1+1: New

1+1: New
Chapter 17 - Perhatikan Kaca Spion-Mu.



Mobi, Ketegangan, Kecepatan, Balapan, dan Bahaya yang mengancam.


Mobil adalah mesin.. Manusia adalah Manusia..


Namun akan menjadi sedikit tidak waras saat menginginkan kecepatan yang melampaui batas.


Cepat, dan cepat, jangan tertinggal, atau bahkan diremehkan oleh barisan terdepan yang terseyum melihatmu dari kaca spion-Nya.


"Higway Supersub.. aku adalah rookies.. namaku Nicko Dizkovich.. aku penggemar anime To Love Ru.. mohon bantuannya senpai.." ucap Nicko cukup sopan.


Memperkenalkan dirinya kepada dua senior yang sudah sangat lama menggeluti balapan mobil di area jalan tol.


"Kecepatanmu cukup cepat.. Rookies-kun.. namun kadang disini adalah tempat yang takkan pernah ada pemenang.. meskipun ingin lets party dan melesat lewat bunyian mesin.. balapan disini bukan soal siapa yang akan menang.. tapi soal yang membiarkan atau mengejar.." ucap Giuseppe panjang lebar.


Meskipun kata-kata mereka takkan bisa didengar karena bisingan mesin.. atau bahkan kecepatan kilometer...


"Kecepatan.. mereka dalam balapan jalan tol.. mereka memang ingin secepat apapun.. tapi saat Manusia terjebak dalam situasi gawat darurat.. death and go to hell menunggumu.." ucap Paula.


Mode mata masuk dalam kategori "Zone" mereka bertiga mungkin seperti "Kiseki no Sedai" namun ini beda..


Balapan dan basketball adalah dua olahraga yang berbeda.. nyawa terancam dalam balapan.. dan cedera terancam dalam basket..


"Aku akan melesat dengan kecepatan penuh.. Senior.." ucap Nicko..


Dia melepaskan gigi ketiganya.. dan semakin melesat.. melesat hingga bahkan atau mungkin semakin mendekati jalur depan.


"Saat semua dimulai, dan tantangan datang.. seorang pembalap veteran tidak akan menyerah... tekad takkan hilang.. hingga akhir.. subete ni naru..." ucap Giuseppe..


"Dia.. serius.. Giuseppe-senpai.." Paula.


Mereka masuk.. dalam zone.. keseriusan yang akan merusak segalanya.. mengejar sang Akuma no Z yang lebih dulu melesat...


Namun...


"Saat semua berakhir.. atau bahkan saat kita melihat lampu dari kaca spion.. kadang membiarkan sesuatu yang didepan melaju lebih kencang adalah kekerenanku.." ucap Giuseppe.


Dia berhenti.. memberhentikan mobilnya.. tanda dia menyerah.. tidak ingin mengejar dan membiarkan pemuda ini melesat meninggalkannya..


Hanyalah Paula yang masih mencoba untuk mengejar..


"Apa yang terlihat dari kaca spion-ku adalah mereka yang ada dibelakangku.. dan apakah begitukah juga denganmu.. Akuma no Z-san.. kau melesat.. aku tak bisa melihatmu untuk saat ini didepan.. tapi apakah.." Nicko masih melaju..


Mencoba untuk selalu cepat.. secepatnya.. melesat.. jalur depan..


"Jalur depan selalu terlalu sombong karena dibelakang sudah tak terlihat.. meskipun cobalah untuk melihat bahwa saat seseorang dijalur belakang.. mungkin akan mencoba terlihat di sebuah spionmu.." Paula.. Paula masih mengejar..


Mengejar Nicko yang sebelumnya melewati sang Paula dengan mudah..


"Dia.. dia masih mengikutiku.." Nicko cukup terkejut dengan kegigihan Paula yang notabenya adalah Perempuan.


"Aku.. aku masih mada mada dane seperti kata Kakakku.. dan mungkin.. saat veteran tidak ingin kalah.. mereka akan selalu mencoba untuk terlihat di kaca spion-mu.." sambung Nicko yang serius.


Nicko melesat selalu melesat.. Paula mengikuti selalu mengikuti..


Tekad gadis veteran yang takkan kalah dari rookies.. dan tekadnya untuk selalu mengejar..


"Im not lose.. i am never give up.. my spinning high away.. akan kuperlihatkan padamu.."


Spinning Hig Away adalah kata kata yang bahkan tidak diketahui.. apa maksudnya dan apa maksud dia.. masih tidak ingin kalah..


Mobil sang Paula.. melesat dan lalu dalam sepersenti.. mulai menabrak sedikit-sedikit body belakang mobil Nicko..


"Keindahan gadis.. adalah saat dia serius.. keringatnya... senyumannya.. tidak ingin kalah.. tidak ingin kalah dari lelaki.. adalah tekad yang mungkin akan selalu Full Power.. namun kurasa.."


"Kamu takkan bisa mencapai Ultra Instinc.. jika keraguanmu tentang garis depan sangat mustahil kau kejar.."


"Kau ingin melampauiku.. tapi jika kau hanya ingin melampauiku.. tanpa memikirkan ingin melampaui Akuma no Z.. kau tidak punya kesempatan.." ucap Nicko.


"Karena.. aku memiliki tekad.. mungkinlah.. cobalah untuk melihat sebagai penonton atau follow me.. and lets Party and dinner with me to the restaurant.."


"I-inikah..????" Paula... dia mungkin tidak sebanding, tapi dia terkejut, meskipun terkejut dia masih berusaha berada di belakang mobil Nicko.


"Kalah dan menang, tidak ada dalam aturan balapan jalan tol.. karena setiap mobil disini hanya ingin melaju.. bersatu dengan angin.. tidak ada aturan kalah atau menang.." ucap Nicko dengan santai, dia tersenyum, seolah-olah dia memiliki trik lain.


Melampaui batasan sang veteran.. mobilnya melesat...


Melesat dan melampaui batas veteran.. Paula tersenyum saat semua itu...


"Lihatlah aku kedepan.. dan jangan berpaling... Karena aku penggemar Kubinashi no Rider.. makanya aku ingin mengalahkan Akuma no Z..."


"Drama, keindahan, dari layar kaca televisi yang menantimu.. flashnews favoritmu.." Nicko.. dia tahu apa yang terjadi di udara karena saat ini..


"Balapan liar.. mobil Ladyrose Nzk sudah rusak gan.. dan terhenti.. masih ada satu mobil yang melaju pelan mengikuti mobil rookies disini.." Pandemonican memberitakan kejadian malam ini.


Balapan liar yang tengah terjadi..


"Akankah Inspektur Seisuke dengan mobil 86 nya juga akan mengikuti balapan ini..?" gumam Pandemonican dengan nada penuh pertanyaan.


Ternyata saat ini jalur depan bukan ada satu yang melesat.. melainkan satu orang yang menunggu dibagian gelombang ketiga jalan tol wangan midnight.


"Let's Party.." ucap Seisuke..


"Heh.. kitanai no hanabira.." ucap Ginosuke.


"Dia melesat.. dia akan melaju.. semakin dekatkah dengan jalur depan.. semoga pelaku balapan liar ini bisa terblockade dibagian wangan midnight end.." ucap Pandemonican.


Bunyi mesin, melesat dengan cepat, bising bising mobil lain yang melaju pelan.


Adrenalin "dag dig dug" dijantung para pembalap. Seperti kembang api yang kotor..


"Heh.. kitanai no hanabira.." Nicko tersenyum keindahan.. mencapai klimaks jalur depan..


"Jadi.. Seisuke-san.. apakah kau mendengar bisingan mesin dibelakang..?" ucap Ginosuke santai sembari bertanya. Namun, pertanyaan Ginosuke tampaknya sia-sia akibat kebisingan ini. Itu sebabnya Seisuke sampai salah dengar.


"Capuccino Italiano? Hamburger? Apalah.." ucap Seisuke sepertinya dia salah dengar.


Senyum.. dan senyuman.. bagaikan kaleidoskop.. horoskop.. atau mungkin ketika itu terjadi...


"Perhatikan.. Kaca Spion-Mu..."


Mobil... mobil Machedes Benz.. sudah ada...


Orang ketiga dijalur depan.. dan sebuah followers yang berjalan lambat..


Terlihat dalam kaca spion...


B E R S A M B U N G