1+1: New

1+1: New
Chapter 163 - Mengejek Waktu Berlalu.



Zona anak-anak, dan Zona yang tidak bisa membuat dia menjadi anak-anak meskipun berada dalam zona sang Guru TK.


"Seperti yang kuharapkan dari counter-attack.." Senseih sangat santai, dia sangat santai karena dia tahu cara berantem yang keren meskipun tanpa menggunakan kemampuannya.


"Yujiro!!! Sekarang berkelahilah denganku!!!" Teriak Senseih sembari memasang pose kuda-kuda siap berantem dan menantang sang Mana.


"Njir, ini bukan Grappler Baki, ini 1+1, bukan anime Baki!!" Teriak Mana.


"Yujiro!! Kamu tidak perlu banyak bacot, sekarang lawanmu adalah Ibu terkuat di alam semesta!!" Balas Senseih kembali dengan teriakan.


"Emi, jangan salah sangka, aku tidak mencintaimu, Baki tidak lebih bukanlah anakku, melainkan sebuah produk buatanmu yang bisa aku jadikan samsak.." balas Mana yang terpaksa mengikuti alur Parody.


"Cemungudh eaaa... Emih-obaachan.. ole wa absoluteli give you supolting appleuse.." ucap Nicki si Bocil yang gaya bicaranya gajelas dan sulit dimengerti.


"Hobi banget ngasih awalan chapter dengan adegan seperti ini, nanti viewersnya bakalan kabur karena cerita ini gak jelas.." Suara kepakan sayap terdengar, dan sesosok Manusia terbang berada di atas zona sang Guru TK. "Nijiiro-ojiisan, alamak kamu itu lemah sekali, jadi bocil-bocil disana pula.. yaelah masa pemimpin malah noob.." ucapnya berikutnya, sesosok yang terbang ini adalah Airport Skydiving.


"Peshawatchhhh.. Mhinta dhuitshhh!" Teriak Nicki yang masih bocil, nampaknya anak-anak ini melihat kalau Airport yang terbang mirip pesawat. Makanya dia minta duit, begitulah perspektif bocil-bocil terdebut.


"Wow, si Great Driver jadi bocil juga, nampaknya kemampuan Senseih-chan sangat hebat, aku jadi ingin ikutan menjadi bocil-bocil biar Senseih-chan menjadi guru masa Tk.." ucap Airport, seperti biasa matanya love-love jika melihat nona cantik.


"Cuih, si konyol itu tidak pantas disini.." ucap Mana.


"Bandara Pesawat sedang apa disini? Apakah jika kamu memasuki zona-ku, kamu akan menjadi Airport edisi pembangunan?" Senseih mengajukan pertanyaan kepada Airport yang terbang, "Dan sejak kapan Airport bisa terbang, Airplane lah yang harusnya terbang.."


"Oh, Ini bandara pesawat edisi Manusia, singkatnya diriku adalah wujud moefikasi dari wujud bandara itu sendiri.." ucap Airport.


Airport kemudian dia rasanya akan menyerang sang Mana dari atas udara, "Akselerasion Flies!!!"


"Sudah datang, kecepatan yang sangat cepat.." Senseih santai-santai saja, "Perluasan Zona Otoritas Wilayah Anak-Anak.." Senseih membawa zona wilayahnya semakin luas, hingga memungkinkan zonanya bisa meluas kesekitaran udara.


"Eh????"


Airport yang tak terlihat, yang sangat cepat pergerakan, dengan sangat cepat hanya berkata 'Eh' dan itu adalah kata-katanya edisi terbang terakhir kali sebagai orang dewasa setelah itu dia jatuh kedalam zona anak-anak sang Senseih.


Seperti lupa memikirkan masa dewasa, seperti tidak memiliki rasa malu berlebihan, seperti sudah terbiasa dengan masa-masa kecil, tapi dia takkan seperti mereka yang konyol..


"????" Tatapan masamnya, seperti ikan mati yang tidak tertarik berenang, dia edisi bocil, adalah disaat dimana dia menanamkan kata, 'Diam itu emas'


"Wah, si Kecil sangat pendiam ya bund.." ucap Mana santai.


"Iyanih, beda dengan si kecil yang disana ya bund.." Senseih menunjuk kearah bocil Nicki yang sedang tidak tahu malu, karena dia masih anak-anak.


Dia pipis sembarangan abis itu mainin pipisnya sesuka hatinya.


"Apakah seperti itu masa bocilnya? Menjijikan.." ucap Senseih.


"Masa kecil adalah masa kecil, seperti itulah saat dirimu dimasa kecil, kau tidak perlu mengomentari masalalu mereka.." ucap Mana.


"Asep-san tidak menyukai zona muda, dia bahkan mencoba merangkak untuk keluar dari zona.. karena dia tidak ingin membuat waktu yang dilewatinya bersama Surthie-san terlupakan.." balas Mana. Benar saja, sang Asep yang menjadi bocil, dia susah berjalan karena zonanya menjadi licin dan jorok karena ada pipisnya si Nicki, Asep merangkak dengan gemilang.


"Kau yang seperti memainkan masalalu mereka, masa dimana mereka lemah tak berdaya, dimana mereka masih bisa pipis sembarangan, dimana mereka masih bisa lapor mamah kalau kalah dalam bakuhantam.."


"Jika kau tidak ingin membuat masalalu seperti itu, maka jangan buat mereka merasakan lagi hal tersebut.."


"Ini adalah kemampuanku, aku bertarung dalam zona, dan membully mereka yang menjadi anak-anak adalah cara dimana aku menang mutlak!!" Balas Senseih.


"Ini tidak akan menjadi pertarungan, karena adegan ini seperti engkau hanya menahan-nahan kami terlalu lama disini, kemampuanmu takkan bisa mengalahkanku..." Mana dia takkan bisa memasuki zona, karena dia sudah tidak mabuk, dia membuat umurnya menjadi 27 agar bisa bebas dari usia anak-anak. Sebenarnya usianya memang sudah 27 tahun.


"Ini adalah akibat dari aku datang terlalu awal, dan lalu menertawakan waktu berlalu sembari mengingat masa kecil lewat zona, tapi, Mana-san tidak tertarik menertawakan waktu berlalu, karena Asep-san terlalu gemilang dan cemerlang untuk tidak menyerah..." Senseih kemudian menon-aktifkan zona-nya.


Si Nicki menjadi dewasa kembali tapi dalam posisi memalukan, yaitu tidak pake ****** dan suka mainin pipis.


Asep yang merangkak melewati rintangan kejorokan yang dibuat oleh Nicki.


"Kau hanya bermaksud untuk memberikan kengerian mendadak, tetapi kemampuanku adalah counter-attack-mu, itu seperti sia-sia yang akan kamu perlihatkan.."


"Terlalu banyak obrolan, chapter ini hanya drama, tapi aku mengakui, bahkan seberapa keraspun aku berusaha melawanmu, hasilnya hanya akan tetap menjadi nol.." balas Senseih, ini adalah saat dimana dia mengakui kekalahan.


"Senseih, ayo, bergabunglah dengan kruku!!" Teriak Nicki.


"Woy!!! Jangan mengajak saat kamu tidak memakai celana!!" Teriak Bossun.


"Kru? Ini bukan zaman bajak laut, mengapa dia menjadi Kru??!!!"


"Teammate!!"


Delapan Ratus, mungkin akan menuju kesembilan ratus, atau bahkan seribu kata untuk mengakhiri chapter ini, tetapi, mereka masih menari-nari di atas layar, menyentuh layar dengan indah, lelah aroma jempol kelelahan.


"Kalian, Jika ingin mengalahkan Niji-Bosshu, maka itu kecil kemungkinan, sebenarnya tidak kecil, karena Tokoh utamanya bukanlah Niji, selama dia bukan Tokoh utama, maka dia tidak diizinkan untuk selalu menang.." Senseih santai, "Cerita ini sudah berkembang, dan tokoh utama takkan pernah kalah, hanya mimpi jika Supporting Karakter ingin mengalahkan tokoh utama."


"Kau benar, dicerita manapun tokoh utama akan selalu banyak menang, tapi Nicki, dia adalah pecundang.." balas Mana.


~


"Ya, benar, Nicki adalah pecundang, dia takkan bisa mengalahkanku.."


"Tapi mungkin, bisa saja, benar, sangat benar, dengan nakama no chikara, mungkin saja, mungkin bisa, selama ada itu.."


"Mom sudah waspada dengan Nakama no Chikara dalam cerita ini, karena cerita ini mulai bernuansa Shounen.." ucap Skiye.


B E R S A M B U N G