
Pena, apa itu, pulpen kah?
Hiduplah dengan mantap, soalnya biar keren, kalau ga keren, berarti masih belum keren ajah, carilah cara untuk menjadi keren, bilas muka gosok gigi evaluasi.
Fenomena tidak akan bisa menjadi Pena, dan Pena mungkin juga bukan pulpen, tetapi mungkin saja ada sesosok Manusia yang mengharapkan punya kemampuan 'memunculkan pulpen' atau bahkan bisa saja lebih aneh lagi, misalnya saja pulpen yang bisa menembakkan hotdog.
Dalam semesta ini, mungkin tidak ada yang mengharapkan kemampuan itu, atau mungkin ada satu di antara miliar orang, seseorang yang memikirkan hal sederhana, seperti dilanda kelaparan dan dia ingin punya kemampuan yaitu pulpen yang bisa mengeluarkan hotdog untuk dia makan, bukankah hotdog makanan yang belum tentu sehat? Tapi, untuk sekedar memakan, maka tak apa, karena perut yang lapar akan teratasi jikalau memakan makanan yang ada. Apakah ini takdir, atau semacam kesengsaraan mereka yang ditakdirkan untuk menderita.
Apakah ini plot? Kebenaran tidak akan pernah dipecahkan jikalau benar itu akan salah, dan salah akan benar dikemudian hari, seseorang memakai topeng, dan seseorang itu menerjang api, melewati api, seperti sang pahlawan yang mungkin tak pernah takut akan api.
Api membara, senter menyorot dirinya, wajahnya tidak kelihatan, hanya karung yang nampak berat itulah yang Ia bawa, dipikul sedemikian rupa, bahkan mungkin itu berat karena dia nampak kesulitan untuk bergerak.
Tetapi, bukankah pada akhirnya mereka yang ingin berjuang untuk satu tujuan akan tetap berusaha melewati halangan dan rintangan membentang?
Wajah tidak terlihat, tapi mulutnya tidak tertutup, hanya senyum yang ia perlihatkan saat senter menyoroti aksinya.
"Aku, tidak akan pernah kalah, tidak akan pernah, dan atas nama garis kemiskinan, Orang-orang kaya akan merasakan terror kemalingan harta berharga dariku, Lottery-san kekasih kebenaran!" Serunya bersemangat, suara lantang, dan dalam beberapa menit kemudian, seolah dia kekasih sang malam, malam menyembunyikannya dalam kegelapan mencekam, hilang seperti bayang-bayang, dan meninggalkan aksi mencekamnya penuh dengan dendam dari orang-orang yang kemalingan.
Hari itu dendam penuh membar, mereka murung setelah aksi mencekam, dan mungkin saja perasaan tak rela, dikarenakan meskipun mereka kaya, bukankah untuk mencapai itu semua mereka juga berusaha untuk bekerja?
Ketidakadilan ada, dan sisi sama bergantung pada perspektif berbeda, pada dasarnya kaya ataupun miskin, ada alasan mengapa mereka berada di zona itu.
Fenomena Lottery, adalah fenomena yang simpang siur, diceritakan kadang, dilupakan kemudian, diangkat kembali lagi, dan dilupakan kemudian, isu-isu rakyat dan isu-isu Manusia-Manusia yang iri, mereka yang miskin ingin kaya, sedangkan mereka yang kaya ingin berbagi, tetapi terkadang menghadirkan keberadaan pemikiran dangkal dari orang lain, seperti : (Berbagi karena kaya)
Padahal, sisi baik Manusia itu sangat manusiawi, mereka menolong, mereka membenci, mereka ngasih hutang, mereka nagih hutang, mereka nampung air, mereka nimbun masker, mereka panen padi, mereka-mereka mandi di kamar mandi.
"Fenomena: Lottery of the thief."
Itu adalah variasi jurus sang manusia yang menciptakan fenomena, fenomena seseorang yang mengaku bernama Lottery dan mencuri, lalu seperti orang baik, ia membagikan apa yang ia curi ke orang yang kurang mampu. Klasik.
Maling adalah sebuah fenomena, karena itu menjadi peristiwa pencurian, dan sang pemilik kemampuan fenomena bisa menciptakan fenomena apa saja yang bisa terjadi dalam masyarakat.
Seseorang lewat, gadis berpakaian compang-camping, namun dia nampak berusia delapan belas tahunan, sedikit mungkin murung, sedikitnya mungkin lapar, dalam melewati sang kemampuan fenomena, dia berguman, berkhayal dalam berucapkan kata pelan 'Andai saja ada pulpen yang bisa ngeluarin hotdog, aku merasa terbantu..'
Pulpen yang bisa mengeluarkan hotdog, fenomena baru, bantuan teknologi? Ilusi halusinasi, atau keinginan ngaco Manusia yang diambang kelaparan, lapar tak menentu ingin makan ratusan porsi, pemikiran mereka yang kurang mampu namun lapar pasti berpikir ingin makan sebanyak apapun, tetapi saat mereka diberikan makanan, hanya dalam sesekali porsi mereka bisa kenyang seketika, kadang keinginan Manusia tidak sesuai dengan apa yang mereka ucapkan.
"Fenomena: Pulpen Hotdog."
Perbedaan Zona sang Fenomena, dia bisa menciptakan keajaiban melalui peristiwa-petistiwa, peristiwa itu adalah fenomena yang bisa dilihat mata, mereka akan bersifat permanen selama itu bisa dilihat oleh mata, dan fenomena 'Pulpen yang bisa menembakkan hotdog' adalah peristiwa yang bisa dilihat oleh mata.
Dan entah mengapa, sesaat sang gadis itu berkhayal, tangannya sudah memegang sebuah pulpen, dan saat pulpen itu ditekan, pulpen itu mengeluarkan hotdog. makanan yang asli dan bahkan bisa dimakan.
"Ajaib?"
Ajaib, meskipun ajaib, dia merasakan keanehan, keanehan tentang rasa tinta yang khas dari sebuah hotdog, keajaiban yang benar-benar ajaib namun hanya penampilan hotdog, tetapi rasanya tetaplah rasa tinta. Meskipun fenomena ini membantu, tetapi fenomena ini memiliki rasa yang tidak enak, meskipun begitu, apakah gadis ini tidak bersyukur?
Air mata kali ini dari kedua mata, bukan separuh, dia menangis karena merasakan hotdog, meskipun rasanya tidak asli, masihlah rasa tinta dari pulpen yang dominan.
Gadis ini siapa namanya, entah siapa, sang Fenomena ini bahkan tak tahu siapa namanya, hanya Ia sang pemilik nama yang tahu, berjalan kemudian Ia dengan pulpen ajaib yang ia dapatkan secara ajaib, tiba-tiba ada di tangan sudah jelas itu secara ajaib.
Fenomena-fenomena aneh di dunia mulai banyak terjadi, mendominasi, fenomena artis ngajak tinju di ring, fenomena-fenomena orang makan bubur tapi ga diaduk, fenomena orang tidur sambil ngomong penalti, fenomena pemain bola yang kepengen pensiun sampai dua kali tapi tidak jadi.
Fenomena-fenomena dua sisi yang menciptakan kontradiksi, fenomena-fenomena Pena ingin menjadi bajak laut, fenomena-fenomena Pena ingin jadi Fena Houtman.
Gadis ini sudah menjauh dari sang fenomena, namanya mungkin adalah Pena Ballpointpen. Pena yang memegang pulpen, Pena yang terpesona akan keajaiban fenomena pulpen yang bisa menembakkan hotdog.
Fenomena-fenomena mereka ada banyak, dan fenomena dari nama seseorang yang bisa menciptakan fenomena tentu saja adalah sebuah fenomena yang bisa mengungkap namanya yang sebenarnya.
Pemilik kemampuan fenomena ini tidak jahat, seharusnya dia orang baik, menciptakan fenomena untuk membantu, dan menciptakan fenomena anak-anak muda yang tertarik terhadap fashion, fenomena-fenomena ini nampak positif, tetapi ada juga yang membenci fenomena ini, seperti Lalulintas Fashion Show yang dicibir oleh netizen-netizen maha benar.
'Apaan Lalulintas Fashion Show, bikin macet ajah anjir, kok bisa ada fenomena beginian' tulis akun mediasosial bernama David.
'Bukannya menarik malah mengganggu Ketertiban pengguna kendaraan..' tulis akun bernama Namanya Kok El.
Salah maupun benar, semua akan terlihat berbeda dari perspektif masing-masing orang.
B
E
R
S
A
M
B
U
N
G