
".... Kau begitu maubles, tapi kau takkan bisa mengikuti kehebatan 365: Nichi milikku!!" Seru Scorpion yang masih berputar-putar disekeliling sang Nicki.
"Haddeh, aku tak habis pikir, mengapa cerita ini begitu membosankan..?" Nicki mulai kembali kesisi biasanya, sisi yang selalu mengejek cerita tempat dia bernaung, "Cerita ini membosankan, selalu bersambung di kosakata yang ke seribu atau bahkan berhenti di sembilan ratus lebih, kebiasaan sebelum berantem, selalu obrolan yang lebih dominan.." sambung Nicki, "Bahkan jika cerita ini ingin terkenal, cobalah membuat satu chapternya dua koma lima ribu kata saja lah.."
"Dalam skema protesan yang berlebihan, 365: Nichi milikku akan menghantammu dalam sekejap!!"
Benar saja, sesaat setelah mas Scorpion berucap, serangan benturan straight mengarah kepada sang Nicki, "365 Nichi: Eldeweisse Yang Berguguran!!"
"Nani???!!!!"
"Terlalu banyak kaget, dan selalu nani lah yang akan diketik oleh Author yang tidak kompeten.." Komentar Bossun.
"Nani???!!!!!" Kali ini yang berkata 'Nani' adalah sang Author yang baperan karena ceritanya di ejek oleh Bossun. "Bossun, kau akan dicoret dari list, baru tau.." sambung Author.
Terlalu banyak obrolan sampai akhirnya mengabaikan adegan Nicki melawan Scorpion.
"................." Nicki yang menerima benturan pukulan yang super kombo berhits-hits banyaknya, seakan-akan ini adalah game fightning yang kemudian saat Hits kombonya terkena semua, akan muncul 'Perfect!!'
"Rasakanlah itu, ini adalah teknikku yang super absolutely kakkoi.." Scorpion santai, dia sudah yakin kalau Nicki sudah menderita banyak serangan fatal akibat serangan sang Scorpion barusan.
Tapi, haruskah berakhir seperti itu? Ini akan berakhir jika semangatnya memudar, ini akan selesai jika dia tidak membakar Kosmo-nya, ini akan cepat berakhir jika dalam lubuk hatinya terbesit kata 'Give Up'
"Kau adalah karakter yang beruntung dijadikan tokoh utama, karakter sampah seperti itu adalah karakter kegagalan yang mengharapkan kemenangan berlebihan, tidak cemerlang dan begitu menyedihkan, kamu tidak pantas menjadi tokoh utama.." Ejekan yang super banyak, "Cuih..." Dia meludah kesembarang arah, dan ada pula yang mengenai Nicki yang berusaha untuk bangkit.
"Aku...."
"Kau masih ingin mau merasakan rasa sakit yang lebih dari ini kah?"
Seperti sinetron kumenangis, atau dorama dalam sinetron antara si baik dan si jahat, Nicki ditendang oleh sang Scorpion dengan kejam tanpa perasaan menggunakan kaki kanannya.
Itu menimbulkan rasa sakit yang berlebihan mengingat sang Scorpion menggunakan sepatu roda.
"Ughh!!!"
"Berdirilah Nicki!!! Bakarlah Kosmomu!!" Teriak Mana.
"Bertarunglah, Shiryƫ!!!" Teriak Bossun.
"Berdirilah!! Joe!!! Demi Hari esok dan masa depan, Joe harus menang!!" Christoforus ikutan berteriak.
Citarasa Nasi Kuning sudah berakhir, dan bahkan Nicko juga sudah sadar, dia menonton aksi sang Scorpion yang menghantam sang Nicki.
"Shounen ada dihati penikmat manga, dan Shounen adalah keindahan dari Adventures yang berkilauan, kemudian persahabatan dorama konflik yang mengguggah selera..." Nicko mulai berkomentar, "Ayo, Cuma di chapter ini, sekali-kali saja, Tokoh utama itu harusnya bersikap seperti genre Shounen!!!" sambung Nicko yang berteriak.
"Selalu saja, selalu saja, selalu saja, selalu saja, selalu saja, selalu saja, selalu saja, selalu saja..." Dia mulai berdiri saat mengucapkan 'Selalu saja' terlalu banyak, dia berusaha bangkit dengan keterpurukan yang dipenuhi keputus-asaaan.
Mungkinkah saat yang tepat sang tokoh utama beraksi dengan gemilang? Ataukah mungkin ini adalah bagian dari permainan peran untuk menipu tokoh sampingan biar terlalu sombong hingga mengabaikan serangan pembalik keadaan?
"Selalu saja, aku harus berusaha merangkak dari keterpurukan, meskipun barusan adalah permainan peran aku berpura-pura akan kalah, ini hanyalah demi membuat genre ini seperti Shounen.." Nicki, dia memasuki Zone of the End-nya sendiri, Zone ini adalah Zone yang harusnya hanya dimiliki oleh para Driver dan Olahragawan.
"Efek tokoh utama, Kah?" Scorpion mulai akan memperlihatkan jurusnya kembali, roda disepatunya mulai bergerak, membuat dia bergerak santai, "12-Gatsu no Himawari: Himawari no Yakusoku!!!"
Pergerakan ini adalah pergerakan yang lebih cepat dari 365 Nichi, ini adalah komponen yang akan lebih merepotkan.
Pergerakan dengan akselerasi Zone yang tidak bisa ditebak, tetapi, Nicki dengan matanya yang ikutan memasuki Zone, nampaknya dia akan mengakhiri pertempuran tidak jelas ini dengan begitu cepat.
Dia mulai akan memainkan gitar, seperti Monochrome no Youni, atau bahkan Melos no Unmei, Melewati konsep Koi wa Thrill Shock Suspense?
Tangan kanan yang memegang gitar, dan jari-jari ditangan kirinya yang akan mulai memainkan melodi, "Zone of the End: Himawari wa Yoru ni Saku..." Atau bisa diartikan, 'Bunga Matahari Yang Mekar Di Malam Hari'
Nicki tidak memiliki kemampuan super, dia hanya bergantung pada Gitarnya yang bisa menjadi apa saja, karena dia tokoh utama, maka dia memiliki Zone of the End: Tidur/Ketiduran.
Komposisi ini akan membuat orang-orang yang mendengar permainan gitarnya, mereka akan tertidur kemudian, kalah begitu instan tanpa harus membuat Nicki kerepotan.
Tidak tahu apa yang akan terjadi, namun kemudian kejadian ini mulai akan diketahui oleh banyak orang, akselerasi pergerakan sang Scorpion mendadak terhenti, terhenti tak terduga.
".. A-aku.... Merasakannya... Rasa Kantuk yang berlebihan.... Seperti Bunga Matahari Yang Mekar Di Malam Hari..." ucap Scorpion... Dia kemudian menutup kedua matanya, tertidur dan lalu tubuhnya menghantam tanah, ini adalah kekalahan yang super telak dari seorang olahragawan.
"K-kakudriver K-kun???!!!" Rainbow terkejut, dia memang harus terkejut, karena fraksi mereka kalah dengan begitu mudah, lalu masih adakah musuh-musuh lainnya berada disini?
Dari Intaian sebuah dinding yang menghalangi, ditempat ini dia takkan ketahuan, apakah dia seorang Sportman, apakah dia adalah musuh terbaru yang bisa membalikan keadaan fraksi Skydiving.
Dengan gagah berani, dia keluar dari tempat persembunyian, dengan tangan kanan yang memikulkan senjata berat di bahunya, dengan senyuman yang mengerikan dia perlihatkan, dengan eksistensi teraneh yang dilihat oleh Nicki dan kawan-kawan.
Aura yang mencekam, sepertinya kelam, penuh kekelaman dan kegelapan, suram, dan super duper seperti malam-malam yang kelam.
Dia terseyum, meskipun senyumannya ini adalah senyuman menakutkan, itu tetap berdampak pada para pemirsa yang melihat ia secara langsung.
"M-menakutkan, K-kau siapa?" Nicki bertanya.
"A-aura ini lebih kelam daripada Nijiiro!!"
"Apakah dia lebih kuat dari mas Gabbiani?"
Bermacam-macam pertanyaan mereka lontarkan, dengan wajah yang super duper seram, dengan ekspresi yang tetap sama saja.
"Hah?" Sepertinya dia tidak mendengar begitu rinci, karena Nicki dan kawan-kawan terlalu takut untuk mengeraskan volume suara.
"S-sebenarnya, K-kau siapa?" Nicki ketakutan.
"M-mau apa??" Nicko ikutan ketakutan.
Dengan kesuraman yang berlebihan, dengan jawaban yang akan dia balaskan..
"Aku bukanlah siapa-siapa.."
"H-hah?"
"Aku hanyalah tukang kebun biasa..."
"!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!" Nicki
"???????????" Bossun
"..................." Nicko
".................!!!!" Mana.
"Lols.." Christoforus hanya santai.
"Aku suram bukan karena aku menakutkan, aku suram karena aku belom digaji..." ucap si Tukang Kebun.
Senjata yang ia pikul hanyalah cangkul, "A-asep-san??!!!" si Rainbow malah ikutan terkejut.
B E R S A M B U N G