1+1: New

1+1: New
Chapter 1 : New



Hal kelam dan hal baru atau mungkin hal unik. Tidak perlu menanyakan seberapa tinggi burung itu terbang karena pada akhirnya mereka akan hinggap di atap rumah.


Tidak perlu menanyakan seberapa cepat Manusia berlari pada akhirnya mereka akan lelah dan kehausan.


Tidak perlu tanyakan bagaimana mobil, motor dan kendaraan lain melaju pada akhirnya hal itu akan kehabisan bahan bakar.


Jangan tanyakan seberapa buruk komedi mereka karena pada akhirnya mereka ada hanya untuk memperlihatkan kebodohan.


Tidak perlu hal yang susah susah untuk memecahkan sesuatu karena pada akhirnya hal yang sulit akan menjadi mudah untuk tidak dikerjakan.


Tidak perlu tanyakan kenapa banyak orang malas karena mereka hanya hemat tenaga dan tak perlu kau mencoba untuk memaksanya kerja. Karena orang malas punya cara sendiri untuk bekerja.


Dan jangan kau tanyakan tentang siapakah cerita ini? Mungkinkah tentang hal baru yang akan menjadi kelam.


Jika tidak ingin kelam dan mencoba hal berwarna maka mungkin ini akan menjadi komedi.


New.. hal yang baru atau mungkin akan segera dimulai saat mereka memperlihatkan batang hidung mereka..


Petulangan akankah dimulai. Atau mungkin hanya sebagian waktu tunda yang gagal penayangan. Jika ini tentang cerita. Maka kenapa daritadi hanya tulisan tanpa skema inti cerita.


Hidup harus penuh strategi atau mungkin konspirasi alam untuk mencegah bencana. Lalu jika semua konspirasi kenapa mereka melakukan rapat.


Jika rapat berakhir dalam skema selesai maka itu artinya selamat.


Jika kamu mencoba ingin selamat maka mintalah bantuan pada mereka.


Jika tidak ada yang ingin membantumu maka bakarlah rumah mereka. Dan jika mereka minta bantuan untuk mencoba memadamkan. Maka abaikan.


"*****... ini kenapa awalan cerita sangat gajelas woy.. padahal harusnya setiap jalan cerita harus dimulai dengan kekerenan tokoh utama.."


"Tenang saja. Tokoh utama biarlah menjadi suporting karakter untuk awalan kak.. karena aku yakin penulisnya mikirnya begitu.."


Mereka adalah dua kakak beradik. Kembar dan memang kembar.


Bukankah ini bagian dari konspirasi mengapa sesuatu menghasilkan dua bayi dalam satu perut.


"Ano ne ano ne.. kurasa bagian "Sesuatu" itu terlalu kasar. Harusnya cairan kental.." ucap Nicki memprotes hal itu kepada sang penulis.


Maka jika sudah tertulis jangan coba kau menanyakannya.. karena saat itu terjadi biarkanlah itu terjadi.


"Lapor gan target Air Lockscreen dari Matsukaze Senoyama sudah terlihat. Dia mencoba untuk memecahkan satu gunung yang akan meleduk.."


"Woy chotto matte.. ini bagaimana baru awal awal sudah ada Matsukaze Senoyama. Siapa dia woy. Dan ngapain memecahkan gunung. Harusnya meruntuhkan.." ucap Nicko.


Nicki hanya santai karena dia ngupil sambil duduk santai tentunya..


"Sebenarnya awalnya gimana mau dibuat gimana dan kenapa ini banyak namun dan jangan. Ini awalan yang buruk perkenalan cerita dengan dimulai tidak jelas akan merendahkan popularitasmu kawan.." ucap Nicki lagi seperti dia mencoba mengejek penulis cerita.


"Ups ya aku minta maaf.. oke Ikuzo minna-san..."


Ikuzo Minna-san ga sekalian kiamat Minna-san hah...


Sebagian klise dimulai dengan taktikal anti sihir atau mungkin anti serius. Meskipu awalan adalah hal yang gajelas jika itu terjadi maka biarlah terjadi.


Awalan yang tidak keren adalah hal yang keren. Bisa saja hancur karena memang ga keren. Atau mungkin penulisnya tidak keren karena kesal sama ceritanya.


Namun Nicki dan Nicko mereka tetap serius ingin berada dicerita dan ingin terkenal.


"Ayo ayo...!!!" Nicko bangkit dengan gagah dan tampan..


"Jadi bagaimana apakah harus ada genre aktion, komedi ecchi kah atau ditaruh romantis juga?" Tanya Nicko kemudian.


"Jiwa laki itu feerles jiwa laki itu olahraga dan beladiri. Jangan ada cinta cinta alay nanti woy.." jawab Nicki.


"Jadi rencana chapter awalan ini apa kok gajelas banget kak?" Tanya Nicko.


"Mungkinkah dichapter berikutnya kita harus memparodikan hal hal keren.." pikir Nicki.


"Ah souka.. seperti kata Allison Whittington.. tak peduli seberapa tinggi pesawat itu terbang pada akhirnya akan jatuh juga.. tak peduli seburuk apapun komedi ini nanti.. jangan menyerah adalah sihirku..." ucap Nicki


"Eh?" Nicko melotot karena ini akan berakhir dengan tidak jelas dengan chapter satu yang membosankan.


B


E


R


S


A


M


B


U


N


G


Next Chapter : Wajah Terlalu Jelek Adalah Takdir