
Ichigo seratus persen, mendekati warna-warni keindahan celana dalam seorang gadis.
Iyakah? Atau bagaimanakah? Mungkinkah? Dan harus seperti apakah?
Bagaimana jika menciptakan seni untuk menipu mana menuju ketidakseriusan sebuah pengambilan gambar.
"Death Scene..."
Nicki melakukan pengambilan gambar ala-ala Stuntman Cameramen.
Bergaya bak orang yang hobi Farkour.. dia melakukan adegan berbahaya hanya untuk mendapatkan sebuah gambar terindah..
"Woy.. Pria yang disana.. apa yang kau lakukan memotret diam-diam..??!!" Teriak Gadis cantik berpakaian sekolahan yang tak sengaja melihat si Nicki bergaya.
"Eh.. ketahuan.." ucap Nicki yang ketahuan. Dengan ekspresi tak bersalah apa-apa dia malah tersenyum kepada wanita tersebut.
"Wanita itu membingungkan, memang betul.. tapi kadang juga membosankan, karena ocehan mereka selalu 'cowok itu sama aja' meskipun sebenarnya wajahnya ga sama.." ucap Nicki.
"Hey kau mengatakan kata-kata aneh bung, apakah ini protesmu karena memotret celana dalamku hah..???"
"Eh.. dia galak.. dia menjadi galak.." ucap Nicki dengan wajah histeris..
"Inikah sebuah counter attack yang berbahaya seperti di Lock:On.."
"Lock:On..!!" teriak gadis sekolahan tersebut.. lengkap dengan tendangan mematikan.
Gerakan tak terduga dengan kecepatan cahaya, tendangannya menghantam wajah Nicki.
"Ugh...!!" Nicki mundur sejenak lengkap dengan memegang wajahnya yang sakit terkena tendangan counter attack mematikan.
"Lock;On : Key.." kedua kaki Gadis tersebut kemudian menghantam ************ Nicki dengan super kuat..
"Gyuaahhh...!!" Pekik sang Nicki.. dia merasakan rasa sakit mendalam dibagian anunya.
"Inikah akhir kejantananku? Ataukah aku berakhir dalam kaleidoscope yang dipenuhi Ginban..."
"Jangan macam-macam denganku.." Gadis itu berjalan santai, rok pendeknya ditiupin angin hingga memungkinkan sang Nicki melihat sejenak warna celana dalamnya.
"Strawberry? Seratus persen katun? Atau Ichigo seratus persen? Hei-hei hei.."
Nicki yang kesakitan anu-nya masih bisa mengeluarkan kata-kata gajelas laksamana sang gladiator yang akan meninggalkan wasiat terakhir.
"Inikah.. inikah.. akhir the end yang menuntunku untuk kalah? Posisi dead of the end.. atau mungkin..."
Langkah kaki berirama, mungkin kelompok banyak orang yang berjalan mendekat.
Insting sang Nicki kemudian hidup dengan sejuta kerinduan, Iyakah?
Melakukan gerakan-gerakan Spider In the Earth, merangkak di area tanah-tanahan seperti Spiderman diatas tanah..
"Waspada satu, pos berbahaya mendekati area.. musuh berkelompok banyak orang mungkin.."
Gerakan jalan banyak orang tersebut mungkin berada di area yang dekat dengan sang Nicki.
Mereka berirama berjalanan.. bersamaan bagaikan saling mengikuti satu-sama lain.
Memang betul.. kadang juga mungkin kata-kata mereka kemudian terdengar dengan jelas..
"Yatsuhashi-kun melihat celana dalamku, tidak sengaja katanya.. kebetulan warnanya strawberry.. hehehe.."
"Yumi-chan jangan membicarakan kisah-kisah romansamu dijalanan.. ini public desu wa.."
Krakkkk...
Kamera yang ia genggam..
Mungkin sebelum dia mengatakan.. gawat...
"Chotto.. matte.. warnanya benar-benar strawberry.." Nicki mimisan.. mimisan level hard karena destiminasi pemandangan didapatkan secara langsung..
Grakk... pecahan-pecahan sebelumnya dikata-kata sebelumnya akhirnya muncul lagi untuk menjelaskan apa yang sebenarnya sedang terjadi..
"Ecchi.. Hentai.. Biadap.. mesum.. brengsek.. kono yaro.. yamette desu wa.. Ojiisan kimochi warui desu..!!!"
Dalam hitungan ga perlu menjelaskan bagaimana matematika dijelaskan karena itu susah. Cukup jelaskan bagaimana hingga kemudian dia terinjak-injak oleh banyak kaki-kaki yang putih dengan balutan kaos kaki.
Paha-paha yang berkilauan dan rasa khawatir gadis muda diperlihatkan dalam skene yang menyakitkan mata..
"Ini.. h-hentikan.. gyah..!!!" Teriakan kesakitan Nicki begitu cepat, begitu keras, begitu terdengar, begitu pro dan begitu jago.
Nicki memar-memar, namun ia juga mimisan.. batasan kehidupan antara kesakitan dan mungkin juga kesenangan karena melihat rahasia seorang gadis cantik.
"Dimana disaat gadis memakai rok yang pendek, mungkin angin akan meniupkannya dan memperlihatkannya.. tapi biarkan warna celana dalam mereka yang tahu sendiri.." Nicki mulai berceloteh.
"Karena mencari rahasia warnacelana dalam wanita dihari ini apa yang dia pakai cukup susah.. biarkan misteri akan menjadi misteri.."
"Dengan begitu, Pria akan selalu menjadi detektif handal yang mencoba memecahkan masalah.." sambung Nicki yang masih berceloteh.
Detik-detik berjalan.. dengan gaya sang Pria yang babak belur, berjalan sempoyongan di area Bar.
Kemudian dia terpeleset entah nginjak apaan..
Dan menghantamkan kepalanya kearah wanita yang berdada besar dan cantik.
"Ara-ara.. Nicki-kun mesum.." ucap Nicki, penuh lemah lembut dan nampaknya dia kelelahan...
"Giafiolacherrini-neesan.. ara-aranya dong.. aku lagi ketularan mesum si Nicko-kun..." sambung Nicki kembali dengan pelan, nampaknya dia jadi manja disaat dia super lelah.
Nicki kemudian tertidur di-Area paha Giafiolacherrini lengkap dengan dua oppai besar yang mengapit kepalanya..
"Ara-ara.." Giafiolacherrini mengatakan kata-kata 'Ara-ara' untuk mengakhiri chapter ini.
B
E
R
S
A
M
B
U
N
G