mencoba untuk menonton berita, mencoba untuk bersuka cita, Sama-sama memiliki cita-cita, dan sama-sama ingin merasakan cinta dan kadang bisa membuat orang lain menderita.
Kekacauan-kekacauan seperti apa yang coba ingin diciptakan oleh si Biru yang fenomena. Mereka-mereka yang berjalan, mereka-mereka yang menyebrang jalan, kendaraan-kendaraan yang berlalu-lalang, dan senyumannya sinis perlahan.
Berkatakah Ia untuk beraksi, hanya sebuah gumanan pelan yang tak bisa didengarkan oleh orang lain, hanya Ia yang tahu, dan hanya Ia yang mengerti, dan dalam sekejap dia berucap. "Fenomena: L'homme Qui a Bloqué le Camion."
Maksud dari ini apa? Seperti sebuah mantra yang aneh, bukan seperti, tapi memang sudah aneh, dan beberapa orang mulai masuk dalam fenomena yang diciptakan oleh si Biru Fenomena.
Mereka-mereka bertingkah aneh, dan menunggu kendaraan untuk lewat, dan tak berusaha menyebrang dengan cepat, dan berusaha memperkenalkan identitas, seolah-olah ini adalah mereka bukan raja Mexico, karena mereka hanyalah pejalan kaki yang mendadak ingin memperkenalkan identitas seperti membuat konten.
Mobil lewat, dan mereka yang berjalan tak memberi jalan, mobil membunyikan klason, dan mereka tetap tak memberi jalan, yang aneh dari yang lain juga, mereka menghadang truk yang sedang melaju, dan bahkan sebagian dari mereka yang menghadang memegang ponsel, seolah-olah ingin merekam aksi mereka yang diluar nalar, unsur kegilaan Manusia, krisis identitas karena kesepian, krisis identitas dikarenakan sepi peminat, krisis identitas karena tidak terkenal, mereka ingin viral dengan cara yang ekstrim.
Truk melaju, kaget sang supir tak sempat ngerem, dan sang penghalang alhasil terlindas oleh truk, entah siapa yang salah, tidak tahu, tapi seharusnya si Biru adalah pihak salah.
Krisis identitas mereka menghadang kendaraan, dan fenomena sang Biru adalah 'L'homme Qui a Bloqué le Camion'
Atau bisa diartikan, [Manusia yang menghadang truk]
"Bluefield Blueisblue, hadir untuk menciptakan fenomena, hadir untuk meneror Manusia yang mendominasi segala hal, hadir untuk mengurangi populasi Manusia, dan hadir untuk melihat, apakah bumi harusnya mengurangi populasi selalu sering, atau membiarkan kegilaan mereka tetap begini dan penduduk semakin membeludak?"
"Adanya iri dan dengki, adanya perasaan-perasaan yang suka berubah, Manusia pada akhirnya adalah makhluk yang plin-plan, sedangkan aku, aku Manusia, tapi aku diciptakan untuk menciptakan fenomena yang melampaui Manusia, dengan begitu, untuk melampaui Manusia, aku harus menghancurkan sebagian, mengurangi populasi, dan mengkritisi kebijakan pemerintah."
Biru Fenomena, nama aslinya adalah Bluefield Blueisblue, dan untuk kali ini, sepertinya dia memang melampaui Manusia.
Meskipun dia tetaplah Manusia, dan meskipun dia Manusia, dia tak merasakan kengerian saat Manusia-Manusia yang menghadang truk itu terlindas oleh truk hingga tubuh mereka tak bisa dijelaskan dengan kata-kata.
Apakah ini sebuah plot?
Apakah ini sebuah takdir?
Semakin sedikit kebenaran yang kau tahu, maka itu semakin baik.
B
E
R
S
A
M
B
U
N
G