1+1: New

1+1: New
Chapter 184 - Lebih Dari Sekedar Gemuruh.



Gadis cantik datang tak terduga, santai saja Ia melihat sang Cars yang kalah, apakah Stadion ini akan lebih aneh lagi kemampuannya daripada Skydiving yang sebelumnya?


Selama Ia belum beraksi, kemampuannya masih lah sekedap hipotensa, ingin melakukan apa? Tak terbayangkan.


Apakah karakter pendatang ini memiliki potensi untuk mengalahkan sang tokoh utama, dilihatnya dengan santai sang Nicki, seperti sudah tak bisa mempertunjukkan aksi, Nicki kesakitan, mungkin karena efek pertempuran sebelumnya belum menghilang begitu saja. Karakter di sini tak memiliki capsule ajaib seperti di anime Doragon Ballto.


"Siapa nih yang bakalan melawanku? Aku menerima terserah, yang penting bisa bertarung, jangan lapor mamah kalau kalah.." Stadion sedikit mengejek, sembari menatap kearah Manusia yang bersirker. Karena mereka berdelapan, sedangkan Ia hanya sendirian.


"Pertanyaannya, siapa yang cocok untuk menghadapi si Gadis ini???!!" Seru Nijiiro.


Mereka berdiskusi, soalnya si Tokoh Utama gak bisa beraksi, karena mang Nicki lagi merasakan derita teramat dalam di area pinggang dan jari-jemari.


Serba terkilir Ia, meringis kemudian, berderai air mata perlahan, teramat sakit makanya dia hanya mendeskripsikan dengan ekspresi.


"Kita membutuhkan Nicko-kun!!" Seru Jack.


"No-No-No, aku tidak bisa beraksi, karena aku lagi marathon Kengan Omega, keren banget si Falcon, make teknik ninjutsu!!" Seru Nicko; Ia termakan euphoria membaca, karena terlalu seru sampai Ia tak kepengen bertarung melawan musuh, padahal lawannya cewek cantik.


"Narasi berkata itu cewek cantik, tapi penampilannya gak ada, dipikir kita bakalan percaya? No Pict \= Hoaxx!!" Seru Bossun.


"Kalian ini terlalu ampas, bahkan meskipun kalian semua melawanku, kalian sekiranya akan kalah, karena kemampuanku cukup unik.." nada sombong Ia berucap, Nona cantik harusnya bersikap baik hati dan tidak sombong, apakah ini karena tuntutan peran, makanya mereka mendadak sok-sok songong?


Siapakah karakter yang cocok untuk melawan seorang Gadis yang hobi bicara dengan nada meremehkan ini?


Apakah dia adalah karakter yang akan memperbaiki kacamata miliknya, kemudian berikrarkan kata-kata, 'Kebenaran hanya ada satu?'


Ringkik kuda betina bunyinya teramat bising, dan kata-kata yang santai membantu ringkiknya mereda, benarkah? Aku saja bahkan tak tahu, lebih dari sekedar kata-kata, lebih dari sekedar karakter..


Bayangan hitam-hitam, selayaknya siluet kriminal yang belum mengungkapkan karakter ini adalah siapa.


"Marude.... Kurayami no Cohnan.." Berkatakan begitu Ia, sembari memperbaiki kacamatanya, seperti karakter anime pintar yang make kacamata, saat membuat spekulasi , efek-efek kacamata menyala pun terekam jelas oleh lensa kamera.


"Si Mata Empat Itu.. Cukup Berbahaya..." ucap Niji en Ciel yang menonton pertarungan ini di layar tancap, terletak di Mansion tentu saja.


"Cohnan???!!!" Mana terkejut.


"Apakah si Detektif ini akan beraksi dan bisakah Ia kita andalkan?" dalam benak sang Christoforus tentu terbesit banyak hal-hal yang tak memungkinkan, mereka tak percaya bahwa Cohnan akan menang.


"Kemampuanmu apa cupu?! Jangan sok maju, nanti kalah nangis, alhasil lapor mamah!!" Airport dengan nada membentak.


Begitu banyak ketidak-percayaan mereka kepada sang Detektif terkeren sepanjang sejarah ini.


"Marude Kurayami no Cohnan.."


Seperti Cohnan dalam kegelapan, tetapi Ia tak berada dalam kegelapan, penerangan yang dominan, membuat kata-katanya tidak masuk akal untuk diucapkan.


"Kau tidak berada dalam kegelapan, kau itu karakter cupu yang datang tiba-tiba di sini dan membantu si Mana itu saat melawan si Mati Lampu itu kan?" Nada bertanya sekaligus nada meremehkan, itulah yang terucap dari bibir manis seorang Stadion.


"Seperti Cohnan dalam kegelapan, tetapi aku dalam penerangan, meskipun tak dalam gelap, meskipun kadang tak terang, mau titik temunya sangat susah diungkapkan, bagaimanapun, kebenaran selalu hanya ada satu!!" Cohnan dalam keseriusan membara, dengan memperbaiki kembali kacamatanya lagi, barusan sedikit bergeser akibat dia berkatakan nada membentak.


Seperti apakah kemampuan sang Cohnan? Apakah Ia akan bisa mengalahkan si Nona ini dengan cepat? Masih sangat tak bisa diungkapkan, takutnya spoiler.


"Kemampuanku kadang menjadi perbincangan, karena jarang dipergunakan, memperlihatkan kepada kaum-kaum yang gak bisa jaga rahasia itu gak berfaedah, tapi untuk kali ini , aku akan beraksi... dan kamu Nona...."


Mendadak, seperti keanehan di area sang Stadion, dia tak bergeming dari sana, seolah-olah penglihatannya menjadi buruk?


"L-loh?"


Apa yang Stadion lihat , adalah hal-hal yang kosong, meskipun sebenarnya, mereka yang menonton bahkan tak berpindah tempat.


"????!!!" Nicki yang duduk nampak kebingungan, bahkan mereka yang lain jelas pasti kebingungan.


Edigawa Cohnan:


Kemampuan: Marude Kurayami no Cohnan (Seperti Cohnan dalam Kegelapan)


Kemampuan ini seperti milik Narà Siu, tetapi penggunaannya agak berbeda, di mana atribut kemampuan Narà Siu lebih lengkap dan operpower dibandingkan milik sang Cohnan.


Kemampuan ini bisa digunakan jika Cohnan sudah merasakan suasana gelap dalam beberapa waktu dekat ini, dan Ia sudah merasakan saat menghadapi Narà Siu.


Jadi kemampuan ini membuat targetnya bisa merasakan dirinya berada dalam kegelapan mencekam, seperti Cohnan yang merasakan suasana gelap. Hanya target yang bisa merasakan kegelapan ini, sedangkan yang tak Cohnan targetkan tetap bisa melihat keadaan yang sangat normal.


Jadi kemampuan ini hanya berdampak kepada sang target.


Cohnan bisa berbicara dengan santai sekarang, tetapi penonton harus diam, agar titik mereka berada tak ketahuan oleh sang Nona yang masih belum memperlihatkan kemampuannya.


"Kok aneh, katanya ga bisa lihat, tapi di sini aku nonton malah kayak tayangan biasa ajah, dan mereka yang disangkakan oleh Stadion menghilang, masih jelas berada di sekitar itu.." Komentar Niji en Ciel.


"Mataku kenapa tak melihat mereka? Seolah-olah mereka menghilang dari hadapanku, mengapa mendadak gelap? Seperti aku berada dalam kegelapan, kegelapan mencekam nan merepotkan??!!" sang Stadion mulai kacau, Ia bersuara keras, nampaknya dia emang super kebingungan.


Ingin melihat apa, tak terbayangkan, ingin melihat gelap? Dasar kau pengagum hal-hal yang suram.


Stadion apakah kamu akan ditakdirkan kalah oleh kemampuan [ Marude Kurayami no Cohnan? ] atau kamu takkan menyerah dan berusaha membakar kosmo-mu hingga ke titik tertinggi, kemampuan yang bahkan bisa melampaui kekerenan Ikki Phoenix?!


Dalam kegelapan, bagai di dekap oleh penderitaan, cahaya yang terjamah oleh kegelapan, dominasi kegelapan yang sangat cemerlang, Stadion apakah Ia berusaha mencari cara untuk mengakhiri kegelapan yang mencekam ini?


Tersenyum Ia dalam keheningan, keheranan sang Cohnan menangkap objek keanehan dari senyuman sang Stadion.


Apakah yang akan Ia rencanakan, apakah ada semacam jurus rahasia yang bisa mengakhiri kegelapan ini?


Apakah Cohnan belum cukup merepotkan, ataukah mungkin karena Stadion sudah menemukan cara?


"Tidak, aku tidak memiliki cara untuk menghilangkan kegelapan, tapi aku selalu memiliki cara untuk mengalahkan dalam satu gemuruh yang tak terkalahkan.."


"???!!!" Cohnan dan yang lain memperlihatkan ekspresi keterkejutan.


"Zone of the End: Euphoria Galatasaray..." sang Stadion mengeluarkan akses spesialnya, kemampuan Zona khusus para olahragawan, mengingat sang Stadion adalah atlet baseball wanita untuk team Nadeshiko Tigers.


Bising-bising, menciptakan gemuruh yang mengganggu pendengaranmu, mereka yang di sini, perlahan namun pasti sangat terkejut akan gemuruh mendadak.


Seolah-olah berada dalam himpitan ratusan ribu penggemar sepakbola fanatik, ultras yang hobi berteriak hingga menciptakan volume suara yang melebihi seratus desibel.


"??!?!!!!" Membayangkan Ini selalu berteriak, dan membayangkan telinga mereka yang selalu mendengar, mungkinkah mereka yang mendengar mendadak tuli, gendang telinga rusak hingga menimbulkan pendarahan?


Benar.


Cohnan terlihat meringis, Ia tak bisa menahan betapa kerasnya volume gemuruh yang sangat mendadak ini, gemuruh yang terlihat bukan sekedar gemuruh.


Zone of the End: Euphoria Galatasaray.


Supporter Galatasaray adalah supporter paling bising di dunia, bahkan pada tahun 2011 silam, Fans Galatasaray mencatat rekor paling berisik di dunia, karena gemuruh yang mereka timbulkan mencapai 136,6 desibel, atau sama dengan suara dari tembakan meriam.


Singkatnya, Zone of the End milik sang Stadion adalah menciptakan suara gemuruh yang mencapai 136,6 desibel.


Itu sebabnya Zona ini akan sangat berbahaya bagi pendengaran Manusia jika dikeluarkan secara mendadak, membuat mereka merasakan rasa sakit di telinga, bahkan sang Cohnan nampak meringis kesakitan.


"Aku... Aku tidak bisa mengalahkan Nona ini??!!" Bahkan kemudian, Ia terjerembab, jatuh menghantam area lantai.


"Ah, penglihatanku kembali, barusan baru Zona kan? Belum kemampuan utama? Hehehe, bersiap kalah? Para sirkel culun?"


B E R S A M B U N G