
"Narasi ini kayaknya pro dan kontra, dia ngedukung Famili Skydiving, makanya episode sebelumnya aku dibuat pusing!!" Teriak Nicki.
- Tidak Nicki, emang idenya udah seperti ini, aku sebagai Narasi harus membuat chapter sebelumnya harus bersambung.
"Alibi sampahmu tidak berefek disini..." Balas Nicki.
- Tidak Nicki, Cerita Satu Tambah Satu Sama Dengan New ini setiap chapternya cuma seribu kosakata, tidak cocok lebih dari itu.
"Narasinya cerewet banget, jangan-jangan dia adikmu ya, Bossun??!!" Tanya si Nicki kepada Bossun sembari dia membentak, karena dia memang masih kesal perihal episode sebelumnya.
- Siapah sih penulisnya? Kenapa tokoh utamanya banyak bacot, akupun risih, harusnya aku tidak menjadi second narasi-man.
"Hah???!!!"
Narasiman kedua muncul dan kemudian memperlihatkan wajahnya yang ganteng banget cekrek. "Oi, oi, this is not benar, aku tidak seganteng itu.." ucap sang Narasiman, "Namaku Narà Siū.." sambung sang Narasiman yang namanya Narà Siū.
"Narà Siū, kamu kegoa saja, ini adalah adeganku, mulai sekarang ini pertarunganku.." ucap Nijiiro.
"Nijiiro, kamu itu karakter sampingan, tidak peduli sebagus apapun kemampuanmu, selama tokoh utamanya adalah orang itu, Kamu takkan menang!!" Bentak Narà Siū. "Ketika tokoh utama sudah mulai serius, maka tokoh sampingan akan dibuat kalah, begitulah bagaimana cerita ini berkembang.."
"Berkali-kali-pun, tetap itu adalah suratan takdir, dalam cerita, maka si Pemain utama akan menang, sedangkan Supporting-Character akan kalah... Meskipun aku adalah musuh.. meskipun aku bukanlah tokoh utama..." Nijiiro bersemangat dengan kata-katanya yang cemerlang, "Aku akan memahami takdir itu, meskipun takdir tetap membuatku kalah, sebagai pemeran dalam cerita, itu adalah kehormatan untuk sekedar bertamasya dan numpang lewat mencantumkan nama..."
"K-kore wa???!!!" Nicki terkejut.
"S-supporting Character no Chikara desu ka??!!!" Nicko ikutan terkejut.
Aura-Aura sang Nijiiro terkumpul, memperlihatkan enerji penuh membara seperti membakar Cosmo.
"Penuh Membara: Hatimu Kosmo!!!"
"Nijiiro-bosshu!! Bakarlah kosmomu!!!" Teriak Asep.
"Moeru Kosmo yo!!!! Special Week dalam Japan Cup dia akan kalah melawan Browdy, tapi, dia juga sudah yakin akan kalah.. tapi, dia memang berfikiran akan kalah, tapi, dia memang berfikiran seperti itu, tapi, dia tetap tidak menyerah, itu karena dia tokoh utama yang kurang bersinar..."
"Sedangkan disaat aku membakar kosmo, aku adalah tokoh sampingan yang diwajibkan bertamasya dalam satu arc agar membuat kemampuan tokoh utama semakin berkembang.."
"Dia akan mengeluarkan eksistensi apa??!!!"
Tidak ada yang tahu Nijiiro adalah olahragawan jenis apa, dia tidak mencolok dalam segala bidang.
~ Memainkan olahraga ini menggunakan tangan, jika kamu menggunakan kakimu, maka itu adalah sebuah pelanggaran, apakah ini olahraga Hand Ball??!!
Namun, apakah Nijiiro memiliki Zone? Mungkin tidak mungkin juga iya, mungkin itu masih kemungkinan, perbandingan 50-50, dalam balik keseriusannya mengeluarkan 'Kosmo' "Ini bukan kosmo, ini adalah aura..." ucap Nijiiro. Matanya memerah dengan gagah, ini adalah pelepasan teknik: Zone of the End.
"Zone of the End: Lapar!!!!"
"N-nani??!!!!!" Nicki dan kawan-kawan terkejut, ini adalah eksistensi merepotkan daripada perutmu kesakitan karena salah makan, ini adalah perutmu yang ingin makan secepat mungkin agar bisa kenyang.
Zone ini adalah Zone merepotkan, menyebar menjadi udara dan merebak keperutmu, ini akan membuat perutmu lapar tak terkira, dan harus sebanyak apa yang akan kamu habiskan.
"... Hissatsu ini adalah membuat utangmu semakin menumpuk, karena disaat kamu kelaparan, kamu akan kelaparan, kamu takkan kenyang bahkan memakan apapun sebanyak mungkin.." Nijiiro tersenyum, kemudian dia memperlihatkan majalah yang menuliskan artikel makanan termahal dan melayani pesan antar.
"Yorokobe, Shounentachi, kalian akan bisa memakan makanan enak hari ini, dan besok kalian akan menghadapi kenyataan sebenarnya..." Nijiiro dengan kemampuan Zone teraneh, dan kemampuan utamanya yang membuat orang muntah-muntah.
"A-aku tidak ingin memesan makanan apapun.." ucap Nicki, bunyi keroncong perutnya jelas terdengar, dan yang lainnya pun memperdengarkan seni memalukan suara dari sang perut.
"Zone of the End: Anti-Negatif...." Mana terbebas dari lapar, dia tidak merasa lapar, "Ore no enerji sudah habis, watashi no Aura tidak bisa aku transfer kepada kalian... Sou.. watashi no nakamatachi, ganbatte!! we can do it!!"
"Penuh membara, hatimu kosmo, penuh membara, enerjimu Nijiiro, penuh kehebatan, dedikasi semangatmu kawan.. Tetapi..."
Nicki memang lapar, yang lain memang lapar, Nicki tersenyum dan akan membuat skema serangan balik terkeren sepanjang masa.
"Hah???!!!"
"K-kita sedang lapar, Nicki!! Kenapa harus tidur dan bermimpi??!!!" Teriak Bossun.
"Tenang Ssun, bayangkan Ssun, bayangkan kamu tertidur Ssun, dan lalu bermimpi Ssun lalu kemudian Ssun, kamu makan banyak hari ini Ssun, bayangkan Ssun..." balas Nicki mencoba mendoktrin si Bossun.
Bayangkan...
Bayangkan...
Bayangkan...
"Zone of the End: Tidur dan Bermimpi..."
Saat dia memainkan gitarnya, maka yang lain mulai jatuh tersungkur membentur tanah, tidak bergaya seperti Kogoro Mori dengan Nemuri no Kogoro yang terkenal.
Mereka jatuh instan, tertidur tak kuasa menahan kantuk, saat kantuk pun menyerang, maka tidak ada yang bisa dilakukan selain harus tidur untuk sekedar menyehatkan matamu yang lelah karena terlalu lama terbuka.
Mana tidak tertidur, dia tidak tertidur, karena dia anti-negatif, tidak berdampak apa-apa kepadanya, saat banyak yang tertidur, sang Mana tersenyum begitu berkelas, ini mendeskripsikan kalau pertempuran ini telah berakhir.
- Tidak Mana, Arc ini tidak akan berakhir seperti ini...
"Hah?"
- Ya, ini benar Mana, kamu jangan sombong Mana meskipun kamu masih terjaga Mana..
"Wah, Narà Siū ternyata benar, kau berada di fraksi mas Nijiiro, kan?"
- Tidak Mana, kamu jangan berspekulasi seperti itu Mana, karena aku harus membuat Arc ini harusnya seru.
"Tidak bisa diubah lagi, nanti bisa memanjang seperti rel kereta api, pertarungan di arc ini tidak menarik, karena tanpa perselisihan yang rumit.." balas Mana.
- Benar Mana, aku sebagai Narasiman bahkan sudah bosan berulang kali membaca ini Mana, karena cerita ini hanya aku yang membaca Mana.
"Wow, benarkah itu? Aku merasa tersentuh, cerita ini masih ada satu pembaca yang setia!!" Seru Mana.
- Benar Mana, perselisihan ini biarlah cepat berlalu, sekarang aku sebagai Narasiman akan membuat epilog mendebarkan dipenghubung acara.
"B-benarkah itu??!?!!"
-
Seperti apakah pertempuran tidak jelas ini, apakah masih berkesan untuk dilanjutkan? Narasi merasa tidak, cerita ini hanya akan membuat pembaca pusing dan jadi gila memikirkan alurnya bagaimana, mengapa seperti ini..
"N-narasi-kun??? K-kau sedang sedih, kah?"
- Yes, itu adalah kebenaran, Mana!!
Alur ini berjalan dan ingin kearah mana, mengarah ke konsep apa dan ingin menciptakan apa, menciptakan kekecewaan mendalam, ini tidak ada komedi, tidak ada kekerenan. Apakah Authornya ingin menciptakan sampah kepada para penikmat???!!!
"Jangan terlalu mengejek, Narasi-kun!! Cerita akan tetap menjadi cerita selama itu masih menjadi kisah!!"
- Mana, kumpulkan kimi no chikara dengan makan makanan enak mulai dari sekarang, kamu akan mendapatkan energi agar bisa mentransfer Anti-Negatif kepada Teman-Temanmu!!
"Lah ngatur?"
B E R S A M B U N G