1+1: New

1+1: New
Chapter 81 - Lightning Speed of Driver.



Kota Piotrewsky, kota yang sangat padat, kendaraan roda dua maupun roda empat menguasai jalanan kota ini. Bahkan banyak masyarakat kota Piotrewsky yang mengeluhkan tentang kemacetan di kota ini.


"Hari ini tak ada bedanya dengan kemarin.." ucap sosok Nenek Tua yang hendak menyeberang ke sisi jalan yang lain, ia sudah menunggu selama tiga puluh menit untuk menyebrang.


Selain Nenek Tua, terlihat seorang Pria yang sedang mengemudikan mobilnya sedang terjebak dalam kemacetan."Astaga, hari ini bangsat sekali, aku harus menghadiri meeting lima belas menit lagi.."


Tinn!!! Tinn!! Tinnn!!! Suara klakson kendaraan terdengar dimana-mana, salah satu pengemui truk kesal karena kemacetan yang terlalu parah ditambah suara bising klakson dari pengemudi lainnya."Woi! Kalian bisa diam gak anjink?! Kau kira ini jalanan punya nenek moyang kau?!! Bisa-bisa telinga nih meledak!"


Suasana yang sangat panas karena kemacetan yang parah, disitulah sang Pahlawan kemacetan muncul, dengan suara knalpot yang khas, beda dari yang lain. Seorang pria pengemudi tadi mengendarai Taxi dengan sangat unik.


Jack Christoforus, ia pengemudi Taxi yang sangat terkenal, bahkan banyak orang yang ingin membunuhnya karena dia telah merusak bisnis Taxi dari perusahaan ternama.


Jack Christoforus, mengendarai Taxinya dengan kecepatan Maksimum,"The Lighting Speed.."


Kemudian Jack Christoforus melewati sela-sela kendaraan dengan beutiful untuk melewati kemacetan."Its Wonderful.."


Dalam lima menit, Jack Christoforus sudah sampai tujuan lokasi kliennya."Finish.."


Kemudian penumpang turun dari Taxi, ia membayar dengan raut wajah yang sangat puas dan bersinar."Thanks You Brother.."


Jack Christoforus pun membalasnya dengan senyuman."Okey Brother, See you next time, good luck brother.."


Sopir Taxi saingan Jack Christoforus pun iri dengan Jack karena Jack terus mendapatkan penumpang dan itu membuat para saingannya menganggur.


"Biadab si Jack itu!"


"Kita harus memberinya pelajaran!"


"Anak haram dia bangsat!"


Kemudian banyak wartawan yang menghampiri Jack Christoforus, Wartawan banyak memberikan pertanyaan tetapi jawaban Jack Christoforus hanya simpel.


"Kalian semua pecundang.."


Para wartawan yang mewawancarai Jack Christoforus pun terpesona karena jawaban Jack Christoforus.


"Kyaaa!! Jack-sama!!"


"Kakkoi nee!!!"


"Aku menyukai mu Jack-sama!!!"


Kemudian Jack Christoforus kembali masuk ke dalam Taxinya dan ia mulai mencari penumpang lainnya.


Para sopir Taxi lainnya yang melihat Jack pun muak dengan apa yang dilakukan Jack.


"Cih, sok ngartis.."


"Pencitraan.."


"Tunggu saja kamu ya.."


Dengan kecepatan dua kali lebih cepat dari kendaraan umumnya, ia mengendarai taxinya dengan cepat dan akurat.


Disisi lain, Piotr Szmanowszky terlihat memakai baju ala abad pertengahan, ia berjalan di pinggir jalan dengan membawa satu kotak berisikan Liontin.


"Astaga, sudah sejam aku mondar-mandir kayak orang gila disini, kenapa belum ada Taxi yang lewat sama sekali.." ucap Szmanowszky, sesekali ia melihat jam di tangan kirinya.


Disisi lain Jack Christoforus melihat dari gps nya, ia melihat mendeteksi bahwa ada seseorang yang menunggu Taxi, ia pun langsung bergegas menuju lokasi."Ada penumpang yang membutuhkan Taxi, aku harus segera kesana, menuju tak terbatas dan melampauinya!!"


Dengan kecepatan Rocket, melewati kemacetan dengan caranya yang bar-bar. Ia berhasil menuju lokasi penumpang dalam sepuluh detik. Penumpang tersebut adalah Szmanowszky.


"Sepertinya kau membutuhkan Taxi ya? Maaf aku terlambat, sekarang naiklah dan katakan kemana lokasi yang ingin kau tuju.." ucap Jack Christoforus.


"B-baiklah.." Szmanowszky terkejut dengan kedatangan Jack Christoforus dengan sangat mengejutkan, kemudian ia masuk ke dalam Taxinya lalu ia memberi tahu lokasi yang ingin dia tuju.


"Baiklah, ke lokasi yang dituju, dengan kecepatan maksimum, aku akan mengantarkanmu dalam..." Ucap Jack Christoforus, ia mulai menyalakan mesinnya, kemudian dia langsung mengemudikan Taxi dengan kecepatan dua kali maksimum.


Szmanowszky terkejut dengan Jack Christoforus karena mengendarai taxinya dengan bar-bar."Huwaaa!!! Awas kau akan menabrak truk di depanmu!!!"


"Santuy.." jawab Jack Christoforus dengan sangat santuy, saat ia hendak menabrak truk besar di depannya, tiba-tiba Taxinya melompat melewati truk besar yang berada di depannya.


Szmanowszky pun terkejut dengan yang dilakukan Jack Christoforus,"H-hei kau gila ya!! Kenapa bisa terbang?!!"


Para pengendara lain yang melihat aksi Jack Christoforus pun hanya bisa melongo.


"Taxi itu.."


"Taxi itu terbang melewati truk.."


"H-hebat.."


Kemudian Taxi yang dikendarai Jack Christoforus pun mendarat, kemudian ada belokan dengan tikungan tajam di depannya.


Szmanowszky pun memperingatkan dengan apa yang di depan Jack Christoforus."Awas!! Ada tikungan tajam di depanmu pak!!!"


"Yes, I Know, aku sudah tau itu, Yes my Lord.." Jawab Jack Christoforus, kemudian ia melakukan Drift di belokan tikungan tajam.


Szmanowszky yang melihat hal itu langsung terkagum-kagum dengan skill mengemudi yang dimiliki Jack Christoforus.


"Pak, kau cukup hebat dalam berkendara, skill berkendaramu aku akui, tapi kau bisa membuatku gila dengan kecepatan dan cara mengudimu yang barbar ini jhancok!!!" Teriak Szmanowszky, ia dapat deg-degan selama ia berada di dalam Taxi yang dikendarai Jack Christoforus.


Beberapa saat kemudian, Jack Christoforus berhasil sampai di tujuan lokasi Szmanowszky."Tuan, sudah sampai.."


Merasa tak ada jawaban dari Szmanowszky, ia berbicara lagi,"Tuan, tujuanmu sudah sampai.."


Merasa tak ada jawaban, Jack Christoforus pun menoleh ke belakang di tempat Szmanowszky berada, ia terkejut karena Szmanowszky telah pingsan.


"Tuan!!! Apa yang terjadi denganmu!! Bangunlah, ini sudah sampai dengan tujuanmu!! Kalau kau pingsan, siapa yang akan membayar Taxi ini Woi!! Cepat bangunlah!!!"


Beberapa saat kemudian, Szmanowszky bangun dari pingsannya, ia membayar biaya Taxinya, dan ia merasakan pusing dan perut mual-mual."S-sialan kau. Aku bisa gila, memang benar kau sangat cepat, tapi perhatikanlah kenyamanan penumpangmu, bodoh.. hueeekkkkk!!!!" Ucap Szmanowszky, kemudian ia merasa ingin muntah tapi menahannya.


"Baiklah pak!! Saran yang kau berikan kepadaku akan aku terima dengan lapang dada!! Terima kasih telah naik di Taxi ini dan semoga kau sehat selalu tuan!" Ucap Jack Christoforus, kemudian ia tancap gas untuk mencari penumpang lain.


Setelah jalan cukup jauh, ia merogoh sakunya untuk untuk mengecek kotak yang berisikan Liontin, ia bingung karena tak ada kotak sama sekali di dalam sakunya."Ah, kutaruh dimana kotak tadi, kotak itu berisikan Liontin, kalau hilang tamat sudah riwayat ku.."


Setelah cukup lama ia mencari kotak yang berisikan Liontin di dalam sakunya, akhirnya ia pun teringat bahwa kotaknya terjatuh di dalam Taxi saat ia pingsan tadi."Tidak!!! Kotak itu terjatuh di dalam Taxi! Dan masih tertinggal disana!! Aku harus mencarinya sekarang juga!! Semoga sopir gila itu masih belum jauh dari sini!!"


B e r s a m b u n g