1+1: New

1+1: New
Chapter 32 - Kalah Dengan Cara Yang Keren.



Kekerenan tingkat akhir.. adalah keseriusan yang mengebu-ngebu..


Bahkan jika ingin mencari hal itu disini.. semua akan menjadi fiksi.. karena ini.. tidak ada kata keren.


Sampai saat ini no views dan nol komentar adalah sihirku..


"Excalibur yang menyakitkan mata untuk ditonton lebih jauh bagaikan anime genre ecchi.. selalu dengan awalan yang khas.. sial dengan cara yang khas.."


"Dimana akan ada adegan pintu tidak dikunci dan karakter prianya ga sengaja buka pintu.. dan ceweknya make bh dan cd.. khas.. sangat klise.. membosankan.." ucap Nicki.


"Selalu tak sengaja menyentuh payudara.. tak sengaja menabrak.. dan berakhir dengan harem.. ecchi klise serba membosankan.."


"Widih.. ini adalah Arena of the Tournament.. don't bacot.. dan cepatlah naik kearena.. kalian bertiga.." ucap Cunningham.


"Wei.. kenapa begini.. harusnya arc ini harus dilakukan dengan penuh membara hatimu cosmo.. bukan langsung bertemu dengan musuh kuat.." ucap Nicki.


"Ini adalah jalan cerita.. dan ide sang penulis buntu memikirkan hal ini.. cobalah berdiri dan lihatlah.. bahwa saat ini wifi mati.." ucap Nicko


"Kita harus menyelesaikan Arc ini teman-teman biar nantinya esok hari menjadi ashita no joe.." ucap Jyuubei.


Cunningham sudah berada di dalam Roboctis;Note.


Diikuti oleh teman-temannya, Yukimitsu bagian bawah, dan Inler bagian tengah..


"Pemula di arena itu mau melakukan apa bukannya mereka baru kelihatan di arena ini.." ucap beberapa penonton.


"Kurasa ini bakalan cepat berakhir.." sambung Leone.


"Wadooo.." Mohawk ekspresi terkejut sambil makan burger.


"Siapkah kalian melihat pertunjukan Robo Match.. siapkah kalian.. katakan satu dua tiga.. eaa eaa.. kau bidadari jatuh dari surga.."


"Woy komentator br*ngs*k suaramu jelek jangan bernyanyi..!!!" teriak Penonton.


"Aku juga setuju dengan kalian karena suaranya terlalu jelek.." sambung Pandemonican.


"Apakah mereka bisa menang.. kurasa aku tidak asing dengan yang satunya.. hmm.." gumam Pandemonican.


Dia melihat Nicki sekilas dan kadang kadang mengingat beberapa moment.. "Time Paused-kah?"


Tengen Toppa Gurren Lagann, sudah berada diatas arena berdiri dengan gagah berani..


"Robotmu namanya apa..??" tanya sang Cunningham bagian atas.


"Tengen Toppa Gurren Lagann.." ucap Nicko, Jyuubei, dan Nicki bersamaan...


"Pffft.. nama yang jelek.." ejek Cunningham


Apakah ini akan menjadi sebuah pertarungan yang bagus dari pengguna gunmen, mecha dan keahlian mesin bagaimana yang akan mereka perlihatkan..


"Meskipun begitu.. apakah ada diantara manusia yang melewati sirklus mesin.. takkan berakhir dengan cara hancur.. dan akan berakhir dengan cara penyet."


"Jangan meninggalkan acara ini.. karena ini memasuki mode krisis moderator.. Bein Sport 3, jangan kalian ganti tayangan ini.." ucap Pandemonican.


"Hajime... Fight On!!!" Teriak Komentator..


Dan kemudian..


"Lakukan Parody.. niisan bagian bawah.." ucap Nicko.


"Jangan melucu.. ini ga ada gregetnya..!!" teriak Jyuubei.


"Permintaan diterima.. Kabulkan permintaanku.. Order..!!" teriak Nicki.


Nicki bagian bawah, dia mengerakkan kaki robot Tengen Toppa Gurren Lagann.


Mekanisme serangan kemudian mungkin tercipta, "Iron Shoot Shibuki Style..." beberapa tendangan kaki kanan dari robot milik Nicko dilesatkan kearah sang Roboctis;Note.


"Yukimitsu bagian bawah.. aku adalah yang terhebat soal kaki.." ucap Yukimitsu menerima tantangan dari Gurren Lagann.


Dia menahan serangan tendangan Tengen Toppa dengan kaki juga..


"Kaki dibalas kaki.. dan setir menyetir dibalas menyetir dengan indah..!!" Teriak Komentator.


"Jyuubei takkan diberikan perintah.. dimana saat kaki bergerak.. disitulah tangan akan digerakkan.." ucap Jyuubei dengan keren.


Dia menekan tombol setir juga.. "Jyuubei Technique Special : Ninjutsu Shadow Strike..."


Entah apa yang terjadi Tengen Toppa Gurren Lagann mengeluarkan pedang dan lalu melesatkan pedang itu dengan sangat cepat..


"Dia adalah ninja.. ini masalah teknik.. Blockade Shield.." ucap Inler, dan Roboctis;Note sudah berhasil memblockade serangan pedang tak terlihat Tengen Toppa Gurren Lagann..


"Widih.. ini seru.. tapi bagian atas apa yang mereka lakukan hah.." ucap Komentator.


Nicko tengah membaca buku dalam mekanisme mesin bagian atas... "Sangat seru membaca komik good berjudul Emergance ini.. hanya saja terlalu kasihan ceweknya.. sangat sedih, best manga ini.." Ucap Nicko.


Disisi sang Cunningham..


"Met kit gan.... ya kampret aku lari dulu.. biarin ajah metkitnya.. soalnya lagi di area danger..!!" ucap Cunningham, ternyata dia sedang memainkan game PUBG.


"*****... ternyata alasan dimana bagian atas tidak melakukan apa-apa.. karena mereka adalah pemilik robotnya.." ucap komentator.


"Ini adalah berita hangat ternyata bagian atas adalah yang tidak berguna soal pertempuran.." ucap Pandemonican.


"Kekerenan Cunninghan tidak ada disini.. ini bualan.."


"Kau tahu.. bagaimana kita melakukan akhiran untuk mengakhiri acara ini.. bagaimana jika kita mengakhirinya dengan cara yang keren.." ucap Nicko.


Memasuki fase serius walau sebenarnya ini serba singkat?


Match Mecha yang tidak ada seru-serunya..


"Jika memikirkan mengakhiri.. lebih baik pikirkan bagaimana caranya untuk mengakhirinya dengan banyak kata.." ucap Cunningham.


Dua kapten dalam posisi zone of the end.. memasuki fase serius dalam perubahan karakter.


"Rasakanlah ini.. dengan kemampuan bulan aku akan menghukummu.." teriak Nicko.


"Aku adalah satu diantara satu orang tampan, Tuxedo Bertopeng akan datang untuk menahan serangan..!!" teriak Cunningham.


"Full house counter.. aku menang..!!" teriak Nicko.


"Yaelah.. aku kalah skakmat.. kurang ajar ternyata main Casino Online bisa kalah juga.." ucap Cunningmham.


Ternyata semangat mereka bukan untuk robot tapi untuk Casino Online.


"Mereka memainkan game di area atas... memainkan game online dan one by one.."


"Sudah diputuskan.. pemenangnya adalah... Tengen Toppa.. Gurren..."


"Tunggu.. jangan langsung memutuskan pemenangnya..!!" teriak Penonton..


Karena saat ini Tengen Toppa Gurren Lagann mulai sempoyongan..


"Abis bensin gan... invalid match..!!" teriak Komentator..


"Woy masa Robot bisa kehabisan bensin.. dan bukannya robot makainya solar..!!" teriak penonton..


Beberapa menit kemudian...


Tengen Toppa Gurren Lagann ambruk...


Bruashh..


Dush to dush.. ashes to ashes.. the end of the end.. and goodbye..


"Wadooooo... kita kalah..!!" teriak Nicko yang tiba-tiba bangun..


"Eh emang abis ngapain.." Nicki yang sedari tadi sudah bangun bahkan tidak tahu apa yang dialami oleh Nicko.


"Ternyata.. itu cuma mimpi.. karena.. itu tidak mencerminkan kekerenan.." ucap Nicko.


"Sangat bahaya jika itu kalah asli.. karena pembaca sukanya tokoh utama yang tidak pernah kalah.."


Petualangan Nicki dan Nicko di arc Roboctis;Note ternyata hanyalah mimpi.. dan yg mengalami mimpi itu adalah Nicko sendiri..


"Kurasa.. aku menemukan sebuah peta.." ucap Nicki tiba-tiba..


"Eh.. sini kulihat.." sambung Nicko.


"Bukan peta.. ini lebih tepatnya seperti buku petunjuk... "Monogatari" kah?" Gumam Nicki penuh pertanyaan.


Mungkinkah ada hal yang menjadi misteri untuk dipecahkan? Monogatari!!


B E R S A M B U N G


Next Chapter : Cerita Berseri