1+1: New

1+1: New
Chapter 182 - Tabrakan Beruntun.



Jalan Raya menuju keputusasaan belum berakhir, bagaimana cara mengalahkan kemampuan ini, bahkan pemiliknya belum menampakkan dirinya kepada mereka.


Membuat Nicki dan kawan-kawan kelelahan, tetapi mereka masih tetap berjalan, seolah tak ingin menyerah dengan kehampaan dan kelelahan, kesengsaraan yang terus berjalan seperti mimpi panjang dengan air mata kesedihan.


Mereka memikirkan apa dalam periode berjalan kaki, aku tidak akan pernah berhenti berjalan mungkin saja bisa terngiang-ngiang dalam benakmu, tentang suara pahlawan yang berada di game, pahlawan itu bahkan langganan banned, membuat sang author sangat jarang bisa menggunakan pahlawan tersebut.


Mungkinkah Nicki ingin seteguh pahlawan tersebut, meskipun langganan di banned tetap saja hobi berkata 'Aku tidak akan pernah berhenti berjalan'


Pada akhirnya mereka tetap bisa saja berhenti berjalan , seperti sedikit beristirahat dan duduk, karena terlalu letih lutut mereka yang sakit hingga membuat kaki tak kuat memijaki jalan raya.


Aku tidak akan pernah berhenti berjalan hanya menjadi sebuah omongan kosong terbaru bagi mereka yang asal-asalan berucap, pada akhirnya selalu mengakali kosakata, apakah ini masuk dalam kebohongan dan omongan buaya darat yang berusaha memikat cewek manis dengan kharismatik yang mereka miliki.


Tak perlu membayangkan bagaimana romansa berjalan, cukup tanyakan mengapa mereka berhenti berjalan, mengapa mereka beristirahat, tak sesuai dengan kosakata barusan, 'Aku tidak akan pernah berhenti berjalan' omong kosong, ini adalah ciri-ciri pleiboi tingkat junior yang jika diasah akan meningkat menjadi legenda seperti Casanova.


"Aku berhenti berjalan karena paham, bahwa cerita ini bakalan serba narasi doang kalau kita gak berhenti.." Nicki bersuara , dia terlihat duduk santai meskipun ditengah teriknya matahari.


Mungkin saja mereka ingin bertarung bersama matahari untuk mengalahkan musuh yang tak kunjung menampakkan diri.


Apakah musuh hanya ingin mengintai? Membuat mereka semua berjalan dan kelelahan, dan akhirnya baru beraksi untuk menyelesaikan semuanya?


Kemunculan ini akan teramat bingung, karena penulisnya bingung cara mereka bertarung akan seperti apa, mengingat dia mengaktifkan zona terlebih dahulu, kuasa penuh atas jalan raya yang membentang luas ini namun sepi akan pelancong.


"Stastisik meresahkan yang terlintas dalam benakku, kita sedang berada dalam jalan raya yang fiksi, mungkin kemampuannya mirip sang Terminal.." Komentar Mana.


"Aku juga rada-rada heran, mengapa kemampuan yang bikin bingung cara pemakaiannya bisa dijadikan acuan untuk kemampuan.." Jack juga ikut bersuara.


Mereka semua bersuara, dan berbicara, mengerahkan satu-per-satu pikiran mereka yang sedaritadi merasakan keanehan.


"Fix, ini kalau bukan gangguan dari makhluk halus, ini mah kemampuan karakter sampingan yang akan bakuhantam denganku.." Nicki sudah sadar, kini Ia kembali berdiri, melihat kiri-kanan, tidak ada pohon cemara.


Karena di sini kebanyakan gedung-gedung tinggi, dan masih lumayan terekspos beberapa bekas pergusuran.


"Mereka pun terlihat murung jika aku melihat mereka secara langsung.."


Nicki yang berceloteh, tak tahu di mana tempat sang Cars berada, yang bahkan sangat santai mengerahkan segala rencana kedepan, nampaknya dia memikirkan hal-hal licik disertai dengan jumpscare mendadak.


Apakah semacam serangan dadakan, sang Cars kemampuannya adalah..


"Nyummon mobil.." di tempat yang jauh, Niji bersuara, seakan-akan agak nyambung dengan ketikan narasi.


Cars, sesuai namanya dia memiliki kemampuan mensummon mobil, dari kejauhan Ia mengintai, dan pose seakan-akan mau mensummon sesuatu, ini adalah teknik terhebatnya.


"Summoning Cars: Hit and Run!!"


Jurus apakah itu , memanggil mobil lalu tabrak dan lari , apakah itu arti dari skillnya? Adalah kebenaran, harusnya ini gak usah dijelasin, udah pasti banyak yang tau artinya apa, penulisnya lagi sok Inggris ajah dan kepengen ngebuat kosakatanya semakin banyak.


Mobil Ia summon dari titik persembunyian, dan entah mengapa kemudian melaju dengan kecepatan penuhnya ke arah Nicki yang sudah berdiri kokoh.


Bisingnya suara mesin terdeteksi, mobil melesat dari sisi sunyi kesepian, sudut mati yang tak terdeteksi kini menghadirkan suara yang begitu menggetarkan.


"??!?!!"


Nicki terkejut akan mobil yang melaju, tetapi Ia cukup tahu bahwa ini adalah serangan dari sang musuh yang mengintai mereka.


"Setelah mendapatkan lawan yang menciptakan suasana Terminal, sekarang mendapatkan lawan yang hampir sama dengan tabrakan seperti Bus.." Nicki berceloteh, namun Ia tak tinggal diam untuk menahan serangan yang melaju ke arahnya.


"Guitar Transformation: Shield Densetsu no Densetsu!!"


Gitarnya langsung saja berubah menjadi perisai yang cukup kokoh untuk menahan tubrukan dari mobil yang melaju.


Bruammm!! Suara bagai dentum meriam, tak sanggup aku melihat lukamu kawan, dicumbui lalat, tak sanggup aku mendengar jeritmu kawan, bagai dentuman meriam.


Apakah ini adalah acara untuk memberikan pijar matahari kepada sang tokoh utama, seolah-olah menimbulkan efek yang teramat mengerikan, meskipun tubrukan bisa ditahan oleh perisai gitarnya, tetapi Nicki yang menahan dengan perisai sedikit terdorong.


"Tak sanggup aku melihat jeritmu kawan, melebihi dentuman meriam.."


Suara ini adalah suara yang mungkin mengungkapkan seperti apa visualisasi karakternya, apakah Ia adalah orang yang menarik?


Betul apa betul?


Betul Bang!


"Cars , datang untuk mendengarkan jeritanmu yang bisa melebihi dentum meriam..." ucap sang Cars.


Terlihat good looking kah Ia, yang jelas mungkin saja tampan, tapi karena Author malas ngasih gambar, akhirnya tampilan sang Cars hanya disebutkan dengan kata-kata pujian.


"Woahhhh!!" Mana sedikit terkesima.


"Seperti biasa, selalu ganteng saat muncul.." Rainbow berucap.


"Tapi, Istriku tidak tergoda.." ucap Nijiiro.


"Nikahi aku, Mas Ganteng!!" Seru sang Mana yang sangat terkesima akan ketampanannya.


"Hadeh..." Christoforus menggeleng-gelengkan kepala.


Mungkinkah Cars pribadi yang narsis, bahkan Ia tersenyum melihat para wanita terkesima akan ketampanannya.


"Aku saja kagum pada diriku sendiri, apalagi kalian, yang notabenya masih goblok dan beban..." Sombong Ia berucap , mentang-mentang mendapatkan pujian, akhirnya bisa sombong kemudian.


Mobil yang menabrak sudah terhenti, mungkin karena kuatnya pertahanan sang Nicki yang menahan tubrukan barusan.


"Hoh, kau bisa menahannya.." masih santai saja Ia berucapkan kata-kata.


Cars memang tak bisa diremehkan , bahkan seorang Nicki serba kerepotan menahan satu tabrakan saja.


"Bersiap-siaplah, Kawan..." Senyum ini adalah isyarat yang mutlak, bahwa kembali akan ada serangan yang menggetarkan mereka.


"Sistem Call: Formula One!!"


Dia memanggil sebuah mobil balap, sekiranya ini adalah mobil yang hobi balapan di Formula One, ini adalah Mobil balap bertenaga mantap yang memiliki kecepatan mumpuni.


"Sistem Call: Attacking Midfielder!!!"


Setelah itu Ia ucapkan, mobil yang Ia summon barusan langsung saja melesat ke arah sang Nicki.


"Tcih...."


Hanya itu yang Nicki gumamkan , saat kembali lagi menahan serangan , kembali seperti biasa, Ia selalu saja bergeser dari tempat Ia menahan serangan sang Cars.


"Sistem Call: Marcedez Benz!!"


Serangan baru kembali melesat, mobil melaju kencang lagi, dan kembali lagi seperti biasa sang Nicki menahan, selalu menahan gempuran dari mobil-mobil yang berbeda, dia bisa menahan bukan karena terlalu kuat, melainkan karena kekuatan gitarnya yang bisa mematikan tenaga mesin sebanyak 30 persen, hingga membuat sang Nicki agak bisa menahan gempuran, tetapi dia juga kerepotan, menahan sakit di area jari-jari.


"Mengapa kemampuan ini ada, mengapa, namun mengapa..." Ingin menangis, karena emang cukup sakit Ia rasakan.


"Mamah, aku ingin jadi bocil, biar bisa dimanjain, jadi dewasa dan berumur 22 tahun itu ternyata cukup ribet!!" Nicki mulai mengeluh, seolah Ia akan takluk kali ini.


"Peluk erat tubuhku, Mamah... Yang terluka dipecundangi dunia...." Nicki mulai merengek, dia kepengen ini berjalan gampang, tapi ternyata musuhnya hobi ngebuat Ia ribet, apalagi sampe membuat Ia menahan gempuran dari berbagai merk mobil mahal.


"Yahahaha, kukira keras, ternyata kertas..." Cars tertawa melihat Nicki yang mengeluh, seperti anak mamih, itulah yang terlihat sekarang, memang benar.


"Harusnya aku saja yang jadi tokoh utamanya.." sambung Cars sedikit sombong.


B E R S A M B U N G