
Apa yang barusan terjadi adalah sang Senseih membuka jalan, dan tempat apa yang akan mereka tuju adalah garis finish.
"Airport, kamu itu orang paling lemah disini, kamu tidak cocok ikutan dalam dorama bakuhantam.." ucap Nicki.
"Wah, coba dengar si Useless yang meremehkanku.." Airport kemudian mulai membentukan sesuatu, "Feather Wings in Your Back.."
"Whut???!!!"
Kemampuan mas Airport adalah memanipulasi bulu-bulu bahkan hingga membuat bulu-bulunya membentuk sayap.
"Wow.. Sayap!!" Seru Nicki.
"Aku yakin ini sayap burung, aku kira sayap ayam.." Komentar Nicko.
"Saatnya kita terbang tak terbatas keangkasa dan melampauinya!!" Seru Mana.
"Cuih, si Biadab Nicki itu lupa, bahkan tanpa sayap kan bisa kesana, cukup mengubah gitarnya menjadi kendaraan.." ucap Christoforus.
Semuanya disana menjadi memiliki sayap berkat kemampuan sang Airport yang membantu, sementara itu sang Senseih hanya duduk santai ditanahan, "Niji-Bosshu, kakumeiki valvrave mereka akan beraksi, penuh membara seperti revolusi, itulah Kakumeiki Valvrave sejati!!".
"K-kakumeiki Valvrave??!! Jangan-jangan Senseih itu adalah penggemar Kakumeiki Valvrave???!!!" Seru Niji.
"M-memangnya kenapa dengan Kakumeiki Valvrave??!!!" Terminal bertanya dengan nada berseru.
"Aku saja tidak tahu apa itu Kakumeiki Valvare, tapi mendengarnya saja aku sudah merasa aneh, seperti Kakumeiki yang melakukan gerakan revolusi!!" Balas Niji.
"Hmm, aku tahu apa maksudnya, apakah operasi penyerangan ini akan mereka sebut Kakumeiki Valvrave??!!!"
"Kita tidak tahu pasti, tapi, Terminal-kun, kau harus menyambut mereka saat mereka datang.." ucap Niji.
"Tidak perlu, Kereta belum diwajibkan untuk beraksi, biarkan aku, ore wa, Herikoputeru-kun akan menyambut mereka dengan kemampuanku yang cetar membahana!!"
"Ulalala..."
Tanamkan 'Kakumeiki Valvrave' dalam hatimu, niscaya semangat 'Kakumeiki Valvrave' akan dominan menguasai hatimu
"Kakumeiki Valvrave!!!"
"Ini mau bahas apaan, mengapa menyebut Kakumeiki Valvrave, kenapa?!!!"
"Kita sedang berada di ketinggian yang memprihatinkan, lihat itu disana adalah itu disana yang dibahas di chapter 148!!" Seru Nicko menunjuk kearah 'Itu disana'
"Kalian ini kampungan ya, akhirnya bisa terbang make sayap akhirnya macem bocil-bocil pertama kali terbang!!" Seru Airport.
"Hey, Seigino!! Dimana rumah Niji-bosshu??!?!" Tanya Nicki.
"Itu disana.." jawab si Seigino sembari menunjuk kearah 'Itu disana' yang objek 'Itu disana' itu bahkan tidak seperti 'Itu disini'
"Yare-yare daze, akhirnya di chapter seratus enam puluh empat, itu disana kembali dijadikan objek lawakan, cerita ini emang kurang kreatif, sampai-sampai masalah lampau harus dibawa kesini.." ucap Mana.
"Kita ini seperti burung, menuju kesana dan kesitu, kesana itu disana, kesitu itu disitu, dan kemari itu dimari... Kenapa objek seperti ini sangat membingungkan, bahkan kuyakin penulisnya sedang kebingungan membahas apa yang ada disana sehingga ini menjadi itu disana.." ucap Christoforus.
"Minna, dalam empat menit, dalam empat menit kemudian, dalam kegelapan malam yang dipenuhi lampu tanpa kembang api, dalam skenenisasi untuk menjadikan cerita ini menjadi genre aktion benaran.."
"Demi hari esok bisa lihat dunia, ashita no tameni, kita takkan lose melawan fraksi kedua!!"
Nijiiro bersemangat, dia tampaknya sudah bersiap perang, sudah bersiap melawan musuh sulit yang mungkin akan merepotkan.
Tiada yang tahu apa yang mencoba menanti mereka kedepan, tiada yang tahu saat mereka tetap terbang, ada senyuman licik yang diciptakan, seakan-akan ini penuh jebakan, seakan-akan ini akan berakhir dengan sekali ledakan.
Dia tersenyum dengan nuansa kegelapan, nuansa yang cukup mungkin akan membuat mereka jatuh kedalam keputus-asaan hanya dengan satu ledakan. Mungkin juga ini bukanlah ledakan, hanyalah objek yang diterbangkan menanti mereka yang terbang kedepan.
"Flies in the skies: Kipas Angin Terbang.." Dia tersenyum, ini adalah Herikoputeru, Herikoputeru Skydiving, berasal dari fraksi Skydiving cabang Niji èn~Cièl.
"????!?!!!!"
Kemampuan sang Herikoputeru adalah sesuatu yang fenomenal, kemampuan ini memungkinkan apapun yang barusan dia sentuh akan terbang dengan sendirinya, dan lalu membentuk menjadi koloni untuk membuat jebakan diudara.
"K-kipas angin???!!!!"
"Ini adalah kelemahan, dimana jika angin terlalu dahsyat, maka... kurasa tidak, kita tidak akan kehilangan sayap, tapi kita tidak bisa melewati Kipas Angin yang menghasilkan angin dan lalu membentuk perisai angin yang akan sulit ditembus.." ucap Airport. "Ini juga adalah musuh alami pesawat terbang, karena angin terlalu dominan mereka bisa menciptakan awan beku yang akan mendapatkan guncangan jika ditabrak oleh pesawat.."
"G-gunakan Akselerasion Fliesmu yang sangat cepat itu, my friends!!" Seru Nicki.
"Tidak, karena disana ada Koutetsujou no Kaze!!" Balas Airport.
"D-dinding besi angin???!!!" Bossun terkejut.
"Tidak ada satupun yang bisa melewati perisai itu disini, karena kemampuan kita tidak memiliki itu disana!!" Seru Mana.
"Kakumeiki Valvrave tidak akan terlaksana jika kita terhalangi oleh angin!!" Seru Christoforus.
Kau takkan mungkin melupakan seorang gadis yang mencoba melupakan masalalu tetang Nijiiro.
Apakah taringnya dia sembunyikan, apakah dia mengendap-endap untuk melakukan serangan balasan yang terabaikan oleh main karakter.
Apakah dia menyembunyikan keberadaannya disini, apakah dia akan mengucapkan kata 'Mulai sekarang ini pertarunganku?' Misteri masih tetaplah menjadi misteri, jika lawan dari kecepatan sang angin yang berhembus adalah 'Melambat' maka kecepatan tiupannya akan turun menjadi tempo slow.
Kadang-kadang, keterlambatan adalah lambat yang bagus untuk melambatkan objek, Pahlawan datang terlambat hanya untuk terlihat cemerlang mengalahkan musuh. Dan mereka yang mengharapkan pun akan berusaha berteriak menyemangati pahlawan.
Apa yang bagus dari keterlambatan, serba lama dan membosankan, membuat orang menunggu lama, dan membuat mereka berdiam sedikit lama untuk memikirkan cara menembus perisai angin yang dibuat oleh angin dan kipas angin terbang.
"Ini adalah jurus terkerenku, dengan membeli banyak kipas angin dan lalu menerbangkan mereka untuk bersatu dengan angin dan lalu menghasilkan tiupan angin yang sangat dahsyat..." Dia berada di jalur bawah, dengan senyuman manis, dengan semangat membara, dengan rasa ingin menang mutlak.
Tapi, Herukoputeru takkan mengenal bagaimana pikiran Manusia lainnya menghadapi masalah yang rumit...
"Kipas angin ini terbang, tapi kaitan kabelnya masih berada disana, mereka berputar karena bantuan listrik.." Nicki tersenyum, dia seperti mendapatkan ide brilian, bahkan tanpa perlu mengharapkan si orang hilang penuh kediaman seperti sang Shiori Slowsteps.
"Menyerang kabelnya takkan bisa, karena kita harus melewati kedepan, dan disana ada perisai angin yang tak bisa ditembus.." ucap Rainbow.
"Memang merepotkan, kemampuan ini milik si Herukopter.." sambung Airport.
Nicki menekan-nekan tombol di ponselnya, "Untung diatas sini ada jaringan seluler..." dan lalu melihat-lihat kontak yang tertulis.
"Waktunya menelepon orang dalam.." sambung sang Nicki.
~~
"???!!!!!" Itu adalah keterkejutan mereka berikutnya, itu adalah ekspresi wajah mereka yang penuh dengan kaget mendadak.
"Mati???!!!"
"Perisai anginnya?!?!?!!!"
Niji tersenyum, "Haha, dia memperlihatkan kekuatan orang dalam.." ucap Niji, dia melihat monitor yang menayangkan adegan sang Nicki dan kawan-kawan. Mereka menggunakan generator.
"M-mati listrik???!!! Peeru Eru En mematikan disaat kondisi yang tidak tepat!!" Teriak Herukoputeru.
~
"B-bagaimana bisa???!!!"
"Tentu saja berkat pertolongan Peeru Eru En-kun.." balas Nicki.
"PLN, kah?"
~
"Duh, ada-ada saja, biasanya kalau listrik dimatiin banyak yang protes dan suruh cepatin dihidupin, lah ini ada yang menelepon marah-marah, harus matiin listrik lah, biasanya orang marah kalau listrik dimatiin, lah ini orang marah nyuruh listrik dimatiin.." ucap Orang Peeru Eru En, sebut saja Mas.
~
"Mereka lolos karena hoki ajah.." ucap Herukoputeru, nampaknya dia masih menciptakan banyak jebakan tak terduga kedepannya.
B E R S A M B U N G