1+1: New

1+1: New
Chapter 25 - Bacalah Manga GE: Good Ending, Kawan!!



Tidak ada Ending yang buruk untuk akhir..


Karena kehidupan dalam tulisanmu. Kau yang membuat endingmu sendiri..


Kehidupan yang kau jalani.. itu bagaikan sebuah kisah yang kau tulis.. jika kemudian tulisanmu berada di ending yang buruk.. itu sudah takdir.. karena kamu yang menulis kisahmu sendiri..


"Good Ending.. dengan manga serba alur.. romantis yang tidak ngeh.. karena aku tidak menyukai hal romantis.." ucap Nicki.


Berjalan dengan perlahan... mengetik gitarnya dengan cemerlang..


"Samurai Flamenco-san.. dia berbakat dalam hal musik.. ayo kita rekrut ke agensi.."


Melody lagunya terdengar dengan sangat indah hingga membuat setiap yang mendengarkannya mungkin tertidur...


"Gianino sudah tertidur, kau cukup hebat bocah.." ucap Starskovich.


Starskovich tidak tertidur karena dia dengan sangat cepat menggunakan headseat ditelinganya..


"Serba lengkap soal hidup, adalah perabotan.. dimana setiap rute yang kau tempuh akan menjadi akhir yang indah.." sambung Starskovich.


Melodi nyanyian sang Nicki.. beserta ketikan gitarnya yang menghayati... tidak membuat sang musuh utama arc ini tertidur.


"Haha.. sudah kuduga.. kau musuh yang sangat kuat dan susah dikalahkan.." ucap Nicki.


Nicki memberhentikan petikan gitarnya.. lalu dia menggunakan jari-jari ditangan kanannya untuk mengupil.


"Namun.. satu hal yang berkilauan adalah bintang.. namun kadang.. apa yang terlihat dilemarimu adalah manga dengan judul erotis.. To Love Ru yang dipenuhi cover seksi.." ucap Nicki dengan super santai.


"Aku tidak pernah membaca To Love Ru, cobalah untuk menyimpan hal yang menarik." Ucap Starskovich.


"Hal menarik mungkin sudah tidak ada lagi karena ini mungkin sebuah akhir.. dan chapter disini kayaknya kau bakalan lose, Kawanku.." ucap Nicki. Dia tidak memainkan gitarnya lagi.


Malahan kedua tangannya.. lebih tepatnya jari kiri-kanannya dia gunakan untuk mengupil.


"Tengen Toppa Gurren Lagann.. disitu ada Kamina, atau bahkan Simon, lalu kecantikan Yoko Littner lengkap dengan dua gunung gede.. ga afdol kalau Gunmennya juga dilupain, kau tau.. saat dimana Pria akan menjadi Pria.. adalah disaat dia menonton anime genre Netorare.." ucap Ncki dengan sangat santai.


Kata kata serba aneh, dan tidak bersikap keren seperti tokoh utama di beberapa seri tulisan.


Dia bagaikan otoko no roman yang tidak ada romantisnya.. tidak ada kharisma seorang Ikemen.. namun dia memiliki kharisma menjadi Komedian.


"Hahaha.. aku tidak yakin apakah aku akan berakhir semudah itu, meskipun pertempuran ini cukup membosankan.. dan Gianino-kun saja tertidur karena musikmu.." ucap Starskovich


Nicki perlahan namun pasti, ya selalu seperti ini.. lebih banyak kata-kata daripada bakuhantamnya. Bagaikan Symphony.. mereka berdua sudah ada dalam jarak yang masih lumayan dekat.


"Kau berjalan perlahan kearahku.. apakah kau malu-malu kucing sampai maju perlahan..?" tanya sang Starskovich.


"Haha aku selalu siap siaga karena kamu mungkin akan menulis sesuatu yang berbahaya.." jawab Nicki dengan nada sedikit tertawa.


Mereka dalam jarak yang lumayan dekat, hitungan menit mungkin akan melakukan hempasan tendangan atau pukulan.


Nicki kemudian berlari dengan sangat cepat.. lalu kemudian dia berteriak akan mengeluarkan jurusnya.. "Shounen Jump.. Good Ending.." melompat kearah sang Starskovich dengan sangat cepat.


Starskovich tidak terbungkam masih santai dan tidak memperdulikan pukulan sang Nicki. Karena dia fokus untuk melakukan tulisan..


"Writter of the end.. barrier barrier no Pistol.."


Tinjuan dan terjangan Nicki tidak sampai kepada Starskovich..


"Kurasa dia tidak akan membiarkanku menang semudah ini.. sudah lima ratus dua puluh dua kata.. tapi akhir untuk dia kalah belum ada.. masih menanti moment yang pas kah?" Gumam Nicki.


Nicki kemudian mundur dengan cara melompat kebelakang.


Area tempat sang Starskovich duduk, sudah terhalangi oleh Barrier-Barrier yang kokoh..


"Hehe.. ide untuk meniru One Piece keluar dari benakku.. terima kasih atas kerja kerasnya Bartolomeo-Kun.." ucap Starskovich, dia sedang membaca Komik One Piece entah itu volume yang keberapa.


"Semoga saja Eiichiro Oda tidak melihat parodi ini.. dan menyebut manga mereka disini.. apalagi One Piece banyak penggemarnya.. termasuk aku.." gumam Nicki.


Nicki sudah mulai mempersiapkan kemampuannya lagi.. dia mengupil kemudian menggunakan jari-jari ditangan Kirinya.


"Hal seperti good ending, itu adalah ending yang bagus.. dalam situasi mendesak.. atau bahkan pertarungan yang tidak ada keren-kerennya.. atau bahkan bacotanku terlalu panjang karena ketikan author dengan ide yang dangkal.."


"Pada akhirnya.. Good Ending, sebut saja GE : Good Ending? Cobalah untuk membaca manganya.. dengan gitu kita bisa punya energi soal nyari pacar.."


"Good Ending, akhir yang bagus.. namun ini adalah akhir yang mengecewakan untuk sebuah chapter.. dengan judul tidak terlalu bagus.. hanya menimbulkan tujuh ratus kata.. masuk dalam kategori chapter sampah.." ucap Nicki panjang lebar.


"Pada akhirnya setiap ucapannya.. mungkin takkan bisa dimengerti oleh pembaca.. namun aku akan selalu berusaha disini.." ucap Ryders.


"Kau takkan tahu bagaimana akhir arc ini.. dan aku takkan tahu kapan cerita ini serius.. kapan alurnya jadi beneren.. namun bukankah sudah tugas karakter fiktif mengikuti alur cerita.." ucap Nicko.


"Pertarungan disini memang mencapai puncak.. tapi sepertinya ini bukan pertarungan yang mendebarkan.. aku menyesal melaporkan berita ini.. hanya kekacauan sudah heboh bener.. giliran tokoh utamanya lawan musuh.. bukannya bertarung dengan keren.. tapi ini serba tidak jelas.. arc ini berakhirkah.. tokoh utamanya banyakan ceramakah.. atau bahkan musuhnya terlalu lembek karena ga mau beraksi.." ucap Pandemonican yang masih memberitakan hal ini..


"Pink Ranger-san.. dia tidak sesuai ekspentasi..!!" Orang-orang mulai berteriak.


"Woy tunjukkan kehebatanmu Ssmurai Flamenco-san kenapa banyak bacot sih..!!"


"Bagaimana nanti... pembaca bakalan boring ini..!!" Protes Pembaca yang sedang membaca tulisan ini.


"Hilih.. pembaca boring apanya.. jelas jelas cerita ini ga ada pembaca karena pada ga suka komedi parodi yang gaje kayak gini..!!" balas Author sembari berteriak.


"Hilih.. mereka cuma follow tanpa membaca.. aku saja sudah meluangkan waktu membaca tapi ga ada timpal baliknya.." ucap Nicki.


"Heh emang kau membaca cerita apa?" Tanya Ryders cukup penasaran apa yang dibaca oleh Nicki.


"Manga Ge : Good Ending, Kawanku.." jawab Nicki.


"Itu manga bukan cerita yang tidak terkenal kayak ini.. lagian kalau mau timpal balik.. koment kemangakanya.. baca ceritaku pak.." ucap Nicko.


"Sudah-sudah.. bahkan jika ini serba gajelas.. tapi cerita adalah cerita.. ide adalah ide.. dan akhir adalah akhir.. jika akhir chapter sudah terlihat maka ketiklah yang kemudian dengan "To be continued" dibawah.. biar nanti chapter depan.. gelud lawan Starskovich dilanjutin.." ucap Pandemonican


"Okeh gan.. kita bersambungkan dulu, Starskovich-san tidak keberatan kan?" Tanya Nicki.


Namun krik-krik..


"Jangan ganggu, aku lagi main gem billiard.."


B E R S A M B U N G